+ResistNews Blog - ISRAEL dilaporkan telah mengecam perdana menteri Swedia yang baru terpilih, Stefan Loefven. Pasalnya ia telah mengakui keberadaan negara Palestina, demikian seperti yang dilansir Ma’an pada hari Ahad (5/9/2014).

Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman mengatakan ” Saya menyesalkan pernyataan PM Swedia itu”. Loefven kata Lieberman terburu-buru membuat pernyataan tersebut tanpa mempelajari masalah ini secara mendalam.

Ia menambahkan bahwa duta besar Swedia untuk Israel, Carl Magnus Nesser, akan diundang untuk membicarakan hal ini di kementerian luar negeri yang bertempat di Yerusalem. Namun waktunya belum ditentukan.

Pemimpin Demokrat Sosial Loefven – yang memenangkan pemilihan umum bulan lalu – Jumat mengatakan negaranya ingin meningkatkan solusi dua-negara dalam konflik Israel-Palestina.

“Sebuah solusi dua negara membutuhkan pengakuan timbal balik dan keinginan untuk hidup berdampingan secara damai,” kata Loefven dalam pidato pelantikannya kepada parlemen.

Ini harus dilakukan dengan menghormati “tuntutan sah rakyat Palestina dan Israel dalam hak mereka untuk menentukan nasib dan status keamanan mereka,” tambahnya.

Swedia telah mengamati status Palestina di PBB sejak tahun 2012, meskipun ada penentangan dari Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Tujuh anggota Uni Eropa di bagian Timur dan Mediterania telah mengakui negara Palestina, yaitu Bulgaria, Siprus, Republik Ceko, Hongaria, Malta, Polandia, dan Rumania.

Anggota non-Uni Eropa Islandia adalah satu-satunya negara Eropa barat lainnya telah melakukannya.

Pernyataan Loefven ini disambut hangat oleh Palestina namun Amerika Serikat, sekutu Israel, mengatakan langkah itu terlalu cepat.

“Kami percaya pengakuan internasional negara Palestina masih terlalu dini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki. [fha/islampos/maan/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.