Rizal Ramli : Pemerintahan Jokowi= Neo Liberal

+ResistNews Blog  - Memasuki bulan kedua pemerintahan Kabinet Kerja, sejumlah kritik mulai diarahkan kepada duet kepemimpinan Joko Widodo...



+ResistNews Blog - Memasuki bulan kedua pemerintahan Kabinet Kerja, sejumlah kritik mulai diarahkan kepada duet kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Terlebih, ketika pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla mengumumkan kebijakan pengurangan subsidi BBM jenis premium yang berdampak pada naiknya harga BBM premium sebesar Rp2000, dari Rp6500 menjadi Rp8500.

Berbagai kalangan kini mulai mengamati berbagai langkah yang akan dimainkan Jokowi-Jusuf Kalla dalam menakhodai Indonesia untuk lima tahun ke depan. Salah satunya, penilaian yang disampaikan mantan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli.

Terkait visi misi pemerintahan Jokowi-JK, Rizal mengaku, awalnya sangat optimis dengan Jokowi. Tagline-nya, jalan perubahan untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Menurutnya, tema itu penting sekali karena ekonomi Indonesia sudah terlalu kanan.

”Kanan itu artinya siapa yang punya duit punya kuasa. Kanan itu artinya yang kaya makin kaya, yang menengah ke bawah itu ya nggak dapat apa-apalah. Kalau saya sih dari dulu inginnya ke tengah, ke ekonomi konstitusi,” tukas Rizal di kediamannya, 4 Desember 2014.

Begitu Jokowi berpidato dan berbicara macam-macam soal Tri Sakti dsb, Rizal melihat ada harapan kalau  arah akan bergeser. Tapi,dimenit-menit terakhir, wacana itu dibelokkan dan, berubah menjadi Kabinet Kerja.

”Nah, kerja itu kan, kerja buat siapa? Dulu zaman Belanda, waktu tanam paksa, Belanda juga mendidik kita kerja, kerja, dan kerja. Tapi, yang dapat surplusnya, yang dapat untungnya, ya Daendels, ya pengusaha Belanda. Jepang dulu juga begitu, kerja, kerja, kerja, bangun ini, bangun itu, yang dapat manfaatnya kan hegemoni kekuasaan Jepang. Jadi, kerja itu nggak ada nilainya. Nggak ada orientasinya, buat apa, buat asing?” Gusar Rizal.

Rizal juga menyorot Menteri ESDM yang, juga pernah pidato bahwa rakyat Indonesia itu malas karena harga BBM murah.

“Itu pendapat sangat kanan sekali, nyaris fasis,” seloroh Rizal.

Menurutnya, sama sekali tak ada hubungannya rakyat malas dengan harga BBM. Lebih menyakitkan lagi adalah ketika pak menteri ngomong kalau kenaikan BBM itu untuk mengurangi kemiskinan.

”Kenapa dinaikin Rp2000? Naikin aja sekalian Rp1 juta biar berkurang sekalian orang miskin. Bukan hanya soal logikanya, tapi yang lebih penting bagi saya adalah keberpihakannya. Ini keberpihakan yang fasis gitu lho. Selalu nyalahin rakyat, nyalahin rakyat nggak bisa apa-apa. Rakyat kita nggak malas,” tukas Rizal geram.

Dilihat dari isi pidatonya, kampanye Jokowi memang bagus sekali. Tapi begitu sampai diranah tindakan, tindakannya sering tidak ada keberpihakan. Padahal, pemimpin itu kan diukur dengan tindakan, bukan dengan kata-kata.

”Misalnya, Pak Jusuf Kalla, ngumumin minggu lalu bahwa elpiji di bawah 3 kilogram dinaikin harganya. Itu nggak ada hati banget. Siapa sih yang pakai elpiji 3 kilogram itu? Kayak nggak ada cara lain buat nyari uang saja,” ketus Rizal.

Menurutnya, secara sederhana masih banyak cara untuk cari uang.

”Tapi, kalau pemimpin bisanya cuma naikin harga, ngutang, nggak usah jadi pemimpinlah. Tukang Becak juga bisa gitu lho,” semprot Rizal.

Rizal mengambil contoh dari Jepang. Sampai tahun 1980, Negeri Matahari Terbit tidak pernah mengambil utang luar negeri, kecuali dari pasar uang domestic.

”Nggak pernah ada modal asing masuk ke Jepang sampai tahun 80-an. Tapi, dia bisa ngejar Amerika, ngejar Barat. Kenapa? Strategic Policy. China, nggak pernah minjam, modal asing juga gak ada,” papar Rizal.

Sementara, masyarakat Indonesia sudah dicekoki sejak dalam akademik, dalam elektronik, apalagi media, bahwa Indonesia tidak bakal maju kalau tidak utang atau tak ada modal asing. Terjadi kesalahan fatal dalam visi strategic policy Indonesia. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

COMMENTS

Name

#indonesiatanpajil,4,afghanistan,158,afrika,54,agama,303,agenda acara,3,ahmadiyah,3,ajzerbaijan,1,Aksi Gema Pembebasan Soloraya tolak RUU Pendidikan 7 May 2012,1,al islam,178,aljazair,6,amerika,628,analisi,1,analisis,330,analisisjihad,69,arab saudi,91,argentina,1,asean,1,asia,1,australia,51,austria,3,azerbaijan,1,bahrain,4,bangladesh,16,belanda,23,belgia,3,berita,618,beritanasional,1973,bisnisdanekonomi,39,bolivia,1,brasil,5,brunei,15,budaya,25,buletin islam underground noname zine,2,bulgaria,1,ceko,3,chechnya,8,china,80,cina,1,contact,1,democrazy,40,denmark,5,detik2hancurkapitalisme,77,disclaimer,1,diskusi,6,dubai,9,ekonomi,488,eropa,51,ethiopia,2,event,35,faeture,3,feature,4517,featured,13,filipina,28,focus,10,Foto : Pasukan Israel (huffington post),1,Foto-foto Aksi Sebar Flyer #IndonesiaTanpaJIL di Car Free Day Solo,1,galeri,45,ghana,1,guatemala,1,guyana,1,hacker,6,halal,16,healthnews,33,hikmah,8,hukum,412,india,29,informasi,58,inggris,171,intelijen,2,internasional,3748,interview,26,irak,122,iran,61,irlandia,3,islamichistory,79,islamophobia,2,islandia,1,israel,96,italia,16,jepang,8,jerman,35,kamboja,3,kamerun,1,kanada,14,kashmir,1,kaukasus,2,kazakhstan,4,kenya,10,kesehatan,24,khilafahbangkit,33,khutbahjumat,2,kiamat,1,kirgistan,1,kolombia,4,komunitas,6,konspirasi,86,korea,6,kosovo,1,kristologi,1,kuba,1,kuwait,6,laporankhusus,4,lebanon,13,libanon,4,liberal,6,liberia,1,libya,28,malaysia,33,mali,24,maroko,7,media,140,meksiko,1,mesir,244,minoritas,1,motivainspira,4,movie,1,mujahidin,439,muslimah,84,myanmar,104,nafsiyah,73,nasional,1,nigeria,14,norwegia,12,olahraga,1,opini,222,pakistan,69,palestina,511,papua,1,pendidikan,40,pengetahuan,70,perancis,102,perjalanan,32,polandia,1,politik,617,poster propaganda,2,praha,1,press release,135,qatar,8,resensi,17,review,141,rusia,83,sejarah,13,senegal,1,singapura,5,skotlandia,1,slovakia,1,somalia,63,sosial,1186,sosok,43,spanyol,13,spionase,1,srilanka,8,sudan,8,suriah,441,swedia,7,swiss,5,syariah,3,syiah,4,Tafsir,1,taiwan,1,tajikistan,4,takziyah,1,technews,51,technews',1,teknologi,80,thailand,26,timor leste,1,timur tengah,3,transkrip,32,tsaqofah,151,tunisia,25,turki,86,ukraina,3,uruguay,2,uzbekistan,8,vatikan,8,venezuela,4,video,361,wasiat,14,wawancara,89,yahudi,7,yaman,75,yordania,29,yunani,4,zimbabwe,1,zionist,4,
ltr
item
ResistNews Blog: Rizal Ramli : Pemerintahan Jokowi= Neo Liberal
Rizal Ramli : Pemerintahan Jokowi= Neo Liberal
http://2.bp.blogspot.com/-5HnnXnA1pGc/VIF_XSTbjRI/AAAAAAAAEXU/AzXj9Vad6p0/s1600/Rizal-ramli.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-5HnnXnA1pGc/VIF_XSTbjRI/AAAAAAAAEXU/AzXj9Vad6p0/s72-c/Rizal-ramli.jpg
ResistNews Blog
http://blog.resistnews.web.id/2014/12/rizal-ramli-pemerintahan-jokowi-neo.html
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/2014/12/rizal-ramli-pemerintahan-jokowi-neo.html
true
1507099621614207927
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy