+ResistNews Blog - Para pengamat menilai serangan yang merenggut para petinggi Ahrar Syam merupakan serangan bom gas beracun. Serangan hari Selasa yang membunuh sekitar 50 anggota Ahrar Syam tersebut dinilai canggih dan terencana dengan baik.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan temuan dokter yang menganalisa jenazah korban ledakan. Bukti di lapangan menyebutkan bahwa jenazah mengalami sedikit luka luar.

Dokter melihat jenazah mengeluarkan buih dari mulut dan cairan dari mata dan hidung. Dari data tersebut disimpulkan bahwa gas beracunlah yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban.

Menurut beberapa sumber yang dikutip alarabiya mengatakan bahwa serangan tersebut sangat canggih dan rapi, karena lokasi pembunuhan adalah di lokasi yang paling aman.

“Ini adalah serangan sangat canggih di lokasi yang sangat aman,” katanya Abu Bara salah seorang mujahid yang memberikan keterangan terkait insiden mematikan tersebut.

Observatorium Untuk Hak Asasi Manusia di Suriah mengatakan bahwa sekitar 50 anggota Ahrar Syam terbunuh dalam peristiwa tersebut. Tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. (alarabiya/lasdipo/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.