Britania Raya dan dunia internasional sedang berkabung. Seorang warga Inggris yang bekerja sebagai pekerja bantuan sosial disembelih oleh mujahidin Daulah Islamiyah, kemudian video penyembelihan itu diunggah di dunia maya.

Adakah yang salah dari penyembelihan itu?

Berikut satu rilis terbaru dari Shaikh Abu Muhammad Al-Maqdisy yang menjelaskan soal penyembelihan sandera Inggris oleh mujahidin Daulah Islamiyah. Rilis ini diposting di situs resmi Minbar Tauhid wal Jihad tanggal 18 September 2014.

Beliau menjelaskan hal syar’i yang mendasar dan hendaknya diketahui oleh umat Islam tentang bersikap kepada orang kafir yang menjadi pekerja sosial dalam membantu kaum muslimin.

Sebab, Rasulullah Saw sendiri memisahkan antara Uqbah bin Abi Mu’ith serta orang-orang sepertinya yang memerangi Islam dengan Al-Muth’im bin Ady yang justru memberi pertolongan dan bantuan; meski kedua orang ini sama-sama musyrik penyembah berhala. Maka bertaqwalah kepada Allah dalam urusan darah karena dzon-dzon yang beredar tanpa adanya bukti yang jelas hanya akan menjauhkan pelakunya dari Syariat Allah subhaanah.



Penolakan dan Bantahan Atas Siapa Saja Yang Menculik Atau Membunuh Pekerja Sosial Kafir

Oleh: Shaikh Abu Muhammad Al-Maqdisy

18 September 2014

Bismilahirahmanirahim

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada penutup para nabi dan rasul; tuan kami Nabi Muhammad sallahu ‘alaihi wasallam juga kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Allah ta’ala berfirman:

”Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25).

Nabi Saw telah memberi contoh kepada kita, seperti disebutkan dalam hadits:

”Perumpamaan orang-orang yang mencegah berbuat maksiat dan yang melanggarnya adalah seperti kaum yang menumpang kapal. Sebagian dari mereka berada di bagian atas dan yang lain berada di bagian bawah. Jika orang-orang yang berada di bawah membutuhkan air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atasnya. Lalu mereka berkata: ’Andai saja kami lubangi (kapal) pada bagian kami, tentu kami tidak akan menyakiti orang-orang yang berada di atas kami’. Tetapi jika yang demikian itu dibiarkan oleh orang-orang yang berada di atas (padahal mereka tidak menghendaki), akan binasalah seluruhnya. Dan jika dikehendaki dari tangan mereka keselamatan, maka akan selamatlah semuanya.”

Kesimpulan dari hadits ini adalah bahwa diam saja tidak mengingkari kemungkaran akan menyebabkan meratanya bencana atas semua orang. Oleh karena itu, kami melihat kesalahan sebagian kaum muslimin yang tidak bisa kami diamkan. Meski peringatan kami nantinya dianggap menyakiti, menimbulkan permusuhan atau bahkan perkataan kami diselewengkan dari maksudnya, dan dijelek-jelekkan.

Allah telah mengambil mitsaq dari para pembawa al-kitab:

“Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” (Ali Imran: 187).

Risalah saya ini adalah nasihat untuk Tandzim Daulah yang masih berada di dalam bahtera umat dan belum keluar dari kapal besar ini, meskipun tandzim justru berusaha mengeluarkan kaum muslimin dari kapal ini. Maka, kami mengkhawatirkan pelanggaran Tandzim Daulah dan pelanggarannya atas umat.

Nabi Saw telah berwasiat kepada kita:

”Tolonglah saudaramu baik ketika ia dzalim maupun terdzalimi.”


Hari ini, Tandzim Daulah terdzalimi dengan adanya serangan kaum salib kepadanya, juga kepada kaum muslimin secara umum, sehingga tidak halal bagi siapapun untuk membantu kaum salib dalam menyerang kaum muslimin.

Tapi Tandzim Daulah juga berbuat dzalim dengan permusuhan mereka kepada kaum muslimin seperti yang terjadi di bagian utara Syam. Beberapa waktu lalu, mereka mengarahkan senapan dan mortirnya kepada kaum muslimin. Meski hal itu telah mereda, tapi kami tetap berharap agar berhenti dan tak terjadi lagi meski sekali saja.

Maka kami melihat upaya dunia internasional untuk menimpakan kedzaliman kepada Tandzim Daulah adalah disebabkan karena perbuatan Tandzim Daulah sendiri yang berlaku dzalim kepada kaum muslimin, menumpahkan darah mujahidin dan menyimpang dari siyasah syar’iyah Nabi sallahu ‘alahi wasallam, sampai-sampai mereka memaksa dunia dan kaum muslimin untuk tunduk.

Apakah mereka tidak takut kepada Allah ta’ala dan bertaubat dari kedzalimannya dan menahan diri dari menyakiti kaum muslimin? Sehingga dengan yang demikian itu Allah akan menahan mereka dari bencana yang ditimpakan oleh orang-orang kafir.


Jika sebagian besar mereka (Tandzim Daulah) masih mengafirkan banyak mujahidin, mengkhianati mujahidin dan meneriaki mujahidin sebagai antek-antek kafir. Maka hendaknya mereka merenung tentang mengapa banyak faksi-faksi yang menolak dan enggan untuk bergabung bersama musuh salibis Internasional yang kafir untuk menyakiti daulah meski antara faksi-faksi ini dan Tandzim Daulah saling bermusuhan dan terlibat dalam urusan darah.

(apakah dzon-dzon Tandzim Daulah masih kentara terhadap semua faksi Jihad bahwa mereka adalah antek kafir ? Sedangkan bukti dan bayan yang kuat tentang hal itu tak pernah ada ?)

Apakah yang demikian ini tidak menjadi ibrah bagi Tandzim Daulah agar berhenti mengkafirkan para ikhwah mujahidin lain ?

Kembali kepada al-haq itu lebih baik daripada berlapang-lapang dalam kebatilan.

========================

Dalam kalimah ini, saya ingin menjelaskan hukum Islam seputar membunuh sandera kafir; sebagai penjelasan atas hukum syar’i dan menjaga syariah agar tidak disimpangkan.

Sesungguhnya siapa saja orang kafir yang masuk ke negeri kaum muslimin untuk amal bantuan dan belum dipastikan bahwa mereka melakukan tindak mata-mata, maka seharusnya diperlakukan seperti musta’man (orang yang dijamin keamanannya) yang haram untuk dibunuh atau dilanggar harta serta hak-haknya.

Sebab, masuknya mereka untuk membantu kaum muslimin yang lemah, merawat yang terluka dan memberi makan yang lapar; dengan tetap menghormati dien kaum muslimin dan tidak menentangnya, maka wajib diterima dengan ihtiram dan dijamin keamanannya.

Sebagaimana Rasulullah Saw bermuamalah kepada siapa saja dari orang musyrik yang membantu dan menolong beliau. Ini adalah sikap adil yang dicintai Allah; termasuk larangan untuk berbuat dzalim kepada orang-orang seperti itu.

Allah ta’ala berfirman:

”Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah: 8).

Sebelum daulah menyembelih sandera dari Inggris, media menyebutkan bahwa sandera tersebut bekerja sebagai tenaga lapangan dari tim bantuan sosial. Pemandangan yang mengerikan kemudian muncul dari para penyembelih yang mengancam akan menyembelih sandera Inggris lainnya (Alan Hennig).

Menurut sumber berita yang kuat, pria ini adalah sopir kafilah kemanusiaan yang dikirim oleh lembaga amal di Inggris yang bernama organisasi Al-Fatihah (pembuka). Lembaga ini sebelumnya juga mengirim beberapa kontingen kemanusiaan yang mengangkut berbagai bantuan kebutuhan untuk masyarakat Syria.

Kami juga telah meneliti seperti apa lembaga bantuan ini beroperasi dan apa peran pria yang disembelih itu bagi lembaganya. Akhi Qatadah (putra Shaikh Abu Qatadah Al-Filisthiny fakallahu asrah) memberitahu kami bahwa bapaknya (Shaikh Abu Qatadah) telah mengirim surat kepada Tandzim Daulah sejak delapan bulan lalu agar membebaskan pria Inggris itu, tapi hal itu tidak dipenuhi.

Daulah bahkan menyangkal soal keberadaan sandera dan tawanan itu berada ditangan mereka. Tetapi setelah itu, kita semua terkejut dengan video penyembelihan sandera Inggris yang pertama dan ancaman untuk menyembelih sandera kedua, padahal sebelumnya mereka menyangkal tentang penyanderaan itu.

Akhi Qatadah juga menyebutkan bahwa ada seorang muslim Inggris yang ia kenal juga bekerja di lembaga ini. Dan hari ini, pemuda muslim Inggris itu ditahan pihak berwenang Inggris karena mengirimkan kafilah bantuan kemanusiaan ke Syria.


Kami katakan kepada Jamaah Daulah, hendaknya kalian bertakwa kepada Allah dalam jihad dan mujahidin. Masalahnya bukanlah masalah Inggris atau mempertahankan diri dari Inggris -sebagaimana yang kalian utarakan kepada sebagian orang-orang jahil tentang Syariat-.

Kami tidak condong atau membela Inggris. Sungguh, Inggris telah membunuh ribuan kaum muslimin dan mendzalimi jutaan umat Islam saat Inggris menanam Yahudi di jantung negeri kaum muslimin. Tetapi masalahnya adalah membela Islam dan jihad agar tidak terdistorsi dari penyimpangan Syariat.

Nabi Saw bersabda:

”Darah kaum muslimin setara, dan jaminan keamanan dari orang yang paling rendah di antara mereka (muslimin) berarti jaminan dari seluruh kaum muslimin.”

Pria Inggris ini datang sendiri bersama lembaga amal dan ada juga kaum muslimin yang bekerja bersama mereka. Seharusnya kaum muslimin ber-ihtiram dan jaminan keamanan yang diberikan oleh kaum muslimin untuk pria yang datang untuk menolong masyarakat Syria ini juga dihormati!

Kaum muslimin sungguh telah memberikan jaminan keamanan untuknya dan orang-orang yang datang bersamanya. Kaum muslimin di Syam juga telah memberikan jaminan keamanan ketika mereka bisa masuk ke Syam dengan ridha dan ijin kaum muslimin.

Apakah masuk akal jika orang seperti itu dibalas dengan dianiaya dan disembelih??!!! Padahal orang itu datang untuk menolong dan membantu kaum muslimin; sementara orang itu cukup diberi ucapan terima kasih saja, bukan disembelih atau didzalimi dengan perbuatan yang sama sekali tak dicintai oleh Allah subhaanah.

Kepada Tandzim Daulah, jika kalian ingin Allah mengangkat kedzaliman yang datang terus kepada kalian, juga menolong kalian dari makar salibis yang ditimpakan atas kalian dan atas kaum muslimin. Hendaknya kalian hentikan kedzaliman kalian atas kaum muslimin dan mujahidin secara umum, menahan senjata dan mortir kalian agar tidak mengarah kepada dada mujahidin sendiri dan hendaknya kalian arahkan kepada para musuh Allah saja.

Kemudian hentikanlah kedzaliman atas para pekerja bantuan kemanusiaan apapun kebangsaan mereka. Janganlah menghukum orang yang menjadi penduduk satu negara yang negara itu medzalimi kaum muslimin dan hendaknya tanpa melihat dulu fakta dan hakikat sebenarnya dari orang itu.

Orang ini, datang dengan damai untuk menolong kaum muslimin dan tak ada urusan dengan negaranya yang memusuhi kaum muslimin. Maka wajib bagi Tandzim Daulah dan bagi kaum muslimin seluruhnya untuk membedakan antara orang-orang seperti itu; yang datang untuk menolong ataukah memusuhi kaum muslimin.


Seperti Nabi Saw yang memisahkan antara Uqbah bin Abi Mu’ith serta orang-orang sepertinya yang memerangi Islam dengan Al-Muth’im bin Ady yang justru memberi pertolongan dan bantuan; meski kedua orang ini sama-sama musyrik penyembah berhala.

Siapa saja yang dalam jihadnya tidak membedakan antara perkara-perkara ini dan menghukum seluruh kelompok tanpa memilahnya, maka yang demikian ini bukan termasuk mujahidin. Tidak demi Allah, itu bukan termasuk mujahidin! Bahkan itu termasuk musuh-musuh jihad yang bekerja dengan mendistorsi atau menyimpangkan jihad; baik tahu atau tidak tahu.

Kaum muslimin hendaknya ingat bahwa jihad adalah sarana untuk menegakkan panji tauhid. Juga harus diperhatikan agar sarana ini justru tidak menjadi alat untuk mendistorsi atau menyimpangkan tauhid. Oleh karena itu kami mengingkari penculikan atas orang-orang seperti para pekerja bantuan sosial kemanusiaan yang beroperasi di Syria atau di negeri kaum muslimin lainnya.

Dan hukum yang berlaku bagi orang-orang ini adalah hendaknya mereka dijamin keamanannya -selama belum dipastikan kebenaran bukti dan faktanya jika mereka bukan hanya pekerja sosial; seperti menjadi jasus (intelijen) atau perusak-, dan hukum asli mereka adalah mendapatkan jaminan keamanan, bahkan mendapat kalimat terima kasih serta tidak dilanggar.

Nabi sallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”

Oleh karena itu, kami menyeru Tandzim Daulah untuk melepaskan pria ini dan para pekerja bantuan secara umum; yaitu orang-orang yang masuk ke negeri kaum muslimin dengan syibhu aman (semacam jaminan keamanan) bagi ikatan lembaga bantuan sosial dan organisasi bantuan untuk masyarakat Syria atau yang lainnya.

Yang demikian itu adalah untuk menyelamatkan hukum syar’i dan mengikuti petunjuk Nabi Saw dalam menyikapi orang-orang yang membantu dan menolong kaum muslimin, juga menolak kedzaliman dan beramal dengan adil, juga menjaga sum’ah jihad dan mujahidin.

Semoga dengannya Allah ta’ala akan memberikan barakah kepada kaum muslimin dengan menahan keburukan orang-orang kafir yang menyerang umat Islam.

Saya memohon kepada Allah ta’ala agar memberi hidayah ke jalan yang lurus. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi kita Nabi Muhammad Saw, juga kepada para sahabat seluruhnya.



Abu Muhammad Al-Maqdisy

22 Dzulqa’dah 1435H

Link asli: http://tawhed.ws/r?i=18091401

Post a Comment

Powered by Blogger.