Al Battar Media, salah satu sayap media pendukung Daulah Islamiyyah merilis surat tanggapan untuk Ibu dari Steven Joel Sotloff, agen mata-mata Barat yang menyamar sebagai Jurnalis dan tertangkap oleh Daulah Islamiyyah.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Daulah Islamiyyah merilis video pesan untuk Amerika, menampilkan eksekusi mati seorang agen mata-mata AS bernama James Foley sebagai balasan atas serangan udara Amerika terhadap Mujahidin dan kaum Muslimin Iraq.

James Foley dalam pesan terkahirnya sebelum dieksekusi mati, menyampaikan wasiat terakhir yang isinya menyalahkan kebijakan perang negara asalnya terhadap kaum muslimin, berujung pada eksekusi mati dirinya. Mujahidin kemudian memperlihatkan tawanan kedua bernama Steven Joel Sotloff, mengatakan bahwa nasibnya tergantung dengan keputusan Obama untuk menghentikan serangan atau tidak.



Obama nampaknya tidak ambil pusing atas nasib Steven, hingga hari ini pesawat mereka masih membombardir Iraq.

Beberapa saat sesudahnya, beredar pesan di sejumlah media Barat mengatasnamakan Ibunda Steven, memohon dan mengemis ampunan dari Khalifah Ibrahim, Amirul Mukminin Daulah Islamiyyah Abu Bakar al Qurasyi al Husainiy al Baghdadiy -hafidzohullah- untuk membebaskan Steven.

Berikut ini terjemah dari surat tanggapan untuk permohonan Ibunda Steven yang ditulis oleh Ahlam Nashr, dan dipublikasikan oleh Al Battar Media.





“Ibunda Steven, Anda Keliru!”

(Jawaban atas Video Permohonan Ibunda Steven Sotloff)

Oleh: Ahlam An-Nashr

Alih Bahasa: Ganna Pryadha



“Akumemohon kepadamu! Engkau juga seorang wanita sepertiku! Aku rasa engkau bisa memahami bagaimana rasanya seorang balita berusia lima tahun harus kehilangan ibunya, terlebih lagi dia telah kehilangan sang ayah! Dia tidak lagi memiliki siapapun selain diriku! Mohon, jangan pisahkan dia dariku!” Pinta wanita itu kepadanya dengan penuh pilu dan kesedihan.

“Lebih baik bayi perempuan ini berpisah dengan seorang ibu teroris sepertimu!” balas penyidik wanita itu diiringi senyuman palsunya.

Selanjutnya… Para penjahat itu tidak memberikan kesempatan hidup kepada sang bayi yang sebelumnya juga telah kehilangan ayah dan ibunya, hanya karena keduanya adalah teroris dalam pandangan orang-orang Amerika. Ini mengingat, sang ayah adalah seorang mujahid yang berjuang melawan penjajah dan musuh agama. Sedangkan ibunya adalah istri dari ayah mujahid itu. Menurut pandangan keji mereka, bayi perempuan itu harus menjalani takdir yang semestinya, yaitu mati kelaparan, setelah tubuh mungilnya itu merasakan keletihan akibat pengusiran!

***

Dikarenakan mereka adalah kaum muslim, maka itu sudah cukup dalam pandangan kaum Kristen Barat untuk untuk menahan dan menawan keluarga muslim. Kemudian mereka membawa dan meletakkan anak-anak kecil yang tidak berdosa itu ke dalam adukan semen, lalu menggiling dan mengaduk mereka di hadapan kerabat keluarga!

***

Wanita Bosnia malang itu meringkuk di balik jerujitentara Serbia yangsilih berganti menimpakan siksaan secarakejam dan brutal kepadanya, diiringi jeritan-jeritannya yang sarat rintihan dan mengundang rasa iba. Sementara dia merintih,tentara-tentara durjana itu tertawa terbahak-bahak tak ubahnya raungan hewan buas yang mengundang rasa benci. Wanita itu merasakan penyiksaan yang luar biasa! Wanita itu mengemis-ngemis kepada mereka agar meninggalkannya sejenak saja,dan memberinya kesempatan agar bisa menyusui bayinya yang masih berusia beberapa bulan. Bayi yang mereka rampas darinya!

“Baiklah. Aku akan membawa bayi itu ke pangkuanmu!” ujar salah seorang dari mereka sambil tersenyum penuh muslihat.

Wanita malang itu merasa mendapat “angin surga”. Dia mengira bahwa secercah rasa kasih sayang telah merasuki jiwa para monster yang tiada henti mencabik-cabik kehormatannya, belum lagi tindakan keji yang mereka dan bangsa mereka lakukan terhadap agama dan negerinya!

Kedua matanya menatap nanar pintu penjara dengan penuh pengharapan dan kerinduan yang membuncah. Dia begitu menantikan pertemuan dengan bayi tercintanya.Tak lama pintu penjara pun berderak terbuka. Tentara Serbia masuk sambil menggendong bayi mungil di dalam bedong. Kalau bukan karena rasa sakit yang dideritanya, barangkali wanita malang itu akan melompat menyongsong dan memeluk bayinya. Tentara Serbia itu tersenyum seraya mendekatinya, lalu mengguncang-guncang bedong bayi itu di hadapannya, sehinnga menggelindinglah potongan kepala bayinya ke lantai!

Sontak, wanita malang itu pun mendadak gila dan kehilangan nalarnya!

***

Setiap hari, di Burma dan Afrika Tengah senantiasa berlangsung peristiwa yang “lazim dan biasa”. Bahkan, ibunda Steven, selayaknya Anda merasa cemas dan heran seandainya di dua negara tersebut tidak diselenggarakan pesta “barbecue”yang bahan panggangnya adalah jasad kaum muslimin! Anda harus heran jika Anda tidak menyaksikan sekumpulan orang Nasrani, atau Budha, atau Paganis yang mencari hiburan dengan memutilasi tubuh seorang muslim, menyiksanya, dan membunuhnya secara perlahan-lahan!

***

Si nyonya tua Hillary Clinton memegang kedua sisi kepalanya, kemudian berteriak emosional penuh amarah, “Orang-orang Palestina berhak mendapatkan perhatian?!”

Ya! Hai Clinton, mereka memang memiliki hak, karena mereka bukanlah bajingan seperti banyak makhluk lainnya!

***

Ibunda Steven, apakah Anda ingin mengetahui banyak cerita lainnya? Cerita-cerita ini sungguh menghibur bukan?!

Sungguh celaka seorang penjahat yang melakoni kejahatannya, dan kebinasaan baginya ketika dia yang notabene seekor serigala namun bersalin diri dengan bulu domba!

***

Sungguh Anda benar-benar keliru, Ibunda Steven! Keliru jika dipandang dari berbagai sisinya. Anda katakan bahwa umat Nabi Muhammad bukanlah kaum pembunuh, sementara kalian menganggap bahwa kami –baik orang dewasa ataupun anak kecilnya— adalah teroris! Atau Anda menganggap bahwa kami adalah umat yang harus dibunuh! Kami harusdisembelih, disiksa, diperkosa?! Apakah Anda dan orang-orang semisal Anda akan membantah fakta demikian? Di saat yang sama kalian tidak mengambil satu pun sikap nyata menentang hal tersebut? Bahkan kalian justru mendorong putra-putra kalian untuk memerangi kami dan menggorok putra-putra kami, kemudian setelah semua ini, Anda memohon kepada Khalifah –semoga Allah senantiasa menjaganya—agar tidak menyakiti anak Anda? Logika macam apa yang Anda gunakan?!

Anda sungguh keliru! Seorang muslim sejatinya tidak ada hubungannya dengan kelompok idiot mengklaim cinta damai yang mungkin mudah dikelabui dengan berbagai cara, yang Anda pikir kami sama seperti mereka. Dan karena Anda berpikir bahwa kami serupa seperti mereka; maka kami akan hidup dalam kecemasan –sebagaimana dipopulerkan Ban Ki Moon!—karena khawatir citra kami akan rusak oleh seorang ibunda salibis pelaku kejahatan!

Orang-orang yang pura-pura cinta damai itu berkoar-koar menentang penyembelihan seorang penjahat salibis dan menentang ancaman penyembelihan yang akan menimpa penjahat lainnya, yaitu anak Anda. Sementara itu, mereka tidak pernah berpikir mengenai apa yang terjadi menimpa kaum Muslimin di berbagai belahan bumi! Mereka menganggap itu hanyalah gagasan Yahudi untuk meningkatkankondisi perbudakan; dan mereka melakukan tarian kemenangan seolah-olah telah membebaskan Yerusalem. Tanpa ada sedikit pun rasa hormat kepada darah para martir dan orang-orang tak berdaya

Mereka tidak meninggalkan musuh tanpa menyembah-nyembahnya, seraya menyerahkan loyalitas dan kepatuhan kepadanya! Mereka tidak menyelisihi doktrin perdamaian dan menentang siapapun, kecuali jika terkait persoalan Khilafah yang sejatinya ingin memuliakan Islam dan kaum Muslimin serta menjauhkan orang-orang lalim dan para penjahat! Tengoklah! Mereka melakukan perlawanan kepada orang yang justru ingin memuliakan kami! Mereka secara khususmemusuhi orang yang ingin merehabilitasi kami! Mereka memerangi orang yang secara berani menyerukan perintah Allah dan berseru, “Kini kaum Muslimin mempunyai Khilafah yang akan melindungi dan menjaga mereka!”

Olok-olok dan tertawakanlah mereka! Aku telah melakukannya sebelummu! Namun jangan sampai Anda bergaul bersama mereka! Atau mungkin Anda menganggap kita seperti mereka; pendek angan-angan! Ataukah kami harus takut jika kalian mengatakan kata-kata buruk tentang kami! Hal itu urusan mereka, bukan urusan kami! Demi Allah! Mengapa kami harus memikirkan opini orang-orang yang gemar menumpahkan darah dan pembunuh anak-anak?! Mengapa kami harus khawatir bahwa orang-orang jahat pemuja hawa nafsu itu nantinya akan melancarkan perlawanan kepada kami?! Kami tidak akan pernah memikirkan opini orang lain, selama kami yakin berada di atas kebenaran sembari mengharapkan keridhaan Allah. Anda berpikir bahwa ternyata kalian harus memperbaiki citra kalian di hadapan kami, mengerahkan segenap upaya agar kami tidak menganggap kalian orang-orang jahat! Namun sebelum itu, kalian harus membayar “harga” dari setiap kejahatan yang kalian lakukan saat ini dan sebelumnya!

Anda sungguh keliru! Sesungguhnya umat Nabi Muhammad tidak pernah berlaku zalim. Namun umat Nabi Muhammad adalah umat yang harus berperang dan beribadah kepada Allah dengan memerangi orang-orang jahat beserta para sekutu mereka. Umat Nabi Muhammad beribadah kepada Allah dengan memotong tangan pencuri, mencambuk orang-orang yang merampas harta benda, dan beribadah dengan segala hal yang dapat menjaga tujuan-tujuan penegakan syariat. Karena kebaikan masyarakat lebih baik dari sekadar menjaga perasaan para penjahat, dan lebih penting dari sekadar menjaga perasaan anggota keluarga mereka!

Ketahuilah, ibunda Steven, darah orang-orang bajingan Barat tidaklah terjaga. Di saat darah cucu-cucu para sahabat Nabi Muhammad mengalir tak ubahnya arus air!

Di saat Anda rindu bertemu putra Anda, apakah Anda pernah memikirkan para ibunda muslimah yang sangat merindukan putra-putra mereka? Apakah Anda lupa betapa gagah beraninya pasukan durjana Amerika memerangi kaum Muslimin berkat dukungan Anda dan warga Amerika lainnya?! Pernah Anda memikirkan nasib seorang muslim yang menderita akibat ulah putra Anda dan rekan-rekannya yang notabene para mata-mata bagi musuh?! Apakah Anda pernah berharap dirinya mendeskripsikan penderitaan-penderitaan kaum Muslimin?! Lalu siapa yang menjadi faktor dari penderitaan kaum Muslimin?! Bukankah itu dikarenakan kejahatan kalian yang berlandarkan pada salib pembunuhan dan darah?! Anda pikir putra Anda berhati mulia seperti Anda?! Baiklah, kami pun berhati mulia; kami memetik tumbuh-tumbuhan, bermain-main dengan burung, kami adalah hujan yang menyirami dan memakmurkan bumi berkat karunia kebaikan Allah. Lalu mengapa kalian tega menggorok kami?! Dan ketika kalian membunuhi kami, lalu mengapa kalian masih mengira bahwa kalian akan senantiasa dalam kondisi aman?!

Hai ibunda Steven, upaya-upaya untuk mencari simpati kaum Muslimin bukanlah solusi jitu. Nyawa kalian tidak penting bagi kami. Di saat yang bersamaan, jangan berani-beraninya menyerahkan nyawa kalian untuk menghalangi jalan kami. Solusi jitu adalah Anda menghentikan seluruh kebodohan, menyadari takdir, dan menjaga diri kalian. Seorang mujahid pemberani yang memenggal leher Foley berkata, “Nasib Steven tergangun keputusan Obama.” Maka pahamilah hal ini baik-baik.

Yang harus Anda lakukan adalah memohon kepada “orang dungu Washington”, presiden Amerika agar dia mau memerhatikan aspirasi Anda dan nasib orang-orang dungu yang telah memilihnya. Semoga saja Obama mau mengasihani kalian dan menghentikan keterlibatan kalian dalam peperangan yang Obama dan kalian tidak akan sanggup untuk melakoninya. Perhatikanlah bagaimana putra Anda berada dalam genggaman seorang mujahid gagah berani. Nyawa putra Anda dipermainkan tak ubahnya sebuah bola di kaki seorang anak kecil! Apabila tentara Amerika ingin merasakan perasaan yang dialami Steven, maka Khilafah dan bala tentaranya dengan mudah bisa merealisasikannya. Apabila mereka ingin mencicipi keramahan Khilafah dan merasakan kehidupan James Foley, sejatiya Khilafah kami punya keramahan yang sanggup mengalahkan kesantunan Hatim Ath-Tha`i. Namun kalian harus benar-benar memiliki keputusan pasti terkait hal ini! Siapa kiranya di antara kalian yang kelak akan membayar mahal akibat keputusan itu, siapa di antara kalian yang kelak akan menanggung celaan. Dan berhati-hatilah jangan sampai kalian menjotosnya di hadapan kami, karena kami begitu sensitif terhadap jotosan! Untuk mengetahui sensitifitas kami, tengoklah kondisi tentara-tentara Syiah Rafidhah!

Ibunda Steven, Khalifah Abu Bakar Al-Baghdadi –semoga Allah melindunginya—telah mengumumkan kepada seluruh dunia, bahwa Khilfah yang melindungi dan membela kaum Muslimin telah kini telah tegak. Siapa saja yang berani mengusik kaum Muslimin, niscaya Khilafah akan memberinya pelajaran. Siapa saja yang menimpakan keburukan kepada mereka, niscaya Khilafah akan memberinya balasan. Percayalah!

Ibunda Steven, Demi Allah Anda dan bangsamu bukanlah tandingan bagi kami. Maka kurangilah penderitaan kalian. Karena Anda menyebut-nyebut tentang umat Nabi Muhammad, ketahuilah baik-baik kisah para pendahulu kami; para sahabat. Mereka tidak pernah diam menyaksikan keburukan. Tidak ada satu pun dari mereka yang berbasa-basi dengan mengorbankan agama kepada orang lain, betapa pun tingginya keilmuan dan kesalehan orang tersebut. Terlebih lagi jika harus berbasa-basi kepada orang-orang kafir! Camkan baik-bak hal ini! Ketahuilah, kami adalah keturunan mereka. Dan sadarilah, Khilafah Islamiyah yang menerapkan kewajiban syariat Islam sepenuhnya, tidak memerlukan siapa pun untuk mengajarinya apa itu Islam. Pikirkanlah diri dan anakmu baik-baik!

Lebih baik bagi Anda dan siapa pun selain Anda mengambil keputusan tepat terkait kebijakan pemerintahan gagal dan dungu Amerika. Persoalan ini terkait erat kehidupan kalian kalian. Karena jika tidak, demi Allah kalian nanti akan mengemis-ngemis kepada teroris. Kalian kelak akan menulis bait-bait ratapan meratapi Syaikh Usamah bin Ladin –semoga Allah menerima seluruh amalnya! Bukanlah Khilfah sejati apabila mau berkompromi dengan mengorbankan darah kaum Muslimin atau menerima tawaran agar orang-orang jahat hidup dengan aman!

Dengan menelisik kisah-kisah di atas, kalian akan mengetahui betapa tingginya tekad kami untuk membalas penderitaan-penderitaan saudara-saudari kami yang berlangsung di saat cahaya Islam memudar dari pentas dunia, sehingga kaum kafir berani bersikap arogan!

Link naskah asli oleh Al Battar Media: https://justpaste.it/gvaa

Dipublikasikan naskah terjemahnya oleh
Shoutussalam Islamic Media

Post a Comment

Powered by Blogger.