+ResistNews Blog - Parlemen Eropa menyerukan pengadilan atas para pemimpin entitas Zionis atas kejahatan perang yang mereka lakukan terhadap hak-hak manusia di Jalur Gaza. Parlemen Eropa juga meminta diaktifkan pemboikotan produk “Israel” secara lebih luas.

Anggota Parlemen Eropa asal Irlandia, Martina Anderson, mengatakan bahwa ‘Israel’ harus membayar harga kejahatan yang dilakukannya dan menghentikan membebaskan para pelanggar HAM dari hukuman.

Hal tersebut dia sampaikan dalam konferensi bersama yang diadakan terkait kunjungan delegasi Parlemen ke Palestina dan ‘Israel’. Dia mengeluhkan tindakan kementrian luar negeri Zionis yang tidak memberi izin delegasi masuk Jalur Gaza. “Tidak boleh terulang lagi kejahatan yang dilakukan terhadap Gaza dan kejahatan ini tidak boleh dilupakan,” ungkapnya.

Anderson menyebutkan, lebih dari 2200 orang meninggal di Gaza akibat serangan Zionis yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan kaum wanita. Dia menambahkan, “Harus ditangguhkan perjanjian bersama antara Uni Eropa dan ‘Israel’ bila terjadi pelanggaran HAM.

“Tidakkah Uni Eropa melihat pembantauan terhadap anak-anak kecil dan pelanggaran-pelanggaran HAM? Uni Eropa mengecam pendirian permukiman-permukiman Yahudi illegal karena hal itu melanggar hukum internasional, namun perjanjian bersama tetap jalan.”

Dia menegaskan bahwa orang-orang Palestina memiliki hak untuk berdaulat, berhak untuk mendapatkan kebebasan, berhak untuk hidup secara bermartabat dan terhormat. Karena itu para anggota parlemen Eropa harus memikul tanggung jawab, karena bila tidak maka mereka akan menjadi “sekutu dalam kejahatan ini.”

Sementara itu anggota parlemen asal Portugis, Marissa Maritz, mengingatkan bahwa penangguhan perjanjian kerjasama dengan “Israel” tidaklah cukup. Dia menegaskan pentingnya melaksanakan larangan senjata penuh dan memberlakukan pelarangan produk Zionis yang diproduksi di wilayah pendudukan.

Sedang anggota parlemen Prancis Jones Omargi mengatakan, “Palestina mengalami proses imperialisasi yang bertentangan dengan hukum internasional secara berkelanjutan dan dengan cepat, bukan proses perdamaian. Kita tahu apa yang telah terjadi namun kita menutup mata.”

Sementara itu anggota Parlemen Yunani Takis Hadjigiorgio mengatakan, “Munculnya gerakan Hamas adalah hasil imperialisme. Karena itu kita harus fokus pada kerja melawan penjajahan. Kita harus meninggikan suara kita untuk memboikot produk-produk Zionis dan mengusulkan masalah berlanjutnya penjualan negara-negara Uni Eropa.”

Pada 7 Juli 2014 lalu Zionis ‘Israel’ melancarkan perang sengit ke Jalur Gaza yang berlangsung selama 51 hari dengan membunuh lebih dari 2200 warga Palestina dan melukai lebih dari 11 ribu lainnya, serta menghancurkan puluhan ribu rumah penduduk. (asw/infopalestina.com/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.