+ResistNews Blog - Belum jua berhenti penderitaan yang dialami minoritas Muslim Rohingya. Puluhan orang dari mereka telah ditangkap dan disiksa atas dugaan terkait dengan sebuah organisasi militan, demikian menurut sebuah kelompok hak asasi, sebagaimana dikutiparrahmah.com, Ahad (12/10) dari WorldBulletin.

Arakan Project, sebuah kelompok berbasis di Thailand yang mendokumentasikan pelanggaran terhadap Muslim Rohingya, mengatakan bahwa seorang pria telah disiksa sampai mati di Myanmar utara, dekat perbatasan Bangladesh.

Aparat telah menangkap sedikitnya 58 orang dalam dua pekan terakhir dari beberapa desa di utara negara bagian Rakhine, sebagaimana angka yang dikumpulkan oleh Arakan Project.

Istri dari pria yang disiksa sampai mati itu mengatakan kepada Arakan Project, dia dipaksa untuk menandatangani pernyataan bahwa suaminya meninggal karena sebab alamiah.

Banyak dari Muslim Rohingya baru-baru ini ditangkap atas tuduhan terkait dengan sebuah kelompok yang disebut Rohingya Solidarity Organization atau RSO.

Chris Lewa, pendiri Arakan Project, mengatakan kepada Anadolu Agency pada Jumat (10/10) bahwa penangkapan itu “sewenang-wenang”.

Dia menambahkan bahwa orang-orang itu ditangkap di pos pemeriksaan atau diambil dari desa mereka oleh anggota Polisi Penjaga Perbatasan.

Muslim Rohingya di Myanmar telah mengalami penganiayaan selama beberapa dekade. Pada tahun 2012, massa ekstremis Buddha menyerang desa-desa Rohingya di ibukota negara bagian Rakhine, Sittwe. Aksi ekstremis Buddha tersebut membunuh 140 orang dan memaksa puluhan ribu Muslim Rohingya mengungsi ke kamp-kamp kumuh.

Kekerasan telah menyebar di tengah-tengah gelombang kampanye kebencian yang menargetkan semua Muslim Myanmar, yang dipimpin para ekstremis biksu. (arrahmah.com/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.