HANYA dalam beberapa jam ke depan saja, di seluruh dunia—termasuk Indonesia—akan terjadi malam yang sangat sesak dengan orang-orang merayakan pergantian tahun baru Masehi 1 Januari 2015. Apa sejarah 1 Januari ini hingga dijadikan tahun baru?

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu

Seperti kita ketahui, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja!

Bagi kita, orang Islam, merayakan tahun baru Masehi, tentu saja akan semakin ikut andil dalam menghapus jejak-jejak sejarah Islam yang hebat. Sementara beberapa bulan yang lalu, kita semua sudah melewati tahun baru Muharram, dengan sepi tanpa gemuruh apapun. [sa/islampos/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - MENURUT laporan terbaru, pondasi Masjid Al-Aqsha kini runtuh hingga 2 meter akibat penggalian oleh Israel.

Sumber-sumber lokal melaporkan secara rinci bahwa ada kerusakan serius pada dasar Buraq Square, di jalan pintu gerbang Dung, demikian seperti dikutip dari International Middle East Media Center Senin (29/32/2014).

Israel terus menggali dalam upaya menghancurkan masjid Al-Aqsha secara bertahap dan dikabarkan akan membangun kembali Temple Mount atau kuil Suci Yahudi.

Selain itu, pada November lalu tentara Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha dan menyerang jamaah Muslim dengan gas air mata dan peluru karet.

Menurut warga setempat, tidak ada yang terluka di antara kelompok jamaah. Namun ternyata Israel telah membangun jaringan terowongan di bawah halaman masjid.

Ketua Wakaf dan Peninggalan situs Islam di Al-Quds, Sheikh Azzam al-Khatib mengatakan, puluhan tentara bersenjata Israel telah menyerbu Masjid Al-Qibli di dalam kompleks Al-Aqsha.

Al-Khatib mengecam penodaan pelanggaran serius militer Israel pada Masjid Al-Aqsha, terutama karena para tentara Israel melanggar kesucian masjid, mengenakan sepatu dan membawa senjata ke dalam masjid serta menyerang jamaah. [ra/islampos/imemc/ +ResistNews Blog ]


Mahasiswi: apakah ada satu ayat dalam Qur’an yang mewajibkan perempuan berhijab/berjilbab?
Dr. Jassem al-Mutowi’: perkenalkanlah diri anda terlebih dulu
Mahasiswi: saya adalah mahasiswa semester akhir di universitas. Sepengetahuan saya bahwa jilbab tidak diperintahkan oleh Allah. Oleh sebab itu saya tidak berjilbab, namun saya tetap sholat alhamdulillah.
Dosen: baiklah, boleh saya bertanya satu soal kepada anda?
Mahasiswi: silakan.
Dosen: jika saya mengulang-ulang satu makna kepada anda tetapi saya ungkapkan dengan 3 kata yang berbeda, apakah yang anda pahami?
Mahasiswi: hmm maksudnya apa ya?
Dosen: jika saya bilang kepada anda, tolong bawakan ijazah universitasmu, atau bawakan kertas hasil kelulusanmu, atau bawakan surat pernyataan hasil akhir dari universitas, apakah yang anda pahami?
Mahasiswi: saya harus membawa bukti ijazah universitas saya, tak ada ruang bagi saya untuk salah memahami ungkapan bapak, karena memang maksud dari ketiga ungkapan (ijazah, kertas, pernyataan) itu satu makna.
Dosen: nah itulah yang saya maksudkan sebelum ini...!
Mahasiswi: tapi apakah kaitannya ungkapan bapak dengan hijab?
Dosen: sebenarnya Allah gunakan 3 istilah di dalam Qur’an untuk mengungkapkan hijab perempuan.
Mahasiswi: sambil memandang aneh, bagaimana itu bisa?
Dosen: Allah telah mensifatkan pakaian yang menutupi tubuh perempuan dengan istilah hijab, jilbab dan khimar untuk satu makna. Jadi anda pahaminya bagaimana?
Mahasiswi itu terdiam.
Dosen: anda mesti pahami bahwa tema jilbab ini semestinya tidak menimbulkan perbedaan di antara kita seperti halnya 3 ungkapan ijazah untuk makna yang sama kan?
Mahasiswi: bapak telah mengagetkan saya dalam cara berdiskusi seperti ini.
Dosen: sifat pertama, yaitu firman Allah “hendaklah mereka menjulurkan kerudung mereka ke atas juyub tubuh mereka”, kedua, ialah firman-Nya “wahai Nabi katakanlah kepada isterimu, anak perempuanmu, dan istri orang-orang beriman untuk mengulurkan jilbab mereka”.Ketiga, ialah firman-Nya “jika kamu meminta suatu barang kepada isteri nabi, maka mintalah dari balik hijab”. Bukankah ini semua menunjukkan wajibnya menutup tubuh perempuan?
Mahasiswi: sungguh bapak telah membuat saya terkejut dengan perkataan ini.
Dosen: baiklah saya jelaskan kepadamu ketiga istilah itu dalam bahasa arab. Khimar adalah kain yang menutupi kepala perempuan, dan menjulurkannya ke atas juyub maksudnya mengulurkannya agar bisa menutupi leher dan dada. Jilbab adalah kain baju yang luas dan panjang, menutupi lengan tangan dan kepala, seperti baju tradisional Maroko. Hijab adalah tirai penutup.
Mahasiswi: saya bisa memahami bahwa tidak bisa tidak saya mesti berhijab.
Dosen: ya memang demikian wajib. Jika hatimu dipenuhi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ada 2 jenis pakaian. Pertama, pakaian yang menutupi fisik, sebagai kewajiban mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Kedua, pakaian yang menutupi roh dan kalbu, jenis ini lebih baik dari yang pertama. Karena perempuan bisa jadi berjilbab secara fisik, namun ia kehilangan atau lepas dari pakaian takwa. Yang benar adalah perempuan harus memakai 2 jenis pakaian itu. Hal ini juga berlaku bagi pakaian yang dikenakan laki-laki.
Mahasiswi: dulu saya mengira bahwa hijab tidak disebutkan di dalam Qur’an.
Dosen: tentu saja hijab telah disebutkan di dalam Qur’an dan juga sunnah, serta disepakati oleh seluruh ulama islam. Kamu harus gemar taqarub kepada Allah dengan mentaati-Nya karena telanjang itu salah satu tujuan syetan untuk menjerumuskan Adam dan Hawa.
Mahasiswi: apa maksud anda?
Dosen: ketika Allah perintahkan Adam dan Hawa memakan buah-buahan sorga, selain satu pohon khuldi, setan langsung membisiki mereka berdua “fa dallaahuma bi ghurur”. Maka ketika mereka berdua melanggar perintah Allah itu dengan memakan buah khuldi tersingkaplah aurat mereka (lihat surah al-A’raf: 22) itulah tujuan setan agar umat manusia telanjang sempurna. Oleh sebab itu Adam dan Hawa bertobat dan segera mencari dedaunan besar untuk menutupi aurat kemaluan mereka. Persoalan pakaian sangat tua seusia penciptaan Adam dan Hawa. Saya sarankan kamu membaca buku “psikologi pakaian” karena pakaian berpengaruh kepada kepribadian kita.
Mahasiswi: terus terang saya tidak mengira persoalan hijab dan pakaian ini sangat besar sekali.
Dosen: apakah sekarang kamu telah memutuskan untuk berhijab atau berjilbab atau berkerudung?
Mahasiswi pun tersenyum dan berkata: sungguh saya telah pahami pelajaran ini dengan baik, tapii, saya akan berhijab kalau sudah tua kelak...
Dosen: hmm, ternyata kamu berfikir dan berencana yang berkebalikan dengan perintah Allah.
Mahasiswi pun kebingungan, “bagaimana kebalikan”?
Dosen: Allah telah beri keringanan kepada perempuan tua untuk melepas hijabnya dalam firman-Nya di surah An-Nur: 60 Allah meringankan kewajiban berjilbab bagi perempuan tua dengan syarat tidak tabarruj dalam berhias.
Mahasiswi: kalau gitu, kami yang masih muda ini artinya haruslah iltizam wajib mengenakannya. Hehe sambil tersenyum.
Dosen: masya Allah kamu cerdas sekali menarik kesimpulan. Nah, bukankah kamu menjaga solat 5 waktu? Apakah ketika solat kamu memakai hijab?
Mahasiswi: tentu saja donk..
Dosen: kalau begitu, kenapa dalam solat wajib dipakai?
Mahasiswi: maaf saya tidak tahu (lalu tersenyum)
Dosen: apakah kamu percaya bahwa Islam memerintahkan perempuan mengenakan pakaian untuk menghadap Allah dalam solat lalu menyuruh ia gunakan pakaian yang lebih pendek dan minimalis ketika menghadapi manusia di luar solat?
Mahasiswi: ya beda kan, yang satu solat kita sedang beribadah, dan yang satu lagi kita sedang bermuamalah dunia..!
Dosen: benar, solat adalah ibadah, dan ia bagian dari kehidupan kita. Sementara hidup kita ini seluruhnya adalah ibadah kepada Allah. Makanya pakaian perempuan di dalam solat itulah pakaiannya di dalam kehidupan ini seluruhnya.
Selesailah dialog antara dosen dan mahasiswinya.


Diceritakan oleh Dr. Jassem al-Muthowi’ yang dikirim oleh sahabat grup Whatsap.


Diterjemahkan oleh Fahmi Salim.

[sangpencerah.com/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog  – Petinggi partai politik di Israel menyatakan menolak terhadap pendapat yang mengemukakan bahwa Israel akan membagi wilayah Yerussalem dengan Palestina.

“Kami tidak pernah mau berbagi Yarusalem dengan warga Palestina,” ucap pemimpin partai Yesh Atid itu.

Berbicara dalam sebuah acara di kota Holon, dirinya menyatakan bahwa Israel hanya akan menerima kesepakatan damai dengan Palestina, jika mereka tidak meminta Yarusalem sebagai ibukota mereka.

“Kami tidak akan pernah bernegoisasi tentang Yerusalem, kota tersebut adalah pusat pemerintahan kami dan merupakan salah satu simbol negara. Jika hal ini terus diungkit, maka pembicaraan damai akan berakhir dan selanjutnya tak aka nada pembicaraan damai,”tegasnya sebgaiamana dilansir Jpos, Ahad (28/12/2014),

Pernyataan Lapid itu pada dasarnya ditunjukan untuk menyerang kebijakan PM Israel saat ini, Benjamin Netanyahu. Lapid merupakan salah satu rival kuat Netanyahu dalam pemilihan Perdana Menteri yang akan datang. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog – Tentara Imarah Islam Afghanistan menyatakan bahwa koalisi Amerika dan NATO kalah dalam perang yang berlangsung selama 13 tahun. Kekalahan itu ditunjukkan dengan ditariknya ribuan militer dan tak ada hasil pasti yang didapat kecuali kehilangan ribuan militer NATO dan Amerika.

Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid menyatakan bahwa ISAF telah menggulung benderanya di tengah atmosfer kekalahan dan kekecewaan tanpa meraih hal yang substansial atau nyata.

Namun demikian, Amerika tetap menyisakan 13 ribu pasukan asing bukan dalam rangka mengadakan perlawanan langsung tetapi hanya menjadi pelatih militer Afghanistan.

Taliban sendiri telah meluncurkan serangan mematikan. Lebih dari 4.600 militer dan polisi Afghanistan tewas akibat serangan besar mujahidin Imarah Islam. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]



oleh Lola Young

Inggris memperlakukan kaum muda minoritas dengan kecurigaan, dan memenjara orang kulit hitam dengan proporsi yang lebih besar di Amerika Serikat.

“Kaum muda telah tumbuh dengan rasisme dan diskriminasi pada sebagian besar aspek kehidupan mereka.”

Bayangkan hal ini: Anda sedang duduk di kereta sambil mempelajari catatan untuk pidato. Tidak ada yang mau duduk dekat dengan Anda, penumpang lain lebih memilih untuk melewati beberapa stasiun dengan berdiri. Anda sampai di tempat tujuan. Anda memberikan pidato, kemudian menjawab pertanyaan yang menyelidik. Setelah itu, seorang audien mendekati Anda dan meminta maaf. Dia mengaku melihat Anda di stasiun, ketika itu Anda sedang duduk dengan komputer dan ransel Anda. Dia lantas tidak mau naik kereta, karena mengira Anda mungkin seorang pembom bunuh diri.

Atau bayangkan, saat Anda berjalan dengan adik Anda ke halte bus, dan Anda melihat seorang wanita tua hampir melangkah ke jalur bus hanya untuk menghindari diri Anda. Anda tertawa, dan hal berikutnya yang Anda tahu, polisi datang, radio komunikasi berbunyi, catatan dikeluarkan, dan mengklaim hak untuk menggeledah Anda. Adik Anda lantas ketakutan.

Pertimbangkanlah dampak insiden tersebut dengan berbagai variasinya jika terjadi pada Anda, teman Anda, keluarga Anda, hingga membuat Anda berkesimpulan bahwa Anda tidak akan pernah bisa menjadi diri sendiri dan tidak akan diterima sebagai anggota masyarakat.

Sebagian dari Anda yang membaca hal ini mungkin sudah tidak perlu menggunakan imajinasi, sebab barangkali Anda pernah mengalaminya sendiri. Akan tetapi, bagi Anda yang merasa ini adalah dunia yang asing, tanyakan kepada diri sendiri apakah mental Anda tangguh? Apakah yang Anda cukup berdaya memerangi perasaan bahwa Anda adalah perwujudan mimpi buruk orang lain?

Terganggu oleh angka-angka yang mengkhawatirkan tentang orang muda kulit hitam dan/atau Muslim dalam sistem peradilan pidana, Black Training and Enterprise Group dan organisasi penjara Clinks membentuk tim untuk menggali lebih lanjut statistik tadi.

Dengan dana dari Barrow Cadbury dan kerja sama dari Departemen Kehakiman, selama lebih dari 18 bulan, kami telah bertemu dengan para pelaku dan mantan pelaku berkulit hitam dan Muslim, individu dan organisasi masyarakat yang bekerja dengan mereka, penyedia layanan seperti kriminolog, politisi, pegawai negeri sipil, dan para pembuat kebijakan. Semua tampaknya setuju pada satu hal. Prospek bagi kelompok laki-laki berusia 18 sampai 24 tahun ini cukup suram, bahkan lebih suram daripada yang berkulit putih.

Angka-angka tersebut meresahkan. Ditambah dengan adanya jumlah yang tidak proposional dari kedua kelompok—kulit hitam dan Muslim—yang dihentikan di jalan dan digeledah oleh kepolisian. Fakta yang mengejutkan adalah bahwa Inggris ternyata memenjarakan penduduk kulit hitamnya dengan proporsi lebih besar dibandingkan AS. Dan sejak tahun 2002, persentase kaum Muslim di penjara-penjara yang ada di Inggris dan Wales telah hampir meningkat dua kali lipat—meskipun bertentangan dengan persepsi umum bahwa hanya 1% yang dipenjara karena terorisme.

Di penjara, pola representasi yang tidak proporsional ini berlanjut: para tahanan berkulit hitam/peranakan, secara terpisah, menghabiskan masa tahanannya beberapa hari lebih lama dan lebih sering memperoleh perlakuan kekerasan.

Meskipun hal ini dan beberapa fakta penting lain telah diketahui, namun selama bertahun-tahun kurang ada perhatian dalam mengatasi masalah ini. Memang, persoalan ras dan etnis tampaknya telah menjegal agenda politik, sehingga memberikan alasan bagi keterlibatan agama, ekstremisme, dan imigrasi.

Para pemuda ini telah tumbuh dengan realitas rasisme dan diskriminasi di sebagian besar aspek kehidupan mereka—dari masalah kesehatan mental hingga pendidikan, dari urusan pekerjaan hingga kepolisian. Para pelanggar dan mantan pelanggar hukum yang kami ajak bicara mengalami perlakukan stereotipikal konstan yang merusak. Akan tetapi, dampak hal itu dan bagaimana mereka mengembangkan identitas laki-laki mereka belum sepenuhnya dipahami.

Kurangnya pemahaman yang mendalam dari sebagian politisi dan para pembuat kebijakan atas perbedaan budaya yang tampak di jalanan, di kelas, dan di lembaga-lembaga dan badan-badan, harus segera ditangani.

Ketika kita berbicara kepada para pelanggar hukum Muslim, kebanyakan mereka menekankan bagaimana agama mereka merupakan sumber kekuatan mereka dan membantu mereka melalui masa yang sulit. Namun, shalat berjamaah sering dipandang dengan kecurigaan oleh pemerintah dan dipandang sebagai tanda sedang merencanakan tindakan terorisme. Para tahanan berkulit hitam yang sedang berkumpul dianggap sebagai ancaman—semuanya dikaitkan dengan geng. Tampaknya, retorika politik dan laporan dari media adalah bagian dari pemikiran kelembagaan tentang para pelanggar berkulit hitam dan Muslim.

Pengalaman dan perasaan yang muncul pada mereka, jangan dijadikan pembenaran untuk menjelaskan perilaku mereka yang menyinggung. Tapi tampak jelas bahwa ketidakpuasan yang terus menerus terjadi dalam masyarakat kita dan di lembaga-lembaga kita tidak akan membantu terjadinya rehabilitasi.

Saya tergerak oleh pengalaman seorang mantan pelaku yang telah menghabiskan total 17 tahun penjara, meskipun dia masih di bawah usia 40 tahun. Dia telah berada tahanan, ibunya memiliki masalah kesehatan mental, dan dia hanya mendapatkan sedikit hal dari sekolah. Sejak dibebaskan dari penjara, dia telah melamar 50 pekerjaan tanpa satu pun mendapatkan kesempatan wawancara — kita sudah tahu bahwa laki-laki muda berkulit hitam tanpa catatan kriminal sekalipun bisa sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, apalagi dia. Saat dia memutuskan untuk menjadi wiraswasta, dia mengajukan asuransi untuk mobil. Karena catatan kriminalnya, perusahaan asuransi ingin £12.000 untuk satu tahun. Kita harus bertanya pada diri kita sendiri, bagaimana kita menjaga perasaannya agar tidak tersinggung lagi?

Mengerti bahwa ini bukanlah pertanyaan tentang bagaimana membuat alasan untuk para kriminal, tapi justru untuk mengurangi kejahatan dan munculnya malapetaka, kita harus menemukan cara yang lebih baik untuk mengurangi faktor-faktor yang justru akan menyinggung para pelaku.

Laporan kami bukanlah laporan ras dan etnis pertama dalam sistem peradilan pidana, tetapi hasil buruk yang kami temukan mengindikasikan bahwa masih banyak lagi hal-hal yang harus dilakukan untuk meraih perkembangan yang nyata. [] (theguardian.com/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Presiden Jokowi dan George Soros melakukan pertemuan siang tadi di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan keduanya berlangsung sekitar satu jam dengan masing-masing didampingi perwakilan.

Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Soros didampingi oleh dua orang sekretaris pribadinya. Saat ditanya apa isi pertemuan dengan jokowi, Soros lebih memilih untuk merahasiakannya.

“Well I don’t want to lecture about that,” ujarnya sambil tertawa di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (30/12).

Soros hanya menjelaskan dengan Jokowi berdiskusi terkait keadaan keuangan dunia dan rencana-rencana pemerintahan Indonesia ke depannya. Namun, untuk lebih spesifiknya, Soros tidak mau memberi tahu.

“I can say that the, we had a very good far-reaching conversation, discussing the global financial situation and the plans of the government,” ujarnya.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang menemani Soros keluar dari dalam Istana Merdeka, menambahkan pembicaraan keduanya lebih kepada sharing.

“Intinya adalah courtesy call ke presiden, kemudian sharing tentang masalah ekonomi dunia dan concern beliau mengenai masalah lingkungan hidup,” ujar Sofyan.

Sebelumnya, pertemuan keduanya berlangsung tertutup. Soros merupakan seorang kapitalis radikal, penanam modal saham, dan aktivis politik yang berkebangsaan Amerika Serikat. George Soros adalah keturunan Yahudi.

Mahatir Muhammad sempat menuding Soros penyebab terjadinya krisis di Asia. Dia juga merupakan anti-semitisme, yakni kecurigaan terhadap perlakuan etnis Yahudi. [hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Aktivis Hizbut Tahrir Uzbekistan Imam Abdullah Bukhari Rahimahullah (38 tahun) dibunuh secara keji oleh Dinas Intelijen Rusia dan Dinas Intelijen Uzbekistan, Rabu (10/12) pagi di Istambul, Turki. Asy Syahid (Insya Allah), dibunuh ketika hendak memasuki Pusat Institut Ilmiah di Kota Istambul untuk memnberikan kuliah tentang syariah kepada para mahasiswanya.

“Asy-Syahid Abdullah Bukhari terpaksa bermigrasi dari Uzbekistan karena dikejar-kejar oleh aparat tirani diktator Karimov, serta mengancam hidupnya dan keluarganya. Namun, meski ia terus menerima ancaman pembunuhan, ia pantang mundur dalam dakwahnya untuk menyingkirkan tiran diktator Karimov,” ujar Direktur Kantor Media Hizbut Tahrir Pusat Osman Bakhach dalam rilisnya, Kamis, 26 Shafar 1436 H./ 18 Desember 2014 M.

Semoga Allah memberkati Imam Abdullah Bukhari, menerimanya dalam golongan para syuhada pengemban dakwah, serta menempatkannya pada derajat yang tinggi bersama para nabi, para shiddīqīn, para syuhada’, dan orang-orang saleh. “Sungguh mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Kami memohon kepada Allah SWT, untuk segera membalas kejahatan tiran Uzbekistan dan rekannya, tiran Rusia,” tulis Osman.

Pembunuhan Asy Syahid merupakan bagian dari rangkaian panjang kejahatan tiran Karimov dan rekannya, Putin, yang telah menyatakan perang terhadap para pengemban dakwah Islam, tidak hanya di Rusia dan Asia Tengah, bahkan juga di luar negeri.

Sebelumnya Dinas Intelijen Rusia dan Uzbekistan, pada tahun 2009 dan 2011, telah melakukan sejumlah pembunuhan di Turki terhadap para aktivis yang menyerukan untuk menyingkirkan tiran Karimov, bahkan terhadap para wartawan yang mengekspos kejahatannya.

Pada 1995, Dinas Keamanan Uzbekistan juga menculik Imam Abdul Wali Mirzayev di bandara Tashkent. Pada Agustus 2006, Imam Muhammad Kamalov dibunuh di Kirgizstan. Sementara pada Februari 2012, ada upaya pembunuhan Imam Abid Qari Nazarov di Swedia. [AW/MU, HTI/ +ResistNews Blog ]




Berikut pernyataan lengkap Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang ke-9.


بسم الله الرحمن الرحيم
Mujahidin Indonesia Timur (MIT)






Pernyataan No : 09

Risalah kepada Mujahidin dan Ummat Islam

Wahai mujahidin di manapun kalian berada, kami adalah saudara-saudara antum, bahwa perkembangan kami untuk jihad di bagian indonesia wilayah timur alhamdulillah terus ada kemajuan walau tetap ada kendala-kendala yang juga cukup banyak, kemajun berupa akrabnya kita dengan seluruh masyrakat komunikasi kita dengan masyrakat lancar walaupun thagut terus melakukan teror, alhamdulillah Alloh subhanahu wa ta’ala terus memberikan pertolongan-Nya kepada kami, dan insya Alloh dalam waktu dekat kota-kota yang berada di Indonesia bagian timur akan kami taklukan dengan ijin Alloh.

Wahai para mujahid yang mungkin masih terhalang oleh dunia yang secuil ini, maka saya ingatkan kepada antum, jika karena dunia antum terhalang untuk memikul senjata dan tidak berjihad di jalan Alloh maka ketahuilah ikhwah yang berada di kota sana, saya mengajak kepada antum semua, ketahuilah bahwa dunia beserta isinya ini merupakan milik Alloh dan RasulNya serta orang-orang beriman, maka ketahuilah semua yang berada di permukaan bumi ini diwariskan kepada orang-orang beriman maka orang-orang kafir itu tidak berhak memilikinya.

Mengapa kita harus takut dengan ancaman-ancaman mereka? mengapa kita harus takut kepada ancaman-ancaman para Thagut laknatulloh? maka ketahuilah saudaraku ikhwah yang berada di kota-kota sana yang belum bergerak kita tidak perlu takut dan risau karena generasi sahabat telah mencontohkan jika kita memang benar-benar mukmin, mujahid yang ingin mencontoh Rasululloh, Sahabat, maka kita akan berbuat sebagaimana Rasul dan sahabat berbuat, maka dari itu saya mengajak antum agar kita segera betul-betul meyatukan shaff (barisan) dalam rangka berjihad di jalan Alloh melawan Thagut laknatulloh ‘alaih.

Wahai saudara-saudaraku, perlu antum ketahui bahwasanya kami di sini yang berada di puncak-puncak gunung saling mengingatkan satu sama lain agar tetap sabar dan tsabat menjalani apa yang Alloh takdirkan kepada kami yaitu mengalami sedikit kesusahan, di mana di balik kesusahan ini ada kebahagiaan di hati kami, sesungguhnya jihad wahai umat tidaklah membawakan beban sedikitpun kepada orang-orang yang ikhlas, tidak terasa sulit bagi orang-orang yang ikhlas, maka saya mengajak kepada seluruh kaum muslimin marilah kita berjihad bersama-sama untuk menegakan syariat Alloh di bumi ini karena hanya dengan jihad fie sabilillah Alloh subhanahu wa taa’ala mengangkat ruh kita ini dalam tembolok burung-burung hijau hingga Alloh subhanahu wa taa’ala akan memasukan kita ke dalam jannah memberikan kita mahkota-mahkota yang dipenuhi dengan yakut dan marzan, mudah-mudahan kami semua para mujahidin yang berada di gunung ini diberikan katabahan dan kesabaran, serta kekuatan untuk memenangkan Agama ini hingga kita mampu menegakan syari’at Alloh dan semoga dalam waktu dekat Alloh menghancurkan musuh-musuh kita, wahai umat doakan kami agar senantiasa diberikan kesabaran dan kekuatan Insya Alloh.

Saya sampaikan kepada seluruh kaum muslimin di manapun kalian berada, bahwasanya kondisi kami Mujahidin Indonesia Timur yang hari ini berada di puncak-puncak gunung dalam keadaan baik-baik saja, dan mujahidin yang bersama kami insya Alloh akan tetap sabar sampai mendapat dua kebaikan, menang atau mati syahid. Saya sampaikan kepada seluruh mujahidin di manapun kalian berada agar senantiasa mendoakan kami yang mana kami betul-betul ingin berkumpul bersama di satu medan jihad, namun keadaan kamilah yang tidak memungkinkan, karena itu kami berharap minimal antum mendoakan kami agar kami dan kalian dapat bersatu menegakan syariat Alloh di bumi dan insya Alloh kita akan dipertemukan oleh Alloh di jannah-Nya.

Wahai umat, apa yang membuat kalian lupa kepada Agama kalian dan meninggalkan kemuliaan kalian, kalian berdiam diri dari menolong Agama Alloh, sehingga Dia tidak menolong kalian. Kalian mengira bahwa kemuliaan itu milik kaum musryikin padahal kemuliaan itu milik Alloh, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Apakah tidak menyayat hati kalian pemandangan musuh Alloh dan musuh kalian yang telah menduduki wilayah kalian yang telah disirami dengan darah bapak kalian, mereka menginakan kalian dan menjadikan kalian sebagai budak padahal kita adalah para pemimpin di bumi, apakah tidak menggoncangkan hati dan membangkitkan semangat kalian pemandangan saudara-saudara kalian yang telah dikepung oleh musuh dan direndahkan martabat mereka. Apakah kalian masih bisa hidup nyaman sementara saudara-saudara kalian di sana bergulat dengan api dan tidur di atas bara. Wahai umat, sesungguhnya perang telah dimulai, para penyeru telah meneriakan jihad dan pintu-pintu langit telah dibuka.



Bumi Alloh Nusantara,

Selasa, 16 Safar 1436 H / 09 Desember 2014

Saudara-saudara antum di

‫‏‫((ديوان الإعلام))
((Divisi Media))

‫‏‫||من المجاهدين في شرقإندونيسيا||
||Mujahidin Indonesia Timur||

Versi Bahasa Indonesia





Versi Bahasa Arab





[nzal/mitpress/albusyro/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Militer Somalia mengklaim telah menangkap Syaikh Zakariya Ismail Ahmed Hersi, tokoh senior Ash-Shabab sekaligus kepala intelijen sayap Al-Qaeda di Afrika Timur tersebut. Dikabarkan, Hersi ditangkap bersama dengan sopirnya tanpa konfrontasi, lansir Associated Press.

“Zakaria ditangkap dini hari di El Wak Gedo. Dia saat ini ditahan oleh tentara nasional Somalia di wilayah Gedo,” kata pejabat Kementerian Dalam Negeri Mohamed Osman.

Ash-Shabaab resmi bergabung dengan Al Qaeda pada Februari 2012, namun Syaikh Zakariya dan pejabat Shabaab atas lainnya telah bekerja sama dengan al Qaeda jauh sebelum pengumuman resmi.

Tokoh yang informasi keberadaannya dibanderol Amerika dengan hadiah $ 3.000.000 pada Juni 2012, dikenal memiliki nama lain Hassan Abdullah al Hersi Turki. Saat itu, Al-Hersi telah dikaitkan dengan Al Qaeda dan telah memberikan dukungan untuk perjuangan jihad.

PBB telah memasukkan Al-Hersi dalam daftar hitam “teroris Al-Qaeda” dan menganggapnya telah mempertahankan link Al-Qaeda ke anggota jaringan Afrika Timur sejak tahun 1998. Meski demikian, belum ada konfirmasi atas penangkapan tersebut. (lwj/anadolu/lasdipo/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog – Jelang pergantian tahun, NATO akan menarik Pasukan Keamanan Internasional pimpinan AS (ISAF) dari Afganistan setelah berada di wilayah tersebut selama 13 tahun terakhir. Sebagian besar pasukan tempur beserta sejumlah peralatan militer sudah dipulangkan terlebih dahulu.

Keberadaan pasukan NATO di Afganistan menjadi operasi yang paling lama dengan jumlah korban yang paling besar. Untuk menandai berakhirnya masa operasi di Afganistan, pasukan NATO dijadwalkan akan menggelar upacara.

Upacara perpisahan ini diatur secara rahasia karena ancaman dari serangan Pejuang Taliban. Keberadaan ISAF akan digantikan sekitar 12.500 tentara, namun tidak terlibat langsung dalam pertempuran melainkan hanya pelatihan militer kepada tentara Afganistan.

Seorang pejabat NATO mengatakan Jenderal Amerika Serikat (AS) John Campbell, komandan ISAF, akan memimpin upacara tersebut di markas pasukan itu di Ibu Kota Afganistan, Kabul. Penarikan mundur pasukan NATO juga dibenarkan oleh Presiden AS Barack Obama. “Hanya dalam beberapa hari, misi tempur kami di Afghanistan akan berakhir,” kata Obama, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/12).

Operasi militer ini sendiri dipicu oleh tragedi 11 September 2001 lalu dimana kemudian Washington yang didukung NATO menurunkan pasukan ke Afganistan untuk meruntuhkan rezim Taliban serta Al Qaida. Tidak tanggung-tanggung, lebih 130 ribu tentara yang berasal dari 50 negara berbeda ikut andil dalam misi yang didukung oleh mandat dari PBB dalam menciptakan stabilitas dan rekonstruksi di Afganistan. Selain itu, NATO juga mengemban misi menciptakan iklim demokrasi di negara yang terletak di Asia Tengah tersebut.

Dalam misi tersebut, seperti dilansir media Jerman, DW pada Ahad (28/12), jumlah korban sudah mencapai angka 3.400 yang berasal dari tentara NATO. Selain itu, sekitar enam ribu polisi dan tentara Afganistan juga tewas dalam pertempuran itu.

Misi NATO yang mencari Osama Bin Laden yang dituding menjadi otak dibalik serangan di Amerika Serikat (AS) sudah sukses, setelah pasukan NATO berhasil menewaskan Osama dalam sebuah misi di Pakistan. Oleh karena itu, NATO akan menarik mundur seluruh pasukannya tanpa terkecuali dari tanah Afganistan jelang pergantian tahun. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]


+ResistNews Blog - Banjir besar melanda Negeri Jiran dan lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan akan menyediakan tambahan 175 juta dolar AS untuk membantu korban banjir.

Banjir terjadi sejak sepekan lalu akibat hujan lebat. Banjir musiman seperti ini melanda Malaysis setiap tahun dan memaksa puluhan ribu mengungsi. Namun, banjir tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sedikitnya lima orang tewas dan lebih dari 100.000 lainnya mengungsi akibat bencana tersebut.

Dari pantauan koresponden BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak, banjir melanda beberapa daerah di Negara Bagian Kelantan, dekat perbatasan Malaysia-Thailand.

Sedemikian parahnya banjir itu, jalan-jalan ke sana tidak bisa dilalui truk dan mobil sehingga satu-satunya moda transportasi ialah helikopter. Salah satu kota yang paling parah terendam banjir ialah Kota Bharu. Tinggi air di sana mencapai atap-atap rumah.

Kondisi itu menyulitkan regu-regu penyelamat yang hendak mengantarkan bantuan makanan dan pasokan lainnya ke berbagai tempat pengungsian.

“Saya akui situasi ini menantang bagi regu penyelamat dan kami berupaya sebaik mungkin untuk memastikan makanan sampai kepada para korban,” kata Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin kepada harian the Star.

Media lokal melaporkan ketinggian banjir di wilayah terparah Kelantan mulai turun. Namun, masih banyak wilayah yang tergenang. Di Kelantan, sekitar 80 ribu warga dievakuasi. Delapan negara bagian lain, termasuk Pahang dan Terengganu juga mengalami banjir.

Najib mengumumkan tambahan bantuan setelah mengunjungi wilayah terdampak banjir. Dia dikritik karena saat negaranya dilanda banjir, dia justru menikmati liburan dengan bermain golf bersama Barack Obama di Hawaii.

Najib memutuskan pulang dari liburannya. Dia mengatakan dia bermain golf dengan Obama sebagai bagian dari diplomasi. Katanya, sulit menolak undangan yang telah direncanakan.

Departemen Meteorologi Malaysia memperingatkan hujan lebat akan terjadi dalam beberapa hari mendatang di sejumlah daerah yang terkena banjir, termasuk Johor yang bertetangga dengan Singapura.

Ahli meteorologi CNN Derek Van Dam mengatakan monsun timur laut yang melanda Malaysia, Indonesia dan Thailand selatan sangat kuat. Dia menuturkan monsun timur laut terjadi karena tekanan tinggi yang kuat berkembang di Eropa Timur dan Cina.

Hal itu dan memperkuat angin dr timur laut dari Laut Cina Selatan, membawa hujanyang lebih lebat di Malaysia, Indonesia dan Thailand selatan. Fenomena tersebut bisa lebih buruk lagi. Curah hujan 100 milimeter diperkirakan melanda dua hari ke depan dekat perbatasan Malaysia dan Thailand.

“Hal itu membuka banyak kemungkinan, banjir yang lebih parah dan kemungkinan tanah longsor,” kata Van Dam, dilansir CNN.

Teluk Benggala, Sri Lanka juga terkena dampak parah. Kandy yang berada di Sri Lanka tengah menerima lebih dari dua kali lebih banyak curah hujan rata-rata bulanan hanya dalam delapan hari terakhir. (dbs/lasdipo/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - SOHR, organisasi independen pemantau Hak Asasi di Suriah, mengatakan pasukan IS telah mengeksekusi sekira 2.000 orang di Suriah. Mereka terdiri dari suku-suku Sunni anti-IS, milisi pro-rezim, tentara Suriah, rival seperjuangan, bahkan anggotanya sendiri yang membelot.

SOHR telah mendokumentasikan eksekusi oleh Negara Islam sebanyak 1.878 orang di Suriah antara 28 Juni ketika mengumumkan khilafah yang hingga 27 Desember.

Korban tewas termasuk 930 anggota suku Shaitat yang bangkit melawan IS di provinsi timur Deir Ezzor di musim panas. Pada 17 Desember, Observatorium mengatakan sebuah kuburan massal yang berisi mayat 230 Shaitat telah ditemukan di provinsi ini.

Meski SOHR mencatat 2.000-an orang, namun pihaknya mengatakan kemungkinan jumlah yang pasti lebih banyak dari itu sebab masih banyak wilayah yag belum diketahui keberadaanya.

Pasukan IS memang fenomenal, di banyak peperangan mampu meladeni perang dan menggebuk rezim Syiah, di sisi lain kerap bentrok dengan sesama pejuang bahkan suku Sunni yang tidak sependapat dengan IS. (araby/lasdipo/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Musim Natal telah tiba di mana banyak orang berpesta dan minuman berlimpah. Jauh dari nilai-nilai agama, saat ini telah menjadi waktu dimana orang menikmati hal-hal buruk yang ditawarkan hidup dengan minuman dan kenyamanan dan mengikuti kegiatan mereka masing-masing untuk mencari kesenangan. Kenikmatan adalah kunci untuk suasana meriah dan tempat kerja, sekolah, jalan-jalan dan pusat kota dipenuhi dengan pesan-pesan kegembiraan.

Namun selama masa ini saat orang mencari kesenangan, banyak dari orang tua mereka, kerabat dan tetangga mereka yang mendekam di rumah mereka sendiri tanpa ada pendamping atau teman yang memberikan kenyamanan dengan kata-kata. Hidup mereka menderita karena mereka kesepian dan hidup dalam kesunyian.

Merasa kesepian di Barat

Suatu penelitian oleh Age UK menyatakan bahwa hampir seperempat kaum manula tidak mengharapkan Natal karena mereka merasa kesepian dan ketakutan bahwa hal itu akan membawa kembali kenangan buruk.

Tahun ini, 23% dari mereka yang berusia di atas 65 tahun – yang sama dengan 2,5 juta orang di Inggris – menyatakan bahwa musim perayaan Natal ini tidak membuat mereka bahagia.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa hampir 400.000 pensiunan takut mereka akan kesepian saat Natal, sedangkan 650.000 orang khawatir musim perayaan ini “akan membawa kembali banyak kenangan dari orang-orang yang telah meninggal”.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa efek dari kesepian naik selama musim dingin dimana 2,1 juta orang khawatir tidak mampu pergi ke luar karena hari yang lebih pendek, gelap dan kondisi cuaca yang buruk.

Dalam penelitian lain oleh Independen Age dan International Longevity Centre-UK (ILC-UK), diperkirakan bahwa pada tahun 2030 jumlah manula yang hidup sendiri diperkirakan akan meningkat menjadi dua pertiga.

Menurut penelitian, lebih dari 1,2 juta pria di atas 50 tahun di Inggris mengatakan mereka merasa diasingkan. Kaum pria lebih merasakan kesepian dibandingkan kaum wanita ketika usia mereka bertambah karena mereka memiliki lebih sedikit kontak dengan anak-anak, keluarga dan teman-teman daripada wanita, menurut para akademisi.

Hampir seperempat kaum pria manula yang tinggal sendiri memiliki kontak dengan anak-anak mereka kurang dari sebulan sekali, dibandingkan dengan 15 persen daripada wanita manula.

Ini adalah statistik yang memilukan yang menggambarkan masalah masyarakat yang individualistis, kurangnya nilai-nilai keluarga dan kurangnya perhatian masyarakat. Inisiatif yang telah diusulkan oleh publik dan para sukarelaanadalah dengan menggunakan teknologi untuk membantu para manula agar dapat mengisi kekosongan hidup. Ini dilakukan dengan cara para relawan atau para anggota yang dibayar itu bercaka-cakap dengan mereka selama Natal, dan bukan dengan anggota keluarga mereka. Termasuk juga percakapan telepon atau kunjungan kepada mereka oleh para relawan beberapa saat selama masa Natal. Ada banyak saluran telepon khusus yang telah dibentuk untuk melayani kaum manula ketika merasa begitu sakit karena tidak ada orang disekitarnya.

Kaum manula dalam masyarakat telah ditolak sehingga teknologi telah menjadi pengganti untuk interaksi manusia dan dimana keluarga hanya tinggal kenangan.

Islam menghormati orang tua dan tidak mengabaikan mereka

Anas bin Malik (ra) berkata bahwa Nabi Saw bersabda, “Jika seorang pemuda menghormati orang tua karena usianya, Allah akan menunjuk seseorang untuk menghormatinya di usia tuanya.” (At-Tirmidzi)

Dalam hadis lain, Nabi SAW mencela orang-orang yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada orang tua dan menganggap mereka bukan Muslim:

“Bukanlah salah seorang dari kami orang yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang muda dan menghormati orang-orang tua kami.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)

Dalam cara hidup Islam, orang tua dihormati bahkan ketika memulai percakapan. Pernah suatu kali, Huwayyisah dan Muhayyisah, anak-anak Mas`ud bin Ka`b, dan Abdur-Rahman bin Sahl datang kepada Nabi SAW untuk membahas masalah tertentu dengannya. `Abdur-Rahman, yang merupakan anak yang paling bungsu diantara mereka, mulai berbicara. Lalu, Nabi SAW bersabda, “Biarkan yang paling tua (di antara kamu) yang pertama berbicara ” (HR Bukhari).

Nabi SAW menasehati dan mendorong dengan kuat para pemuda dan untuk benar-benar menghormati para orang tua karena usia mereka. Kisah dalam hadis ini mengirimkan pesan yang kuat kepada masyarakat Muslim bahwa Islam telah menempatkan orang-orang-tua – terlepas dari keyakinan dan latar belakang mereka -dalam posisi yang tinggi, bukan dalam posisi rendah yang mereka alami di masyarakat Barat.

Adalah menyedihkan di dunia dimana kita hidup di saat para orang tua di barat diabaikan oleh kawan-kawan dan kerabat mereka. Alih-alih memberikan pesan dukungan yang mengikat secara emosi, mendorong hubungan yang kuat dengan para orang tua dan kaum kerabat, menghormati para orang tua dan mendukung orang-orang yang kurang beruntung, media komersial malah mengeluarkan pesan yang menunjukkan sifat egois, materialistis dan individualistis.

Saat pesta Natal berlangsung, hadiah-hadiah dibuka dan orang-orang bersenang-senang sendiri- ada jutaan orang tua di dunia barat yang tidak memiliki teman dan terdapat dinding dimana mereka terjebak diantara dinding itu.

Hanya cara hidup Islam yang mampu menciptakan masyarakat yang memberikan kebahagiaan bagi semua orang tanpa memandang usia, ras dan latar belakang.

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan” (QS An-Nahl 16:44)

(hizb.org.uk+ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Dr Ahmad Tayeb, Syaikh Al Azhar bertemu dengan Presiden Afrika Tengah, Catherine Samba Panza, di kantor pusat Al Azhar, pada hari Kamis 18/12/2014. Dr. Abbas Syuman, Wakil Al Azhar menyatakan tentang kebahagiaan Al Azhar saat menerima Presiden Afrika Tengah. Pada saat konferensi pers dikatakan bahwa pertemuan itu membahas presentasi Presiden Afrika Tengah tentang masalah-masalah yang tengah dihadapi oleh umat Islam di negerinya, dimana ia menegaskan pada Syeikh Al Azhar bahwa apa yang terjadi di negerinya adalah masalah sosial, bukan masalah agama (Al Masry Al Youm, 19/12/2014).

===============================

Demi Allah, ini adalah bencana besar. Sungguh, Syeikh Al Azhar telah melihat dengan mata kepala sendiri pembunuhan, penyembelihan, pengulitan dan pemutilasian terhadap kaum Muslim di Afrika Tengah. Ia melihat foto-foto mengerikan tentang operasi pembersihan terbesar yang tengah diderita oleh kaum Muslim di dunia di tangan Presiden Afrika Tengah, Catherine Samba, bahkan itu terjadi di bawah pengawasannya, dan dengan restunya. Jadi, apakah mungkin penjahat yang berlumuran darah kaum Muslim yang suci seperti ini diterima di Mesir al-Kinanah?! Jika diperbolehkan bagi kepala negara menerimanya dan merayakannya, karena mereka sama-sama penjahat yang berlumuran darah umat, maka sangat tidak pantas penjahat seperti dia ini diterima Al Azhar dengan sambutan yang bahagia dan hangat. Demi Allah, sungguh ini benar-benar aib dan cacat yang akan mencoreng Al Azhar dan Syeikhnya sepanjang masa. Padahal, setidaknya ia mampu menolak kunjungan tersebut, meski ini menunjukkan paling lemahnya iman. Namun tampaknya, ia tidak menolak permintaan otoritas yang ada.

Kemudian apakah pembantaian kaum Muslim atas dasar identitas, pemutilasian dan pemusnahan mereka ini disebut hanya sebagai masalah sosial? Jika kejahatan yang beredar luas dan diketahui semua orang ini diingkari, apakah pantas Al Azhar menerima pengingkaran ini dan mendukungnya?! Demi Allah, kami mempertanyakan moralitas Anda semua tentang kaum Muslim miskin dan anak-anak yatim yang tidak Anda pedulikan, di Afrika Tengah dan negeri-negeri di belahan bumi lainnya. Bukankah suatu yang aneh bahwa Al Azhar dan Syeikhnya menari di atas luka-luka umat, dan bersukacita menyambut orang yang tangannya berlumuran darah kaum Muslim, serta berkontribusi dalam pengusiran jutaan kaum Muslim dari rumah-rumah mereka?!

Atau Al Azhar benar-benar telah terpuruk dalam lumpur otoritas yang berkuasa, dan senang menjadi saksi palsu dan dusta atas pemerintahan yang tidak menerapkan hukum-hukum Allah; senang menjadi tongkat yang digunakan otoritas untuk memukuli setiap pengemban dakwah dengan memberinya stigma ekstremisme, terorisme dan keluar dari apa yang mereka sebut Islam moderat, yang diwakili oleh Al-Azhar; dan juga senang menjadi obat bius yang digunakan oleh otoritas yang berkuasa untuk membius rakyat dan menenangkannya. Sebelumnya, Al Azhar menerima Sarkozy ketika ia menjadi menteri dalam negeri Prancis, dan menyambutnya dimana ketika ia melarang pemakaian kerudung di sekolah-sekolah Prancis. Bahkan mantan Syeikh Al Azhar pernah mengatakan bahwa Prancis berhak untuk mengeluarkan undang-undang seperti ini, dan kaum Muslim di sana wajib terikat dengan undang-undang Prancis tersebut, atau meninggalkannya.

Sungguh, itu merupakan kesalahan besar di waktu itu, namun hal itu tidak luput dari perhatian, sehingga ketika itu ada tokoh-tokoh Al Azhar yang mukhlis menolak dan menentang apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Syeikh Al Azhar, Tantawi. Mereka tidak mengindahkan sanksi yang diambil oleh Syeikh Al Azhar, ketika mereka menentangnya. Namun, sekarang kita tidak melihat ada tokoh-tokoh seperti mereka, yang berani menentang Syeikh Al Azhar saat ini, dengan menolak kebijakannya dan menyampaikan kebenaran dengan vokal dan lantang?! Kami tidak yakin bahwa Al Azhar benar-benar telah kehilangan tokoh-tokoh seperti mereka ini. Sebenarnya, Al Azhar penuh dengan tokoh-tokoh seperti mereka, sebab Al Azhar sumber ilmu, pencetak ulama, dan tokoh-tokoh yang tidak takut karena Allah terhadap celaan para pencela. Untuk itu, hendaklah para tokoh-tokoh tersebu bangkit dengan apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka, yaitu memerintahkan pada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran, dan hendaklah mereka berjuang bersama dengan para pejuang yang mukhlis untuk mengokohkan syariah Allah dalam negara Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian, dimana kabar gembira akan tegaknya kembali Khilafah telah dijelaskan oleh Rasulullah saw. Menginat, hanya dengan Khilafah ini saja, siapun akan mampu mengembalikan hak-hak umat, melindungi darahnya, dan menjaga kehormatannya; juga akan mengembalikan peran Al Azhar sebagai mercusuar ilmu dan ulama, serta sebagai sumber yang melahirkan para tokoh pemikir dan politik.

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءكُم مِّنَ الْحَقِّ﴾

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (TQS. Al-Mumtahanah [60] : 1). [Sharif Zayed – Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Mesir]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 27/12/2014.


Oleh Arief Rahman*

Menjelang Perayaan Natal maka seperti ritual tahunan eskalasi pengamanan di Indonesia ditingkatkan terutama pengamanan di Gereja - Gereja. Alasan mengapa POLRI mengerahkan kekuatan besar untuk melakukan pengamanan Natal untuk mengantisipasi terjadinya gangguan terhadap pelaksanaan Natal. Sebagai alat negara tindakan itu hal yang wajar untuk melindungi setiap Warga Negara namun tidak sedikit masyarakat menilai pola pengamanan tersebut terlalu berlebihan seolah - seolah ancaman gangguan terhadap Natal di Indonesia begitu besar dan nyata bahkan sebuah Ormas Islam ikut - ikutan menjaga gereja dengan dalih membantu pengamanan.

Satu lagi fenomena yang muncul setiap menjelang perayaan Natal, para Tokoh dan media - media mainstream mulai mengkampanyekan TOLERANSI sebuah adigium yang seolah wajib diingatkan kepada ummat islam ketika Natal akan tiba. Entah apa maksud dari campaign jelang natal ini apakah sebuah ikhtiar atau warning kepada ummat islam yang mungkin oleh sebagian kelompok dinilai kurang toleran terhadap pelaksanaan Natal di Indonesia.

Celakanya kecurigaan terhadap ummat islam yang dinilai kurang toleran tidak hanya dilakukan oleh kelompok di luar islam namun juga dilakukan oleh kelompok islam lainnya Kecurigaan yang berlebihan itu seharusnya tidak perlu terjadi karena dalam sejarah Ummat Islam di Indonesia secara umum sangat toleran dengan penganut agama yang lain terutama beberapa tahun terakhir tidak pernah kita temui kasus perusakan tempat ibadah agama lain yang dilakukan ummat Islam sehingga "show of force " aparat dan beberapa ormas islam dalam penjagaan gereja bisa ditinjau ulang.

Terbukti penyelenggaraan Natal di Indonesia kemarin (25/12/2014) berjalan aman tanpa gangguan sama sekali, ini membuktikan kecurigaan beberapa pihak terhadap kekhawatiran sikap intoleransi ummat islam tidaklah terbukti.

Ketika pelaksanaan Natal di Indonesia berjalan lancar dan aman publik dikagetkan berita yang datang dari belahan bumi lainnya yaitu tepatnya di Swedia dikutip dari BBC pada hari Natal (25/12) telah terjadi aksi pembakaran masjid ketika ummat islam sedang mengerjakan ibadah sholat yang diduga dilakukan seseorang dan menyebabkan sedikitnya 5 orang terluka bakar dan beberapa orang lainnya menagalami sesak nafas.

Aksi ini mencederai semangat Natal yang konon membawa pesan kedamaian mengapa tindakan terorisme terhadap masjid terjadi di hari yang sakral , hal ini menunjukkan sikap ekstrimisme dan kebencian terhadap agama bisa terjadi di semua tempat termasuk di negara Eropa yang selama ini digadang - gadang sebagai penjaga toleransi dan HAM di Dunia.

Ummat islam di Indonesia tentu sangat menyayangkan insiden tersebut di saat Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam mampu menjaga penyelenggaraan Natal berjalan baik dan aman justru di belahan bumi lainnya ternoda dengan pembakaran masjid, dan mirisnya tidak ada pernyataan sikap atau kecaman dari para tokoh, kelompok atau media yang selama ini kampanyekan TOLERANSI terhadap ummat islam namun ketika ada pelanggaran toleransi di belahan bumi lainnya terhadap ummat Islam mereka seolah menutup mata dan diam seribu bahasa.

Kondisi inilah yang kian membuat Ummat islam gerah dan merasa semakin termarginalkan , sikap "double standard" beberapa pihak terhadap isu TOLERANSI yang tajam terhadap ummat islam namun lembek terhadap kelompok lain yang melakukan tindakan intoleransi.

Ummat islam mungkin berharap Pemerintah RI bisa mewakili perasaan ratusan juta ummat islam di Indonesia minimal memberikan pernyataan kecaman terhadap aksi intoleransi tersebut yang mungkin sudah menjurus aksi teror terhadap ummat islam yang sedang menjalankan ibadah, agar ummat Islam di Indonesia tidak melulu menjadi objek kampanye TOLERANSI dan hanya bisa mengelus dada ketika sikap intoleran terjadi terhadap saudaranya.

* Kader Muda Muhammadiyah



+ResistNews Blog - PT Pertamina (Persero) menilai penghapusan Ron 88 akan mengakibatkan impor bahan bakar minyak (BBM) naik menjulang. Alasannya, kilang di Indonesia mayoritas tidak memadai untuk mengolah Ron 92.

Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi jenis premium pada 2014 sekitar 30 juta kiloliter (kl). ”Impor sekitar 20 juta kl,” kata dia kepada //Republika//, Senin (22/12) malam.

Dia menerangkan, hasil olahan kilang Pertamina hanya sekitar 10 juta kiloliter. Alhasil, dengan peralihan ke Ron 92, pengolahan di kilang Pertamina akan semakin menipis. Artinya, produksi kilang akan semakin minim dan impor BBM akan semakin meningkat.

Selain itu, kata Suhartoko, impor Ron 92 akan membengkakkan biaya pembelian. Pasalnya, harga Ron 88 senilai 98,42 persen dari Ron 92. Apabila setahun konsumsi 30 juta kl, berarti sekitar Rp 8 triliun dana tambahan yang akan dikeluarkan.

Suhartoko mempertanyakan apabila Ron 88 dihapus apakah Ron 92 akan disubsidi. Dia menilai, daya saing Pertamina akan tergerus apabila Ron 92 tidak disubsidi dan diharuskan jual Ron 92 ke daerah-daerah pelosok yang infrastrukturnya masih belum baik dan volume penjualannya minim.

Jalan keluarnya, kata dia, selain SPBU milik selain Pertamina harus diwajibkan membangun SPBU di daerah pelosok. ”Atau, Pertamina bisa jual dengan harga berbeda-beda di setiap daerah semisal, di Sorong, Papua harga jualnya Rp 19 ribu per liter,” ujar dia.

Suhartoko menilai, hal tersebut akan tidak adil bagi masyarakat pelosok. Pasalnya, Pulau Jawa yang rata-rata pendapatannya lebih tinggi daripada Indonesia Timur membeli BBM dengan harga lebih murah. (republika.co.id/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog – Seorang pejabat Palestina mengatakan Israel mengalokasikan 17 miliar dolar AS untuk proyek Yahudisasi Yerusalem Timur, atau Al-Quds.

Mohammed Sabih, asisten sekretaris jenderal dan otoritas Palestina untuk wilayah pendudukan, memperingatakan Al-Quds dalam bahaya serius dan membutuhkan upaya bersama internasional untuk mempertahankannya.

Israel, menurut Sabih, menghancurkan rumah-rumah Palestina di Al-Quds untuk memaksa pemiliknya meninggalkan kota.

Senin (22/12), misalnya, pasukan Israel mengeluarkan perintah pembongkaran beberapa rumah milik orang Palestina untuk perluasan permukiman.

Menurut Komite Melawan Penghancuran Rumah Palestina, Tel Aviv telah menghancurkan 360 bangunan di Tepi Barat sepanjang tahun ini, sebagai bagian ekspansi permukiman.

Lebih 500 ribu Yahudi kini tinggal di permukiman ilegal, yang dibangun sejak pendudukan Israel di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur atau Al-Quds.

Selama satu dekade terakhir, Israel mencoba mengubah susunan demografis Al-Quds, dengan membangun permukiman ilegal, menghancurkan situs sejarah, dan mengusir penduduk Palesetina. (ini/lasdipo/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Kata-kata provokasi yang ditujukan kepada umat Islam kembali terjadi di India. Pimpinan kelompok Dharm Jagran Manch, Rajeshwar Singh, membuat satu pernyataan kontroversial. Ia menyatakan kelompoknya berencana untuk menghapuskan Islam dan Kristen dari India pada akhir 2021.

“31 Desember 2021 merupakan akhir dari Islam dan Kristen di negara ini,” ujar Rajeshwar.

Selain mengutarakan pernyataan kontroversial itu, Rajeshwar juga membuat pernyataan pedas lain terkait Islam dan Kristen. Menurutnya, Umat Muslim dan Kristiani pada dasarnya tak punya hak untuk tinggal di India.

Menurutnya, apa ia utarakan merupakan suara India yang sesungguhnya. Karena itu ia mejadikan penghapusan Islam dan Kristen di India sebagai tujuan kelompoknya.

“Suara terdalam India telah bicara. Tunggu dan lihat saja. 31 Desember 2021 akan menjadi akhir dari Kristen dan Islam di negeri ini. Kami akan mengakhiri Kristen dan Islam di negeri ini pada 31 Desember 2021. Ini tujuan kami,” ujar Rajeshwar.

Selain mengutarakan pernyataan kontroversial terkait penghapusan Islam dan Kristen dari India, sebelumnya Rajeshwar beserta kelompoknya juga pernah melakukan hal kontroversial lain yang masih menyangkut masalah keagamaan. Rajeshwar menyatakan kelompoknya sedang merencanakan program pindah agama massal di kota Aligarh pada saat perayaan Natal.

Dalam program tersebut, Rajeshwar berencana untuk membuat umat Kristiani di kota Aligarh berpindah keyakinan dan menganut agama Hindu. Program ini langsung menimbulkan kemarahan banyak pihak di India. Banyaknya protes dan kemarahan yang timbul, pelaksanaan rencana ini masih belum diketahui. (rol/lasdipo/ +ResistNews Blog )


+ResistNews Blog - Pemboman AS pada posisi-posisi IS di wilayah Kurdi berbeda dengan pemboman AS ke wilayah Anbar dan Shalahuddin. Seorang anggota parlemen Irak mengatakan pemboman AS dan koalisi di Propinsi Al-Anbar dan Salahuddin mlempem, tidak efektif dibanding pemboman di kawasan Kurdistan.

Kepada PressTV, Aliya Nassif — anggota parlemen dari Koalisi Negara Hukum — mengatakan terkejut dengan minimnya dampak pemboman terhadap ISIS di dua propinsi itu. Di wilayah Kurdi, pemboman AS dan koalisi sangat efektif yang membuat Peshmerga mampu meraih kemenangan di beberapa wilayah atas IS dalam perang darat.

“Ini memperlihatkan AS dan koalisi menerapkan standar ganda,” ujar Nassif. “Di wilayah Kurdi, AS dan koalisi membom sepenuh hati. Di Propinsi Al-Anbar dan Salauddin, AS membom setengah hati.”

Menurut Nassif, standar ganda juga diperlihatkan AS dengan mengacaukan sinyal elektornik pesawat Irak yang sedang melakukan pemboman. AS, lanjut Nassif, seolah sedang melawan Irak.

Tidak hanya itu, Nassif juga mengecam pernyataan terbaru PM Irak-Kurdistan Nichervan Barezani yang mengklaim aneksasi semua wilayah Propinsi Niniveh yang dibebaskan dari pendudukan IS.

Nassif menuntut Washington bereaksi terhadap klaim Kurdistan, dengan menjelaskan AS berkomitmen menjaga kedaulatan wilayah Irak.

Kritik Nassif memperlihatkan semua yang terlibat memerangi IS di Irak dan Suriah membawa agenda masing-masing. Kurdi, dengan Peshmerga-nya, berusaha meraih semua wilayah nenek moyangnya yang direbut rejim Saddam Hussein.

Milisi Shiah berperang hanya untuk menjaga situs-situs suci, dan makam para imam mereka, seraya mengontrol populasi Sunni dengan kekuatan senjata. Etnis minoritas lainnya; Turkmen, Yazidi, dan Katolik Assyrian, memanfaatkan ketidak-berdayaan pemerintah Irak untuk mendapatkan otonomi.

AS, dengan 3.000 pasukan dan puluhan pesawat tempur yang terus membom, berusaha melanggengkan kehadirannya di Irak untuk menjaga pasokan minyak.

Belum ditambah Iran yang mulai menempel ketat pemerintahan Syiah Irak.

Perang di Irak memang bak benang kusut. Setiap bagian ingin jatah dari jerih payahnya ikut andil dalam perang. Maka tak heran bila ketegangan tetap masih berlanjut, baik ada maupun tiadanya IS. (ini/lasdipo/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog  - Rangkaian kekerasan yang didera warga Rohingya Myanmar, masih terus berlanjut. Terbaru, seperti dilaporkan kantor berita di Arakan, seorang nelayan yang tengah mencari ikan di Sungai Naf kota Teknaf, ditembak Polisi Myanmar hingga meninggal.

Polisi mencoba berkelit dengan berbagai alas an agar terhindar dari desakan warga.

Menurut saksi mata, sang nelayan yang memiliki surat izin mencari ikan (fishing license) dari polisi, tengah memancing ikan bersama dua warga Rohingya lainnya, ketika kemudian mereka mendapat sinyal peringatan dari pasukan Myanmar. Kala Miah, nama nelayan itu, kemudian berusaha mendayung pergi karena takut akan ditahan dan dipukuli.

Namun anggota polisi Myanmar malah melepas tembakan yang menyebabkan nelayan berusia 40 tahun itu terbunuh. Biadabnya, jenazah Kala malah dibiarkan mengambang di atas air selama berjam-jam, sebelum otoritas Myanmar memberi izin bagi keluarga yang telah menunggu untuk proses penguburan.

Kebijakan represif berupa genosida oleh pemerintah Myanmar memang ganas. Sampai-sampai otoritas setempat mengeluarkan aturan pelarangan terhadap minoritas Muslim Rohingya Myanmar untuk memancing ikan, tak peduli dengan keadaan mereka yang terus dilanda kelaparan. Selain itu, otoritas setempat juga dengan sengaja memblokade akses pekerja kemanusiaan yang hendak masuk ke Rohingya Myanmar. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Kementerian Palestina Urusan Tahanan mengatakan lebih dari 7.000 warga Palestina saat ini mendekam di penjara di seluruh Israel. Dan baru-baru ini militer Israel kembali menahan warga Palestina di Tepi Barat, tulis world bulletin hari ini Jum’at (26/12).

Pihak militer Israel mengatakan mereka menahan 10 warga Palestina di Tepi Barat dengan rincian 7 di Nablus dan 3 lainnya di Tepi Barat tanpa memberi rincian lebih lanjut. Menurut pengakuan militer Israel melalui Twitter, penangkapan itu berlangsung hari Kamis kemarin.

Pasukan Israel laknatullah alaihim (laknat Allah atas mereka) secara rutin melakukan operasi kotot penangkapan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Total lebih dari 7.000 warga Palestina saat ini mendekam di penjara di seluruh Israel, menurut Kementerian Palestina Urusan Tahanan.

Israel selalu mengedepankan kekerasan sebagai satu-satunya solusi. Perundingan dan majelis hanya polesan sifat buruk asli mereka, karena pada kenyataannya Israel menganggap perjanjian itu sebagai angin lalu. Israel memang hanya paham bahasa senjata, jika demikianlah, jihad-lah jawaban yang pas bagi mereka. (wb/lasdipo/ +ResistNews Blog )



[Al-Islam edisi 736, 4 Rabiul Awal 1436 H-26 Desember 2014 M]

Indonesia adalah negeri kaya di Khatulistiwa, tetapi rakyatnya hidup tak pernah lepas dari duka dan derita. Dinamika politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan selama 2014 menunjukkan betapa negeri ini masih terjajah dan kian jauh dari harapan.
Bidang politik.

Tahun 2014 disebut tahun politik. Ini ditandai dengan penyelenggaraan Pemilu. Beberapa pihak banyak berharap, Pemilu akan membawa hal yang lebih baik untuk rakyat. Apalagi Jokowi dicitrakan sebagai presiden yang merakyat. Namun, rakyat kembali harus kecewa. Pertama: Yang berubah hanya sebagian orangnya saja. Banyak di antaranya masih orang lama. Orang baru pun adalah hasil dari sistem dan parpol yang sama dengan orang lama. Kedua: Sistemnya masih sistem lama, yakni kapitalisme-sekular, yang menjadi pangkal problem negeri ini. Ketiga: Selama ini tidak ada tawaran perubahan sistem. Yang ada hanya tawaran pergantian orang.

Hal itu sudah terlihat pada awal pemerintahan rezim baru ini. Janji-janji Jokowi tak terealisasi. Pada awal pemerintahannya saja, tiga janji terkait pembentukan kabinet tidak terpenuhi. Masyarakat juga harus hidup makin susah dengan kebijakan kenaikan harga BBM, gas, air dan listrik. Kebijakan ini membuat liberalisasi makin total. Itu menunjukkan bahwa watak rezim baru—yang katanya mengusung Tri Sakti—sama dengan rezim-rezim sebelumnya, yakni rezim kapitalisme-liberal.

Korupsi pada tahun 2014 makin merajalela. Koruptor makin beragam berasal dari hampir semua kalangan: DPR, DPRD, menteri, kepala daerah dan wakilnya, pejabat tinggi hingga rendah, kepolisian, kehakiman dan swasta. Koruptor juga beregenerasi, yakni cenderung berusia makin muda. Maraknya korupsi itu berpangkal pada sistem ideologi dan sistem politik yang diterapkan di negeri ini.

Masih dalam bidang politik, Densus 88 masih menebar kebiadaban. Detasemen yang pembentukannya disponsori oleh Amerika Serikat dan Australia ini belum banyak berubah dan tak menggubris rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komnas HAM tahun 2013.

Indonesia pun masih dalam bayang-bayang ancaman disintegrasi (perpecahan). Benih-benih disintegrasi justru kian menguat pada tahun 2014. Muncul semangat disintegrasi di berbagai daerah. Ini tak lepas dari sistem politik demokrasi yang memberikan jaminan kepada semua warganya untuk menyatakan pendapat, berserikat dan berkumpul, bahkan melepaskan diri dari sebuah wilayah (hak menentukan nasibnya sendiri). Di sisi lain, sistem kapitalisme-liberal memunculkan kesenjangan yang kian menganga antara di kaya dan si miskin. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak asing dan kalangan tertentu untuk mendorong disintegrasi.


Bidang sosial.

Sepanjang tahun 2014, peristiwa yang paling menonjol adalah kejahatan terhadap wanita dan anak-anak yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Makin maraknya kasus HIV/AIDS dan narkoba, termasuk miras oplosan yang telah memakan ratusan korban di sejumlah daerah.


Bidang politik luar negeri.

Umat Islam masih menjadi korban penjajahan negara-negara kafir penjajah yang bekerjasama dengan para penguasa negeri Islam yang menjadi boneka mereka. Penguasa negeri Islam malah memberikan jalan mulus bagi penjajahan yang membunuh rakyat mereka sendiri. Kejahatan lain dari penguasa negeri Islam—termasuk penguasa negeri ini—adalah diam terhadap penindasan yang terjadi di Dunia Islam. Inilah yang dialami umat Islam di Gaza Palestina, Suriah, Pakistan, Rohingya di Myanmar, Pattani di Thailand, atau di Filipina Selatan, Turkistan Timur (Xianjiang, China) dan lain-lain.


Bidang ekonomi.

Terkait ekonomi, yang menonjol selama 2014 adalah pemberlakuan BPJS untuk PNS, TNI dan karyawan swasta. Korban-korban pemalakan BPJS pun mulai berjatuhan.

Pemerintah juga ngotot memberikan hadiah bagi rakyat Indonesia yang baru ikut Pemilu dengan menaikkan harga BBM. Ironisnya. Kenaikan harga BBM itu dilakukan hanya 27 hari setelah rezim dilantik. Itu adalah tindakan yang mungkar, zalim, mengandung kebohongan dan berkhianat kepada rakyat. Belum lagi rencana rezim Jokowi untuk menaikan harga gas dan listrik.

Di sisi lain, sumberdaya alam kita dirampok secara bebas oleh negara-negara penjajah di bawah payung hukum legal yang sangat liberal. “Konsensus Washington” seperti privatisasi BUMN, pengurangan subsidi dan perdagangan bebas menjadi pintu legal perampokan ini.

Solusi Syar’i

Menilik berbagai persoalan yang timbul di sepanjang tahun 2014 sebagaimana diuraikan di atas, bisa disimpulkan beberapa poin penting: Pertama, setiap penerapan sistem sekular, yakni sistem yang tidak bersumber dari Allah SWT pasti akan menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi umat manusia. Kerusakan dan kerugian itu antara lain: penguasaan sumberdaya kekayaan alam oleh kekuatan asing; peningkatan jumlah orang miskin akibat kenaikan harga barang dan jasa setelah kenaikan harga BBM, gas dan listrik; maraknya korupsi di seluruh sendi di seantero negeri; disintegrasi; kekerasan yang menimpa anak, remaja dan perempuan; kasus HIV/AIDS, narkoba dan miras oplosan; dll. Hal itu ditambah dengan kezaliman yang diderita umat di berbagai negara.

Semestinya semua ini menyadarkan kita semua untuk bersegera kembali ke jalan yang benar, yakni jalan yang diridhai oleh Allah SWT, dan meninggalkan semua bentuk sistem dan ideologi kufur, terutama kapitalisme-liberal yang nyata-nyata sangat merusak dan merugikan umat manusia. Allah SWT telah memperingatkan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya bagi dia penghidupan yang sempit (TQS Thaha [20]: 124).



Kedua, demokrasi dalam teorinya adalah sistem yang memberikan ruang kepada kehendak rakyat. Namun, dalam kenyataannya negara-negara Barat tidak pernah membiarkan rakyat di negeri-negeri Muslim membawa negaranya ke arah Islam. Mereka selalu berusaha agar sistem yang diterapkan tetaplah sistem sekular meski dibolehkan dengan selubung Islam. Penguasanya pun tetap yang mau berkompromi dengan kepentingan Barat. Itulah yang terjadi saat ini, di negeri ini. Ini sebagaimana tampak dari proses pembuatan undang-undang di parlemen dan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Pemerintah, khususnya di bidang ekonomi dan politik, yang sangat pro terhadap kepentingan Barat. Cengkeraman Barat juga tampak di negeri-negeri Muslim yang tengah bergolak seperti di Palestina dan Suriah, serta negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

Kenyataan ini juga semestinya memberikan peringatan umat Islam untuk tidak mudah terperangkap oleh kepentingan negara penjajah. Ini juga merupakan peringatan kepada penguasa dimana pun untuk menjalankan kekuasaannya dengan benar, penuh amanah, demi tegaknya kebenaran Islam; bukan demi memperturutkan nafsu serakah kekuasaan dan kesetiaan pada negara penjajah.

Ketiga, bila kita ingin sungguh-sungguh lepas dari berbagai persoalan yang tengah membelit negeri ini, maka kita harus memilih sistem yang baik dan pemimpin yang baik. Sistem yang baik hanya mungkin datang dari Zat Yang Mahabaik. Itulah syariah Islam dan pemimpin yang amanah. Pemimpin yang baik adalah yang mau tunduk pada sistem yang baik itu. Di sinilah esensi seruan “Selamatkan Indonesia dengan Syariah” yang gencar diserukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat karena perbuatan tangan manusi supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka itu, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (TQS ar-Rum [30]: 41).

Berbagai kesempitan hidup yang dirasakan oleh manusia tidak lain akibat dari berpaling dari petunjuk dan syariah Allah SWT. Itu merupakan bentuk fasad, yakni berbagai kemaksiatan. Sebagian akibat dari fasad itu ditimpakan oleh Allah kepada manusia agar manusia merasakan sendiri akibat dari kemaksiatannya itu. Dengan itu ia akan lebih menyadari kesalahannya dan memiliki dorongan untuk meninggalkan kemaksiatannya serta kembali ke jalan yang benar, kembali pada petunjuk dan hukum Allah SWT.

Karena itu, jalan satu-satunya untuk menghentikan berbagai kerusakan itu dan menyelesaikan berbagai problem yang ada hanyalah dengan kembali pada petunjuk dan aturan dari Allah SWT. Hal itu hanya dengan menerapkan syariah Islam secara total di tengah kehidupan kita. Ketika itu terealisasi maka semua keberkahan akan dibukakan oleh Allah dari langit dan bumi, sebagaimana janji-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنا عَلَيْهِمْ بَرَكاتٍ مِنَ السَّماءِ وَالْأَرْضِ وَلكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْناهُمْ بِما كانُوا يَكْسِبُونَ

Andai penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari angit dan bumi. Namun, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Karena itu Kami menyiksa mereka karena perbuatan mereka itu (TQS al-A’raf [7]: 96).



Dalam ayat ini Allah SWT menggunakan ungkapan “lafatahna” untuk menunjukkan bahwa sebenarnya amat mudah bagi Allah SWT menurunkan keberkahan-Nya; ibarat tinggal membuka pintu, keberkahan itu akan langsung menggelontor deras. Namun, syaratnya adalah penduduk negeri harus beriman dan bertakwa. Wujudnya adalah dengan menerapkan syariah Islam secara total di bawah sistem yang telah diberikan oleh Islam, yaitu Khilafah ar-Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah.

Maka dari itu, harus ada usaha sungguh-sungguh dengan penuh keikhlasan dan kesabaran serta kerjasama dari seluruh komponen umat Islam di negeri ini untuk menghentikan sekularisme, liberalisme dan neo-imperialisme, sekaligus menegakkan syariah dan Khilafah. Hanya dengan sistem berdasar syariah yang dipimpin oleh seorang khalifah, Indonesia dan juga dunia, benar-benar bisa menjadi baik dan diliputi keberkahan, jauh dari aneka kezaliman dan penjajahan.

WalLahu a’lam bi ash-shawab. []





Komentar al-Islam:


Pemerintah menilai PT Freeport Indonesia (Freeport) belum memiliki manajemen yang mampu menampung perwakilan Pemerintah. Padahal adanya perwakilan Pemerintah dalam manajemen bisa berguna untuk membela kepentingan negara (Kompas.com, 23/12).
  1. Itu hanya menunjukkan kelemahan Pemerintah terhadap sing.
  2. Bahkan mestinya tambang yang dikelola Freeport dan tambang-tambang serta SDA lainnya yang dikuasai swasta apalagi asing ditarik kembali dan dikembalikan menjadi harta milik umum seluruh rakyat sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Pencipta berbagai kekayaan itu.
[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Seseorang secara sengaja membakar sebuah masjid di kota Eskilstuna, Swedia, pada hari Kamis (25 Desember) mencederai lima orang, kata polisi.

Sekitar 15 sampai 20 orang sedang melakukan sholat Zuhur di masjid pada lantai bawah sebuah gedung hunian, ketika kebakaran terjadi di Hari Natal.

Media setempat memperlihatkan asap dan api dari jendela sebelum petugas pemadam kebakaran mematikannya.

Peristiwa ini terjadi sementara terjadi perdebatan sengit di Swedia tentang kebijakan imigrasi.

Kelompok ekstrem kanan menginginkan pemotongan jumlah pencari suaka yang diizinkan masuk Swedia sampai 90%, sementara partai moderat mendukung dipertahankannya kebijakan liberal negara tersebut.

“Seorang saksi mata melihat seseorang melempar sesuatu melalui jendela gedung yang juga berfungsi sebagai masjid, kemudian terjadi kebakaran hebat,” kata juru bicara polisi Lars Franzell kepada wartawan.

Dia mengatakan lima orang dibawa ke rumah sakit untuk menangani cedera akibat menghirup asap dan luka.

Polisi memperlakukan kejadian ini sebagai kebakaran yang disengaja tetapi tidak seorang pun ditangkap sampai sejauh ini, kata Franzell.

Eskilstuna, yang dihuni banyak imigran, menjadi tempat bentrokan yang melibatkan kelompok neo-Nazi penentang kebijakan imigrasi Swedia permulaan tahun ini. (bbc/ +ResistNews Blog )


Sekarang, setelah lebih dari satu dekade bukti peristiwa ini mulai muncul ke permukaan, namun Departemen Pertahanan masih melakukan yang terbaik untuk tetap menutup-nutupi kasus ini.

Oleh John Vibes

Menurut sejumlah sumber media mainstream global, Pentagon menutup-nutupi tersiarnya video yang tidak pernah dipublikasikan bersama laporan atas penyiksaan baru-baru ini.

Menurut berbagai laporan wartawan, termasuk Seymour Hersh, video mengerikan itu direkam di Abu Ghraib, penjara di Irak yang terkenal karena penyiksaan oleh Amerika yang menjadi berita utama sekitar satu dekade yang lalu, ketika praktik tidak manusiawi digunakan di penjara terkenal itu.

Sayangnya, bukti-bukti yang dirilis tahun lalu hanya mengungkap hal-hal di permukaan. Sementara rekaman video itu sejauh ini tetap tersembunyi. Hersh mengatakan hanya masalah waktu sebelum hal buruk itu terungkap.

Hersh memberikan pandangan atas apa yang oleh Pentagon dianggap rekaman rahasia. Di bagian penting pidatonya dia mengatakan bahwa:

“Perdebatan tentang hal itu, ummm … Beberapa hal terburuk yang terjadi yang anda tidak tahu? Dalam video itu, ada wanita di sana. Sebagian dari Anda mungkin telah membaca bahwa bahwa mereka mengirimkan surat keluar dari penjara, yang merupakan bentuk komunikasi kepada suami mereka. Hal ini terjadi di Abu Ghraib … Para wanita mengirimkan pesan dengan mengatakan ‘Datanglah dan bunuh saya, karena apa yang terjadi dan pada dasarnya yang terjadi adalah bahwa para wanita itu ditangkap bersama anak laki-laki mereka, dimana dalam banyak kasus anak-anak yang disodomi itu direkam dengan kamera. Dan yang terburuk adalah video yang dimiliki pemerintah anda dimana terdapat suara dari anak laki-laki yang menjerit-jerit. Mereka sangat ketakutan. Rekaman itu akan keluar. ”

“Tidak mungkin untuk mengatakan kepada diri sendiri bagaimana kita bisa ada di sana? Siapakah kita? Siapakah orang-orang yang mengirim kita ke sana? Ketika saya melakukan investigasi saya sangat terganggu atas apa yang terjadi sebagaimana orang yang waras. Pada akhirnya saya mengatakan bahwa orang-orang yang melakukan pembunuhan itu sama menderita seperti korban pembunuhan, saya dapat memberitahu kepada anda beberapa cerita pribadi oleh beberapa orang yang berada di unit-unit penyiksaan dan menyaksikan hal ini. Saya juga dapat memberitahu kepada anda tentang keluhan tertulis yang dibuat untuk pejabat tertinggi. Jadi kita sedang berhadapan dengan sejumlah besar kesalahan pidana yang ditutup-tutupi oleh perintah tertinggi di luar sana dan oleh perintah yang lebih tinggi lagi, dan kita harus sampai ke sana dan kita akan melakukannya. Anda tahu ada cukup orang di luar sana, mereka tidak bisa bertepuk tangan …. Jadi itu akan menjadi tahun pemilu yang menarik.”

Jika dimasukkan dalam konteks pidato Hersh yang dberikan awal tahun ini, jelas bahwa para perempuan yang menyaksikan anak-anak muda yang diperkosa itu sebenarnya adalah ibu mereka.

Pada pidato di Chicago bulan Juni, Hersh dikutip mengatakan:

“Anda belum mulai melihat kejahatan … yang mengerikan hal yang dilakukan terhadap anak-anak dari tahanan perempuan, saat kamera bergerak.”

Cerita lainnya yang dimuat the Guardian juga berbicara tentang para tahanan muda Irak yang semakin brutal diperkosa oleh tentara AS.

Sepuluh tahun yang lalu ketika awal skandal Abu Ghraib menjadi berita, Guardian menerbitkan kesaksian seorang tahanan Abu Ghraib yang diduga menyaksikan salah satu dari serangan-serangan brutal itu.

Mantan tahanan bernama Kasim Hilas mengatakan dalam kesaksiannya bahwa :

“Saya melihat [namanya dihapus] anak-anak malang itu, usianya sekitar 15-18 tahun. Kondisi anak-anak iitu sangat buruk dan mereka menutupi semua pintu dengan lembaran kain. Kemudian ketika saya mendengar teriakan, saya naik ke pintu karena di atas pintu tidak tertutup dan saya melihat [namanya dihapus], yang mengenakan seragam militer melakukan sodomi terhadap anak itu, saya tidak bisa melihat wajahnya karena dia tidak berada di depan pintu. Dan prajurit wanita mengambil gambar. ”

Sekarang, lebih dari satu dekade kemudian bukti peristiwa ini mulai muncul ke permukaan, namun Departemen Pertahanan masih melakukan yang terbaik untuk menutup-nutupi kasusnya. Itulah alasannya mengapa sekarang lebih penting untuk menjaga tekanan dan memaksa dikeluarkannya bukti ini, sementara laporan penyiksaan masih segar di benak masyarakat umum. (mintpressnews.com/ +ResistNews Blog )



Tanya :

Bolehkah karyawan muslim di mal atau pusat perbelanjaan memakai atribut Natal (seperti topi sinterklas)?

Jawab :

Haram hukumnya karyawan muslim mengenakan atribut Natal, seperti baju dan topi Sinterklas. Dalil keharamannya ada dua; pertama, karena mengenakan atribut Natal tersebut termasuk perbuatan menyerupai kaum kafir (tasyabbuh bil kuffar). Kedua, karena perbuatan tersebut merupakan bentuk partisipasi (musyarakah) muslim dalam hari raya kaum kafir yang sudah diharamkan dalam Syariah Islam.

Haramnya menyerupai kaum kafir (tasyabbuh bil kuffar) didasarkan pada banyak dalil syar’i. Di antaranya sabda Rasulullah SAW :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka.” (man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum). (HR Abu Dawud, no 4033; Ahmad, Al Musnad, Juz 3 no. 5114; Tirmidzi, no 2836). Hadits ini menurut Nashiruddin Al Albani adalah hadits hasan shahih.

Yang dimaksud menyerupai kaum kafir (tasyabbuh bil kuffar), adalah menyerupai kaum kafir dalam hal aqidah, ibadah, adat istiadat, atau gaya hidup (pakaian, kendaraan, perilaku dll) yang memang merupakan bagian dari ciri-ciri khas kekafiran mereka. (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 4/175; Ali Ibrahim Mas’ud ‘Ajiin,Mukhalafah Al Kuffar fi As Sunnah An Nabawiyyah, hlm. 14).

Berdasarkan dalil hadits tersebut, haram hukumnya bagi seorang karyawan muslim mengenakan atribut atau asesoris Natal, seperti baju atau topi sinterklas. Karena atribut atau asesoris Natal tersebut merupakan baju atau atribut yang sifatnya khas yang melambangkan syiar atau simbol kekafiran. (‘Isham Mudir, Haqiqah Baba Nuwail wa Al Karismas, hlm.19).

Adapun haramnya muslim berpartisipasi (musyarakah) dalam hari raya kaum kafir (seperti Natal, Waisak, Nyepi, dll), dalilnya adalah firman Allah SWT :

وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ

”Dan [ciri-ciri hamba Allah adalah] tidak menghadiri /mempersaksikan kedustaan/kepalsuan.” (walladziina laa yasyhaduuna az zuur). (QS Al Furqaan [25] : 72). Imam Ibnul Qayyim meriwayatkan penafsiran Ibnu Abbas, Adh Dhahhak, dan lain-lain, bahwa kata az zuur (kebohongan/kepalsuan) dalam ayat tersebut artinya adalah hari raya orang-orang musyrik (‘iedul musyrikiin). Berdalil ayat ini, Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa haram hukumnya muslim turut merayakan (mumaala`ah), menghadiri (hudhuur), atau memberi bantuan (musa`adah) pada hari-hari raya kaum kafir. (Ibnul Qayyim, Ahkam Ahlidz Dzimmah, 2/156).

Berdasarkan dalil ayat tersebut, haram hukumnya bagi seorang karyawan muslim mengenakan atribut atau asesoris Natal. Karena perbuatan tersebut merupakan bentuk partisipasi atau turut serta merayakan hari raya kaum kafir.

Maka dari itu, karyawan muslim tidak boleh diam saja dan bahkan wajib menolak ketentuan dari atasannya untuk mengenakan atribut Natal, baik atasannya muslim maupun non muslim. Karena Islam tidak membolehkan menaati aturan yang melanggar Syariah Islam. Sabda Rasulullah SAW :

لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق

”Tidak ada ketaatan kepada makhluk (manusia) dalam bermaksiat kepada Al Khaliq (Allah SWT).” (HR Ahmad, Al Musnad, Juz 5 no. 20672 & Al Hakim, Al Mustadrak, no 5870).

Demikian pula para ulama apalagi pemerintah, haram berdiam diri. Ulama wajib memberi nasihat atau fatwa kepada para karyawan muslim, dan juga melakukan kritik (muhasabah) kepada pemerintah. Pemerintah khususnya wajib melarang para pemilik mal atau pusat perbelanjaan untuk memaksa karyawannya yang muslim mengenakan atribut Natal.

Jika pemerintah mendiamkan pemaksaan atribut Natal, dan para pemilik mal tetap mengharuskan karyawannya yang muslim memakai atribut Natal, padahal karyawan tersebut sudah menyampaikan penolakan, maka dalam kondisi seperti ini terdapat udzur syar’i bagi karyawan muslim tersebut, yaitu adanya paksaan (ikraah) yang dapat menghilangkan dosa. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

تجاوز الله عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه

”Sesungguhnya Allah telah mengangkat (dosa) dari umatku; yaitu (dosa karena) tersalah (tidak sengaja), lupa, dan apa-apa yang dipaksakan atas mereka.” (HR Ibnu Majah no 2045 dan Al Hakim, Al Mustadrak, no 2801). (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 3/176, hadits hasan). Wallahu a’lam.[] M.Shiddiq Al-Jawi
Powered by Blogger.