+ResistNews Blog -  Hakim Federal AS Gladys Kessler memerintahkan Pemerintah AS menyerahkan 28 video rekaman pemaksaan bagi tahanan Penjara Guantanamo yang mogok makan.

The Guardian mengabarkan, perintah Hakim Kessler itu dikeluarkan di Pengadilan Washington DC, Jumat (3/10/2014). Rekaman berisi prosedur makan paksa terhadap Abu Wa’el Dhiab, warga Suriah itu, rencananya akan diperlihatkan secara terbuka kepada umum.

Prosedur pemaksaan yang terasa seperti siksaan bagi tahanan itu dialami Abi Dhiab. Tawanan Guantanamo itu diseret ke luar selnya, diikat tangan dan kaki serta kepalanya di atas kursi dan sebuah pipa dimasukkan secara paksa ke dalam lubang hidungnya dan menjalar hingga sampai ke rongga perutnya. Setelah itu, makanan cair dipompakan lewat pipa tadi.

Keputusan pengungkapan itu dikeluarkan Hakim Gladys Kessler, setelah sebuah koalisi media massa dunia, termasuk The Guardian, memberikan rekomendasi. Departemen Kehakiman dan pihak militer AS, mengaku baru mengetahui adanya rekaman 28 video itu, setelah Abu Dhiab menuntut ke pengadilan AS, setahun lalu.

‘’Saya ingin warga Amerika melihat kondisi penjara Guantanamo Bay, sehingga mengerti kenapa kami melakukan mogok makan. Bila mereka mengaku pembela hak asasi manusia, mereka harus menyaksikan video itu, ’’ kata Abu Wa’el Dhiab. Dari 200 lebih tahanan yang ditahan di Guantanamo Bay, 44 tawanan di antaranya mengalami pemaksaan makan.

Pemerintah AS dan pihak militer dikabarkan akan melakukan upaya penolakan pemutaran video di depan umum, pada Senin (6/10/2014). Laksamana Richard Butler, bekas komandan Guantanamo berargumentasi bahwa pemutaran video itu melanggar kewajiban AS memenuhi Konvensi Jenewa Ketiga. Isinya: Melindungi para tahanan dari rasa keingin tahuan publik. (ini/lasdipo/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.