Archive by date

Muslim Australia Dikambinghitamkan

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Laman www.aa.com.tr (22/2/2015) melaporkan, bahwa sehari sebelum Perdana Menteri Australia berupaya menunjukkan UU keamanan yang baru untuk menekan kelompok ‘ekstremis’, sebuah organisasi yang menghadapi ancaman pelarangan mengatakan bahwa Tony Abbott menggunakan kaum Muslim di negara itu sebagai kambing hitam untuk menuai popularitasnya yang anjlok. “Ini adalah kasus yang jelas; Perdana menteri menggunakan isu keamanan nasional untuk menyokong keamanan pribadinya. Lebih luas lagi, dia menarik keluar kartu keamanan nasional untuk memasuki arena politik yang dipenuhi ketakutan untuk mendapatkan poin politik,” kata Utsman Badar kepada The Anadolu Agency pada hari Minggu. Badar adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Australia.

Sebagaimana diketahui, Hizbut Tahrir (HT) adalah organisasi Islam internasional yang didirikan pada tahun 1953. HT menyerukan pendirian sebuah negara Islam (Khilafah) di Timur Tengah di bawah naungan hukum Islam. HT sudah dilarang di beberapa negara.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Tony Abbott akan memberikan Pernyataan Keamanan Nasional di Ibukota Australia, Canberra. Dia telah menunjukkan bahwa dia mengincar Hizbut Tahrir. “Jika bertindak keras terhadap Hizbut Tahrir dan organisasi lain yang menumbuhkan ekstremisme di pinggiran kota berarti pengesahan undang-undang itu lebih lanjut, kami akan melakukan itu,” kata Abbott dalam sebuah pidato di National Press Club pada awal Februari.

Awalnya, dia mengecam organisasi itu pada bulan Oktober dalam sebuah wawancara di Radio Fairfax. Saat itu dia mengatakan bahwa organisasi itu membenarkan sebuah ideologi yang membenarkan “terorisme.” “Itulah alasannya mengapa saya mengatakan hal itu tidak bersifat Australia,” tambahnya.

“Mereka juga tidak islami karena tidak ada Muslim terhormat yang berpandangan seperti itu.”

“Ini adalah sebuah organisasi yang sangat berhati-hati untuk menghindari dalam menganjurkan terorisme, namun selalu membuat alasan terhadap organisasi-organisasi teroris. Saya menganggap hal itu sebagai tidak Australia,” katanya.

Badar sangat tidak setuju. “Abbott hanya menggunakan komunitas Muslim sebagai kambing hitam dan dia menargetkan Hizbut Tahrir karena kita yang paling blak-blakan,” katanya. “Dia menggunakan kita sebagai bola politik… Tidak ada bukti yang membenarkan seruan pelarangan dari Perdana Menteri.”

Grand Mufti Australia telah berpihak kepada Hizbut Tahrir. Adapun Jaksa Agung Australia George Brandis mengatakan kelompok itu sudah lama “terdesak.” “Kami prihatin bahwa Hizbut Tahrir memberikan iklim yang membuatnya lebih mudah bagi para perekrut teroris untuk melakukan pekerjaan mereka,” katanya kepada televisi ABC, Jumat.

Badar, yang tidak mengungkapkan jumlah anggota HT di Australia, mencemooh gagasan tersebut, dan mengacu organisasinya sebagai partai politik. “Kami menentang dan menantang ideologi itu secara intelektual dan politik. Namun tampaknya, hal ini dalam demokrasi liberal tidak dapat diterima,” katanya.

Meskipun ada pernyataan di depan umum bahwa mereka menolak demokrasi, Badar bersikeras, Khilafah yang ingin didirikan oleh kelompok itu semata-mata ada di negara-negara yang mayoritasnya umat Islam. “Kontroversi ada di sekitar kenyataan bahwa karena propaganda media, orang beranggapan bahwa tujuan kami adalah mendirikan Kekhalifahan di Australia. “Itu tidak benar. Tujuan kami adalah mendirikan Kekhalifahan di Dunia Muslim, “katanya.

Dia mengatakan bahwa HT menentang apa yang Pemerintah Australia sedang “coba paksakan kepada komunitas Muslim dalam hal asimilasi yang dipaksakan dan Islam moderat”. “Sejauh berkaitan dengan kebijakan, kami menyebut itu sebagai ‘paternalisme yang dilembagakan dalam manajemen Islam’ yang diberi legitimasi di negeri ini,” katanya.

“Kami hanya meminta Pemerintah untuk tidak mulai mendikte keyakinan yang harus kami miliki dan bagian mana dari Islam yang harus kami tinggalkan, karena Pemerintah tidak bisa menerima hal-hal itu.”

Dia membantah sebuah video Hizbut Tahrir yang memimpin pertemuan di Lakemba, New South Wales, pada Oktober tahun lalu, yang menunjukkan mereka meradikalisasi anak-anak berumur enam tahun, sebagaimana yang ditegaskan oleh Channel Seven, atau bahwa pertemuan pada bulan Januari itu menyerukan pembentukan tentara untuk memprovokasi berlakunya hukum syariah di Australia. “Mereka (Siaran Channel Seven) sengaja menyesatkan pemirsanya,” katanya.

Pada hari Jumat, Grand Mufti Australia, Dr. Abu Muhammad, berbicara menentang kemungkinan larangan terhadap Hizbut Tahrir. Abbott membalas dengan mengatakan bahwa komentar mufti itu adalah komentar yang keras kepala dan tidak membantu. Tanggapan itu membuat marah 64 organisasi Muslim dan masyarakat dan 42 pemimpin agama.

Dalam sebuah pernyataan, mereka menuduh Abbott “mengintimidasi” para pemimpin Islam tertinggi di negara itu. Mereka mengatakan, Abott mengancam untuk mengatasi dan menindak kelompok-kelompok Islam yang kejahatan mereka hanyalah berbicara tentang sikap mereka terhadap kaum Muslim yang membuat “politik menjadi nyaman”.

Badar menyatakan, “Di Barat usaha kami tidak pernah melembagakan perubahan sistemik, tetapi hanya perubahan ideologis,” katanya.

“Itu alasannya mengapa kami legal di AS, Inggris dan Australia selama dua dekade terakhir. Jika kami bekerja di sini untuk menggantikan demokrasi dengan suatu Kekhalifahan, apakah Anda pikir kami akan legal?”

Dia mengatakan bahwa jika kelompok ini dilarang besok malam, “hal itu akan bertentangan dengan premis dasar demokrasi yang memungkinkan orang untuk mengekspresikan pandangan mereka selama tidak melakukan kekerasan.”

Selesai wawancara dengan AA, Badar mengirimkan pesan email ke AA. Dia mengatakan pesannya kepada Tony Abbot, “Anda tidak dapat menekan Hizbut Tahrir dengan larangan atau ancaman.”

“Belajarlah dari contoh-contoh rezim despotik di dunia Muslim. Ide tidak bisa dilarang, tetapi bisa ditantang dan diperdebatkan jika Anda memungkinkan hal itu.”

Sebuah survei Newspoll untuk koran The Australian pada awal bulan ini menunjukkan Abbott hanya mendapat rekor terendah dari masyarakat. Masyarakat memberi dia peringkat terburuk bagi seorang perdana menteri sejak tahun 1994.

Dia telah membuat banyak orang Australia merasa terasing dengan gaya pemerintahannya yang otokratis sehingga membuat apa yang disebut sebagai “seruan kapten” pada isu-isu kontroversial.

Alhasil, begitulah Australia—juga Amerika, Inggris negara-negara Barat lainnya yang mengklaim sebagai Negara-negara demokratis, fakta mereka tidaklah demokratis dalam memperlakukan umat Islam walaupun mereka adalah warga negaranya. Ini membuktikan untuk ke sekian kalinya, bahwa demokrasi—dengan kebebasannya—yang dipuja oleh pemerintahan negara-negara Barat hanyalah lipstick belaka jika menyangkut nasib umat Islam. Dengan demikian, demokrasi hanyalah omong-kosong. [hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Arab Saudi: Pergeseran Kekuasaan Berdampak Pada Tingkat Politik Luar Negeri dan Minyaknya

item-thumbnail


Ketika Inggris berusaha menghancurkan Khilafah Islam, Inggris sangat serius memanfaatkan para anteknya untuk membantu mewujudkan keinginannya, Syarif Hussein di Hijaz, Abdul Rahman Al-Saud di Kuwait dan Abdul Aziz untuk memimpin perang di Najd dan Hijaz, serta seluruh Semenanjung Arab dan seterusnya. Dengan dukungan Inggris, Abdul Aziz berhasil menguasai negeri dua tempat suci (bilādul haramain) pada tahun 1932, mengumumkan berdirinya Kerajaan Arab Saudi, mengangkat dirinya sendiri sebagai raja, dan menetapkan anak-anaknya untuk menjadi raja sesudahnya.

Pada saat dunia sedang sibuk dalam Perang Dunia II, sebuah perusahaan Amerika menemukan minyak di Arab Saudi pada tahun 1938. Presiden AS Franklin D. Roosevelt datang memenuhi Raja Abdul Aziz (yang sedang menderita perlakuan buruk dari Inggris) di atas kapal USS di Mesir selama lima jam. Sejak itulah, rezim Arab Saudi berubah dari antek Inggris menjadi antek Amerika.

Namun, setelah Perang Dunia II, Inggris berusaha untuk membuat antek baru dari anak-anak Abdul Aziz, dengan harapan akan ada dari mereka yang berkuasa, sehingga mereka berperan dalam membagi kekayaan.

Antek Inggris yang paling terkenal adalah Raja Faisal. Ia dikenal dengan kebijakannya yang anti Amerika. Akibatnya, ia akhirnya tewas di tangan keponakannya, setelah kembalinya dari Amerika. Kemudian beredar cerita, bahwa ada provokasi untuk membunuh dia akibat kebijakannya yang anti Amerika, dan menghentikan ekspor minyaknya.

Menurut urutan, yang menjadi raja adalah Khalid. Adapun saudaranya, Fahd yang memimpin Arab Saudi, sebelum adanya penyerahan kekuasaan secara resmi ia dikenal sangat loyal pada Amerika. Fahd menjadi pintu yang memuluskan Amerika untuk menduduki negeri dua tempat suci (bilādul haramain), dengan sejumlah pangkalan dan kekuatan militernya, dan banyak peristiwa dimana kami belum bisa mengungkapnya.

Namun, kemudian antek Inggris, Abdullah bin Abdul Aziz, mengendalikan sebagian besar urusan pemerintahan pada tahun 1997, setelah Raja Fahd menderita stroke. Pada tahun 2005, Abdullah bin Abdul Aziz secara resmi menjadi Raja Arab Saudi. Inggris pun bisa bernafas lega. Pada saat itulah terjadi pergeseran dalam kebijakan Arab Saudi. Karena itu dalam beberapa hal, politik Inggris sangat kentara di Arab Saudi, seperti memberi Khalid Tuwaijiri, loyalis Inggris, peran lebih besar dalam menjalankan urusan negara, dan memasukkan para penasihat Inggris untuk Garda Nasional dalam sebuah fenomena baru. Juga tampak jelas penentangan Raja Abdullah terhadap kebijakan Amerika di Irak, serta perbedaan mengenai cara pengelolaan krisis di Suriah, serta krisis harga minyak baru-baru ini dimana jelas menunjukkan bagaimana Arab Saudi sengaja untuk menyakiti Amerika.

Dengan meninggalnya Raja Abdullah, Inggris kehilangan antek penting yang selama masa kekuasaannya telah menerapkan kebijakannya di kawasan Timur Tengah. Karena itu tidak mengherankan bahwa bendera Inggris dikibarkan setengah tiang selama tiga hari di Istana Birmingham untuk kematiannya.

Sebaliknya, Amerika bernafas lega setelah meninggalnya Raja Abdullah saat beberapa jam kemudian diangkat Raja Salman. Dalam keputusan pertamanya untuk menghancurkan sendi-sendi pemerintahan Inggris, ia mengumumkan segera pemberhentian Khalid Tuwaijri, dan menyerahkan Kementerian Pertahanan kepada anaknya, Muhammad untuk sungguh-sungguh menjalankan peran Garda Nasional. Namun, keputusan yang paling penting adalah penunjukan Muhammad bin Nayef bin Abdul Aziz sebagai putra mahkota. Muhammad bin Nayef, adalah orang Amerika terpenting di Arab Saudi untuk saat ini.

Kantor berita Amerika, MSNBC, menyebut dia sebagai jenderal perang melawan terorisme. Ia benar-benar telah mendapatkan kepercayaan pemerintah Amerika. Ia telah mengunjungi Amerika dua kali dalam satu tahun terakhir, dan yang terakhir pada tanggal 12 Desember. Selama empat hari kunjungannya, ia bertemu dengan Presiden Obama, Menteri Luar Negeri, Menteri Keamanan Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan Amerika, serta sejumlah pejabat senior keamanan, terutama Direktur FBI, Wakil Direktur Badan Keamanan Nasional Amerika, Direktur CIA dan Wakilnya, dan Menteri Pertahanan Amerika, termasuk sejumlah pemimpin kongres dari Partai Republik dan Partai Demokrat, serta sejumlah kegiatan dan kunjungan lainnya.

Kunjungan itu dilakukan setelah tiga minggu kunjungan Menteri Garda Nasional, Mut’ab bin Abdullah bin Abdul Aziz ke Amerika. Sayangnya Mut’ab gagal mendapatkan kepercayaan dari Amerika. Kemudian Salman memberhentikan dia dan menjauhkan dari semua impian masa depan. Namun, dengan kunjungan Muhammad bin Nayef baru-baru ini, maka pendapat para politisi Amerika semakin kuat untuk menjadikan dia sebagai pilihan mereka yang terbaik guna memimpin Arab Saudi berikutnya, dan mereka akan mengumumkannya sebagai raja masa depan. Dengan demikian, Amerika telah menyiapkan generasi baru kedua dari para pangeran Keluarga Saud.

Reaksi Amerika atas meninggalnya Raja Abdullah dan berkuasanya Salman sangatlah besar. Banyak pernyataan pejabat, terutama terkait kunjungan singkat Obama ke India, dan kedatangannya di Riyadh untuk memberkati anteknya yang berhasil mengambil kendali negara produsen minyak terbesar di dunia, untuk memberi dia petunjuk dan arahan langsung tanpa penundaan atau perantara. Obama datang di Riyadh dengan delegasi resmi terbesar. Ia didampingi oleh lebih dari 30 pejabat serta konsultan keamanan dan ekonomi untuk menunjukkan pentingnya kunjungan ini. Bahkan telah dilakukan diskusi sejumlah isu politik dan ekonomi, terutama tentang masa depan Raja dan dua deputinya.

Harga minyak mulai naik secara bertahap setelah meninggalnya Raja Abdullah, dan berubahnya kebijakan yang sebelumnya beraroma Inggris. Hubungan Amerika-Arab Saudi akan membaik sedikit demi sedikit, dan kemudian puncaknya ketika Muhammad bin Nayef telah mengambil alih kekuasaan di Arab Saudi.

Sungguh sangat menyedihkan, bahwa kami melihat bilādul haramain al-syarīfain (negeri dua tempat suci), dan tempat turunnya wahyu berada dalam cengkraman kaum kafir. Kaum kafir saling berebut, mencuri kekayaannya, mengendalikan kebijakannya, menyebarkan ide-idenya, serta menyerang Islam dan kaum Muslim dari benteng dan sumbernya. Kami memohon kepada Allah agar segera membebaskan negeri kami dari dominasi kaum kafir, dan membantu kami untuk mendirikan negara khilafah Islam ala minhājin nubuwah, serta menjadikan kami tentaranya. Sangatlah mudah bagi Allah untuk mewujudkan semua itu. [Abdullah al-Qahthani – Bilādul Haramain al-Syarīfain/Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 20/2/2015].
loading...
Read more »

Obama Kumpulkan 60 Negara di Washington Untuk Belajar Perang Pemikiran Melawan Islam

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Presiden AS, Barack Obama, dalam konferensi yang digelar di ibukota Amerika, Washington, mendesak untuk membahas cara-cara mengatasi fenomena ekstremisme. Obama meminta para pemimpin negara-negara Barat dan negara-negara Islam untuk bersatu guna mengalahkan “janji-janji palsu ekstremisme”, dan menolak gagasan yang mengatakan bahwa kelompok teroris mewakili Islam.

Presiden AS mengatakan kepada para peserta konferensi yang mewakili 60 negara, “Para teroris tidak berbicara dengan bahasa satu miliar Muslim…Kita tidak sedang berperang dengan Islam.”

Obama mengatakan kepada para peserta konferensi yang berlangsung tiga hari, bahwa perang melawan ekstremisme tidak dapat dimenangkan oleh kekuatan militer saja, namun komunitas Muslim harus memainkan perannya juga. Obama meminta komunitas Muslim di Amerika Serikat untuk berbuat lebih banyak dalam menghadapi apa yang disebut dengan “ekstremisme dan kekerasan”.

Hal ini jelas bahwa dimensi konferensi ini, dengan 60 negara bertemu di bawah naungan Amerika Serikat selama tiga hari, ini jauh melampaui aksi militer, yang oleh Obama disebut kekuatan bersenjata; juga jauh melampaui dimensi para penguasa Arab, kaum Muslim hingga komunitas Muslim dan aksi masa.

Semua ini disebabkan oleh kesadaran Amerika terhadap hakikat tantangan yang tengah dihadapi Barat dan peradabannya. Jelas mereka menyadari bahwa tantangan budaya adalah yang paling menonjol dan berbahaya bagi mereka, terutama karena mereka melihat terpuruknya dan runtuhnya peradaban Barat dari hari ke hari, setelah tampak kerusakannya, dan dunia terbakar oleh apinya; juga setelah faktanya terungkap bahkan di depan para pengikutnya, bahwa peradaban Barat adalah peradaban zalim, diktator, sombong, pembantai dan tidak manusiawi. Sebaliknya, Barat tidak melihat pada selain Islam sebagai ancam terhadap peradabannya, dan alternatif untuk dunia, sebagaimana yang mereka lihat munculnya mobilitas kuat yang menggoncang dunia Muslim, serta di tengah-tengah komunitas Muslim di Barat, saat mereka tengah berfikir tentang Islam sebagai peradaban alternatif.

Jadi, ketika Obama berbicara dan mengatakan, “Perang melawan ekstremisme tidak dapat dimenangkan oleh kekuatan militer saja,” sudah tidak ada cara lain, selain perang ideologi pemikiran. Perang ini tidak dapat dikalahkan oleh militer dan aliansi Salibis, sebab peralatan perang ini berbeda dari peralatan perang militer.

Jadi, hal pertama yang ingin dilakukan Obama dan Barat adalah menyesatkan umat Islam, umat dua miliar, saat Obama sengaja salah dalam menyebutkan jumlahnya, dengan mengatakan “satu miliar Muslim”. Dengan pengaburan ini, Obama ingin menegaskan bahwa perang ideologi ini tidak untuk melawan mereka, melainkan untuk kelompok ekstremis yang jumlahnya sedikit dibandingkan dengan seluruh kaum Muslim. Dengan begitu, mungkin bagi Obama untuk menyerang setiap peradaban Islam yang tidak sejalan dengan Barat, dan mengancam peradaban Barat, dengan memanfaatkan kelompok kecil tersebut, serta berdalih bahwa itu tidak dimaksudkan untuk Islam atau kaum Muslim.

Itu adalah politik belah bambu lama yang diperbarui. Ini digunakan Barat terhadap bangunan tinggi Islam karena mereka tahu bahwa Islam tidak mungkin disatukan atau dibentuk suatu masyarakat yang tunduk pada ideologinya yang busuk dan rusak.

Obama menyadari betapa besarnya tantangan yang dihadapi masyarakatnya melalui komunitas Muslim yang sedang merapat ke lubang Islam, dari hari ke hari. Barat ketakutan bahwa itu akan menjadi bom waktu di dalam rumahnya. Oleh karena itu, ia ingin fokus pada netralisasi konflik. Hal ini dilakukan, jika semua tidak dapat digunakan dalam perang melawan generasi umat Islam.

Tentu saja, melalui kebangkrutan pemikiran Barat, ia tidak mampu untuk memasarkan pemikirannya, seperti ketika ia menguasai dunia. Karena itu tidak ada cara lain di depannya selain menyerang peradaban Islam melalui pendistorsian dan penyesatan terhadap setiap dimensi diskusi peradaban, dan konfrontasi pemikiran.

Dengan demikian, umat Islam sedang dalam perang pendistorsian pemikiran. Dalam hal ini, Barat mungkin akan menggunakan cara-cara lama atau baru yang bisa dilakukan. Tujuannya adalah mencegah umat Islam dari mengembalikan kemuliaan dan kebangkitannya di bawah naungan Khilafah ar-Rasyidah ala minhajin-nubuwah yang dijanjikan Allah. Akan tetapi, dengan dedikasi sekelompok orang-orang mukhlis yang berjuang siang malam demi agama ini, dan dengan pembelaan serta pertolongan Allah kepada para kekasihnya, maka upaya-upaya Barat dan rencana-rencananya akan berujung pada kegagalan dan kehancuran, dengan izin Allah.

﴿إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ﴾

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (QS Ghāfir [40] : 51).

[pal-tahrir.info/ +ResistNews Blog ].
loading...
Read more »

Bakar Gereja, Zionis Sulut Kemarahan Umat Nasrani

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Para pemukim Zionis, Kamis (26/2) membakar gereja Raqadah Sayidah di kota Al-Quds, sebagai bagian dari rangkaian pelanggaran mereka terhadap umat Nasrani. Sejumlah media mengatakan, para pemberontak pemukim Zionis yang menamakan diri “gerilyawan balas dendam” telah membakar gereja tersebut hingga sebagian besar bangunannya rusak.

Mereka juga menuliskan kata-kata rasis di dinding gereja tersebut sebelum menyiramkan bahan bakar di salah satu ruangan bangunan tempat belajar anak-anak sekolah teologi Kristen Yunani. Mereka juga menumpahkan bahan bakar itu di toilet.

Aksi pembakaran juga dilakukan gerombolan Yahudi terhadap Masjid Jub’ah di Betlehem dan Masjid Al-Huda di Tepi Barat. Pada tahun ini banyak sekali peristiwa penodaan yang dilakukan Zionis terhadap tempat ibadah ummat Islam dan Kristen di Tepi Barat.

Gerilyawan “Balas Dendam” adalah kelompok pemukim Zionis yang paling agresif, terutama pada tahun ini dalam aksinya mengincar masjid-masjid dan tempat ibadah ummat Kristen, sekaligus harta milik warga Palestina seperti rumah, mobil, dan bangunan lainya.

Walau sudah diketahui pelaku perusakan tersebut, namun kepolisian Zionis masih saja mengatakan tidak tahu siapa pelakunya. Demitri Delyani, sekjen komunias Kristen di Al-Quds mengatakan, tempat-tempat ibadah Islam dan Kristen menjadi target perusakan dari kelompok teroris yahudi. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Teruslah Merokok !! Maka Otak Anda akan Rusak

item-thumbnail


+ResistNews Blog  - Kerusakan lapisan luar otak akibat merokok mungkin masih bisa diperbaiki jika berhenti merokok, meski membutuhkan waktu bertahun-tahun, demikian kesimpulan penelitian di Skotlandia. Scan otak 500 septuagenaries Skotlandia memperlihatkan hubungan antara merokok dan percepatan penipisan korteks, lapisan luar materi abu-abu. Namun peneliti kali pertama menunjukan potensi pemulihan setelah berhenti merokok.

Hasil penelitian yang dipublikasikan Nature Journal Molecular Psychiatry menyebutkan korteks mantan perokok memperlihatkan pemulihan dari tahun ke tahun. “Pemulihan itu parsial, dan butuh waktu panjang,” demikian ungkap peneliti.

Bukti memperlihatkan rata-rata perokok memiliki fungsi kongnitif yang buruk di kemudian hari, serta menderita penurunan fleksibilitas kognitif dan memori. Juga tidak ada bukti apakah bisa diperbaiki.

Studi ini menggunakan orang-orang yang berpartisipasi dalam Mental Survey saat masih remaja sejak 1947. Tahun 2007, mereka — terdiri dari 36 masih merokok, 223 mantan perokok, dan 245 tidak pernah merokok — menjalani scan otak.

Kini, mereka yang masih merokok memiliki korteks lebih tipis. Yang berhenti merokok memperlihatkan pelambatan penipisan korteks, bahkan ada yang kortesnya kembali tebal. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Menag Akui Sunni dan Syiah tak Mungkin Bersatu

item-thumbnail


+ResistNews Blog  – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, antara Ahlussunnah dengan Syiah, tidak mungkin untuk disatukan. Namun, dia mengharapkan supaya masyarakat tetap dingin dalam mensikapinya. Lukman berharap supaya konflik seperti di Suriah tidak terjadi di Indonesia.

“Indonesia berpotensi menjadi seperti itu. Sunni-Syiah memang tak mungkin disatukan,” jelas Lukman di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (26/02).

Menurut Menag, hal ini mengejutkan karena lima atau 10 tahun sebelumnya isu agama tidak sebesar ini. Apalagi kemudian terjadi serangan oleh kelompok Syiah terhadap jamaah majelis zikir pimpinan Ustaz Arifin Ilham.

“Isu Sunni-Syiah lima sampai 10 tahun lalu tidak kita alami. Tapi kini masyarakat kita reaktif menanggapi isu ini,” ujar Lukman.

Sebelumnya, Lukman telah menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam bercirikan Ahlussunnah wal Jamaah. Karena itu ia berharap suapa aliran-aliran minoritas seperti Syiah tahu diri terhadap fakta tersebut.

Secara tegas, Lukman menyebut aliran Syiah, yang berbeda dengan Aswaja supaya dapat menghormati paham ahlussunah yang berlaku di Indonesia.

“Cercaan kepada sahabat, istri Rasul, dan semuanya itu akan menimbulkan problem yang luar biasa bagi umat Islam Indonesia yang sunni ini,” ungkapnya. (suaraislam/lasdipo/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Pentagon Akan Kirim 10.000 M-16 dan Peralatan Militer $ 18 Juta ke Irak

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Pentagon menyatakan pada Selasa (24/2) bahwa pihaknya akan mengirim sekitar 10.000 pucuk senjata M-16 dan perlengkapan militer lainnya senilai sekitar $ 17.900.000 ke Irak pekan depan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari operasi pelatihan dan penyediaan peralatan tempur pasukan Irak oleh AS.

Bantuan segar yang diberikan AS itu diungkapkan sebagai bagian dari rencana penyerangan besar-besaran ke Mosul oleh tentara Irak.

Juru bicara Pentagon Kolonel Angkatan Darat Steve Warren mengatakan 10.000 kacamata optik red-dot dan 100.000 magazine amunisi juga dikirim ke Irak, bagian dari kesepakatan pembiayaan militer yang telah disepakati bersama.

Ribuan helm Kevlar dan pelindung tubuh ditambah 250 lapis baja, kendaraan tahan bom telah dikirim ke Irak pada bulan Januari. Warren mengatakan Amerika Serikat mengirimkan 232 rudal Hellfire kepada pasukan Irak pada 15 Februari, dimana 1,570 telah dikirimkan tahun lalu. Dia mengatakan radio untuk kendaraan lapis baja akan tiba bulan depan.

Pasukan Irak nampaknya tidak main-main dengan operasi penyerangan Mosul. Akankah Mosul menjadi kuburan masal tentara Irak? Wallahua’lam. (wb/lasdipo/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Amerika Akan Tarik Pasukannya dari Filiphina Selatan

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Tentara Operasi Khusus AS ditarik keluar dari base camp mereka di Filipina selatan pada Rabu (25/2). Penarikan menandai semakin berkurangnya kehadiran militer Amerika di kawasan rawan konflik tersebut.

Unit anti-terorisme – Joint Special Operations Task Force-Filipina (JSOTF-P) – telah membuat markas militer di daerah Filiphina selatan sejak 2002. Mereka ditempatkan di sana dalam rangka menekan pejuang Islam seperti afiliasi Al-Qaeda, MILF dan Abu sayyaf.

Selama bertahun-tahun, sekira 300-600 militer AS bekerjasama dengan Filiphina dalam operasi intelijen, dukungan misi bagi pasukan Filipina, evakuasi korban dan logistik.

Unit akan diganti dengan yang lebih kecil, setingkat satuan komando di Angkatan Bersenjata Filipina yang bermarkas markas di Zamboanga City.

Dalam upacara bendera penurun di Camp Navarro di Zamboanga City pada Rabu, US Army Kolonel Erik Brown mengatakan, “Selama hampir 13 tahun, JSOTF-P dengan bangga mendukung Angkatan Bersenjata Filipina dan Kepolisian Nasional Filipina. Melalui berbagai keberhasilan dan beberapa kemunduran sesekali, kemitraan kami telah tumbuh lebih kuat dan lebih dalam selama bertahun-tahun.”

AS memiliki kehadiran militer yang kuat di Filipina tetapi tentaranya dilarang mengambil bagian dalam operasi. Meski dilarang, Brown mengatakan 17 prajurit AS tewas lebih dari 13 tahun.

Bulan lalu, ketika 44 pasukan komando polisi tewas dalam pertempuran dengan mujahidin di provinsi Maguindanao, tentara AS terlihat terlibat dalam misi tempur. Hal ini dibantah oleh AS meskipun sebuah foto terlihat seorang pria Kaukasia membantu mengevakuasi korban.

Sudah bukan rahasia lagi jika Amerika merupakan penghalang utama gerak laju mujahidin di mana saja mereka berada. Meski di ujung hutan terpencil pun, asal yang dibahas adalah mujahidin, Amerika akan ikut campur di dalamnya. (wb/lasdipo/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

[VIDEO] Apakah Kesetaraan Gender Nilai yang Universal?

item-thumbnail


loading...
Read more »

Ismail Yusanto: Ini Pandangan Hizbut Tahrir Terhadap Syi’ah

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Gerakan syiah menjadi perbincangan hangat – kembali – baru-baru ini akibat ulah pendukungnya menyerang kampung ustadz Arifin Ilham Pembina Majelis Dzikir Az Zikra. Beberapa Ulama berkumpul menyatakan sikap, bahkan Ahad (22/2/2015) para habaib, ulama NU, dan lembaga- lembaga Islam berkumpul dalam tabligh akbar bertajuk Mengokohkan Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Di tempat terpisah, di Yogyakarta, saat Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) berlangsung, kepada Alhikmah, salah satu lembaga politik di Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui Jubirnya Ismail Yusanto menjelaskan sikap HTI terhadap syi’ah.

“Hizbut Tahrir sebagaimana umat Islam, berpegang teguh pada akidah Islam, yakni Arkanul Islam. Barangsiapa yang tidak beriman kepada salah satu rukun iman itu, maka ia telah keluar dari Islam. Siapa pun, tanpa harus kita sebut, mereka sudah keluar dari Islam,” kata Ismail Yusanto.

“Mereka yang mengatakan bahwa Al Quran sekarang ini belum genap, masih ada di Lauhil Mahfudz, apalagi sampai mengatakan nabi keliru. Kan gitu, sebagian umat syiah merasa nabi keliru karena tidak menyampaikan pesan yang sudah ditetapkan Allah tentang kewalian, kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Kemudian mengecam para sahabat juga. Sikap kita tegas mengatakan siapa saja yang seperti itu, bukan Islam, kalau Syiah seperti itu berarti mereka bukan Islam,” tegasnya.

Ismail Yusanto pun menyitir kitab Shakshiah Islamiyyah jilid II yang secara khusus mengkritik pendapat syiah. “Mereka itukan dibangun oleh satu paradigma inti, yaitu tentang kepemimpinan Ali, mereka membangun itu dengan mengembangkan dalil hadits Ghadir khum, sejumlah ayat yang ditafsirkan secara paksa untuk menunjukkan kewalian Ali, pendapat-pendapat itu dibantah Hizbut Tahrir di dalam kitab Syaksiyah tersebut,” tambahnya.

Dalam kitab resmi HT tersebut, Ismail menyebutkan bahwa Nabi tidak pernah menunjuk Ali sebagai pemimpin setelah beliau. “Apalagi kemudian sekarang ini, Syiah itu melakukan konspirasi dengan kekuatan negara-negara dari timur atau barat untuk memerangi umat Islam, seperti yang terjadi di Suriah, jadi secara politik mereka juga bermasalah, membela Assad. Bahkan, kita menilai bahwa revolusi Iran itu adalah revolusi yang didesain bersama CIA, jadi itu pandangan lama dan baru kemudian baru diungkap akhir-akhir ini,” tegas Ismail.

Walaupun Hizbut Tahrir menganggap Syiah sebagai musuh umat Islam, namun Ismail Yusanto menilai ada musuh Islam selain syiah yang juga berbahaya. “Kita perlu juga mewaspadai, jangan sampai melupakan musuh lain yang lebih besar dari itu. Ancaman musuh-musuh besar seperti neoliberalisme, kapitalime, nah itu yang saya kira penting untuk diperhatikan,” tegas Ismail.

Ia pun menilai jangan sampai umat Islam lupa untuk menegakkan syariah dan khilafah.
“Syiah (Iran) itu baru muncul setelah Khilafah Utsmani runtuh, kemudian mereka mempunyai negara sendiri melalui revolusi Iran, barulah menyebar ke mana-mana. Syiah itu, dia bisa begitu itukan setelah umat Islam, sunni, tidak punya kekhilafahan,” kata Ismail.

Menurutnya, sekarang ini, negara-negara Barat, Amerika, dsb., berusaha agar khilafah tidak berdiri. “Kalau khilafah tidak berdiri, maka kita akan terus berkutat pada permasalahan yang tak berujung. Menghadapi syiah tidak bisa, apalagi yang lebih besar dari itu,” tambahnya.

Menurut Ismail Yusanto, sekarang ini pelbagai negara di mana ada syiah di sana, berujung konflik. “Yaman juga sudah dikuasai. Keinginan mereka untuk mempunyai negara bulan sabit hampir terpenuhi, Iran, Irak, Suriah, Libanon, mereka ingin Saudi Arabia yang kaya akan minyak buminya,” kata Ismail.

Hizbut Tahrir, menurut Ismail belum secara khusus melakukan langkah-langkah secara spesifik tentang syiah. “Tapi kalau dari pandangan dalam kitab-kitab sudah ada. Khusus Bashar Assad (rezim Suriah) juga ada,” ungkapnya.

Fenomena penyebaran syiah menurut Ismail Yusanto laiknya kristenisasi, karena hilangnya peran negara melindungi akidah rakyatnya. “Tapi kita tahu bahwa kristenisasi terjadi karena negara tidak bisa melindungi akidah rakyatnya yang muslim, sehingga terbawa arus kristenisasi. Pun dengan Syiah,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan bahwa jika ada anggota HTI yang mendukung syiah, atau bahkan menganut syiah, maka otomatis mereka akan keluar dengan sendirinya.

“Bila ada anggota Hizbut Tahrir yang menjadi simpatisan syiah atau menjadi syiah, otomatis mereka akan keluar sendiri. karena kalau sudah berbicara ideologi, kalau sudah tidak sama, tidak akan betah, tidak mungkin setuju dengan pandangan-pandangan dalam kitab-kitab seperti kitab Syaksiyah tadi. Hizbut tahrir kan mengusung tegaknya syariah khilafah, sementara syiah tidak, jadi tidak akan sama. Kalau pun mereka berusaha merongrong Hizbut Tahrir dari dalam, akan kami keluarkan,” tegasnya.

[alhikmah.co/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Baru Berjalan Satu Tahun, BPJS Terancam Bangkrut

item-thumbnail
+ResistNews Blog - Baru berjalan setahun, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) terancam bangkrut. Biaya pengeluaran atau klaim yang harus dibayar terus membengkak sehingga menyulitkan pengelola untuk mengatur keuangan.

"Bahkan khusus di Jatim mengalami defisit hingga Rp2,7 triliun karena klaim BPJS yang harus dibayar mencapai Rp5,7 triliun," kata Jamaluddin, Koordinator BPJS Watch, seusai bertemu dengan Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur, Rabu (25/2/2015).

Menurut Jamal, kebangkrutan yang mengancam BPJS diakibatkan kepesertaan BPJS tidak berjalan sesuai dengan harapan. Padahal sesuai amanat Undang-undang No 24 tahun 2011 tentang JKN, kepesertaan BPJS Kesehatan harus tuntas pada Januari 2015 dan BPJS Ketenagakerjaan tuntas pada Juli 2015.

Padahal jika mayoritas masyarakat di Jawa Timur jadi peserta, maka defisit anggaran sebenarnya bisa tertutupi. "Tidak usah seluruh masyarakat, kalau pekerja saja seluruhnya ikut dengan premi sekitar Rp120 ribu, maka defisit bisa tertutupi," kata dia.

Untuk saat ini, kepesertaan mayoritas adalah para penerima bantuan iuran (PBI) APBN sebesar 14.001.870 orang. Selain itu juga penerima bantuan iuran daerah (PBID) APBD sebanyak 378.076 orang; kemudian pejabat/PNS/TNI/Polri/Pensiunan sebanyak 1.380.967 orang.

Sedangkan untuk pekerja atau buruh, total peserta baru 1.357.029 orang. Itupun yang kepesertaan mandiri hanya 856.755 orang. "Jika ditotal maka peserta BPJS kesehatan baru 17.974.697, padahal total penduduk Jatim jumlahnya hampir 40 juta," kata Jamal.

Karenanya, Jamal berharap pemerintah Jawa Timur bisa mendorong Kabupaten/Kota segera mewajibkan seluruh perusahaan agar memasukkan para pekerjanya ke BPJS.

"Kalau perlu segera berlakukan sanksi agar perusahaan yang masih enggan memberikan jaminan tenaga kerja dan kesehatan bagi pekerjanya segera mendaftarkan pekerjanya karena bisa dikenai denda hingga Rp1 miliar," kata Jamal.

Sementara itu, Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur mengakui kepesertaan BPJS kesehatan saat ini memang belum maksimal. Selain itu, pengawasan selama ini dinilai juga masih lemah.

"Memang BPJS banyak defisit karena banyak rumah sakit di Jatim menjadi rujukan pasien dari daerah-daerah lain di Indonesia bagian Timur sehingga tidak hanya warga Jatim yang berobat dan kita tidak bisa menolaknya," kata dia. (fik/dwi/suarasurabaya.net/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Tentara Inggris Yang Bantu PKK Kabur Dari Front, Memalukan!

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Menteri pertahanan Inggris, Michael Fallon telah mengkonfirmasi berita tentang kembalinya tentara Inggris setelah meninggalkan unit militer kesatuannya tanpa ijin. Tentara tersebut pergi ke Suriah untuk membantu PKK Kurdi melawan Islamic State/Daulah Khilafah. Namun kini sudah kembali lagi ke Inggris. Belum diinformasikan penyebab kembalinya tentara tersebut. Memalukan!

Disebutkan bahwa tentara Inggris yang keluar tanpa ijin dari kesatuannya itu berusia sekitar 19 tahun, namun Fallon menolak memberi informasi lebih dalam. Berdasarkan informasi media Inggris, sang tentara berpergian bersama warga Inggris lainnya dan Kanada ke Suriah untuk bergabung dengan PKK Kurdi pada bulan Desember 2014. Ini bukan pertama kalinya tentara atau warga Eropa pergi ke Suriah khusus membantu PKK Kurdi, beberapa anggota gang motor Belanda juga telah datang ke Suriah membantu PKK terutama setelah kejadian eksekusi Allan Henning oleh Daulah Khilafah.

Kembalinya tentara Inggris ke negeri asalnya, telah menimbulkan spekulasi bahwa tentara tersebut takut terhadap ancaman atau pembalasan dari pejuang/Mujahidin Daulah Khilafah terhadap pasukan asing atau musuh mereka yang tertangkap. Terakhir Daulah mengeksekusi Mu’adz al-Kassabeh, pilot pesawat Yordania yang sudah membunuh penduduk sipil Daulah Khilafah, dengan cara dibakar dan ditimbun.

Sumber : CNN Arabic. Dari laman http://arabic.cnn.com/middleeast/2015/02/24/new-zealand-troops-iraq

[al-mustaqbal.net/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

“Ketika Sekularisme Gagal, Ditawarkanlah Pluralisme dan Multikulturalisme”

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Tampil sebagai pemakalah ketiga dalam workshop dan seminar Pemikiran Islam program kaderisasi ulama, Cecep Supriadi menyajikan materi mengenai Relasi Islam dan Negara. Ia mengawali pembahasannya dengan menyampaikan beberapa statemen tokoh nasional mengenai relasi Islam dan Negara, Ahad (22/02).

“Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 mengatakan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, meskipun pada 2014 malah berujar sebaliknya. Mahfud MD menyatakan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, tetapi juga bukan negara agama. Ia menambahkan, negara Indonesia adalah darusalam, bukan darul Islam,” ujarnya dalam acara kerjasama Universitas Darusalam Pondok Modern Gontor dengan Takmir Masjid Nurul Huda UNS itu.

Menurut Cecep, secara umum, ada tiga pandangan dalam memandang relasi Islam dengan agama. Pertama, pandangan integralistik, yakni paham yang menyatakan bahwa negara tunduk di bawah diktum agama. Kedua, pandangan sekuleristik, yakni paham yang menyatakan bahwa agama terlalu suci dan sakral untuk bergabung dengan politik yang kotor. Ketiga, pandangan simbiotik, yakni paham yang tidak memisahkan relasi antara agama dan negara, tetapi juga tidak menyatukan sepenuhnya.

“Seperti yang kita telah ketahui, Islam merupakan agama yang sempurna. Islam tak hanya mengatur mengenai individu dan masyarakat, tetapi juga mengenai komunitas dengan seperangkat pemerintahan, hukum, dan institusi yang kita sebut sebagai negara,” paparnya dihadapan 200 peserta yang hadir.

Ia juga menyatakan, ketika gagasan mengenai sekularisme gagal, ditawarkanlah pluralisme dan multikulturalisme. Problem mendasar yang dihadapi dewasa ini adalah sekularisasi yang terjadi di Indonesia melalui paham pluralisme dan pendidikan multikulturalisme sebagai salah satu saluran penyebarannya, ungkapnya.

“Padahal, kedua pandangan ini telah gagal membentuk manusia yang beradab,” pungkas Cecep. (Alikta H S/muslimdaily.net/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Kelompok Yahudi Diduga Dalang Pembakaran Masjid di Tepi Barat

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Sebuah masjid di Palestina yang terletak di Tepi Barat dibakar pada hari Rabu (25/02). Pihak official mengatakan graffiti di tempat kejadian yang berbahasa Ibrani menunjukkan serangan itu dilakukan oleh kelompok sayap kanan Israel.

Tidak ada yang terluka dalam serangan semalam di Al-Jaba’ah desa dekat Betlehem, pada waktu jendela masjid rusak dan sesuatu yang terbakar terlempar ke dalam, Walikota No’man Hamdan mengatakan.

“Kemurahan Allah dan kewaspadaan masyarakat ketika api mulai mencegahnya dari melahap seluruh masjid. (Hanya) Sebagian dari karpet yang terbakar.,” katanya kepada reuters.

Hamdan mengatakan terdapat slogan-slogan berbahasas Ibrani tertulis di dinding, diantaranya
“Revenge for the Land of Zion” dan “Price Tag”, sebuah frase yang digunakan oleh kelompok Yahudi ultra-nasionalis yang telah melakukan sejumlah serangan terhadap Palestina sejak 2008.

Kelompok ini seperti dillaporkan reuters mengatakan, “price tag” mengacu pada harga yang harus dibayar pemerintah Israel akan jika mengekang permukiman Yahudi di Tepi Barat dan menerima negara Palestina.

Al-Jaba’ah yang terletak dekat Gush Etzion adalah sebuah permukiman luas di luar Betlehem.

Polisi Israel mengatakan mereka sedang menyelidiki serangan itu. [muslimdaily.net/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Khaled Khoja : Rezim Assad Habiskan $80 Milyar untuk Perangi Mujahidin

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Salah satu pemimpin koalisi revolusi Suriah, Khaled Khoja melaporkan bahwa rezim Assad hingga saat ini telah menghabiskan dana sebesar 80 milyar dolar dalam rangka memadamkan perlawanan Mujahidin. Anggaran itu telah digelontorkan oleh rezim sejak empat tahun yang lalu ketika revolusi Suriah meletus, lansir kantor berita Durar Syamiyah (25/2).

Pernyataan itu disampaikan oleh Khoja saat berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi. Ia juga menjelaskan bahwa hadirnya ratusan tentara Iran dan Lebanon untuk membantu rezim Suriah menjadi salah satu sebab banyaknya dana yang dialokasikan rezim kepada milisi Syiah itu.

Dalam pertemuan tersebut, Khaled juga menjelaskan perkembangan terbaru di Suriah serta kebutuhan aliansi militer dan politik Negara. Ia menandaskan bahwa Arab Saudi merupakan salah satu negara terbesar yang mendukung perlawanan revolusi dalam meruntuhkan rezim Syiah Nushairiyah di Suriah. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Tentang Penetapan Syari’at Pembakaran

item-thumbnail



INQAD AL GHARIQ FI ITSBAT MASYRU’IYYAH AT TAHRIQ

Penetapan Syari’at Pembakaran.

Penulis: Syaikh Abu Mu’adz Al Maqdisiy As Salafiy

Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

Segala puji hanya bagi Allah saja, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi terakhir, wa ba’du:

Sungguh telah banyak perdebatan prihal masalah pembakaran si murtad Mu’adz Al Kasasbeh yang dilakukan oleh Daulah Islam, dan orang-orang-pun berbicara di dalam masalah ini tanpa dasar ilmu dan malah di atas dasar hawa nafsu dan kebodohan atau dalam rangka pelampiasan dendam kepada Daulah atau karena pemahaman yang salah terhadap dalil-dalil yang ada, kecuali orang yang dirahmati Allah dari kalangan orang-orang yang beriman dan mendapatkan petunjuk serta mengikuti As Salaf Ash Shalih.

Maka saya memandang untuk perlu ikut berbicara di dalam hal ini dalam rangka membuktikan kebenaran dan menggugurkan kebatilan serta menguatkan pendapat yang lurus in syaa Allah.

Di dalam risalah ini saya akan berbicara tentang dalil-dalil kebolehan pembakaran dengan api dalam rangka qishash dan pembalasan setimpal atau dalam rangka penebaran rasa takut, penjeraan dan pengambilan pelajaran atau pengunggulan mashlahat terhadap mafsadah.

Hamba yang faqir kepada Allah, pencari ilmu yang masih yunior Abu Mu’adz Al Maqdisiy As Salafiy -semoga Allah mengampuni dan meluruskannya- berkata:

Sesungguhnya hukum orang murtad “laki-laki” adalah dibunuh, ini telah menjadi ijma’ di kalangan para sahabat, tabi’in, ulama Islam dan fuqaha mereka, dan mereka tidak berselisih di dalamnya, sehingga ia termasuk urusan yang qath’iy baik dari sisi tsubut(keterbuktian) maupun dari sisidilalah, dan ia tergolong hal yang ma’lum secara pasti dari dienul Islam. Dan ijma ini telah dinukil oleh sejumlah ulama:
Ibnu Abdil Barr berkata:

مَنْ ارْتَدَّ عَنْ دِيْنِهِ حَلَ دَمُهُ وَضُرِبَتْ عُنُقُهُ وَاْلاُمَّةُ مُجْتَمِعَةٌ عَلَى ذَلِكَ

“Barangsiapa murtad dari agamanya, maka halallah darahnya dan dipenggal lehernya, dan umat ini telah ijma’ atas hal itu.”
Ibnu Qudamah berkata:

اَجْمَعَ أهْلُ العِلْمِ عَلَى وُجُوْبِ قَتْلِ اْلُمُرْتَدِّ

“Ahli Ilmu telah ijma’ atas kewajiban membunuh orang murtad.”

Bahasan Pertama

Dalil-dalil dari Al Qur’an Al Karim:
Firman Alla Ta’ala:

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ

“Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.” (An Nahl: 126).

Ath-Thabariy berkata setelah menuturkan perkataaan para ulama di dalam ayat ini: “Pendapat yang benar di dalam hal itu adalah dikatakan: Sesungguhnya Allah Ta’ala Dzikruh telah memerintahkan orang mu’min yang disiksa dengan suatu siksaan agar membalas orang yang menyiksanya dengan balasan yang serupa, bila ia memilih untuk memberikan hukuman, dan Allah mengabarkan kepadanya bahwa sabar untuk tidak memberikan hukuman atas apa yang pernah dilakukannya adalah lebih baik, dan Dia menganjurkan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam agar bersabar, dan yang demikian itu adalah dhahir makna ayat. Sedangkan pentakwilan-pentakwilan yang telah kami sebutkan dari orang-orang yang menyebutkannya adalah memiliki kemungkinan pada ayat itu. Dan bila masalahnya seperti itu dan di dalam ayat itu tidak ada dilalah yang menunjukkan kepada salah satunya baik secara khabar (dalil naqli) maupun akal, maka wajib atas kita adalah memutuskan dengan yang ada di dalam manthuq (dhahir yang ditegaskan) ayat itu yang tidak butuh dilalah terhadapnya; dan wajib dikatakan: Ia adalah ayat muhkamah yang di dalamnya Allah Ta’ala Dzikruhu memerintahkan hamba-hamba-Nya agar tidak melampaui apa yang yang menjadi hak mereka terhadap orang lain baik itu berupa harta maupun jiwa, yaitu tidak melampaui hak yang telah Allah jadikan bagi mereka, dan bahwa ayat ini tidak di-mansukh, karena tidak ada dilalah yang menunjukkan terhadap penasakhan-nya, dan bahwa pendapat yang mengatakan bahwa ia itu muhkamah adalah memiliki penafsiran yang shahih lagi bisa dipahami.” Selesai.

Saya berkata: Sesungguhnya pembakaran si Mu’adz dan kaum musyrikin secara umum dalam rangka pembalasan setimpal itu adalah boleh lagi disyari’atkan, dikarenakan dia itu menjatuhkan bom-bom api dan bahan-bahan peledak kepada kaum muslimin dan membakar mereka dengannya. Makna ini dikuatkan oleh apa yang disebutkan oleh sebagian ulama di dalam sebab nuzul ayat ini; Ath Thabariy meriwayatkan di dalam Tafsir-nya: Ibnu Humed telah mengabarkan kepada kami, berkata: Salamah telah mengabarkan kepada kami, dari Muhammad Ibnu Ishaq, dari sebagian sahabatnya, dari ‘Atha ibnu Yasar, berkata: Surat An Nahl semuany diturunkan di Mekkah, jadi ia adalah Makkiyyah, kecuali 3 ayat di akhir Surat yang diturunkan di Madinah setelah perang Uhud, di mana Hamzah terbunuh dan dimutilasi, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

لَئِنْ ظَهَرْنَا عَلَيْهِمْ لَنُمَثِّلَنَ ثَلَاثِيْنَ رَجُلًا مِنْهُمْ

“Sungguh seandainya kita menang atas mereka, maka kita benar-benar akan memutilasi 30 orang dari mereka.”

Maka tatkala kaum muslimin mendengar hal itu, maka mereka berkata: Demi Allah seandainya kita menang atas mereka, maka kami benar-benar akan memutilasi mereka dengan mutilasi yang tidak pernah dilakukan oleh seorang bangsa arab-pun sebelumnya kepada orang lain, maka Allah menurunkan:

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ

…”Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.” (An Nahl: 126). sampai akhir surat.” Selesai.

Saya berkata: Yaitu Allah telah melarang kaum muslimin dari melampaui batas di dalam memberikan sangsi, ini sangat nampak.
Allah Ta’ala berfirman:

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Bulan haram dengan bulan haram, dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku hukum qishash. Oleh sebab itu barang siapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (Al Baqarah: 194).

Al Qurthubiy berkata di dalam Tafsir-nya:

“Ketujuh: Tidak ada perselisihan di antara ulama bahwa ayat ini adalah landasan pokok di dalam pemberian hukuman setimpal di dalam qishash, di mana barangsiapa membunuh (orang dengan sesuatu, maka dia dibunuh (qishash) dengan hal yang serupa, ini adalah pendapat jumhur, selagi dia tidak membunuhnya dengan kefasiqan seperti disodomi dan dengan pemberian minum khamr, maka dia dibunuh dengan pedang. Ulama-ulama madzhab syafi’iy memiliki pendapat: sesungguhnya dia itu dibunuh dengan cara itu juga, di mana diambil dahan kayu semisal itu kemudian ditusukan ke duburnya sampai mati, dan sebagai pengganti khamr maka dia diminumin air sampai mati. Ibnu Al Majisyun berkata: Sesungguhnya orang yang membunuh dengan api atau dengan racun, maka ia tidak dibunuh (qishash) dengannya berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak mengadzab dengan api kecuali Allah,” sedangkan racun itu adalah api tersembunyi. Namun JUMHUR ulama berpendapat bahwa dia dibunuh (qishash) dengan hal itu juga (api dan racun) berdasarkan keumuman ayat itu.

Kemudian beliau – yaitu Al Qurthubiy – berkata; dalam rangka membantah orang yang melarang pembasalan setimpal di dalam qishash;

وَقَوْلُهُ: لُا يُعَذِّبُ بِالنَارِ اِلاَّ رَبُ النَّارِ صَحِيْصٌ اِذَا لَمْ يُحْرِقُ، فَإنْ حَرَقَ حُرِقَ، يَدُلُّ عَلَيْهِ عُمُوْمُ القُرْآنِ. قَالَ الشَافِعِيْ: اِنْ طَرَحَهُ فِي النَارِ عَمْدًا طَرَحَهُ فِي النَارِ حَتَّى يَمُوْتُ، وَذَكَرَهُ الوَقَّارُ فِي مُخْتَصَرِهِ عَنْ مَالِكٍ، وَهُوَ قَوْلُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدُ اْلحَكَمِ. ا هـ

“Dan sabdanya: Tidak mengadzab dengan api kecuali Pemilik api” adalah benar bila si pembunuh itu tidak membakar, namun bila dia itu membakar maka dia dibakar juga, dan dalilnya adalah keumuman Al Qur’an. Asy Syafi’iy berkata: Bila dia melemparkannya ke dalam api maka dia dibalas dengan dilemparkan juga ke dalam api sampai mati. Dan (pendapat) itu disebutkan juga oleh Al Waqqar di dalam Mukhtashar-nya dari Malik, dan ia adalah pendapat Muhammad Ibnu Abdil Hakam.” Selesai.

Bahasan Kedua:

Dalil-Dalil Dari As Sunnah:

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

أثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى المُنَاِفقِيْنَ : صَلَاةُ العِشَاءِ ، وَصَلاةُ الفَجْرِ . وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهَا لَأتَوْهُمَا وَلَو حَبْوًا . وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَلاةِ فَتُقَامُ ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّي بِالنَاِس ، ثُمَّ أنْطَلِقُ مَعِيْ بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حِزَمُ مِنْ حَطَبٍ إلَى قَوْمِ لَا يَشْهَدُونَ الصلاة ، فأحرق عليهم بيوتهم بالنار.

“Sesungguhnya shalat yang paling berat atas kaum munafiqin adalah shalat ‘Isya dan shalat Fajar, dan seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada di dalam kedua shalat itu tentu mereka mendatanginya walaupun dengan merangkak. Dan sesungguhnya aku telah berniat untuk memerintahkan shalat untuk didirikan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat dengan manusia, kemudian aku pergi dengan sejumlah orang-orang yang membawa kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut menghadiri shalat, kemudian aku bakar rumah mereka atas diri mereka.”(Riwayat Muslim dalam Al Masajid 1/451-452).

Hadits ini menunjukan dengan jelas lagi gamblang atas kebolehan membakar dengan api dalam rangka pemberian hukuman fisik dan harta. Sedangkan orang-orang yang dimaksudkan di dalam hadits itu adalah sejumlah orang-orang munafiq, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin membakar mereka dengan api di saat mereka berada di dalam rumah-rumah mereka dikarenakan mereka absen dari shalat berjama’ah, seandainya tidak ada para isteri dan anak-anak mereka yang ada di dalam rumah-rumah itu tentu beliau melakukannya, jadi ketidak jadian beliau dari membakar itu adalah karena faktor luar, ini ditunjukan oleh riwayat Ahmad di dalam Al Musnad:

لولا ما في البيوت من النساء و الذرية، لاقمت صلاة العشاء وأمرت فتياني يحرقون ما في البيوت بالنار

“Seandainya di rumah-rumah itu tidak ada para wanita dan anak-anak, tentu aku dirikan shalat ‘Isya dan aku perintahkan para pembantuku untuk membakar apa yang ada di rumah-rumah itu dengan api.”

Riwayat hadits ini isnadnya diperbincangkan oleh sebagian ulama, akan tetapi maknanya adalah benar.

Tapi yang menjadi bukti dalil dari hadits ini adalah bahwa kemurtaddan, syirik, pembakaran kaum muslimin dan pembunuhan mereka itu adalah lebih besar dosanya daripada meninggalkan shalat berjama’ah. Bila ini adalah sangsinya bagi yang tidak berjama’ah, maka tentu mereka itu adalah lebih berhak untuk dibakar sebagai sangsi bagi mereka dan sebagai penjera bagi yang lainnya. Dan inilah yang dilakukan Daulah Islam terhadap pilot murtad itu, di mana Daulah memberikan balasan yang setimpal baginya dan menjadikannya pelajaran bagi yang lain.
Al Bukhariy meriwayatkan di dalam Shahihnya, berkata: Telah mengabari kami Musa ibnu Ismail dari Wuhaib dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas radliyallahu ‘anhu, berkata:

قدم رهط من عكل على النبي صلى الله عليه وسلم كانوا في الصفة، فاجتووا المدينة، فقالوا: يا رسول الله، أبغنا رسلا، فقال: ما أجد لكم إلا أن تلحقوا بإبل رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأتوها فشربوا من ألبانها وأبوالها حتى صحوا وسمنوا، وقتلوا الراعي، واستاقوا الذود، فأتى النبي صلى الله عليه وسلم الصريخ، فبعث الطلب في آثارهم، فما ترجل النهار حتى أتي بهم، فأمر بمسامير فأحميت، فكحلهم، وقطع أيديهم وأرجلهم وما حسمهم، ثم ألقوا في الحرة يستسقون، فما سقوا حتى ماتوا. قال أبو قلابة: سرقوا، وقتلوا، وحاربوا الله ورسوله”

“Telah datang sekelompok orang dari suku ‘Ukl kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka itu dahulu ada di Shuffah, namun mereka tidak cocok dengan udara Madinah, kemudian mereka berkata: Wahai Rasulullah carikan buat kami unta-unta,” maka beliau berkata: Aku tidak mendapatkan buat kalian kecuali kalian mendatangi unta-unta Rasulullah, maka merekapun mendatanginya dan kemudian meminum dari air susunya dan dari kencingnya sampai mereka sehat dan gemuk kembali, dan mereka terus membunuh si penggembalanya dan mereka menggiring unta-unta itu, maka sampailah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang memberikan kabar, maka beliau mengirim orang-orang untuk mengejar mereka, dan di siang harinya mereka berhasil didatangkan, maka beliau memerintahkan agar paku-paku dipanaskan dan kemudian beliau tusuk mata mereka dengannya, dan beliau potong tangan dan kaki mereka dan beliau biarkan darah mereka mengalir keluar kemudian beliau lemparkan mereka di Harrah (tempat tandus di Madinah, pent), mereka meminta minum kehausan namun merek tidak diberikan minum sampai mati. Abu Qilabah berkata: Mereka itu mencuri dan membunuh serta memerangi Allah dan Rasul-Nya.”

Dilalah dari hadits ini:
Wajibnya pemberian setimpal, sebagaimana yang dilakukan terhadap ‘Uraniyyin, di mana mereka itu seaandainya membakar si penggembala maka tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membakarnya juga, hal itu ditunjukkan oleh mafhum hadits itu.
Bahwa beliau memerintahkan untuk men-saml atau beliau men-saml mata mereka, maka hal itu dilakukan, sedangkan saml adalah menusuk mata dengan paku atau dengan besi panas, dan ini dianggap sebagai pembakaran, sedangkan kebolehan pembakaran sebagian anggota badan itu tidak menghalangi dari kebolehan pembakaran seluruh anggota badan.

‘Iyadl berkata: Samara al ‘aina adalah kahalahaa bil mismaar al mahmiy (mencelakinya dengan paku panas) sehingga ia semakna dengan saml, di mana ia itu ditafsirkan dengan mendekatkan besi panas pada mata sampai lenyap pandangannya, sehingga ia selaras dengan yang pertama yaitu si besi itu berbentuk paku.” Selesai.
Sesungguhnya beliau shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan agar mereka dilemparkan di Harrah dan dibiarkan tanpa diberi minum dan beliau tidak memerintahkan sahabat untuk meng-hasm tangan dan kaki yang dipotong (hasm adalah menutup luka dengan cara dicelupkan ke dalam minyak panas supaya darah berhenti dan uratnya tertutup, pent), karena beliau memang ingin membinasakan mereka. Orang yang mencermati ini bisa memahami bahwa ini adalah siksaan yang dasyat yang melebihi pembakaran bila dilakukan perbandingan. Di mana di hadapan kita ada dua siksaan, yaitu siksaan yang menyakitkan yang sebentar yaitu pembakaran, dan siksaan yang lebih rendah sakitnya akan tetapi berlangsung lama, sehingga dengan ini yaitu apa yang diperlakukan kepada ‘Uraniyyin berupa siksaan yang lama adalah lebih dasyat dari membakar mereka, yaitu siksaan yang sebentar. Cermatilah, semoga Allah menjagamu.

Bahasan Ketiga:

Perbuatan Para Sahabat:
Ath-Thabraniy di dalam Al Kabir (20/43) meriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ariy, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengutusnya bersama Mu’adz ibnu Jabal ke Yaman, di mana beliau memerintahkan mereka untuk mengajarkan Al Qur’an kepada manusia. Maka Mu’adz datang kepada Abu Musa dalam rangka ziarah, ternyata di sisinya ada seorang pria yang diikat dengan besi, maka ia berkata: Wahai saudaraku, apakah kita diutus untuk menyiksa manusia ataukah kita diutus untuk mengajari mereka dan memerintahkan mereka melakukan hal yang bermanfaat? Maka ia berkata kepadanya: Dia itu masuk islam terus kafir lagi,” maka ia berkata:

والذي بعث محمدا بالحق، لا أبرح حتى أحرقه بالنار، فقال أبو موسى: أن لنا عنده بقية، قال: والله لا أبرح أبدا، فاتى بحطب فألهبليت فيه النار وطرحه

“Demi Dzat yang mengutus Muhammad dengan Al Haq, saya tidak akan beranjak sampai saya membakarnya dengan api.” Maka Abu Musa berkata: Sesungguhnya kami masih punya sisa hak padanya,” Mu’adz berkata: Demi Allah saya tidak akan beranjak selamanya.” Ia berkata: Maka didatangkan kayu bakar terus dinyalakan api padanya dan orang itupun dilemparkan.”

Al Haitsamiy berkata di dalam Al Majma’ (6/399): Para perawinya adalah para perawi Ash Shahih.

Al Hafizh berkata di dalam Al Fath (12/274): “Dan diambil faidah darinya bahwa mereka berdua berpendapat bolehnya menyiksa dengan api dan membakar mayit dengan api dalam rangka menghinakannya dan dalam rangka membuat yang lain takut dari mencontohnya.
Al Bukhariy meriwayatkan dari ibnu ‘Abbas:

أن اناسا ارتدوا على عهد علي – رضي الله عنه – فأحرقهم بالنار، فبلغ ذلك ابن عباس – فقال: لو كنت أنا لم أحرقهم لنهي رسول الله صلى الله عليه وسلم ((لا تعذبوا بعذاب الله)) ولقتلتهم كما قال النبي صلى الله عليه وسلم ((من بدل دينه فاقتلوه))

“Bahwa sejumlah orang menjadi murtad pada masa Ali – radliyallahu ‘anhu – maka ia membakar mereka dengan api, maka hal itu sampai kepada ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhu, maka ia-pun berkata: “Seandainya aku tentu tidak membakar mereka; karena larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ((Jangan kalian mengadzab dengan adzab Allah)) dan tentu aku membunuh mereka mereka sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ((Siapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia)).

Kemudian tatkala sampai kepada Ali Al Khalifah Ar Rasyid radliyallahu ‘anu pengingkaran Ibnu ‘Abbas atas pembakaran murtaddun itu dengan alasan larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari mengadzab dengan adzab Allah, maka Ali tidak menghiraukannya, namun justeru beliau terus melanjutkan pembakaran orang-orang kafir hingga akhir usianya, dan Ali radliyallahu ‘anhu mengingkari ucapan Ibnu ‘Abbas itu saat sampai kepadanya dengan ucapannya:

ويح ابن عباس

“Kasian Ibnu ‘Abbas.” (Diriwayatkan oleh Ad Daruquthniy di dalam Sunan-nya (3/108) dengan isnad yang shahih, dan teksnya pada Ahmad di Musnad-nya (1/282):

ويح ابن أم عباس

“Kasian anak ibu Ibnu ‘Abbas.”

Al Baihaqiy meriwayatkan di dalam Sunan-nya (6/254) dengan isnad shahih dari Abu Umar Asy Syaibaniy:

أن عليًا أتي بالمستورد العجلي وقد ارتد فقتله، فأعطاه النصارى بجيفته ثلاثين ألفا، فأبى أن يبيعهم إياه و أحرقه

“Bahwa Ali didatangkan Al Mustaurid Al ‘Ijliy di mana ia itu telah murtad, maka Ali membunuhnya, terus orang-orang Nashrani mau memberikan (uang) 30 ribu kepada Ali dengan penyerahan mayatnya (kepada mereka), maka Ali menolak menjualnya kepada mereka dan beliau membakarnya.”
Begitu juga Ali radliyallahu ‘anhu telah membakar orang-orang Saba-iyyah:

Ibnu Hajar berkata: Abdullah ibnu Saba adalah tergolong ghulah az zanadiqah… dia memiliki banyak pengikut yang dinamakan Saba-iyyah yang meyakini ketuhanan pada Ali ibnu Abi Thalib, dan Ali telah membakar mereka pada masa kekhilafahannya. (Lisanul Mizan, 3/289-290)

Bahasan Keempat:

Pernyataan Para Ulama Tentang Pembakaran:
Badruddien Al ‘Ainiy berkata di dalam ‘Umdatul Qariy Syarh Shahih Al Bukhariy:

قال الداودي: إحراق علي رضي الله تعالى عنه الزنادقة ليس بخطأ؛ ﻷ‌نه – صلَّى اللَّه عليه وسلَّم – قال لقوم: ((إن لقيتم فﻼ‌نا وفﻼ‌نا فأحرقوهم بالنار)) ثم قال ((إن لقيتموهما }فاقتلوهما فإنه ﻻ‌ ينبغي أن يعذب بعذاب الله)) ولم يكن يقول في الغضب والرضا إﻻ‌ حقا قال الله تعالى {وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى

“Ad Dawudiy berkata: Pembakaran Ali radliyallahu ‘anhu terhadap zanadiqah itu tidaklah salah, dikarenakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada suatu kaum ((Bila kalian menjumpai si fulan dan si fulan maka bakarlah mereka itu dengan api)) kemudian beliau berkata ((Bila kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka, karena tidak sepantasnya mengadzab dengan adzab Allah)), beliau itu tidak mungkin berkata pada kondisi marah dan ridlo kecuali kebenaran, Allah Ta’ala berfirman “Dan dia tidak berkata dari hawa nafsunya”.
Al Imam Asy Syaukaniy berkata di dalam Nailul Authar (7/271): “Salaf telah berselisih tentang pembakaran, di mana hal itu tidak disukai secara muthlaq oleh Umar, Ibnu ‘Abbas dan yang lainnya, baik karena sebab kekafiran atau pada kondisi berperang atau pada qishash. Namun hal itu dibolehkan oleh Ali, Khalid Ibnul Walid dan yang lainnya. Al Muhallab mengatakan: Larangan ini bukan bermakna pengharaman akan tetapi dalam rangka tawadlu’, dan kebolehan pembakaran ini telah telah ditunjukkan oleh perbuatan para sahabat, dan Nabi pun telah mencolok mata orang-orang ‘Uraniyyin dengan besi (panas) sebagaimana yang lalu, dan Abu Bakar juga telah membakar dengan api di hadapan para sahabat, dan Khalid ibnul Walid telah membakar banyak orang murtad, dan demikian juga Ali telah membakar sebagaimana yang telah lalu di dalam Kitab Al Hudud.
Al ‘Ainiy berkata di dalam ‘Umdatul Qariy Syarh Shahih Al Bukhariy:

“Mayoritas ulama Madinah membolehkan pembakaran benteng berikut para penghuninya dengan api, dan mayoritas mereka juga berpendapat bolehnya membakar kapal-kapal. Ini semuanya menunjukkan bahwa makna hadits itu adalah dalam rangka nadb (anjuran). Dan di antara yang tidak menyukai pelemparan orang-orang musyrik dengan api adalah Umar, Ibnu ‘Abbas dan ibnu Abdil Aziz, dan ia adalah pendapat Malik. Namun hal itu dibolehkan oleh Ali, dan bahkan Khalid ibnul Walid radliyallahu ‘anhu telah membakar banyak orang murtad, maka Umar berkata kepada Abu Bakar Ash Shiddiq:

“انزَعْ هذا الذي يعذب بعذاب الله”

“Copot orang yang menyiksa dengan siksaan Allah ini.” Maka Ash Shiddiq berkata:

“ﻻ‌ أنزَعُ سيفًا سلَّهُ الله على المشركين”

“Aku tidak akan mencopot pedang yang telah Allah hunuskan kepada kaum musyrikin.”

Ats Tsuriy telah membolehkan melempar benteng dengan api. Al Auza’iy berkata: Tidak apa mereka diasapi di dalam benteng bila di dalamnya tidak ada orang selain orang-orang yang bisa berperang, mereka dibakar dan dibunuh dalam setiap peperangan, dan bila kita jumpai mereka di laut maka kita sembur mereka dengan minyak dan cairan besi panas. Ibnu Al Qasim membolehkan menembaki benteng dan kapal-kapal dengan api bila di dalamnya tidak ada kecuali orang-orang yang bisa berperang saja.” Selesai.
Telah berkata Abu Al Walid Al Bajiy Al Malikiy, Ibnu Jauziy, Al Hafidh Ibnu Katsir di dalam tafsirnya (2/57), dan juga Al Hafidh ibnu Hajar di dalam Al Fath (1/341) berkata seraya menyebutkan faidah-faidah hadits itu: “Dan di dalamnya ada kebolehan perlakuan setimpal di dalam qishash, dan hal itu sama sekali tidak tergolong mutslah (mutilasi) yang dilarang.”

Kemudian bila kami mengatakan: bahwa larangan pembakaran dan mutilasi itu bermakna haram, maka sesungguhnya itu adalah dalil larangan umum yang dikhususkan dengan kebolehan keduanya dalam rangka pembalasan setimpal.
Al Imam Ahmad berkata:

“إن مَثَّلوا مُثِّل بهم”

“Bila mereka memutilasi maka mereka juga dimutilasi.”(Dinukil oleh Ibnu Muflih di dalam Al Furu’).
Al Bukhariy berkata di dalam Shahih-nya:

“باب: إذا حَرق المشركُ المُسلمَ هل يُحرق؟”.

“Bab: Bila orang musyrik membakar orang muslim, apakah dibakar?”

Ibnu Hajar berkata di dalam Al Fath (2/447):

“كأنَّه أشار بذلك إلى تخصيص النَّهْيِ فِي قوله: ((ﻻ‌ يُعذَّب بعذاب الله)) إذا لم يكن ذلك على سبيل القصاص”.

“Seolah beliau dengan hal itu mengisyaratkan kepada pengkhususan larangan di dalam sabdanya ((Tidak mengadzab dengan adzab Allah)) itu bila hal itu bukan dalam rangka qishash.”
Syaikhul Islam berkata di dalam Al Fatawa (28/314):

”أمَّا التَّمثيل في القتل، فﻼ‌ يجوز إﻻ‌ على وجه القصاص، وقد قال عمران بن حصين – رضي الله عنه -: ما خطبنا رسول الله خطبةً إﻻ‌ أمَرَنَا بِالصدقة ونهانا عنِ المُثْلة، حتَّى الكُفَّار إذا قتلناهُم فإنَّا ﻻ‌ نمثِّلُ بهم وﻻ‌ نجدِّع آذانَهم وﻻ‌ نبقَرُ بطونَهم، إﻻ‌ أن يكونوا فعلوا ذلك بنا فنفعل بهم ما فعلوا، والترك أفضل كما قال تعالى؛ {وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ} [النحل: 126] قيل: إنَّها نَزَلَتْ لمَّا مثَّل المشركون بحمزةَ وغيرِه من شهداء أُحُد، فقال: ((لئن ظفرني الله بهم ﻷ‌مثِّلن بضِعْفَيْ ما مثلوا بنا))، فأنزل الله هذه اﻵ‌ية، وإن كانت قد نزلت قبل ذلك بمكة… ثم جرى بالمدينة سببٌ يقتضي الخطاب فأنزلت مرة ثانية، فقال النبي – صلى الله عليه وسلم -: ((بل نَصْبِرُ

“Adapun tamtsil (pemutilasian) di dalam membunuh, maka itu tidak boleh kecuali dalam rangka qishash. Sesungguhnya ‘Imran ibnu Hushain radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah tidak memberikan ceramah kepada kami kecuali beliau selalu memerintahkan kami untuk bershadaqah dan melarang kami dari melakukan mutilasi, termasuk orang-orang kafir bila kita membunuh mereka maka kita tidak boleh memutilasi mereka dan kita tidak memotong telinga-telinga mereka serta merobek perut-perut mereka, kecuali bila mereka melakukan hal itu kepada kita, maka kita melakukan hal serupa kepada mereka, sedangkan meninggalkannya adalah lebih utama, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.” (An Nahl: 126). Ada yang mengatakan: Sesungguhnya ayat itu turun tatkala kaum musyrikin memutilasi Hamzah dan syuhada Uhud lainnya, maka beliau berkata: ((Bila Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk menguasai mereka, maka aku benar-benar akan memutilasi mereka dua kali lipat dari apa yang mereka lakukan)). Maka Allah menurunkan ayat ini, dan bila ia itu telah turun sebelum itu di Mekkah kemudian di Madinah terjadi lagi suatu sebab yang menuntut untuk diberikan penjelasan maka ayat itu diturunkan sekali lagi, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ((Namun kita bersabar saja)).

Bahasan Kelima:

Bila Mashlahat Menuntut Untuk Dilakukan Tamtsil (Mutilasi) Yang Di Antaranya Itu Membakar Kaum Murtaddin Dan Musyrikin, Maka Hal Itu Boleh Dilakukan.
Ibnu Qudamah berkata di dalam Al Mughniy (20/262) di saat berbicara tentang melemparkan kepala orang kafir dengan manjaniq setelah ia dipotong: “Dimakruhkan melemparkannya dengan manjaniq, hal itu ditegaskan oleh Ahmad, dan bila mereka melakukan hal itu mashlahat maka boleh; berdasarkan apa yang kami riwayatkan bahwa ‘Amr Ibnu Al ‘Ash radliyallahu ‘anhu di saat mengepung Iskandariah maka seorang pria muslim berhasil ditangkap (musuh) dan mereka mengambil kepalanya, maka kaumnya datang kepada ‘Amr seraya marah, maka ‘Amr berkata kepada mereka: Tangkaplah seorang dari mereka terus potong lehernya dan lemparkan ke arah mereka dengan memakai manjaniq, kemudian mereka-pun melakukan hal itu, maka penduduk Iskandariyah-pun akhirnya mengembalikan kepala orang muslim kepada kaumnya.
Penulis Syarh Muntahal Iradat berkata 1/625: “Dan dimakruhkan melempar kepala dengan manjaniq tanpa ada mashlahat, karena ia itu tamtsil. Ahmad berkata: “Dan tidak sepantasnya mengadzabnya.” Bila ada mashlahat di dalamnya seperti tambahan di dalam jihad atau pukulan bagi mereka atau penjeraan dari sikap aniaya, maka boleh; karena ia adalah tergolong penegakkan hudud dan jihad yang disyariatkan, hal itu dikatakan oleh Taqiyyuddien – yaitu Ibnu Taimiyyah -.”
Al Majdu Ibnu Taimiyyah berkata di dalam Al Muntaqa (3/321) dalam Kitab Jihad: Bab” Menahan diri dari memutilasi, membakar, menebang pohon dan menghancurkan bangunan kecuali untuk hajat dan mashlahat.”
Ibnu ‘Abidin berkata di dalam Hasyiyah-nya (4/131): Dan membatasi kebolehan memutilasi sebelumnya – yaitu sebelum bisa mendapatkan kemenangan – di dalam Al Fath – “Fathul Qadir” – dengan kondisi bila itu terjadi di saat perang tanding, seperti orang yang perang tanding memukul sehingga memotong telinganya, kemudian menebas sehingga matanya bocor, kemudian menebas lagi sehingga terpotong tangan dan hidungnya serta yang serupa itu. Dan ini sangat jelas pada kondisi bila dia berhasil menyerang musuh di saat terjadi peperangan maka dia tidak boleh memutilasi namun ia cukup membunuhnya. Dan sesuai tuntutan apa yang ada di dalam kitab Al I’tibar bahwa hal itu boleh baginya, bagaimana tidak sedangkan ia telah diberikan alasan bahwa hal itu lebih telak di dalam melemahkan mereka dan di dalam menimpakkan kesusahan kepada mereka.”

As Sarkhasiy berkata di dalam Syarahnya terhadap Siyar Muhammad Ibnu Al Hasan 1/137: “Mayoritas guru-guru kami rahimahumullah memandang bahwa bila di dalam hal itu terdapat unsur pukulan telak dan pendongkolan kaum musyrikin atau kelegaan hati kaum muslimin, umpamanya si yang terbunuh itu adalah tergolong panglima kaum musyrikin atau pembesar yang sangat menonjol, maka tidak apa-apa.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata di dalam Al Fatawa 5/545:” Mutilasi itu adalah hak bagi mereka, di mana mereka boleh menuntutnya dan mengambil pembalasan, dan boleh juga mereka meninggalkannya, sedangkan sabar adalah lebih utama. Ini bila pada mutilasi mereka itu tidak ada tambahan (kedasyatan) pada jihad, dan tidak penjeraan bagi mereka dari melakukan hal serupa. Adapun bila pada pemutilasian yang tersiar itu terdapat pengajakan mereka untuk beriman atau penjeraan dari sikap aniaya, maka ia pada kondisi seperti itu adalah termasuk penegakkan hudud dan jihad yang disyari’atkan, dan masalah ini tidak ada pada perang Uhud juga; oleh sebab itu bersabar adalah lebih baik. Adapun bila mutilasi itu haq Allah Ta’ala, maka sabar di sini adalah wajib, sebagaimana ia wajib bila tidak mungkin menang dan haram berkeluh kesah.”

Dan berkata juga: “Sesungguhnya syari’at ini telah datang dengan membawa peraihan mashlahat dan penyempurnaannya, dan pengguguran mafsadah dan peminimalannya dan bahwa syari’at ini mengunggulkan hal terbaik dari dua hal yang baik dan hal terburuk dari dua hal yang buruk, dan peraihan mashlahat terbesar dari dua mashlahat dengan meninggalkan yang paling rendah, dan menolak mafsada terbesar dari dua mafsadah dengan memikul yang paling ringan.”

Dan berkata: “Syari’at ini selalu mengunggulkan hal terbaik dari dua hal yang baik dengan meninggalkan yang paling rendah, dan menolak keburukan terbesar dari dua keburukan dengan mengambil yang paling rendah.” Selesai.

Abu Mu’adz semoga Allah memaafkannya berkata: “Sesungguhnya mashlahat tertinggi itu menuntut pembakaran pilot Yordania yang murtad, maka mereka membakarnya, sedangkan mashlahatnya adalah penjeraan yang lain, penteroran musuh dan menyulitkannya serta penampakkan kekuatan kaum muslimin bahkan melegakkan dada kaum mu’minin.

Ini yang bisa saya kupas, saya simpulkan, saya berikan catatan terhadapnya serta berdalil dengannya. Semua itu dengan taufiq dan pemudahan dari Allah, saya memohon kepada Allah untuk memberikan karunia ikhlas bagi saya, dan menjadikan amalan ini manfaat bagi saya dan kaum muslimin, serta menjadikannya sebagai pembelaan bagi Daulah Islam.

Saudara kalian: Abu Mu’adz Al Maqdisiy As Salafiy semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.

Wallahul Muwaffiq.

Penulis: Syaikh Abu Mu’adz Al Maqdisiy As Salafiy

4/2/2015

______________________

Selesai diterjemahkan: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

04 Jumadal Ula 1436H

NK KK

Sumber: https://millahibrahim.wordpress.com/

[anshar/SS]
loading...
Read more »

Mesir dan Koalisi Internasional Melawan “Terorisme”

item-thumbnail


Kantor Media Hizbut Tahrir Mesir

SIARAN PERS

16 Februari 2015

PR 15/05

Hanya beberapa jam setelah pidato Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Minggu malam, 15/02/2015, setelah dia bersumpah untuk membalas Organisasi Negara Islam (ISIS) karena mengeksekusi 21 Koptik Mesir; pesawat-pesawat tempur Mesir menyerang tempat-tempat dan target-target milik ISIS di Libya, pada fajar hari Senin 16/ 02/2015. Sebuah pernyataan oleh tentara Mesir menunjukkan bahwa serangan udara itu merupakan pelaksanaan resolusi-resolusi “Dewan Pertahanan Nasional untuk menanggapi tindak kejahatan oleh organisasi teroris di dalam dan di luar Mesir”. Penggerebekan terjadi beberapa jam setelah diberikan konfirmasi oleh seorang pensiunan Mayor Jenderal Khalifa Haftar, melalui kontak dengan salah satu saluran televisi swasta Mesir, bahwa dia tidak keberatan tentara Mesir merespon dengan memberikan serangan balasan langsung yang ditujukan atas apa yang disebutnya sebagai teroris yang berada di kota-kota Libya .

Oleh karena itu, mereka telah mencapai apa yang Amerika telah rencanakan selama berbulan-bulan, dengan melibatkan tentara Mesir dalam dilema yang dialami Libya yang menentang Amerika dan agennya di sana, Haftar. Dan apa yang dilakukan secara rahasia kemarin, yang tidak bisa diumumkan oleh rezim Mesir, namun dibantahnya bahwa telah dilakukan serangan ke pedalaman Libya untuk mendukung agen-agen Amerika di sana, Khalifa Haftar, dimana hal ini sudah diketahui oleh publik pada hari ini. Sebaliknya juga karena kepopulernya, ISIS telah memberikan justifikasi yang dibutuhkan oleh rezim untuk melakukan intervensi secara terbuka dan terang-terangan, untuk mendukung pemberdayaan para agen Amerika dalam mengontrol situasi di Libya. Hal ini seolah-olah Amerika melihat kloning percobaan yang menyeret partisipasi nyata dan efektif Yordania dalam aliansi perang salib melawan kaum Muslim di Suriah, sebagai hal yang baik. Apalagi setelah terjadinya pembunuhan pilot Yordania oleh ISIS dan hal itu dilakukan dengan kesadaran oleh rezim di Yordania untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa mereka seolah-olah berjuang membela negara dan melestarikan kehidupan mereka.

Apa yang dilakukan oleh ISIS dengan melakukan pembantaian terhadap para pekerja ini adalah hal yang tercela dan tidak diperbolehkan dalam hukum Allah, yang diklaim diterapkan oleh organisasi itu. Mereka juga berfungsi melayani musuh-musuh umat dan kepentingan mereka dan membantu mereka dalam melaksanakan rencana mereka untuk menyerang dan melawan Islam dan kaum Muslim, dengan dalih memerangi terorisme yang mereka produksi. Juga tidak dapat diterima untuk tetap diam pada rezim yang bergabung dengan Amerika dalam apa yang dianggap sebagai perang melawan terorisme dan aliansi perang salib yang penuh dendam terhadap Islam dan kaum Muslim. Sebaliknya para perwira militer Mesir dan tentaranya harus menyesuaikan dengan pilihan umat dengan menerapkan syariah Allah di bawah Khilafah yang Rasyidah yang berjalan pada metode Kenabian yang akan mengusir kafir Barat keluar dari negara kita dan melindungi darah warganya, baik yang Muslim maupun non-Muslim.

Ya, pendirian Khilafah Rasyidah yang berjalan pada metode kenabian; sesunggunya Khilafah saja yang akan menempatkan masalah ini dalam perspektif yang sebenarnya. Dan itu akan melindungi darah warganya, baik Muslim maupunnon-Muslim, melestarikan kekayaan umat, menjaga tempat-tempat suci, dan membawanya ke arena konflik internasional secara baik dan efektif untuk kepentingan Islam dan umat Islam dan merupakan perwujudan nilai-nilai Islam yang tinggi. Secara bersamaan, Khilafah akan menganggu bagi negara-negara Barat yang licik yang melakukan hasutan di antara kelompok-kelompok Muslim dan orang-orang mereka. Khilafah akan mencegah terjadinya pengkhianatan mereka terhadap umat dan kebijakan jahat mereka yang membuat situasi yang anomali yang menyeret umat Islam dari satu perangkap ke perangkap yang lain dan dari satu masalah ke masalah yang lain di mana saja mereka bisa menaklukkan umat Islam. Nabi (Saw) bersabda «إنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به» “Sesunguhnya Imam adalah perisai, dimana anda berlindung kepadanya dan berperang di belakangnya.” (Shahih Muslim)

وإن تصبروا وتتقوا لا يضركم كيدهم شيئا إن الله بما يعملون محيط

“Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu-daya mereka, sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui, segala apa yang mereka kerjakan.” (QS Al- Imran : 120)



Sharif Zayed

Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir

Wilayah Mesir
loading...
Read more »

Hukuman Mati, Pasti!

item-thumbnail


[Al-Islam edisi 745, 8 Jumadul Ula 1436 – 27 Februari 2015 M]

Kejaksaan Agung akhirnya menunda pelaksanaan eksekusi mati tahap II guna memenuhi permintaan Pemerintah Australia dan dua keluarga terpidana mati kasus narkoba asal negara tersebut, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. “(Ini) wujud respon terhadap permintaan Australia dan keluarganya untuk meminta waktu panjang untuk bertemu (dua terpidana mati),” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tribagus Spontana, di Jakarta (Antaranews.com, 17/2).

Rencananya, Kejakgung pada tahap II akan mengeksekusi 11 terpidana mati yang grasinya telah ditolak oleh Presiden. Empat orang adalah WNI (3 kasus pembunuhan berencana, 1 kasus narkoba) dan tujuh WNA (semuanya kasus narkoba, dua di antaranya adalah warga negara Australia).

Masalah teknis juga jadi alasan penundaan itu. “Tim eksekutor sudah meninjau Nusa Kambangan, ternyata ada kendala teknis didapati bahwa lokasi agak sulit untuk dilakukan eksekusi lima terpidana mati secara bersamaan,” kata Kapuspenkum Kejagung, Tony Tribagus Spontana (Antarannews.com, 17/2).

Campur Tangan Australia?

Australia berusaha keras membebaskan warganya dari hukuman mati itu. Berbagai cara dilakukan. PM Australia Tony Abbott mendesak Indonesia untuk membatalkan eksekusi mati terhadap dua warga negaranya. Dia pun mengungkit bantuan Australia untuk membangun kembali Aceh usai diterjang tsunami pada Desember 2004. Menurut Abbott, kebaikan warga Australia itu seharusnya dibayar Indonesia dengan memberikan grasi kepada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. “Tolong, jangan dilupakan saat Indonesia dihantam tsunami, Australia langsung mengirimkan bantuan kemanusiaan miliaran dolar,” katanya sebagaimana dilansir dari Sydney Morning Herald, Rabu (18/2).

Entah semua itu berpengaruh atau tidak, yang jelas setelah itu keluar keputusan Kejagung untuk menunda eksekusi 11 terpidana mati itu, termasuk dua warga negara Australia. Memang, penundaan eksekusi itu sering dikatakan bahwa penyebabnya adalah masalah teknis. Namun, apa yang dilakukan Pemerintah Australia tampaknya juga berpengaruh. Kapuspenkum Kejagung, Tony Tribagus Spontana seperti dikutipAntaranews.com (17/2), menyatakan bahwa penundaan eksekusi itu adalah “wujud respon terhadap permintaan Australia dan keluarganya untuk meminta waktu panjang untuk bertemu (dua terpidana mati)”.

Hal itu tentu sangat disayangkan karena menunjukkan lemahnya kedaulatan negeri ini. Pelaksanaan hukuman yang sudah tetap ternyata bisa dipengaruhi oleh pihak asing. Dengan begitu, klaim bahwa Pemerintah tidak tunduk pada campur tangan asing dan tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun akhirnya hanya ungkapan kosong.

Dengan lemahnya kedaulatan negeri ini, tekanan dari negara lain dan pihak internasional akan makin banyak. Apalagi masih ada puluhan orang WNA terpidana mati yang belum dieksekusi. Kementerian luar negeri akan kerepotan dan disibukkan oleh masalah itu. Akibatnya, banyak urusan lain bisa terbengkalai.

Apa yang dilakukan oleh Abbot itu menegaskan bahwa memang ‘tidak ada makan siang gratis (no free lunch)’. Di balik apapun yang diberikan oleh pihak asing, termasuk bantuan, pada dasarnya ada kepentingan. Bantuan itu kapan saja bisa digunakan sebagai alat untuk campur tangan dan kontrol atas pihak yang diberi bantuan.

Karena itu bantuan asing, apapun bentuknya, bisa dijadikan alat campur tangan mereka terhadap negeri ini. Saat Pemerintah tunduk pada campur tangan asing (negara-negara kafir), hal itu sama saja dengan memberikan jalan kepada mereka untuk mengontrol bahkan menguasai kita. Padahal Allah SWT melarang hal demikian.

وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

Sekali-kali Allah tidak akan pernah memberikan jalan kepada kaum kafir untuk menghancurkan kaum Mukmin(TQS an-Nisa’ [4]: 141).

Hukuman Mati, Pasti!

Masyarakat mendukung penerapan hukuman mati, terutama atas kejahatan tertentu seperti pembunuhan, narkoba bahkan korupsi. Hukuman mati memang menghilangkan hidup si terpidana. Namun, khususnya dalam kasus pembunuhan dan narkoba, hukuman mati itu akan bisa mempertahankan hidup atau mencegah hilangnya nyawa banyak orang.

Karena itu alasan bahwa hukuman mati melanggar hak asasi manusia (HAM) jelas mengada-ngada. Alasan ini hanya mempertimbangkan HAM terpidana (pelaku kejahatan). Lantas bagaimana dengan HAM korban dan mereka yang nanti akan jadi korban kejahatan serupa? Bagaimana dengan hak asasi masyarakat untuk bebas dari ancaman kejahatan?

Hukuman mati dalam kasus narkoba jelas menjadi keniscayaan. Kejahatan narkoba adalah kejahatan luar biasa. Menurut Humas BNN Slamet Pribadi, berdasarkan data hasil penelitian BNN bersama Pusat Penelitian Kesehatan UI, pada tahun 2014 di Indonesia ada 4 juta pengguna narkoba. Pada tahun 2011 tiap hari 50 orang mati karena narkoba. Pada tahun 2014 tiap hari 33 orang mati karena narkoba (Cnnindonesia.com, 24/2/2015).

Presiden Jokowi pun menyatakan, Indonesia saat ini darurat narkoba. Menurut dia, hampir 50 orang mati setiap hari karena narkoba. Dalam setahun 18 ribu orang mati karena narkoba (Tempo.co.id, 4/2/2015).

Ini jelas jumlah yang sangat besar. Jumlah ini ratusan kali lipat dari jumlah orang yang mati karena terorisme. Jika terhadap kasus terorisme hukuman mati dinilai layak diterapkan, tentu untuk kasus narkoba yang jumlah korban matinya jauh lebih banyak, hukuman mati jauh lebih layak diterapkan. Apalagi narkoba juga “mematikan” penggunanya, terutama yang kecanduan meski orangnya masih hidup. Pasalnya, narkoba telah “mematikan” kehendak, akal dan masa depannya. Ini pada akhirnya akan mendatangkan kesulitan bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya. Karena itu sangat pantas jika diterapkan hukuman mati dalam kasus narkoba.

Islam Menetapkan Hukuman Mati

Dalam kasus pembunuhan disengaja Islam mewajibkan hukuman mati, yakni qishash. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh… (TQS al-Baqarah [2]: 178).

Hukuman mati juga diberlakukan pada kasus-kasus kejahatan lainnya sebagaimana yang dinyatakan dalam nas. Hukuman mati juga bisa diterapkan dalam kasus ta’zir, terutama untuk kejahatan yang sangat besar dampaknya bagi masyarakat. Dalam kasus narkoba, dengan bahaya narkoba yang begitu besar terhadap masyarakat, tentu pengedar narkoba dan gembong narkoba pantas dihukum mati.

Eksekusi atas hukuman itu harus sesegera mungkin dilaksanakan dan tidak boleh ditunda-tunda. Penundaan hanya akan menimbulkan masalah. Dalam kasus negeri ini, akibat tertunda karena berbelitnya proses hukum atau sengaja ditunda-tunda, maka seperti dilaporkan oleh Republika (19/1), saat ini ada 137 orang terpidana mati yang belum dieksekusi. Dari jumlah itu, sebanyak 69 orang terpidana mati kasus pembunuhan dan perampokan, dua orang terpidana mati kasus terorisme dan sebanyak 66 orang terpidana mati kasus narkoba (39 orang adalah warga negara asing dan 27 orang WNI).

Demi Kemaslahatan Masyarakat

Selain berfungsi sebagai jawabir (penebus dosa bagi pelakunya), hukum Islam berfungsi sebagai zawajir(pencegah), yakni mencegah terjadinya kejahatan serupa di masyarakat. Artinya, hukum Islam akan menyelamatkan masyarakat. Allah SWT berfirman:

]وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ[

Dalam qishash itu ada jaminan kelangsungan hidup bagi kalian, hai orang-orang yang berakal, supaya kalian bertakwa (TQS al-Baqarah [2]: 179).

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya, Tafsîr al-Qur`ân al-‘Azhîm menjelaskan, “Di dalam pensyariatan qishashterdapat hikmah besar untuk kalian, yaitu pemeliharaan dan perlindungan atas kehidupan. Alasannya, karena jika orang tahu bahwa pembunuh akan dibunuh, maka ia akan tercegah dari perbuatan itu. Jadi, dalam yang demikian ada kehidupan bagi jiwa-jiwa manusia.”

Sifat memberi efek jera sehingga mencegah orang melakukan kejahatan serupa juga ada pada seluruh sanksi hukum Islam. Efek jera ini akan efektif karena pelaksanaan sanksi itu dilakukan secara cepat, tidak tertunda lama sejak diputuskan. Ini karena sistem hukum Islam tidak berlarut-larut dan tidak berbelit-belit. Dekatnya waktu vonis dan pelaksanaan eksekusi membuat masyarakat masih ingat betul hukuman itu atas kejahatan apa. Efek jera atas kejahatan serupa pun kuat terbentuk. Efek jera ini makin efektif karena Islam mensyariatkan pelaksanaan sanksi hukuman itu harus dilakukan secara terbuka, dengan disaksikan oleh masyarakat, sebagaimana yang diharuskan dalam pelaksanaan hukuman cambuk bagi pezina (QS an-Nur [24]: 2).

Hukum Islam juga berfungsi sebagai jawabir (penebus dosa). Artinya, hukum Islam yang dijatuhkan di dunia akan menjadi penebus dosa bagi pelakunya sehingga dia tidak akan disiksa atas dosa yang sama di akhirat kelak. Ini merupakan kemaslahatan hakiki bagi pelaku tersebut.

Namun harus diingat, semua kebaikan itu hanya bisa terealisasi manakala sistem hukum Islam (‘uqubat) diterapkan bersamaan dengan seluruh sistem Islam. Hal itu akan bisa diwujudkan melalui penerapan syariah secara total di bawah sistem Khilafah ar-Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Inilah yang mestinya segera dan mendesak diwujudkan oleh kaum Muslim saat ini. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []



Komentar al-Islam:

Wapres Jusuf Kalla menampik adanya mafia yang bermain di balik naiknya harga beras saat ini. Ia menduga permainan di pasaran hanya sebatas timbun-menimbun beras (Kompas.com, 23/2).
  1. Kalau begitu mestinya pelakunya segera ditindak. Jika Polisi bisa demikian cepat dalam kasus KPK dan canggih dalam kasus terorisme, masa tidak bisa dengan cepat dan canggih menindak para penimbun beras?!
  2. Yang jelas, kenaikan harga beras saat ini tidak wajar. Jika semata-mata karena aksi penimbunan, kok terjadi di mana-mana dan bersamaan? Itu artinya, yang menimbun bisa jadi pemain besar yang bisa mempengaruhi suplai untuk wilayah yang luas sekali.
  3. Yang jelas, Pemerintah lagi-lagi kedodoran menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Kenaikan ini mestinya bisa diantisipasi dan bisa diatasi dengan cepat jika birokrasi baik, bekerja cepat dengan koordinasi yang baik dan berorientasi pada pelayanan urusan rakyat (ri’ayah).
[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

AS Membutuhkan 20 Ribu Lebih Tentara Iraq Untuk Rebut Kota Mosul dari Daulah Islamiyah

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Berdasarkan perkataan sejumlah pejabat militer AS pada Kamis, (19/2) lalu, AS menginginkan pemerintah Iraq melakukan operasi besar-besaran untuk merebut kota terbesar kedua Iraq, Mosul pada bulan April hingga Mei mendatang. AS membutuhkan setidaknya 20.000 hingga 25.000 tentara Iraq untuk merebut kembali kota Mosul dari tangan Daulah Islamiyah.

Salah satu pejabat komando sentral AS mengatakan, Mosul diyakini telah dikuasai 1.000 hingga 2.000 pertempur ISIS dan 20.000 hingga 25.000 tentara Irak diperlukan untuk melancarkan serangan itu. Pejabat itu menambahkan, “Tanda di dinding yang kami pasang adalah pada sekitar April-Mei, Ramadhan dan hawa panas yang semakin meningkat pada musim panas “akan menjadi persoalan jika serangan itu lebih lambat dari Mei.”

Serangan ini akan melibatkan tiga brigade Kurdi dan tak luput juga AS akan berpatrtisipasi dalam serangan darat maupun udara dengan tetap mengandalkan kekuatan militer Iraq dalam jumlah besar.

[Muhammad/afp/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »
Home
loading...