+ResistNews Blog - Daulah Islam dikabarkan telah membuka konsulat diplomatik pertama di Istanbul. Mendengar hal itu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, membantah klaim Daulah Islam yang disampaikan melalui twitter tersebut.

Abu Omar al-Tunisi, kepala Hubungan Luar Negeri Daulah Islam, mengatakan Daulah Islam memandang Turki sebagai negara bersahabat dan IS ingin mengembangkan hubungan diplomatik.

Presiden Tayyip Erdogan membantah klaim IS, dengan mengatakan menolak kehadiran perwakilan Daulah Islam. Namun sumber anonim di pemerintahan Turki mengatakan Ankara sedang mengembangkan hubungan formal dengan ISIS.

Aydinlik, salah satu surat kabar Turki, memberitakan konsulat akan memberikan pelayanan konsuler bagi semua orang yang ingin bergabung dengan IS, mengirim dana, dan menyelesaikan pembayaran rumah sakit tempat militan dirawat akibat luka.

Namun klaim yang disampaikan Al-Tunisi ini diragukan banyak pihak. Twitter menghapus semua akun milik IS. Meski demikian alamat konsulat IS di Istanbul dan nomor kontak informasi yang tertera dalam Twitter itu membuat banyak orang beranggapan IS serius. (ini/lasdipo/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.