+ResistNews Blog - Libya dalam keadaan darurat militer, demikian diumumkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata. Tentara Nasional Libya mengumumkan kesiapan mereka melawan ‘ekstrimisme’.

Libya Al-Mostaqbal melaporkan bahwa Rabu kemarin (17/09), Kolonel Abdul Razaq Nazhuri, menyerukan kepada seluruh jajaran pasukan dan perwira untuk kewajiban mereka.

“Kami memanggil segala anggota angkatan bersenjata, perwira dan tentara dari segala deskripsi, untuk kembali pada kewajiban selama periode maksimum 15 hari,” demikian dikutip dari Nazhuri.

Dia menyerukan kepada pemuda nasionalis Libya dan dalam Libya Herald juga disebutkan ‘rekan-rekan Salafi’, yang menjadi musuh gerakan Ansar Syariah, agar bergabung dengan angkatan bersenjata.

Namun penunjukan Nazhuri sebagai kepala staff dalam keadaan yang serba kacau ini bukannya tanpa masalah. Segudang perpecahan di tubuh ketentaraan nasionalis nampaknya menjadi halangan yang cukup serius.

[bss/LibyaHerald/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.