+ResistNews Blog - Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon menyerukan kepada badan-badan intelijen dunia untuk bekerja sama melawan kelompok Daulah Islam atau yang dikenal dengan ISIS.

“Untuk menghentikan dan mengatasi Daulah Islam, kita telah belajar sejak serangan 9/11 bahwa harus ada kerja sama antara badan-badan intelijen dari seluruh dunia yang bebas, berbagi pengalaman, dan kerja sama operasional,” katanya kepada stasiun radio Israel, Selasa (9/9/2014).

ISIS telah melancarkan serangan yang menggulung wilayah yang cukup luas di Irak dan Suriah.

Pernyataan Yaalon itu senada dengan Presiden AS Barack Obama untuk menciptakan koalisi luas guna mengalahkan ISIS. Obama akan menjadi tuan rumah sidang Dewan Keamanan PBB tentang ancaman ISIS pada 24 September ini.

Saat ditanya tentang koalisi internasional yang diusulkan itu, mantan kepala intelijen militer Israel, Amos Yadlin, mengindikasikan bahwa negara Yahudi itu kemungkinan akan berbagi informasi intelijen dengan sekutu-sekutunya.

“Informasi intelijen yang kami kumpulkan di Timur Tengah—yang berkaitan dengan ancaman dari Iran, Hizbullat (militan Syiah Lebanon), apa yang terjadi di Suriah, organisasi teroris di Sinai dan Jalur Gaza—berkualitas sangat baik dan kami membagi itu dengan para sekutu kami,” katanya kepada stasiun radio itu.

Pekan lalu, Yaalon mengadopsi sebuah rekomendasi dari badan keamanan internal Shin Bet dan menilai ISIS serta Brigade Abdullah Azzam yang merupakan kelompok afiliasi Al Qaeda sebagai “organisasi ilegal” berdasarkan hukum Israel. Langkah tersebut memungkinkan tindakan hukum bisa diambil terhadap kedua organisasi itu dan siapa saja yang diketahui mendukung atau membiayai kedua kelompok itu.

Brigade Abdullah Azzam merupakan kelompok militan Lebanon yang terkait dengan Al Qaeda dan secara periodik mengaku menembakkan roket ke Israel.(kmp/lasdipo/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.