+ResistNews Blog - Setidaknya 60 mujahidin Al-Shabaab gugur pada hari Sabtu (11/10) dalam serangan udara di Gulagadud di wilayah Jubba Somalia, sebelah barat daya dari ibukota Mogadishu, lapor militer Kenya.

“Penilaian awal atas pertempuran ini, menunjukkan 60 militan Al-Shabaab telah gugur dalam serangan itu,” kata Angkatan Pertahanan Kenya dalam sebuah pernyataan.

Menurut pernyataan itu, beberapa mujahidin terluka dalam serangan itu, sementara yang lainnya mundur ke Jilib, 100 kilometer di utara Somalia di kota pelabuhan Samudra Hindia, Kismayu, yang dikendalikan oleh pasukan penjaga perdamaian Afrika.

Serangan udara hari Sabtu terjadi kurang dari empat bulan, setelah pasukan Kenya meluncurkan serangan udara terhadap kota Anole dan Kuday di wilayah dataran rendah Jubba, di selatan Jubba Tengah, menewaskan sedikitnya 80 mujahidin Al-Shabaab.

Kenya merupakan negara pertama yang mengerahkan pasukannya di Somalia pada tahun 2011, setelah penawanan wisatawan asing oleh mujahidin Al-Shabaab.

Kemudian, pasukan Kenya bergabung dengan misi penjaga perdamaian Uni Afrika (AMISOM) di negara yang dilanda perang sipil itu.

Kenya baru-baru ini dilanda serentetan serangan, pihak berwenang biasanya menyalahkan kelompok mujahidin Al-Shabaab, yang menuntut Nairobi untuk menarik pasukannya dari Somalia.

Dibentuk pada tahun 2004, Al-Shabaab telah memerangi pemerintah untuk mengendalikan sejumlah wilayah di berbagai daerah di Somalia.

Pemerintah Somalia dan pasukan Afrika telah melancarkan operasi militer besar-besaran bersandi ‘Operasi Samudera Hindia’ melawan Al-Shabaab.

Serangan itu diklaim berhasil merebut sebagian besar basis Al-Shabaab. Saat ini basis Al-Shabab, kota Barawe juga berhasil direbut.

Pelabuhan itu diyakini menjadi sumber utama pendapatan Al-Shabaab, menghasilkan jutaan dolar dari penjualan ilegal arang ke Timur Tengah.

Al-Shabab berjuang untuk menggulingkan pemerintah Somalia dukungan internasional, mereka secara teratur melancarkan serangan terhadap sasaran negara, serta di negara-negara tetangga yang berkontribusi dalam pasukan AU.

Pertempuran terjadi saat PBB dan pekerja bantuan memperingatkan bahwa Somalia sedang dilanda dan kekeringan kelaparan yang mengerikan, tiga tahun setelah kelaparan membunuh seperempat juta orang lebih.

Pada Januari 2013, pasukan komando Prancis melakukan serangan terhadap Bulomarer untuk membebaskan seorang agen rahasia yang disandera. Namun, serangan Perancis berhasil digagalkan oleh Al-Shabaab, kegagalan serangan itu mengakibatkan kematian dua tentara Prancis berikut para sandera.

[Worldbulletin/kiblat/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.