+ResistNews Blog - Tulisan yang dimuat di The Guardian ini merupakan unggahan lawas di tahun 2011. Namun tak ada salahnya jika dibaca lagi untuk mengetahui betapa dahsyatnya efek yang dimainkan oleh senjata ampuh mujahidin.

Clancy Signal menulis tentang dahsyatnya efek IED yang berpengaruh pada performa kelelakian seorang serdadu yang selamat dari serangan bahan peledak tersebut. Awalnya ia mengajak pembaca untuk membayangkan betapa sakitnya seorang pria jika dipukul di bagian vital.

Mengutip artikel 2011, Signal menyebutkan bagaimana dahsyatnya rasanya jika alat vital seorang tentara terguncang demikian hebatnya karena ledakan IED. Pada tahun sebelumnya 58 serdadu Paman Sam merasakan hal itu, dan saat itu jumlah serangan mengalami kenaikan 90 persen.

Dokter John Holcomb menyebutkan bahwa pada 2010, 142 orang serdadu yang cedera mengalami perlukaan di bagian genitourinary (GU), atau berarti bagian genital dan saluran kencing. Pada 2011 disebutkan bahwa dari 800 luka-luka di bagian GU, cedera bagian testis saat itu cenderung meningkat.

“Terkejut dengan frekuensi dari cedera macam ini, amputasi ganda, cedera di bagian (maaf) penis dan testis,” demikian pernyataan Holcomb, yang merupakan pensiunan kesehatan militer.

Hal ini yang memang nampak mengerikan, jika ditilik dari budaya barat yang mengagungkan seks bebas. Tentu saja para korban IED yang ‘beruntung’ mendapatkan bonus di bagian alat vital mereka, jauh lebih menderita daripada mereka yang mati atau mendapatkan cedera selain bagian GU.

[bss/TheGU/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.