+ResistNews Blog - Dinas Urusan Orientalis di PLO mengumumkan kemarin Jumat (3/10) bahwa lebih dari 400 profesor dalam bidang studi kemanusiaan “antropologi” yang sebagian besarnya dari perguruan tinggi Amerika menandatangani memo (piagam) mendukung “Gerakan Boikot Entitas Zionis Israel” di bidang akademi.

Dalam siaran persnya, Dinas Urusan Orientalis menyebutkan bahwa piagam itu mengecam pelanggaran HAM yang dilakukan Israel dan meminta agar menarik diri dari wilayah Palestina segera dan menjamin pengungsi Palestina kembali ke kampung halaman mereka.

Para profesor itu menuding bertanggungjawab atas imbas blokade Jalur Gaza yang melanggar hukum internasional yang sudah berlangsung selama tujuh tahun lebih. Blokade itu telah menghalangi lalu lintas barang dan manusia serta melucuti warga dari kebutuhan mereka di Tepi Barat.

Para profesor Amerika ini berjanji tidak akan bekerjasama dalam proyek-proyek dan acara yang diikuti oleh lembaga akademi Israel atau mengajar di sana atau menghadiri seminar dan lainnya serta tidak mempublikasikan majalah akademi yang kantornya berada di Israel.

Mereka menegaskan, komitmen ini akan berlangsung sampai lembaga-lembaga Israel berhenti menyetujui pelanggaran atas HAM Palestina yang dijamin oleh undang-undang internasional dan sampai Israel menghargai penuh hak Palestina, mengakhiri blokade Jalur Gaza, mengakhiri penjajahan dari wilayah 1967 serta membubarkan pemukiman dan tembok rasial Yahudi. (fp/sp/lasdipo/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.