+ResistNews Blog - Perekonomian negara maju ternyata tidak selamanya dikarenakan bagusnya strategi dan menguasai pasar. Biro Statistik Inggris (ONS), Selasa (30/9), merilis temuan menarik; pertumbuhan ekonomi Inggris ditunjang oleh narkotika dan prostitusi ilegal.

Kedua sektor haram itu, menurut ONS, menyumbang 11 miliar pound, atau Rp 216,8 triliun. Tahun 2012, sektor ilegal ini juga menyebabkan kenaikan parsial belanja rumah tangga.

Antara 1997 sampai 2013, masih menurut laporan ONS, pengeluaran rumah tangga per tahun untuk narkotika ilegal mencapai 6,7 miliar pound atau Rp 132 triliun. Sedangkan prostitusi diperkirakan 4,3 miliar pound, atau Rp 84 triliun.

Laporan lain yang diterbitkan Mei 2014 menyebutkan antara 1997 sampai 2009, ekonomi Inggris menerima dorongan 10 miliar pound, atau Rp 197 triliun, dari narkotika ilegal dan prositusi. Hanya enam miliar pound, atau Rp 118,2 triliun, dari sektor properti.

Angka-angka ini diperkuat oleh European Drug Report 2014 yang menyebutkan London sebagai pengguna kokain tertinggi di dunia. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.