60.000 Muslim Moskow shalat Idul Adha di bawah kawalan aparat bersenjata.

+ResistNews Blog - Umat Islam di Ibukota Rusia, Moskow telah dilanggar haknya untuk merayakan hari raya Idul Adha yang akan datang, setelah pemerintah setempat melarang mereka melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Pada Hari Raya kedua dalam Islam, Idul Adha, kaum muslimin biasanya merayakan kewajiban agamanya dengan menyembelih domba, sapi, atau unta dan diberikan kepada keluarga, tetangga, dan orang miskin.

Namun, jurubicara pemerintah kota bidang kerjasama antar wilayah, kebijakan nasional, dan departemen organisasi religius, mengatakan kepada Interfax pada Rabu (2/10) bahwa penjualan dan penyembelihan hewan kurban akan dilarang di Moskow selama liburan.

Muslim akan diizinkan melaksanakan ritual keagamaan hanya di desa-desa di luar kota utama, tambahnya.

Gelombang terbaru buruh migran di Moskow dari bagian mayoritas Muslim Rusia, seperti Asia Kaukasus dan tengah utara, telah membawa isu-isu baru ke kota, di tengah meningkatnya ketegangan antara pendatang dan masyarakat Slavia di kota ini.

Saat ini, hanya ada empat masjid resmi di Moskow, yang tidak cukup untuk mengatasi lonjakan Muslim pendatang di kota.

Muslim di Moskow dalam beberapa tahun terakhir harus mencari tempat alternatif untuk melaksanakan sholat Ied, biasanya mereka meyelenggarakan di alun-alun publik dengan meminta izin terlebih dahulu dari pemerintah setempat.

Secara total, sekitar 23 juta Muslim tinggal di Rusia, sehingga Islam menjadi agama terbesar kedua di negara itu dengan prosentase sebesar 15% dari keseluruhan populasi penduduk yang berjumlah 145 juta. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.