+ResistNews Blog - Setelah Kobane kini giliran Anbar ganti memanas. Pasukan Irak di Propinsi Anbar, Sabtu (11/10), putus asa dan meminta AS mengirimkan pasukan darat untuk membendung tentara IS.

Sabah Al-Karhout, presiden Dewan Propinsi Anbar, mengatakan situasi di Anbar sangat buruk. “Militan ISIS menguasai 80 persen wilayah Propinsi Anbar, dan mengancam Baghdad,” ujarnya dengan nada putus asa.

“Terakhir, mereka mengepung Haditha, kota besar terakhir di Anbar yang belum ditaklukan,” lanjutnya.

Jika seluruh Anbar jatuh, IS akan dengan mudah mengambil alih Baghdad dan membuat parimeter dari Raqqa ke ibu kota Irak.

Kabar lain menyebutkan, masih menurut Al-Karhout, IS mengerahkan pasukan sepuluh ribu pasukan tambahan ke Anbar dan bersiap melakukan sarangan besar-besaran ke Haditha dan Baghdad.

Falleh al-Issawi, wakil ketua Dewan Propinsi Anbar, mengatakan telah meminta pemerintah pusat meminta AS mengirim pasukan darat ke Anbar.

“Jika pasukan AS dan Irak tidak datang ke Anbar, kami dan sejumlah milisi suku akan meletakan senjata,” ujarnya.

Al-Issawi juga mengatakan pasukan di Anbar tidak memiliki kemampuan menahan IS, karena kurangnya latihan dan kemampuan menggunakan senjata. Sejauh ini, pertempuran telah menewaskan 1.800 anggota suku.

Baghdad belum merespon kabar ini. Yang pasti, Baghdad terlanjut mengatakan tidak akan menerima kedatangan pasukan AS. Di sisi lain, Washington juga tidak mungkin lagi mengirim pasukannya ke Irak. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.