+ResistNews Blog - Anggota ISIS, kelompok ekstremis militan yang saat ini meneror Irak dan Suriah, merilis video berisi ancaman untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka bersumpah akan ikut berperang di Kaukasus Utara, Rusia, yang saat ini sedang dalam situasi tegang.

Sebuah video yang dirilis oleh Al Arabiya dan menurut laporan dibuat di suatu bandara sitaan di Provinsi Raqqa, Suriah, menampilkan seorang prajurit ISIS yang duduk di sebuah jet tempur. Prajurit tersebut berkata, “Ini pesan untukmu, Vladimir Putin! Ini adalah pesawat-pesawat yang kau kirimkan ke Bashar, dan kami akan mengirimkan mereka kembali padamu. Ingat itu!"

Suara seorang penutur bahasa Rusia juga terdengar di dalam video, menggambarkan pesawat jet yang dirampas oleh pasukan ISIS. “Ini teknologi Rusia,” kata suara tersebut.

ISIS telah menyatakan perang pada AS secara terbuka, menyampaikan pesan mereka dengan memenggal dua wartawan AS dalam kurun waktu dua minggu. Ini kali pertama anggota kelompok tersebut secara personal mengancam presiden Rusia.

“Dengan izin Allah, kami akan membebaskan Chechnya dan seluruh Kaukasus! ISIS ada di sini dan akan tetap di sini, dan kami akan menyebar dengan berkat Allah!” kata seorang prajurit dalam video yang diunggah ke YouTube dengan terjemahan bahasa Rusia.

Dengan menujukan pernyataan secara personal pada Putin, prajurit itu menambahkan, “Singgasanamu telah diguncang ancaman dan akan runtuh dengan kedatangan kami ke Rusia. Kami sudah menuju Rusia, dengan berkat Allah!"

Suriah dan Kemunculan ISIS

ISIS mengutuk Rusia karena dianggap telah melindungi rezim Suriah selama perang saudara negara tersebut. Di video baru tersebut, prajurit radikal bersumpah untuk menghancurkan Assad, yang mereka sebut “babi”.

Konflik Suriah membuat ISIS menjadi sorotan. Menurut Badan Pengawasan HAM Suriah, kurang lebih terdapat 50.000 prajurit di negara tersebut. Pada Juni lalu, anggota kelompok ISIS menguasai beberapa kota di Irak, yang kini diduduki oleh sekitar 30.000 prajurit ISIS.

Meski belum ada bukti keterkaitan antara kaum militan di Kaukasus Utara Rusia yang bergejolak dan ISIS, Badan Keamanan Federal Rusia memperkirakan ada ratusan penduduk Kaukasus Utara yang pergi untuk ikut bertempur di Suriah.

Dalam video yang baru dirilis itu, anggota ISIS menyatakan tujuan yang sama dengan cita-cita kelompok militan dalam negeri Rusia, yakni Emirat Kaukasus, sebuah perkembangan yang jelas akan menjadi perhatian bagi para pakar di Rusia yang telah memperingatkan tentang prajurit radikal yang kembali ke Rusia dari Suriah.

Grozny Beraksi

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyampaikan reaksi terhadap peringatan ISIS tersebut melalui akun Instagram-nya, pada Rabu (3/9), dan menyebut hal tersebut sebagai “ancaman yang kekanak-kanakan”.

Dalam pernyataan yang diunggah bersama sebuah fotonya sendiri yang sudah diedit dengan filter, Kadyrov yang mengenakan kaus bergambar muka Putin berkata bahwa prajurit ISIS “hanya mengatakan apa yang disuruh oleh majikan-majikan mereka dari badan keamanan Barat."

“Orang-orang dungu ini tidak punya kaitan dengan Islam. Mereka jelas musuh umat Muslim di seluruh dunia. Naif sekali mengancam Chechnya dan seluruh Rusia dengan dua pesawat. Bahkan dengan dua ribu pesawat sekalipun mereka tidak akan dapat mencapai Rusia,” tulis Kadyrov.

“Saya menyatakan, dengan tanggung jawab penuh, bahwa siapa pun yang berpikir untuk mengancam Rusia dan menyebut nama Presiden Vladimir Putin dengan tidak hormat, akan dihancurkan segera setelah ia mengatakannya,” tulis Kadirov, dengan menambahkan, “Kami bahkan tidak akan menunggu mereka untuk duduk di kemudi pesawat.”

Pada Selasa (2/9), sebelum dirilisnya video itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk “kejahatan mengerikan” kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan resmi, seraya mengajak Tiongkok dan negara-negara Barat untuk bekerja sama dalam mengakhiri teror mereka.

Menteri Pertahanan Rusia mengirim beberapa helikopter serbu ke Baghdad pada Senin (1/9) untuk membantu militer Irak melawan ISIS. Pada awal Juli, Rusia meluncurkan lima pesawat tempur Su-24 ke Suriah. [rbth.com/ +ResistNews Blog ]




Post a Comment

Powered by Blogger.