+ResistNews Blog - KAPOLRI melakukan rotasi di tubuh kepolisian guna penyegaran tugas. Sebanyak sembilan jenderal menempati posisi yang baru, termasuk mencopot kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Irjen Pol (Purn) Ansyad Mbai. Sebagai gantinya, Irjen Saud Usman Nasution naik jadi kepala BNPT.

Direktur The Community Islamic Ideological of Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, mengajak Saud Usman untuk peka dengan realitas gejolak umat Islam dalam tiga tahun terakhir.

Harits berharap BNPT dapat merubah pola penindakan dalam proyek kontra terorisme yang kerap dirasakan sangat dzalim dan mendiskriditkan Islam.

“Desakan pembubaran Densus 88 dan BNPT harus jadi bacaan bagi Pak Saud dan pertimbangan untuk evaluasi total terhadap apa yang dilakukan selama ini,” ujar Harits dalam keterangannya kepada Islampos, Jum’at (10/10).

Pengamat Kontraintelijen ini menambahkan, problem penindakan, paradigma,transparasi akuntanbilitas keuangan dan regulasi yang mengekor kepentingan asing dalam proyek kontra terorisme menjadi hal penting untuk dievaluasi.

Sangat mungkin jabatan kepala BNPT memiliki waktu panjang hingga Saud berumur 65 tahun. Saud diharapkan tidak meniru pola komunikasi ke publik seperti yang menjadi kebiasaan Ansyaad Mbai dengan sikapnya yang suka beropini tanpa mengindahkan perasaan dan etika publik khususnya bagi mayoritas umat Islam di Indonesia. [rn/Islampos/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.