+ResistNews Blog - Jumlah warga Israel yang mengajukan diri untuk pindah ke ibu kota Jerman, berlin mencapai 9 ribu orang. Mereka tergabung dalam kampanye “Berangkat ke Berlin”.

Jaringan televisi Zionis, Kamis (9/10) yang melansir pernyataan dari salah seorang pengurus kampanye eksodus ke Berlin mengatakan, dirinya telah menerima banyak permintaan dari warga Israel yang menyatakan keinginanya untuk pindah ke Berlin Jerman. Jumlah mereka mencapai 9000 orang. Diantara mereka terdapat sejumlah perwira tinggi militer. Mereka menyatakan, telah bosan hidup di Israel. Mereka sedang mencari tempat untuk bisa membeli rumah dan bisa hidup dengan layak.

Penggagas organsisasi ini telah mengajukan permohonan kepada deputi Jerman, Angela Miracle untuk menyetujui pemberian izin kepada 25 ribu visa pekerja Zionis yang telah bosan tinggal di Israel. Saat ini mereka sedang menunggu balasan dari pemerintah Jerman setelah dimuatnya tulisan ini di koran Der Spiegel yang berbahasa Jerman akhir-akhir ini.

Dalam kaitan ini, pihaknya juga sedang melebarkan jangkauan “berangkat ke Berlin” tidak hanya ke kota tersebut tetapi juga bisa mencapai kota-kota lain di dunia. Diantaranya Washongton, New York, London, Miami, Los Angels, Paraguay, Costarica dan Roma.

Ia menambahkan, “Apa yang memisahkan antara kebanyakan imigran Zionis dan lainya, tidak lebih dari selembar kertas kecil yang terdapat di Visa mereka atau paspor mereka”, ungkapnya.

Ia juga menyerukan orang-orang yang telah mendaftarkan dirinya di kampanye ini untuk melakukan aksi demo di lapangan Rabin, Tel Aviv pekan ini dalam rangka menuntut pemerintahnya mengizinkan mereka pergi ke kota-kota lain di dunia. Sekitar 1000 an peserta kampanye ini sudah meyatakan kesediaanya untuk bergabung dalam demo besar-besaran yang diadakan di lapangan Rabin.

Mereka beralasan, ikut dalam kampanye gerakan berangkat ke Berlin ini dalam rangka meningkatkan pendapatan mereka serta menghindari tingginya biaya hidup di Israel. Seseorang harus nabung selama 35 tahun agar bisa memiliki sebuah apartemen di israel. Mereka berharap dapat masuk ke supermarket tanpa harus dibunuh dengan tingginya harga-harga yang fantastis.

Di sisi lain, menteri keuangan Zionis, Yair Lafid mengkritik gerakan berangkat ke Berlin ini. Ia mengatakan, “Tidak mungkin kita mentolerir klaim ini dengan alasan mahalnya biaya hidup di Israel”. Ia menuding penggerak kampanye ini telah menipu publik.

Berlin adalah sebuah kota yang telah menjadi tempat tinggal Zionis selama berabad-abad untuk kemudian ditinggalkanya pada perang dunia ke 2. Mereka beralasan, perginya yahudi dari Eropa bukan karena dorongan Zionis akan tetapi untuk menghindari peperangan dan pembunuhan. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.