+ResistNews Blog – Meskipun koalisi AS terus membom beberapa markas IS dan telah mengerahkan 1500 penasehat militernya ke Irak namun kritikan terus berdatangan dari ahli militer barat terkait perlawanannya menghadapi pejuang IS yang terkesan masih setengah-setengah.

Serangan AS ke Irak saat ini dinilai kurang cekatan, karena mereka hanya menembakkan 5 kali serangan udara ke wilayah IS. Jumlah serangan ini relative masih sangat sedikit bila dibandingkan saat serangan terhadap Libya yang mencapai 50 kali perhari pada tahun 2011. Kutip dailymail senin (10/11).

Serangan itu juga sangat sedikit bila dibandingkan terhadap Afghanistan yang memburu pejuang Taliban dan Al-Qaeda beberapa tahun silam karena mencapai 85 kali serangan per harinya dan lebih sedikit lagi bila dibandingkan saat invasi Irak pertama tahun 2003 dan menggempur habis habisan militer Saddam dan Al-Qaeda Irak.

Namun pihak Pentagon menyanggah dan mengklaim bahwa mereka melaukannya saat ini ekstra hati-hati, agar dalam serangan itu tidak menyebabkan jatuhnya korban ‘sipil’ yang lebih banyak.

Pentagon juga menyanggah bahwa dalam menghadapi IS di Irak, mereka lebih mengandalkan serangan darat dari militer Irak dan Pashmerga. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.