+ResistNews Blog - Mantan agen CIA, Bob Baer mengatakan bahwa Daulah Khilafah Islamiyyah atau Islamic State (IS) yang dulu bernama Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) sudah berada di Amerika Serikat (AS). Beberapa dari mereka memasuki negara adidaya itu melalui perbatasan Mexico.

Bob Baer mengatakan hal itu dalam wawancara dengan jaringan televisi CNN, pada Rabu (3/9/2014) kemarin, atau Kamis waktu Indonesia. “Saat ini tanda bahaya sudah berbunyi, warga AS harus berhati-hati,” katanya mengingatkan.

Sebagian anggota IS itu memang warga AS, yang kembali dari Suriah dan Iraq ke AS melalui Mexico. Ia mengingat warga AS agar memperhatikan orang-orang lebih teliti, khususnya perilaku mereka. Hal ini memang sulit dilakukan, karena warga AS sulit mencurigai warga lain, apapun jenis kulit maupun agamanya. “Kita selalu menghargai mausia lain. Tapi kali ini harap lebih berhati-hati,” ujarnya.

IS yang kini sudah mengusai sebagian besar wilayah di Iraq dan Suriah memang pernah mengeluarkan tekad untuk mengibarkan “bendera Daulah Islamiyyah” di gedung putih. Mereka juga telah dua kali mengancam AS melalui pemenggalan dua tentara mata-mata yang menyamar menjadi wartawan, James Foley dan David Sotloff.

Menurut Bob Baer, kepulangan warga AS yang bergabung kepada IS itu tampaknya memang untuk melakukan teror, menyusul serangan udara AS di Iraq Utara. “Mereka tak punya pilihan selain menyerang balik AS melalui teror di dalam negeri ini,” ujar Bob.

Bob Baer juga percaya IS akan terus memenggal leher para sandera, khususnya sandera warga atau tentara AS dan dunia barat. “Mereka tidak akan berhenti. Saya kira mereka akan memenggal lagi (para sandera),” tandasnya. [GA/independenpos/panjimas/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.