+ResistNews Blog - Wartawan Amerika Serikat, Steven Sotloff, yang dibunuh Daulah Islam beberapa waktu lalu ternyata memiliki kewarganegaraan ganda. Selain Amerika, wartawan yang viedo pembunuhannya mengguncang dunia tersebut juga memiliki kewarganegaraan Israel, demikian kata media Israel Haaretz pada Rabu (3/09).

Suratkabar “Haaretz” mengutip keterangan juru bicara kementerian luar negeri yang menyatakan Sotloff (31) memiliki kewarganegaraan ganda, meskipun kementerian itu tidak memberi tanggapan ketika dihubungi AFP.

Radio publik melaporkan bahwa keluarga Sotloff yang tinggal di Miami, Florida, adalah Yahudi dan ia pernah belajar di Herzliya, utara Tel Aviv.

Pihak Daulah tidak menyinggung Sotloff orang Yahudi atau Israel dalam rekaman video itu. Sang pembunuh bertopeng menyatakan pembunuhan itu sebagai pembalasan atas perluasan serangan udara Amerika Serikat terhadap pejuang di Irak dalam sepekan belakangan.

Dalam tayangan terkini itu, Steven Sotloff dengan tenang berbicara di depan kamera bahwa ia korban dari keputusan Presiden Barack Obama untuk melancarkan serangan udara terhadap pejuang.

Pada akhir rekaman lima menit itu, yang ditemukan dalam jaringan kelompok pemantau terorisme SITE dan dilihat AFP, pejuang itu mengancam tahanan lain yang diketahui sebagai warga Inggris.

“Saya kembali, Obama, dan saya kembali karena kebijakan luar negeri sombong Anda terhadap ISIS,” kata petempur berpakaian hitam itu sambil mengacungkan pisau tempur dan berbicara dengan logat London.

Seperti inilah bentuk seorang intelijen yang menyamar menjadi wartawan. Bukan asli wartawan. (ROL/Lasdipo/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.