+ResistNews Blog - Kepanikan melanda Israel, setelah dalam beberapa hari sejumlah warga Israel tewas akibat berbagai operasi yang dilakukan warga Palestina di dalam wilayah yang diduduki Israel itu sendiri.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyerukan warga Arab di wilayah itu yang mendukung Palestina dan mengecam Israel, untuk meninggalkan Israel dan pindah ke Tepi Barat atau Jalur Gaza.

“Untuk semua orang yang menentang dan mengecam Israel dan mendukung Pemerintah Palestina, dapat saya katakan satu hal sederhana: silakan untuk pindah ke sana, ke Otoritas Palestina atau Jalur Gaza,” kata Netanyahu, seperti dikutip Ynet, Senin 10/11 malam, mengutip ucapan Perdana Menteri saat pertemuan dengan para legislator dari partai Likud.

Kepanikan Netanyahu juga nampak dari ancaman yang dikeluarkannya bahwa, pemerintah akan menggunakan segala cara untuk menghentikan berbagai aksi yang dilakukan warga Palestina termasuk mengeluarkan undang-undang yang membolehkan penghancuran rumah warga yang melakukan aksi tersebut.

“Pemerintah akan menggunakan berbagai cara, termasuk mengeluarkan undang-undang untuk memerangi gelombang terror, termasuk penghancuran rumah teroris” ujarnya.

Sementara itu seorang anggota legislator Arab terkemuka mengatakan bahwa pernyataan Netanyahu tersebut telah mengarah secara langsung kepada warga minoritas Arab yang sekaligus menunjukkan pemimpin partai Likud tersebut “telah keluar dari rel”.

Tibi menuduh Netanyahu telah mengumumkan secara terbuka kemungkinan pencabutan kewarganegaraan Israel yang justru akan menghancurkan Israel.

“Hal-hal seperti ini tidak pernah dikatakan Perdana Menteri – Perdana Menteri sebelumnya, baik itu Manachem Begin ataupun Tizhak Shamir” kata Tibi sebagaimana dikutip Kantor Berita Reuters.

Dilaporkan, kepanikan yang terjadi di Israel ini diakibatkan oleh berbagai aksi warga Palestina yang melakukan pembunuhan terhadp para penjajah Israel, yang dalam seminggu terakhir setidaknya telah terjadi tiga kali, antaranya menabrak para penjajah Israel garis keras dengan kendaraan atau dengan melakukan penusukan terhadap tentara serta warga Israel sebagaimana yang terjadi Senin kemarin.

Tindakan ini merupakan aksi balasan atas kekejian israel terhadap Masjid Al Aqsha. Israel untuk pertamakalinya menutup secara total masjid Al Aqsha sejak 1967 yang lalu dan melarang muslimin mengumandangkan adzan serta shalat di kiblat pertama muslimin tersebut.

Sementara Israel sendiri terus melakukan berbagai penodaan dengan masuk kedalam masjid Al Aqsha hingga ke mimbar masjid tersebut. (mirajnews/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.