Archive by date

Biksu radikal Myanmar kecam PBB dan media asing karena pro-Rohingya

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Rombongan biksu garis keras Myanmar menggelar unjuk rasa di Kota Yangon. Mereka memprotes kebijakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memaksa pemerintahnya menampung kembali etnis Rohingya. Para biksu nasionalis ini menilai Rohingya sejak awal adalah imigran. Tidak ada kewajiban bagi Myanmar untuk menampung kembali orang asing yang terombang-ambing di laut.

Stasiun televisi Channel News Asia melaporkan, Rabu (27/5), aksi yang berjalan mulai pagi tadi waktu setempat itu diikuti ratusan biksu sambil membawa spanduk. Salah satu tulisan protes itu terbaca "pendukung orang Rohingya adalah musuh kami."

Para biksu yang tergabung dalam gerakan ultrakonservatif '969' ini sekaligus mengkritik pemberitaan media internasional yang menyudutkan Myanmar. Menurut mereka, yang bersalah dalam penyelundupan lebih dari 8 ribu imigran di sekitar Asia Tenggara adalah Bangladesh.

Dalam keterangan persnya, biksu radikal menyebut orang Rohingya aslinya dari Bangladesh, bukan dari Myanmar.

Tokoh Buddhis radikal, Ashin Wirathu, turut mendukung unjuk rasa tersebut. Tapi belum jelas apakah dia akan ikut jalan kaki dari jalan utama Yangon menuju stadion utama di pusat kota.

"Masalah manusia perahu ini dipicu oleh ledakan populasi Bangladesh," kata Wirathu seperti dikutip Myanmar Times kemarin.

Dari data terakhir Badan Penanggulangan Pengungsi PBB (UNHCR), masih ada lebih dari 4 ribu pengungsi, termasuk wanita dan anak-anak, yang kini terombang-ambing di Laut Bengal. Mereka menunggu diizinkan masuk Malaysia atau Thailand.

Adapun Indonesia menampung nyaris 2 ribu pengungsi di Aceh Utara selama dua pekan terakhir. Menurut pemerintah RI, hanya warga Rohingya yang tidak punya kewarganegaraan resmi akan ditampung. Sisa imigran lain akan segera dideportasi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hak Asasi Manusia PBB Zeid Ra'ad Al Hussein menyatakan akar masalah imigran gelap yang kini banyak berada di laut Asia Tenggara adalah pemerintah Myanmar. Selama negara dulu bernama Burma itu tetap mendiskriminasi warga Rohingya, maka arus imigran gelap akan selalu mengalir ke kawasan ASEAN. [merdeka/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Pengamat: TNI Harus Rekrut Mujahidin untuk Tumpas OPM

item-thumbnail


+ResistNews Blog - PENGAMAT Teroris, Musthofa Nahrawardaya mengusulkan kepada pemerintah agar TNI mengirimkan mujahidin untuk melawan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“TNI terkesan takut oleh OPM. Karenanya, mereka harus merekrut mujahidin Indonesia untuk menumpas gerakan separatis itu,” jelas Musthofa kepadaIslampos lewat sambungan telefon pada Rabu (27/5/2015).

Menurutnya, TNI takut pada OPM karena mengetahui kekuatan mereka. Berbeda dengan kasus teroris di Indonesia, tambahnya, yang cendrung rekayasa.

“Tantangan gerakan separatis OPM dinilai TNI sebagai tantangan serius. Jika teroris yang menantang, itu bukan tantangan beneran. Tantangan itu (teroris.red) hanya untuk kepentingan sesaat, seperti kepentingan politik, pencitraan, dan jabatan di tingkat TNI Polri,” tukas Musthofa.

Musthafa menilai, dalam penanganan teroris selama ini terdapat hal-hal yang janggal.

“Misalnya diberitakan mereka (teroris.red) menyelundupkan senjata, itupungak pasti karena kita gak tahu wujudnya. Kita hanya tau dari keterangan Polri, densus dan BNPT saja,” jelasnya.

Menurut Musthafa, gerakan separatis ini didukung persenjataan oleh Australia dan Amerika yang menginginkan papua merdeka.

“Jika begitu, senjatanya pasti ada, karena itulah TNI takut,” pungkasnya. [fh/islampos/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Syaikh AL Azhar mesir Terkejut Tahu Asal Langgam Jawa

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Syaikh Thaha Hubaisyi, ulama Al-Azhar Mesir sekaligus anggota pentashih Al-Quran Mesir dan pengajar senior ilmu tasawuf, menyatakan terkejutannya setelah tahu asal penggunaan langgam Jawa.

Sementara, Habib Rizieq Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) melalui situs pribadinya, www.habibrizieq.com, pada Selasa (26/5) mempublikasikan beberapa poin hasil klarifikasi FPI Mesir kepada Syaikh Hubaisyi, terkait pembacaan Al-Quran menggunakan langgam Jawa yang menuai kontroversi luas di kalangan ulama-ulama Indonesia.

Dalam klarifikasi itu, Syaikh Hubaisyi juga menyatakan rujuk dari pendapatnya sebelumnya yang mendukung langgam Jawa dalam pembacaan ayat suci Al-Quran.

Ulama yang hafal kitab Ihya Ulumuddin milik Imam Al-Ghazali itu sebelumnya mengatakan, “Masmuh (dipersilahkan), boleh dengan syarat tetap memperhatikan makhraj dan kaidah tajwid, karena seorang yang membaca Al-Quran dengan bahasa Arab ketika yang membacanya mengerti atau tidak, tepat atau tidak hakikatnya maknanya telah sampai kepada Allah.”

Namun setelah FPI Mesir memperlihatkan dan memperdengarkan rekaman video bacaan Al-Quran dengan langgam Jawa, ulama itu langsung melakukan klarifikasi yang dipublikasikan oleh Habib Rizieq.

Pertama, ada beberapa kesalahan, seperti berlebihan dalam memanjangkanghunnah dan harakat, sehingga diduga kuat bahwa qiraat tersebut tidakshahih (kuat) dan tidak boleh.

Kedua, dia sangat terkejut ketika tahu bahwa langgam tersebut aslinya digunakan untuk seni/musik (Lahwu wal-Malaa’ib).

Ketiga, dia mengaku bahwa ia sebelumnya ketika ditanya mahasiswa Indonesia memang membolehkannya, karena saat itu mahasiswa itu mengatakan, qiraat ini “sudah biasa” dijadikan untuk baca Al-Quran di Indonesia tanpa menjelaskan bahwa langgam ini asalnya digunakan untuk pertunjukan seni, bahkan tidak diperdengarkan (suara qari) sama sekali.

Keempat, kejadian serupa pernah terjadi di Mesir, yaitu membaca Al-Quran dengan langgam seni musik, tapi Al-Azhar segera menentang dan melarangnya.

Menurut Habib Riziq, FPI Mesir akan terus berusaha mengkonfirmasikan berita tersebut kepada semua Masyaikh Al-Azhar yang terkait, bahkan akan membawa persoalan kepada Imam Qiroo-aat Al-Azhar sebagaimana dianjurkan oleh Syeikh Hubaisyi. [mirajnews/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Demokrasi Pintu Neoimperialisme

item-thumbnail

Dan, khilafah mempunyai ketahanan ideologi yang mampu mencegah neoimperialisme.

Imperialisme gaya baru (neoimperialisme) tidak datang dengan tiba-tiba. Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia M Ismail Yusanto menyebut, imperialisme ini masuk melalui legalisasi perundang-undangan. “Dan ini adalah produk demokrasi,” jelasnya.

William Blum, penulis buku America’s Deadliest Export Democracy menyebut demokrasi adalah alat dominasi Amerika Serikat atas seluruh dunia. Menurutnya, demokrasi merupakan alat untuk menguasai dunia demi kepentingan ekonomi dan ideologi.

Dalam rangka itu, kata Blum, tidak ada hal yang lebih mereka sukai selain menciptakan ulang dunia sesuai dengan imaji Amerika, dengan perusahaan bebas, ‘individualisme’, apa yang disebut dengan ‘nilai-nilai Yahudi-Kristen’, dan hal-hal lain yang mereka sebut sebagai ‘demokrasi’ sebagai unsur utamanya.

Melalui jalan demokrasi inilah, asing mendapatkan jaminan operasi di Indonesia karena sepak terjang mereka mengeruk kekayaan alam Indonesia mendapatkan legalitas melalui perundang-undangan. Makanya asing sangat berkepentingan dalam proses demokratisasi di Indonesia. Mereka ‘membantu’ merancangkan draft-draft perundang-undangan kepada pemerintah dan wakil rakyat seraya mengucurkan dana—yang bagi kalangan Indonesia dianggap besar. Hasilnya, produk demokrasi itu menjadi landasan hukum bagi usaha mereka merampok Indonesia.

Tak heran, begitu sulitnya Indonesia jika berhadapan dengan mereka. Freeport yang sudah tiga tahun tak membayar deviden bagi pemerintah Indonesia sebesar Rp 4,5 trilyun pun tak bisa ditagih. Malah ada rencana utang deviden itu diputihkan.

Dalam beberapa negosiasi dengan perusahaan asing, pemerintah kalah. Anehnya, pemerintah tak bisa memaksa perusahaan asing. Ingat perusahaan, bukan negara lho? Padahal mereka adalah representasi negara. Jadi siapa yang berkuasa?

Khilafah Jawaban

Imperialisme atau penjajahan adalah metode baku (thariqah) ideologi kapitalisme dalam menguasai negara lain. Maka, imperialisme modern ini, menurut Shiddiq Al Jawi, pengasuh rubrik Ustadz Menjawab Media Umat, hanya bisa dilawan oleh khilafah.

Menurutnya, ideologi hanya bisa dilawan dengan ideologi. Dan, khilafah mempunyai ketahanan ideologi yang mampu mencegah neoimperialisme. “Hanya dengan ketahanan ideologi Islam inilah, khilafah akan mampu menbendung segala bentuk neoimperialisme,” tandasnya.

Yang dimaksud ketahanan ideologi ini, jelasnya, adalah kemampuan yang dimiliki negara dan masyarakat untuk menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, berdasarkan akidah Islam dan syariah Islam, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Ketahanan ideologi Islam inilah yang menjadikan negara khilafah mampu mencegah atau membendung segala bentuk neoimperialisme,” tandas anggota Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI ini.

Ia menjelaskan, ketahanan ideologi Islam terwujud dalam bentuk keterikatan negara dan masyarakat dengan ideologi Islam, yaitu akidah dan syariah Islam. Maka, jika ada ideologi atau sistem atau peraturan atau program atau apa pun yang bertentangan dengan akidah dan syariah Islam, yang hendak disusupkan atau dilaksanakan di negara khilafah, jelas ia akan tertolak dengan sendirinya.

“Demokrasi misalnya, akan tertolak dengan sendirinya. Karena demokrasi bertentangan dengan akidah Islam,” tandasnya. Soalnya, ada pertentangan mendasar antara demokrasi dan akidah Islam. Terutama dari segi konsep kedaulatan (as siyadah, sovereignty). Dalam demokrasi, kedaulatan ada di tangan rakyat, yaitu manusia mempunyai hak tasyrii’ (menetapkan hukum). Sedangkan dalam akidah Islam, kedaulatan ada di tangan syariah. Yang mempunyai hak tasyrii’, hanyalah Allah SWT, bukan manusia. Firman Allah SWT (artinya), ”Menetapkan hukum hanyalah hak Allah,” (QS Al An’aam [6] : 57).

Oleh karena itu, lanjutnya, penjajahan dalam segala bentuknya, baik imperialisme lama berupa penjajahan fisik dengan jalan militer, maupun neoimperialisme melalui hegemoni politik, ekonomi, sosial, budaya, dan militer, juga akan tertolak dalam negara khilafah. Sebab imperialisme fisik jelas bertentangan dengan ideologi Islam (akidah dan syariah Islam). Karena Islam mewajibkan jihad (perang di jalan Allah) melawan kaum kafir yang menginvasi atau menduduki tanah kaum Muslimin. Firman Allah (artinya),”Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu.” (QS Al Baqarah [2] : 190).

Demikian pula neoimperialisme, kata Siddiq, jelas akan dilawan pula oleh Islam. Sebagai contoh, program utang luar negeri, yang menjadi instrumen neoimperialisme Barat dalam bidang ekonomi-politik untuk mengontrol negeri-negeri Islam. Utang luar negeri tertolak karena dua alasan, pertama, karena utang itu pasti mensyaratkan bunga yang merupakan riba yang diharamkan Islam (QS Al Baqarah [2] : 275). Kedua, karena utang itu pasti menetapkan syarat-syarat yang dimaksudkan untuk mengontrol kaum Muslimin. Ini juga diharamkan dalam Islam, sesuai firman Allah SWT (artinya),”Dan sekali-kali Allah tidak menjadikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.” (TQS An Nisaa` [4] : 141).

Ketahanan ideologi Islam ini, jelasnya, tidak dimiliki oleh negara demokrasi-sekuler saat ini, karena ideologinya sama saja dengan ideologi negara-negara Barat yang imperialis. “Kesamaan ideologi inilah yang dapat menjelaskan mengapa neoimperialisme dari Barat dapat berjalan mulus di Indonesia,” paparnya. [] Abu Nabhan

==========================================================================


Penguasa Pembohong

Dalam kitab, al-Mustadrak ‘ala as-Sahihain, al-Hakim mengeluarkan hadits: “Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR al-Hakim, al-Mustadrak ‘ala as-Shahihain, V/465).

Jadi, yang dimaksud oleh hadits Nabi di atas adalah, “akan datang tahun-tahun penuh kebohongan”. Kebohongan pada tahun-tahun itu terlalu banyak. Hadits ini sangat pas diterapkan dalam konteks sekarang, ketika kapitalisme, sekulerisme dan demokrasi berkuasa di muka bumi. Tahun-tahun penuh kebohongan tersebut tampak dengan jelas dalam sistem demokrasi.

Ketika demokrasi mengklaim Vox populi, vox Dei (Suara rakyat, suara tuhan), klaim itu nyata bohong. Demikian pula bahwa demokrasi katanya pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat, ternyata juga bohong. Yang berkuasa adalah para cukong. Ketika demokrasi mengklaim kedaulatan di tangan rakyat, nyatanya rakyat tidak berdaulat. Yang berdaulat ternyata pemilik modal dan asing.

Sedangkan lafadz “Ruwaibidhah”, menurut Abu ‘Ubaidah, maknanya at-tafih, yaitu al-khasis al-haqir (tidak bernilai dan hina). Sedangkan Imam as-Syathibi menjelaskan, “Mereka mengatakan, bahwa dia adalah orang bodoh yang lemah, yang membicarakan urusan umum. Dia bukan ahlinya untuk berbicara tentang urusan khalayak ramai, tetapi tetap saja dia menyatakannya.” (As-Syathibi, al-I’tisham, II/681)

Penguasa ini hanyalah budak hawa nafsu dan dunia. Mereka mengibarkan bendera jahiliyyah, menyeru kepada ideologi dan isme sesat dan merusak. Mereka berambisi menjadi penguasa, padahal mereka adalah orang bodoh, tidak bermutu, fasik dan hina. Apakah penguasa negeri ini ‘ruwaibidhah’? Anda sendiri bisa menilainya! [hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Negeri Bergelimang Utang

item-thumbnail

Data Kementerian Keuangan menyebutkan, total utang Indonesia per awal 2015 mencapai Rp 2.700 trilyun.

Loh Jinawi Tata Tentrem Kertoraharjo. Ungkapan ini begitu dikenal saat Soeharto menjadi Presiden RI. Negeri yang aman, sejahtera dan makmur ini ternyata hingga kini masih menanggung utang yang takkan habis dibayar hingga beberapa generasi bangsa ini.

Seperti diungkapkan Presiden Joko Widodo bahwa utang bangsa Indonesia masih Rp 2.600 trilyun. Utang tersebut, baik bilateral ke negara-negara lain, maupun ke World Bank dan Asian Development Bank (ADB).

Bahkan soal lembaga pemberi utang yakni IMF, sempat terjadi pro kontra antara mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Jokowi. Terlepas dari siapa lembaga pemberi utang itu, tapi bangsa Indonesia hingga kini memang sudah terjerat oleh asing.

Data Kementerian Keuangan menyebutkan, total utang Indonesia per awal 2015 mencapai Rp 2.700 trilyun. Sebagian besar utang diperoleh dari penerbitan surat berharga negara (SBN). Sementara utang yang dipinjam dari lembaga multilateral saat ini sekitar Rp 300 trilyun, terbesar adalah pinjaman dari Bank Dunia Rp 182 trilyun dan ADB Rp 110 trilyun.

Sementara itu catatan Bank Indonesia, utang asing (utang luar negeri/ULN) Indonesia terus meningkat. Posisi utang asing Indonesia pada akhir Februari 2015 sebesar 298,9 milyar dolar AS (setara Rp 3.832 trilyun) atau naik 9,4 persen (year on year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Namun menurut BI, posisi itu lebih rendah dari kenaikan Januari 2015 sebesar 10,5 persen (yoy) atau 299,4 milyar dolar AS (Rp 3.838,4 trilyun). “Perkembangan utang luar negeri pada Februari 2015 dipengaruhi melambatnya pertumbuhan utang luar negeri sektor publik maupun sektor swasta,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

Posisi ULN pada akhir Februari terdiri atas ULN sektor publik 134,8 milyar dolar AS (45,1 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta 164,1 milyar dolar AS (54,9 persen dari total ULN). Utang luar negeri sektor publik tumbuh 4,4 persen (yoy) atau lebih lambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,1 persen (yoy).

Perlambatan tersebut, menu­rut Tirta, didorong menurunnya posisi pinjaman luar negeri pemerintah. Pertumbuhan ULN sektor swasta juga melambat dari 14,4 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 13,8 persen (yoy), terutama karena perlambatan pertumbuhan pinjaman luar negeri. Berdasar jangka waktu asal, posisi ULN Indonesia didominasi ULN berjangka panjang (85,3 persen dari total ULN).

Meski utang Indonesia sangat besar, namun Presiden Jokowi mengatakan, tidak ada yang salah jika sebuah negara berutang pada lembaga keuangan dunia seperti World Bank (WB), Asian Development Bank (ADB) dan International Monetary Fund (IMF). Asalkan, dana dari pinjaman digunakan untuk kegiatan positif.

“Utang nggak apa-apa kok. Asal untuk produktivitas, untuk hal-hal yang produktif. Tapi kalau kita pinjam kemudian untuk subsidi BBM, itu yang saya tidak setuju. Ndak boleh kalau itu,” tegas Jokowi.

Utang memang bukan barang haram. Namun utang justru menjadi warisan bangsa untuk anak cucu. Bayangkan saja, utang sebesar itu mungkin tidak pernah terbayangkan bagi rakyat awam. Dengan nilainya sangat besar, rakyatlah yang bakal menanggung beban tersebut. Tak mungkin para pejabat yang menandatangani perjanjian utang itu membayarnya sendiri.

Terlihat bagaimana justru pemerintah berupaya menggalang dana sebanyak-banyaknya dari rakyat dalam bentuk berbagai macam pajak. Rakyat menjadi obyek pemasok anggaran pemerintah. Sebaliknya sumberdaya alam yang sangat besar malah dilego ke asing. Parahnya lagi, ratusan trilyun dana hanya untuk membayar bunga alias riba. Padahal riba haram dalam Islam. Masihkah kita percaya dengan pemerintah? [Joe Lian/hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Bersama Umat Tegakkan Khilafah

item-thumbnail


[Al-Islam edisi 758, 11 Sya’ban 1436 H – 29 Mei 2015 M]

Kita, umat Islam, adalah umat yang satu. Kita berbeda dengan seluruh umat lainnya di dunia. Kita memeluk akidah yang sama: akidah Islam; akidah Lâ ilâha illâl-Lâh (Tidak ada Tuhan yang patut disembah dan ditaati kecuali Allah SWT). Dialah satu-satunya Zat Yang memiliki kewenangan untuk membuat hukum. Manusia hanyalah mukallaf yang diperintahkan untuk menaati syariah-Nya secara mutlak. Allah SWT berfirman:

﴿ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ ﴾

Hak membuat hukum hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kalian tidak menyembah selain Dia(QS Yusuf [12]: 40).

Dengan keimanan tersebut, umat Islam akan menolak sistem demokrasi. Alasannya, dalam demokrasi kewenangan membuat hukum diserahkan sepenuhnya kepada manusia. Tak peduli, apakah hukum yang dibuat oleh manusia itu melanggar syariah Allah SWT atau tidak.

Umat Islam adalah umat yang mengimani kalimah Muhammad[un] Rasûl-Lâh (Muhammad saw. adalah utusan Allah). Beliau adalah nabi dan rasul terakhir yang membawa risalah paripurna yang wajib diikuti oleh seluruh manusia. Beliaulah uswah hasanah (teladan yang baik) bagi siapa pun yang mengharapkan ridha Allah SWT dan kebahagiaan Hari Akhirat.

Dengan keimanan tersebut umat Islam tidak akan menjadikan Montesque, John Lock, Adam Smith, Karl Marx dan tokoh-tokoh kafir lainnya sebagai teladan yang diikuti. Apalagi menerima ideologi, ajaran dan sistem buatan mereka yang terbukti sesat dan merusak.

Umat Islam adalah umat yang memiliki hukum yang sama, yakni syariah Islam. Hukum ini berasal dari Allah SWT untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Hukum ini wajib diterapkan dalam kehidupan individu, masyarakat dan negara.

Semua hukum selain hukum Islam adalah hukum kufur dan jahiliah. Semua hukum itu haram diambil, diterapkan dan disebarluaskan. Para pelakunya pun disebut oleh Allah SWT sebagai fasik, zalim dan kafir.

Oleh karena itu, umat Islam wajib menolak sekularisme. Sekularisme adalah akidah yang memisahkan agama dari negara. Agama hanya boleh mengatur soal ibadah dan urusan pribadi. Ini jelas bertolak belakang dengan syariah yang juga mengatur sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem politik, sistem pendidikan, sistem pergaulan, politik luar negeri, hukum pidana, dan lain-lain. Karena itu menerima sekularisme berarti akan menyingkirkan sebagian besar syariah Islam.

Bukan hanya sekularisme, umat Islam juga harus menolak semua hukum dan sistem kufur lainnya seperti sistem demokrasi, liberalisme, sosialisme, komunisme, dan lain-lain.

Wahai Kaum Muslim:

Umat Islam adalah umat yang diperintahkan untuk bersatu dalam naungan satu negara. Itulah Daulah Khilafah Islamiyah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Siapa pun yang memecah-belah persatuan ini dan mengangkat dua orang khalifah atau lebih diancam dengan hukuman yang sangat berat, yakni hukuman mati. Rasulullah saw. bersabda:

«إِذَا بُوْيِعَ لِخَلِيْفَتَيْنِ فَاقْتُلُوْا الآخِرَ مِنْهُمَا»

Jika dibaiat dua orang khalifah maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya (HR Muslim).


Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim menegaskan, “Para ulama telah sepakat bahwa tidak boleh mengangkat dua orang khalifah pada waktu yang sama, baik Darul Islam luas maupun tidak.”

Wahai Kaum Muslim:

Bertolak dari realita tersebut, umat ini jelas memerlukan Khilafah. Pasalnya, hanya dalam Daulah Khilafah, akidah Islam dijadikan sebagai asasnya. Konsekuensinya, semua hukum dan undang-undang yang diberlakukan di dalam Daulah Khilafah terpancar dari akidah Islam.

Hanya dengan Khilafah, syariah Islam dapat diterapkan secara kaffah. Khilafah juga satu-satunya sistem pemerintahan yang disyariahkan Islam. Tanpa Khilafah akan banyak hukum Islam terabaikan.

Hanya dengan Khilafah pula persatuan umat Islam dapat diwujudkan dalam kehidupan; tidak terpecah-belah dalam banyak negara seperti saat ini. Tanpa Khilafah umat ini menjadi lemah, tidak berwibawa dan mudah dikalahkan oleh musuh-musuhnya.

Tatkala Khilafah tegak, umat ini akan benar-benar mewujud menjadi ummah wâhidah (umat yang satu). Umat ini benar-benar memiliki satu akidah, satu syariah dan satu dawlah (negara). Umat ini bersatu di bawah naungan râyah wâhidah (satu bendera), yakni râyah “Lâ ilâh illâl-Lâh Muhammadur Rasûlul-Lâh”.

Dengan Khilafah pula umat Islam akan menjadi pelita kebenaran dan teladan kebaikan bagi manusia di seluruh dunia. Dengan begitu manusia akan masuk ke dalam Islam dengan berbondong-bondong (yadkhulûna fî Dînil-Lâh afwâj[an]).

Hal itu terjadi karena kebaikan Islam dapat terlihat secara nyata ketika syariah secara kaffah diterapkan oleh Daulah Khilafah. Selain itu juga karena Islam diemban oleh oleh institusi negara, Khilafah, dengan dakwah dan jihad. Inilah yang terjadi dalam sejarah umat Islam ketika Khilafah masih tegak.

Wahai Kaum Muslim:

Sungguh amat disayangkan, sejak 28 Rajab 1342 H atau 3 Maret 1924 umat Islam tak memiliki Khilafah. Sejak itulah umat ini kehilangan jatidirinya sebagai umat yang satu. Nasibnya pun sungguh amat menyedihkan. Kesatuan wilayah mereka dikerat-kerat menjadi negara-negara bangsa yang kecil, lemah dan saling tak peduli. Kekayaan mereka dijarah. Darah mereka ditumpahkan dengan mudah. Akidah mereka dilecehkan. Syariah mereka pun disingkirkan dari kehidupan.

Sejak itu qadhiyyah mashîriyyah (perkara amat penting hingga menyangkut hidup dan mati) bagi umat Islam adalah mengembalikan tegaknya Khilafah dalam kehidupan. Umat Islam wajib berjuang sungguh-sungguh untuk mengembalikan Khilafah. Umat Islam wajib menjadikan perjuangan menegakkan Khilafah sebagai agenda utama. Umat tidak boleh dipalingkan dari perjuangan ini.

Ingatlah: Nahnu ummah ‘azhîmah. Nahnu ummah karîmah (Kita adalah umat yang agung. Kita adalah umat yang mulia). Bahkan kita adalah khayru ummah (umat terbaik) yang dilahirkan untuk manusia. Ingatlah, semua gelar itu berhak kita sandang tatkala kita mengimani Allah SWT, menerapkan syariah-Nya dan memperjuangkan agama-Nya. Allah SWT berfirman:

﴿وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ اْلأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ﴾

Janganlah kalian bersikap lemah. Jangan (pula) kalian bersedih hati. Padahal kalianlah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kalian orang-orang Mukmin (QS Ali Imran [3]:139).

Janganlah kita saling bertikai dan mau diadu-domba oleh kaum kafir. Janganlah kita terlalu mudah menjatuhkan vonis kafir kepada sesama Muslim, apalagi hanya karena perbedaan dalam perkara ijtihadiah. Semua itu hanya akan melemahkan kita dan menyenangkan kaum kafir.

Kita semua bersaudara. Janganlah menjadikan sesama saudara sebagai musuh! Musuh kita sesungguhnya adalah negara-negara kafir penjajah dan para penguasa antek negara-negara kafir penjajah itu. Merekalah yang selama ini menimpakan aneka musibah dan bencana kepada umat ini. Merekalah musuh kita. Karena itu perlakukanlah mereka sebagai musuh.

Wahai Kaum Muslim:

Pada kesempatan ini, Hizbut Tahrir Indonesia kembali mengajak seluruh umat Islam untuk berjuang bersama menegakkan Khilafah. Sejak didirikan oleh pendirinya, Al-‘Allâmah asy-Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani, Hizbut Tahrir telah mendedikasikan diri untuk memperjuangkan tegaknya Khilafah. Perjuangan itu terus dilakukan oleh amir berikutnya, Al-‘Alim al-Kabîr asy-Syaikh Abdul Qadim Zallum, dan amir sekarang, yakni Al-‘Alim al-Jalîl asy-Syaikh ‘Atha Abu Rasytah. Hizbut Tahrir terus berjuang siang-malam untuk mengembalikan Khilafah Islamiyah. Khilafah adalah tempat bernaung bagi seluruh umat Islam tanpa membedakan suku, bangsa atau mazhabnya. Khilafah Islam bukanlah khilafah hizbiyyah, khilafahmadzhabiyyah, apalagi khilafah wathaniyyah.

Karena itu bangkitlah segera untuk bergabung dalam barisan perjuangan ini. Segeralah bersama Hizbut Tahrir berjuang menegakkan Khilafah! Memang ini adalah perjuangan besar, namun pahala yang dijanjikan Allah SWT juga amat besar. Perjuangan ini memang memang berat, tetapi akan meringankan hisab kita di akhirat. Perjuangan ini memang sulit, tetapi jelas bukan mustahil. Pasalnya, tidak mungkin Allah SWT mewajibkan sesuatu yang mustahil dapat dilaksanakan oleh manusia. Perjuangan ini memang tidak mudah, namun bukan ilusi. Sebab, tegaknya Khilafah merupakan wa’dul-Lâh wa busyrâ Rasûlil-Lâh(janji Allah SWT dan berita gembira Rasulullah saw.). Apa sulitnya bagi Allah SWT, Pencipta dan Pengatur seluruh alam raya, untuk mewujudkan janji-Nya, mengembalikan Khilafah ar-Râsyidah yang kedua kalinya. Sungguh, Allah SWT pasti akan memenangkan agama-Nya atas seluruh agama dan ideologi walaupun orang-orang musyrik membencinya. Allah SWT berfirman:

﴿هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ﴾

Dialah Yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia menangkan di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya (QS at-Taubah [9]: 33).

Wahai Kaum Muslim:

Perlahan namun pasti, tanda-tanda Khilafah bakal tegak semakin terlihat jelas. Tak aneh jika kaum kafir semakin ketakutan. Berbagai manuver dan konspirasi mereka lakukan untuk menghadang Khilafah tegak, termasuk mengekspolitasi berbagai kejahatan gerakan-gerakan yang mendeklarasikan Khilafah yang tidak benar secara syar’i; melakukan penyembelihan, pembakaran dan penghancuran dan berbagai tindakan tidak syar’i lainnya. Kaum kafir penjajah mengeksploitasi dan menyebarluaskan berbagai kejahatan gerakan-gerakan ini. Itu mereka lakukan agar umat Islam benci terhadap Khilafah yang hakiki.

Namun, semua upaya mereka akan gagal dan terus gagal dengan izin Allah. Sebaliknya, Khilafah, dengan izin dan pertolongan Allah SWT, akan segera tegak kembali. Ketika itu bergembiralah umat ini menyambut pertolongan Allah. Allah SWT berfirman:

﴿وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ – بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ﴾

Pada hari itu bergembiralah kaum Mukmin karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (QS ar-Rum [31]: 4-5).

Semoga Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah yang kita perjuangkan segera tegak kembali. Semoga pula kita semua diberikan kesempatan untuk hidup di bawah naungan Khilafah. Amin, ya Rabb al- ‘lamin.[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Israel Berterima Kasih Kepada AS Karena Memblokir Dokumen Nuklir

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Seorang pejabat senior Israel mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengucapkan terima kasih kepada AS karena memblokir dokumen global di PBB yang bertujuan untuk membersihkan dunia dari senjata nuklir.

Dokumen itu, yang ditolak hari Jumat, telah meminta Sekjen PBB untuk mengadakan konferensi Timur Tengah paling lambat bulan Maret 2016, terlepas dari apakah Israel dan tetangga-tetangganya menyepakati agenda konferensi.

Israel bukan merupakan pihak yang ikut Traktat Non-Proliferasi Nuklir dan tidak pernah menyatakan secara luas apa yang dianggap sebagai program senjata nuklir. Sebuah konferensi mungkin memaksa Israel untuk mengakui kepemilikan program senjata nuklir. (Associated Press/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Oh Ternyata, Cuma Begini Mabes TNI Merespon Tantangan Perang Terbuka OPM

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Banyak yang bertanya terkait sikap diam TNI ketika Organisasi Papua Merdeka (OPM) menantang perang terbuka. Selain bertanya, tak sedikit juga yang mengkritik bahkan meledek. Rupanya sikap diam TNI mempunyai makna tersendiri terkait sikap Pimpinan Organisasi Papua Merdeka Enden Wanimbo yang menyatakan siap perang terbuka dengan seluruh masyarakat Indonesia yang bukan orang Papua. Usaha dialog tampaknya tidak bisa membuahkan hasil perdamaian atas konflik yang ada.

Sikap diamnya TNI akhirnya menuai jawaban. Dilansir Merdeka (26/5), bahwa Mabes TNI tak mau menanggapi pernyataan perang terbuka organisasi papua merdeka (OPM) itu. Kapuspen TNI Mayor Jenderal Fuad Basya mengatakan, jika pernyataan perang terbuka ditanggapi akan menjadi besar.


"Nggak usah ditanggapi, kalau ditanggapi kita nanti jadi besar. Dulu ISIS Abu Jandal, sekarang sudah mati. Kalau ditanggapi mereka akan semakin besar, dia tidak akan berbuat apa-apa," kata Fuad, Senin (25/5).

Sementara itu, kata dia, pasukan TNI telah siap menghadapi ancaman apa pun. Termasuk ancaman dari OPM yang menginginkan perang terbuka.

"Kalau ancam ya coba saja, jangan ancam-ancam saja," tegasnya.

Menurut dia, kondisi Papua telah kondusif dari permasalahan apa pun. Namun, jika OPM menyerang indonesia akan diberikan perlawanan oleh masyarakat Papua sendiri.

"Ya pastilah rakyat akan marah, sama juga di Aceh. Tidak ada separatis di Aceh," tutupnya.

Atas penjelasan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya tentu memberikan pencerahan kepada publik yang selama ini bertanya. Namun, lebih memuaskan jika langsung Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang memberikan pernyataan. Sebagaimana dulu Moeldoko pernah menyatakan dengan tegas akan menebas gerakan ISIS di Indonesia. [pekanews.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Perang Pimpinan AS dan Penjualan Senjata Adalah ‘Bisnis yang Sangat Menguntungkan’ di Timur Tengah

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Washington mengatakan mereka memberikan senjata ke Timur Tengah untuk pertahanan. Namun, kegiatan ini telah menggerakkan perang sementara memecah-belah wilayah tersebut. Demikian kata Brian Becker Anti-War Answer Coalition.

Saat industri pertahanan AS akan melalui masa booming, Pentagon telah mengumumkan kontrak senjata baru untuk Israel dan Arab Saudi, sekutu utama Amerika di Timur Tengah. Kedua negara ini terlibat dalam konflik di wilayah tersebut.

Berikut adalah wawancara Russia Today (RT) dengan Brian Becker (BB).

RT: Apakah kawasan Timur Tengah berubah menjadi sumber penjualan senjata yang tidak terbatas bagi Amerika?

BB: Ya, memang. Kita bisa melihat selama 14 tahun terakhir. Ini dimulai dengan invasi AS ke Afganistan pada bulan Oktober 2001, lalu invasi AS ke Irak pada tahun 2003 dan pendudukan yang terus berlangsung atas kedua negara itu selama lebih dari satu dekade. Lalu pengeboman atas Libya oleh kekuatan NATO, yang dipimpin oleh AS, dan kemudian memberikan dana dan senjata untuk perang saudara Suriah. Semua itu telah memberikan kontribusi terhadap perpecahan di Timur Tengah. Namun, tentu saja hal itu menjadi sumber keuntungan bagi mereka yang membuat senjata di AS—kompleks industri militer, dan kontraktor perang. Mereka adalah bagian dari prinsip ekonomi Amerika. Bagi mereka ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan.

RT: Timur Tengah cukup kaya dalam hal sumberdaya alam, seperti minyak. Apakah itu juga yang membuat AS tertarik?

BB: Ya, Anda melihat lebih banyak dan lebih banyak sumberdaya di wilayah itu, dari Timur Tengah, dan meskipun wilayah itu memiliki banyak minyak dan beberapa [negara] sangat kaya, wilayah itu sangat miskin. Namun, sejumlah besar sumberdaya di wilayah itu sedang dialihkan untuk pembelian senjata. Siapa yang menjadi sumber senjata? Pada prinsipnya dan yang paling penting adalah para kontraktor perang AS, dan kompleks industri militer, adalah sumber senjata. Dengan demikian orang-orang itu meraup keuntungan yang sangat besar. Ya, semakin besar pasokan senjata, semakin menjadi hampir tak terbatas yang menghabiskan uang dari rakyat di wilayah itu untuk perang yang telah menghancurkan wilayah tersebut dan terus terpecah setiap hari.

RT: Para pembeli senjata dari Arab mengatakan mereka membutuhkan senjata Amerika sebagai alat pertahanan terhadap Iran. Bukankah ini malah meningkatkan ketegangan? Jika Anda memiliki senjata, bukankah Anda lebih mungkin untuk menggunakannya?

BB: Ya. Kami selalu mendengar laporan media bahwa pemerintah Arab, kerajaan-kerajaan Teluk khususnya—yang sebenarnya rezim yang rapuh karena mereka tidak memiliki legitimasi domestic—terus-menerus meminta pemerintah AS untuk mengirimkan senjata lagi. Namun, ada sisi lain persamaan. Di belakang layar pemerintah AS, militer dan orang-orang yang menjual senjata mengatakan kepada pemerintah yang sama—yang benar-benar bergantung pada AS—bahwa mereka perlu meminta senjata. Jadi hal ini berjalan dua arah.

Banyak uang yang ditransfer dari negara-negara penghasil minyak ke kas senjata yang memproduksi senjata dengan alasan membela rezim tersebut. Namun, senjata-senjata itu tidak benar-benar membela rezim. Bahkan Anda dapat melihat masalah yang sebenarnya yang dihadapi oleh rezim itu adalah tuntutan demokrasi di dalam negeri, untuk melakukan perubahan. Bukanlah kekuatan eksternal dari Iran yang benar-benar mengancam rezim itu.

RT: Mengapa AS akan menjual senjata ke musuh Israel, yakni Arab Saudi?

BB: AS memiliki bukan hanya Israel, yang tentu saja memilikinya sebagai penahan prinsipnya, sebagai perpanjangan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Israel menerima empat miliar dolar AS setiap tahun—penerima bantuan besar militer yang besar dari AS. Namun, AS tidak mengontrol atau memiliki kekuasaan atas Timur Tengah hanya melalui Israel. Mereka juga menggunakan Saudi Arabia dan kerajaan Teluk. Arab Saudi, meskipun itu adalah sebuah negara Muslim dan negara Islam, mereka bukan musuh Israel. Mereka sebenarnya berkolaborasi dengan Israel dan telah melakukan hal yang seperti itu untuk waktu yang lama. Jadi saya tidak menganggap kita akan melihat Arab Saudi dan Israel sebagai musuh yang harus didukung AS. Saya pikir sebenarnya mereka adalah bagian dari jaringan kontrol dan kekuasaan yang dilakukan oleh AS.

(rt.com/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Tajikistan Berencana Melarang Penggunaan Nama Arab Sebagai Bagian Tindakan Keras Terhadap Islam

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Baru-baru ini Tajikistan sedang memperdebatkan undang-undang untuk melarang nama-nama Arab sebagai bagian dari kampanye yang sedang berlangsung untuk melawan Islam. Pemerintah pun, sebagaimana diberitakan oleh The Guardian memaksa kaum pria untuk mencukur jenggotnya dan menyebut kaum wanita berjilbab sebagai pelacur.

Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, memerintahkan parlemennya untuk mempertimbangkan RUU yang akan melarang pendaftaran nama-nama yang dianggap terlalu berbau Arab. Demikian kata seorang pejabat di departemen Kementerian Kehakiman Catatan Sipil kepada Interfax. “Setelah mengadopsi UU ini, kantor pendaftaran tidak akan mendaftarkan nama-nama yang salah atau nama-nama yang asing bagi budaya lokal, termasuk nama-nama yang menunjukkan benda, flora dan fauna, serta nama-nama yang berasal dari bahasa Arab,” kata Jaloliddin Rahimov.

Meskipun UU itu hanya akan berlaku bagi bayi yang lahir setelah UU itu disahkan, sebagian anggota parlemen dilaporkan menuntut bahwa nama-nama yang terdengar dari bahasa Arab harus diubah agar terdengar dari bahasa Tajik. Jika para orangtua tidak bisa memberikan nama-nama mereka sendiri, Kementerian Kehakiman sedang mempersiapkan daftar nama yang direkomendasikan.

Sejauh ini Islam adalah agama terbesar di Tajikistan, yang dianut oleh sekitar 98% penduduk. Ketaatan beragama telah meningkat baru-baru ini. Akibatnya, banyak orang dari pemerintah sekular yang merasa cemas dan khawatir bahwa desa-desa yang dilanda kemiskinan bisa menjadi lahan subur bagi kelompok militan. Selain melarang keras jenggot dan jilbab, pihak berwenang telah menutup masjid-masjid yang berdiri independen dan mendorong para imamnya agar dalam berkhutbah memuji presiden.

Kelompok HAM mengatakan bahwa kaum Muslim secara teratur ditangkap atas tuduhan yang dibuat-buat yang menyamakan agama dengan terorisme. Namun, tindakan yang terbaru ini seperti melemparkan jaring yang begitu lebar, jika diartikan secara harfiah, yang bisa menangkap ikan terbesar di negara itu. Nama Presiden, Emomali, adalah versi Tajik dari nama Imam Ali, menantu Nabi Muhammad saw., khalifah keempat untuk kaum Sunni dan imam pertama kaum Syiah.

Demikianlah, bagaimana dangkalnya pemikiran Presiden Emomali. Apakah larangan penggunaan nama-nama Arab akan meredam kebangkitan Islam di Asia Tengah? Tidak akan pernah. Langkah ini cukup menggambarkan bahwa para pemimpin negara-negara Asia Tengah berada pada pijakan terakhir mereka. Mereka sudah kehilangan ide karena mereka berjuang untuk melawan kebangkitan Islam yang menyapu negara mereka. [hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

[Video] Ini Dia Biksu Budha Sumber Penghasut Umat Budha Myanmar Yang Memicu Kerusuhan Besar dengan Korban Rohingnya

item-thumbnail



Ini Dia Biksu Budha Sumber Penghasut Umat Budha Myanmar Yang Memicu Kerusuhan Besar dengan Korban Rohingnya-------------------------------------------------Berdasarkan video tersebut maka bisa kita ambil kesimpulan sebagai berikut:1. Biksu ini sudah putus asa akan perkembangan Islam dan Kaum Muslimin di Myanmar.2. Biksu ini tidak punya metode yang tepat untuk mengungguli kemajuan Islam dan kaum muslimin disana, sehingga...3. Biksu ini harus memilih jalan pembersihan etnis berupa pembantaian untuk menghentikan perkembangan Islam dan kaum muslimin di Myanmar.4. Biksu ini terindikasi Rasis tingkat Tinggi / Sangat parah5. Biksu ini nyata-nyata sebagai sumber fitnah dan kerusakan di muka bumi saat ini.Akankah Biksu Rasis ini ditangkap oleh Negara Super Power Barat untuk diadili atas nama HAM dan kemanusiaan ?Akankah Zombie ini mendapatkan title sebagai TERORIS ?Atau TERORIS itu sudah dipatenkan untuk KITA saja dan tidak berlaku untuk selain kita ?AKHIRNYA KITA TAHU KALAU BIKSU BIJAK ITU HANYA ADA DI FILM KERA SAKTI SAJA. :-(Hasbunallah wa ni'mal wakiil...Wallahul musta'an
Posted by Pusat Buku Islam dan Herbal on 20 Mei 2015


Biksu Agung Myanmar Ashin Wira Thu : Muslim itu Ular, Meskipun sendirian mereka itu berbahaya dan beracun.------------------------------------------------------------Ashin Wira Thu adalah Biksu Agung Karismatik Myanmar yang gagal membendung perkembangan Islam yang begitu cepat dan besar di Myanmar dengan "Dakwah Budha" mereka sehingga dia sudah putus asa dan memutuskan membuat kelompok pergerakan yang mereka namai "969" dengan tugas utama mengambil alih kekuasaan muslim di Myanmar di bidang sosial, politik, dan ekonomi dengan berbagai cara. Dan salah satu cara paling ekstrim adalah dengan cara genosida setelah sebelumnya bersafari khutbah membawakan tema-tema Rasis dan kebencian kepada Muslim.Maka sebagai muslim kita tidak perlu kaget dengan sikap Biksu Haus Darah ini karena memang Allah sudah mewahyukan kepada kita Al-Quran yang menjelaskan betapa mereka itu membenci ummat Islam. Allah Ta’ala berfirman :"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." (Qs. 5:82)
Posted by Pusat Buku Islam dan Herbal on 20 Mei 2015
loading...
Read more »

Kalah Perang AS dan Irak Saling Lempar Kesalahan

item-thumbnail


+ResistNews Blog – Menteri Pertahanan (Menhan) AS Ashton Carter mengatakan tentara Irak tak punya keinginan bertempur, dan kekalahan di Ramadi adalah fakta tak terbantah.

Kepada CNN, Carter mengatakan jumlah pasukan Tentara Persatuan Irak yang mempertahankan Ramadi jauh lebih lebih banyak dibanding IS. “Namun, tentara Irak lebih memilih melarikan diri ketimbang bertempur mempertahankan kota,” ujar Carter.

Sebelumnya, Jenderal Martin Dempsey — kepala staf gabungan AS dan Koalisi — mengatakan tentara Irak tidak melakukan perlawanan ketika ISIS melakukan serangan bom bergelombang.

Ali Khedyra, dalam wawancara dengan Christiane Amanpour dari CNN, mengatakan 6.000 serdadu Irak yang mempertahankan Ramadi diusir 150 serdadu ISIS.

Carter menyebut situasi ini sangat memprihatinkan. AS, menurutnya, telah banyak berinvestasi untuk pelatihan dan memberikan peralatan tapi setiap individu tentara Irak tidak ingin berperang.

PM Irak Haider al-Abadi mengatakan terkejut dengan pernyataan Carter. Kepada BBC, Al-Abadi mengatakan; “Carter sangat mendukung Irak dan saya yakin dia memperoleh informasi yang salah.”

Al-Abadi juga yakin Ramadi akan kembali direbut dengan bantuan Milisi Shiah.

Hakim al-Zamili, kepala Komite Pertahanan dan Keamanan di Parlemen Irak, menyebut penilaian Menhan AS itu tidak realistis dan tanpa dasar.

Kepada Associated Press, Al-Zamili mengatakan AS gagal memberikan peralatan, senjata, dan dukungan udara, di Ramadi. “Kini, mereka menyalahkan orang lain,” ujar Al-Zamili. (ini/lasdipo/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Sekira 120 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Al-Aqsha

item-thumbnail


+ResistNews Blog -  Sekitar 120 pemukim Yahudi menyerbu kompleks Al-Aqsa melalui Gerbang Al-Magharbeh di bawah perlindungan polisi Israel, Ahad (24/5). Mereka masuk untuk merayakan hari libur Yahudi, Shavuot (Hari Raya Turunnya Taurat).

“Para pemukim berkeliaran di kompleks dan mencoba untuk membentuk ritual Talmud di dekat gerbang Al-Rahmeh dan Al-Haded, tapi jamaah Muslim mencegah mereka,” kata Direktur Jenderal untuk bantuan Muslim dan urusan Al-Aqsa Sheikh Azzam al-Khatib kepada Anadolu Agency, Senin (25/5).

Koordinator Media untuk Al Aqsa Foundation for Waqf dan Heritage Mahmoud Abu Atta mengatakan, lebih dari 40 pemukim memaksa masuk ke masjid di pagi hari dan melakukan tur di berbagai bagian halaman yang berbeda. Sejumlah jamaah Palestina lantas berkumpul untuk memprotes aksi warga Israel tersebut.

Serangan itu diikuti seruan oleh beberapa organisasi Israel untuk secara kolektif menyerang masjid Al Aqsa pada hari Ahad dan Senin bertepatan dengan waktu turunnya Taurat. Lima warga Palestina, termasuk dua wanita, ditangkap oleh polisi Israel.

Ancaman Israel ke Al-Aqsa ini bukan yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Israel mulai menggali sebuah terowongan di seluruh kota tua. Israel menggambarkan terowongan ini sebagai “proyek turis” yang tidak menimbulkan ancaman bagi tempat-tempat suci Islam.

Namun, warga Palestina dan beberapa organisasi Israel, termasuk Israeli Committee Against House Demolition percaya, tujuan utamanya adalah membuat rute akses bawah tanah untuk menyerang Al-Aqsa dan tempat suci Islam lainnya di daerah itu.

Sebuah bagian dari halaman Masjid Aqsa runtuh tahun lalu sebagai akibat dari penggalian Israel di bawahnya. Keruntuhan terjadi dekat air mancur Qaitbay di bagian barat masjid. (ini/aa/lasdipo/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Soal Rohingya, Politikus Aceh Minta Nobel Suu Kyi Dicabut

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky meminta lembaga internasional mencabut Nobel Perdamaian yang pernah diberikan kepada Aung San Suu Kyi.

Iskandar menilai Aung San Suu Kyi, yang dikenal sebagai tokoh oposisi dan putri pahlawan kemerdekaan Myanmar itu, telah mengabaikan masalah yang dihadapi etnis minoritas Rohingya.

Penegasan sikap Iskandar dikemukakan setelah selama dua hari ia memantau kondisi tempat penampungan etnis Rohingya yang terdampar di Aceh Timur. “Aung San Suu Kyi tidak peka terhadap penderitaan muslim Rohingya yang diusir dari Myanmar,” kata Iskandar kepada Tempo, Jumat, 22 Mei 2015.

Iskandar juga mendesak pemerintah Indonesia mempercepat pembahasan masalah etnis Rohingya dengan pemerintah Myanmar, Thailand, serta Malaysia.

Menurut Iskandar, harus ada penanganan lebih lanjut terhadap para pengungsi Rohingya, meski untuk sementara waktu mereka telah bersedia ditampung di Aceh. “Indonesia harus bisa menekan PBB dan Myanmar agar segera mengambil langkah konkret mencegah arus pengungsian Rohingya,” ujar Iskandar.

Pemerintah Aceh, kata Iskandar, sudah melakukan langkah kemanusiaan terbaik dengan menampung, membantu, serta memfasilitasi pengungsi Rohingya di penampungan. Ini langkah yang luar biasa sebagai solidaritas kemanusiaan dan wujud kecintaan sesama muslim.

“Tidak ada langkah lain yang harus ditempuh selain menekan Myanmar mengakui etnis Rohingya sebagai bagian dari warga negara Myanmar,” ucap Iskandar.

Sekretaris Daerah Aceh Dermawan menjelaskan berdasarkan data yang dimiliki pemerintah Aceh, saat ini terdapat 1.704 pengungsi Rohingya dan Bangladesh di Aceh. Mereka ditampung di tiga tempat, yakni Kabupaten Aceh Utara, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Timur.

Pemerintah Aceh dan warga setempat tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi, sambil berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penanganan lebih lanjut. “Kami sudah menyurati presiden, meminta bantuan logistik dan tempat penampungan,” tutur Dermawan. [tempo/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Bahaya di Balik Ide “Langgam Jawa dan Islam Indonesia”

item-thumbnail


Oleh: Abu Muhtadi, Lc dan KH Hafidz Abdurrahman

Langgam Jawa


Geger “langgam jawa” yang digunakan dalam tilawah di Istana, saat Peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. 17 Mei 2015 yang lalu telah menimbulkan reaksi keras dari umat Islam. Tilawah yang dilantunkan dosen UIN Sunan Kalijaga, DIY, di acara kenegaraan atas permintaan resmi Menteri Agama RI itu benar-benar telah membuat heboh.

Semakin ramai, karena saling serang antara yang pro-kontra terjadi di media sosial. Bahkan, para pendukung “langgam jawa” yang nota bene kaum Liberal menganggap mereka yang kontra berpikiran cetek. Seperti yang diungkapkan oleh Guntur Romli di akun sosial medianya. Orang yang dianggap cetek ilmunya padahal bukan ulama’ sembarangan. Tidak sedikit di antara mereka adalah orang-oran yangnota bene mendalami ilmu qiara’at.

Lalu bagaimana sebenarnya mendudukkan “langgam jawa” atau langgam-langgam lain dalam tilawah al-Qur’an, kalam Allah yang suci itu?

Dalam hal ini ada dua hadits. Hadits pertama, memerintahkan agar melanggamkan tilawah al-Qur’an [Hr. Muslim], sedangkan hadits kedua melarang melanggamkan tilawah al-Qur’an. Mengenai hadits pertama, al-‘Alim ‘Atha’ Abu Rusytah menguatkan hadits Muslim tersebut dengan konotasi membaguskan suaranya. Konotasi ini dikuatkan oleh hadits al-Bara’ bin ‘Azib dari Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibn Majah.

زَيِّنُوْا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ

“Hiasilah al-Qur’an dengan suara-suara kalian.” [Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibn Majah]

Karena itu, pendapat yang paling kuat menyatakan, bahwa membaguskan tilawah al-Qur’an dengan suara yang indah, sesuai dengan kaidah-kaidah tartil yang sahih dari Nabi saw. adalah sunah.

Namun, harus dipilah antara membaguskan tilawah dengan suara yang indah, dengan langgam. Karena, dalam konteks langgam ini ada perselisihan di kalangan fuqaha’. Dari aspek, apakah bacaan dengan langgam tersebut benar-benar bisa menepati kaidah-kaidah qira’at atau tidak?

Pertama pertama, menyatakan bahwa hukum tilawah dengan langgam, seperti langgam jawa itu haram, karena keluar dari kaidah-kaidah tilawah, seperti bayati, husaini bayati, hijaz, shoba, nahqand, rast, sikkah, jaharkah atau ajami. Karena terjadi pemanjangan huruf dan keluar dari batasannya yang sudah dikenal. Pendapat kedua, menyatakan boleh, dengan syarat. Jika qira’at menggunakan langgam tertentu itu tidak keluar dari manhaj yang lurus. Jika tidak, maka haram, dan tidak boleh.

Dari kedua pendapat ini, pendapat pertama yang lebih kuat. Karena itu, hukum membaca al-Qur’an dengan suara yang indah jelas sunah, karena tindakan ini dipuji oleh Nabi saw. Sedangkan melanggamkan bacaan dengan langgam tertentu, seperti “dandang gula” itu jelas haram. Karena telah keluar dari kaidah-kaidah qira’ah yang benar.

Inilah tentang hukum melanggamkan tilawah al-Qur’an dengan langgam jawa, atau langgam-langgam yang lain.

Bahaya Ide di Balik Langgam Jawa

Namun, yang paling berbahaya sebenarnya adalah ide yang mendasari lahirnya permintaan sang Menteri Agama itu. Ide membangun “Islam Indonesia”. Gagasan ini pernah dilontarkan oleh KH Said Aqil Siraj, Ketua PBNU. Ide ini jauh sebelumnya telah dikemukakan oleh Nurchalis Madjid, melalui karyanya di era 1980-an, “Islam Keindonesiaan dan Kemodernan”. Ide ini muncul sebagai reaksi terhadap wajah Islam yang buruk di Timur Tengah. Tetapi, juga tidak bisa dipungkiri, bahwa ide ini juga tidak lepas dari kebanggaan kelompok, mazhab dan suku.

Ditambah dengan gejolak berkepanjangan di wilayah itu akibat perang saudara, menurut sebagian kalangan, Timur Tengah tidak pantas menjadi kiblat kaum Muslim. Maka, “Islam Indonesia” dinilai lebih baik dari pada Islam Timur tengah. Salah satu faktornya, kata Said, karena Indonesia sudah memiliki komitmen kebangsaan dalam menghadapi konflik, baik internal maupun eksternal. Sementara di Timur Tengah, menurutnya, persoalan agama dan nasionalisme sangat sulit diwujudkan. Karena, rata-rata di negara Timur Tengah, masih menurutnya, tidak mempunyai organisasi massa sebagai penengah sebagaimana yang dimiliki Indonesia. Negara di Timur Tengah disebutnya hanya memilki pemerintah, militer dan partai politik. (http://www.republika.co.id/).

Lebih lanjut, Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI), Mahfud MD, mengatakan Indonesia seharusnya bisa menjadi pusat pemikiran Islam. Sebab, Islam di Indonesia lebih moderat dan bisa diterima banyak pihak. Senada dengan itu, Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyerukan agar Islam di Indonesia mampu menjadi teladan dan referensi bagi peradaban dunia. “Indonesia harus menjadi pelopor pemikiran-pemikiran kebersamaan yang lebih baik. Harus menjadi referensi di dunia ini, Islam yang moderat, Islam menjadi referensi dunia,” kata Wapres, saat memberikan sambutan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Senin [09/02].

Islam Hanya Satu

Dikotomi Islam, dengan berbagai ajektif, seperti “Islam Indonesia”, “Islam Timur Tengah” sebenarnya sama dengan “Islam Radikal”, “Islam Militan”, “Islam Moderat” atau yang lain. Dikotomi seperti ini sebenarnya merupakan bagian dari strategi Barat untuk menghancurkan Islam, sebagaimana yang dituangkan dalam dokumen Rand Corporation. Strategi penghancuran yang dibangun dengan basis filosi “devide et impera”, atau politik belah bambu, yaitu pecah dan perintah.

Begitulah bahaya ide ini. Tampak dari luar memang indah. Terlebih dibumbui dengan semangat menampilkan wajah Islam yang indah. Meski, faktanya tidak demikian. Pertanyaannya sederhana, jika benar ada “Islam Indonesia” dari mana sumbernya? Kalau yang menjadi patokan adalah NU dan Muhammadiyah, bukankah pendiri kedua ormas ini adalah produk Timur Tengah? Kalau pun ada “Islam Indonesia”, apakah ada pemikir atau mujtahidnya? Bukankah selama ini mereka menolak berijtihad? Kalau begitu, pasti sumbernya adalah khazanah Islam klasik yang dihasilkan oleh ulama’ di masa lalu.

Disamping itu, semangat “Islam Indonesia” yang lahir dari sentimen Nasionalisme jelas berbahaya, bahkan dilarang oleh Nabi. Nabi saw. sendiri menyebut sentimen Nasionalisme itu sebagai “muntinah”[barang yang busuk]. Lebih berbahaya lagi, karena “Islam Indonesia” atau “Islam Turki” telah didesain dan dimanfaatkan oleh Amerika dan negara Kafir penjajah untuk melepaskan umat Islam dari Islam yang sesungguhnya. Ini bagian dari penyesatan politik dan pemikiran yang jelas berbahaya.

Islam adalah agama yang satu. Allah berfirman:

إنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُوْنِ [سورة المؤمنون: 52]

“Sesungguhnya umat [agama]-mu ini adalah umat [agama] yang satu. Aku adalah Tuhanmu, maka takutlah kamu kepada-Ku.” [Q.s. al-Mu’minun: 52]

Ayat yang sama diulang dalam Q.s. al-Anbiya’: 92, dengan akhiran yang berbeda, “fa’buduni” [sembahlah aku]. Lafadz “ummat” di dalam kedua nash ini diartikan oleh para ahli tafsir dengan agama. Meski bisa juga diartikan, sebagaimana harfiahnya, yaitu umat. Karena itu, Islam adalah satu. Umat Islam juga satu. Tidak ada “Islam Indonesia”, “Islam Turki”, atau “Islam Arab”. Begitu juga umat Islam hanya satu, tidak ada “Umat Islam Indonesia”, “Umat Islam Arab” atau yang lain. Semuanya adalah Islam dan Umat Islam.

Islam yang Mana?

Meski Islam adalah agama yang satu, tetapi kita tidak menutup mata adanya perbedaan di dalamnya, karena perbedaan pendapat, pandangan dan mazhab. Perbedaan seperti ini pun dibenarkan dalam Islam. Karena dua alasan. Pertama, karena nash syariah memungkinkan umat Islam untuk berbeda, akibat adanya nash-nash yang dzanni tsubut [sumber] dan dzanni dalalah [makna]-nya bersifat debatabel. Kedua, karena kemampuan intelektual umatnya juga berbeda-beda, sehingga memungkinkan perbedaan dalam memahami nash-nash syariah.

Meski demikian, ukurannya jelas. Kata Sayyidina ‘Ali –radhiya-Llahu ‘anhu:

لاَ تَعْرِفِ الْحَقَّ بِالرِّجَالِ، أَعْرِفِ الْحَقَّ وَتَعْرِفْ أَهْلَهُ

“Kamu jangan mengenali kebenaran dengan melihat orangnya. Kenalilah kebenarannya itu sendiri, maka kamu akan mengenali orangnya.” [al-Ghazali, al-Munqidz min ad-Dhalal]

Mengenali Islam sebagai agama yang benar harus kembali kepada sumbernya, bukan orangnya. Sumbernya adalah al-Qur’an, as-Sunnah, Ijmak Sahabat dan Qiyas. Siapapun yang membawa dan menyampaikan Islam harus dilihat dan diukur dengan sumber-sumber tersebut. Jika menyimpang, siapapun dia, apapun kelompok dan organisasinya, apa yang dibawa dan disampaikan itu bukanlah kebenaran. Bukan Islam. Begitulah, cara kita menilai kebenaran Islam.

Kembali kepada sumber Islam yang outentik tersebut membutuhkan ilmu alat, mulai dari bahasa, ushul fiqih, ilmu hadits, tafsir, fikih dan sebagainya. Karena, khazanah Islam yang disampaikan di tengah-tengah umat itu, ibaratnya adalah buah dari pohon subur. Menggunakan ungkapan Imam al-Ghazali, buah itu tidak bisa dipetik dari pohonnya, yang tak lain adalah dalil, kecuali dengan alat. Alat itu adalah ushul fikih. Tetapi, alat itu bisa digunakan, kalau ada yang bisa menggunakannya. Itulah para mujtahid [al-Ghazali, al-Mustashfa fi ‘Ilm al-Ushul].

Karena itu, tradisi ini tidak pernah hilang dari kaum Muslim selama berabad-abad, sejak umat ini lahir di tangan Baginda Nabi Muhammad saw. Kembali kepada sumber outentik Islam, dengan meninggalkan alatnya, dengan alasan dulu Nabi dan para sahabat tidak pernah menggunakan alat itu, sesungguhnya juga sama bahayanya dengan orang yang tidak mau merujuk kepada sumber outentik Islam itu sendiri.

Oleh karena itu, menemukan kebenaran Islam harus dengan kembali kepada Islam secara kaffah. Merujuk kepada sumber outentiknya, sekaligus ilmu alat dan para pemikir dan mujtahidnya. Begitulah seharusnya. Hanya dengan cara seperti itu, kebenaran Islam itu bisa direngkuh dengan sebenar-benarnya.

Sumber Konflik Bukan Sumber Islam

Mengenai Timur Tengah sebagai wilayah konflik yang terus bergolak, sebenarnya tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk meninggalkan Islam yang ditranmisikan dari sana. Karena fakta konflik di Timur Tengah, sesungguhnya bukan karena faktor Islam. Wilayah ini terus-menerus membara justru karena strategi penjajah untuk terus-menerus menjajah wilayah ini. Wilayah ini telah menjadi ajang pertarungan antara Inggris, Amerika dan Perancis.

Karena itu, menisbatkan konflik Timur Tengah kepada watak keislaman kaum Muslim di sana merupakan tindakan gegabah, sambil menutup mata terhadap kepentingan negara-negara penjajah di wilayah tersebut. Setidaknya ada empat faktor yang menyebab instabilitas Timur Tengah hingga saat ini: (1) Potensi Ideologi Islam yang selalu mengancam kepentingan Barat; (2) persoalan minyak; (3) letak strategis Timteng, dan (4) Institusi yahudi yang sengaja ditanam oleh Barat.

Sebagai contoh, gejolak di Suriah yang masih terjadi hingga saat ini, tak lain karena Revolusi Islam di sana membahayakan kepentingan Barat. Sampai sekarang, Barat belum berhasil memalingkan tujuan Revolusi Islam di sana agar tunduk pada kepentingannya. Disisi lain, Tsaroh as-Syâm (Revolusi di bumi Syam), sampai saat ini masih menjadi harapan besar umat agar benar-benar menjadi jembatan yang mengantarakan mereka dari fase pemerintahan diktator menuju fase Khilafah Rasyidah ‘Ala Minhajin Nubuwwah. Dianggap lebih berbahaya bagi kepentingan barat, karena Revolusi Syam masih memiliki pilar-pilar yang kokoh hingga sekarang, yakni: 1) Meruntuhkan sistem yang saat ini berkuasa di Suriah, beserta seluruh pilar dan simbol-simbolnya, 2) Menolak intervensi asing (negara-negara kafir) beserta seluruh agen-agennya, 3) Menegakkan Daulah Khilâfah ‘Alâ Minhaj an-Nubuwwah.

Begitu juga apa yang terjadi di Yaman sekarang. Konflik Yaman bukanlah Konflik Syiah-Sunni, tetapi pertarungan antara Amerika dengan Inggris. Karena itu, mengkambinghitamkan Islam sebagai biang konflik, selain berbahaya juga memalingkan umat Islam dari musuh yang sesungguhnya, yaitu imperialisme Barat dengan Sekularisme dan Kapitalisme-nya. Akibatnya, umat Islam akan saling menyalahkan satu dengan yang lain, sementara musuh mereka yang sejatih tidak pernah mereka salahkan, apalagi mereka lawan.

Walhasil, sangat naif bila kita mengkaitkan konflik Timur Tengah dengan ciri keislaman kaum Muslim, apalagi bermuara pada Islam. Tetapi, konflik-konflik itu semuanya bermuara bukan dari Islam. Justru Islam telah menjadi solusi. Tetapi, masalahnya umat Islam tidak mau mengambil Islam sebagai solusinya. Mereka lebih percaya kepada ideologi penjajah yang justru hendak menghisap darah dan kekayaan alam mereka. Akibatnya, konflik antara sesama kaum Muslim itu tidak pernah reda. Bahkan, terus membara.

Inilah saatnya umat Islam kembali kepada Islam, dengan sistemnya yang adil dan sempurna. Sistem yang diturunkan oleh Allah SWT. Hanya semuanya itu tidak akan pernah ada, kecuali dengan Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah. Itulah satu-satunya institusi yang bisa menjamin kehadiran Islam dengan wajahnya yang asli dan khas, sebagaimana yang diridhai oleh Allah SWT.[]
loading...
Read more »

Pernyataan HTI Tentang Pengungsi Muslim Rohingya

Maktab I’lamiy
Hizbut Tahrir
Indonesia
NO: 273             19 Mei2015/1 Sya’ban 1436


PERNYATAAN

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Tentang

PENGUNGSI MUSLIM ROHINGYA



Umat Islam di wilayah Rakhine atau Arakan, Burma, sebagaimana juga diakui oleh Amnesty Internasional, hingga saat ini terus menghadapi berbagai aksi kekerasan dan pembunuhan massal oleh para ekstrimis Budha dengan disaksikan sendiri oleh pihak pemerintah Burma.

Umat Islam Rohingya yang sejatinya telah tinggal di wilayah Rakhine atau Arakan sejak abad ke 8, kini tidak punya negara atau stateless. Pemerintah Burma terus melakukan tindakan dzalim: membatasi gerak muslim Rohingya,tidak memberi hak atas tanah, pendidikan dan layanan publik. Badan pengungsi PBB, UNHCR, menyebut, akibat penyerangan yang terus terjadi, puluhan ribu kaum Muslim tewas, ratusan ribuan lagi terpaksa lari ke berbagai wilayah seperti Bangladesh, Malaysia atau Thailand dan Indonesia. Menurut UNHCR, sekitar satu juta orang muslim Rohingya kini terpaksa hidup di luar Myanmar, tapi belum ada negara ketiga yang bersedia menerima mereka secara permanen. Dengan semua kebijakannya itu, tak dapat ditutupi, pemerintah Burma memang berniat untuk menghabisi muslim Rohingya (muslim cleansing).

Kenyataan di atas tentu amat memilukan. Muslim Rohingya adalah bagian tak terpisahkan dari umat Islam dunia yang saat ini berjumlah lebih dari 1,6 miliar orang. Bagaimana mungkin umat Islam yang demikian banyak itu tidak mampu melindungi saudaranya yang sedang teraniaya hebat. Dimana izzahatau kemuliaan umat? Fakta ini, bersama dengan penderitaan serupa yang dialami oleh umat Islam di Pattani, Thailand Selatan, Moro, Philipina Selatan serta Irak, Afghanistan dan Palestina, menunjukkan satu hal: umat Islam lemah tak berdaya setelah payung dunia Islam, daulah Khilafah, runtuh pada 1924.

Berkenaan dengan itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
  1. Mengutuk keras tindak kekerasan, penghancuran properti milik muslim Rohingya, pembantaian dan pengusiran yang dilakukan oleh ekstrimis Budha, didukung oleh para pendeta dan pemerintah Burma terhadap muslim Rohingya di wilayah Arakan, Burma, sebagai perbuatan biadab. Tindakan seperti itu sungguh tidak sepantasnya dilakukan oleh manusia yang beradab.
  2. Mendesak kepada pemerintah Burma segera menghentikan tindakan dzalim itu. Dan menghentikan juga segala kebijakan yang bertujuan untuk membersihkan keberadaan muslim Rohingya dari wilayah Arakan. Muslim Rohingya yang telah ada di wilayah Arakan berbilang abad, bahkan lebih dulu dari pada negara Birma, mestinya diakui sebagai penduduk sah wilayah itu dengan segala hak-haknya.
  3. Mendesak kepada pemerintah Indonesia, untuk melakukan tindakan efektif agar kekejaman itu tidak terus berlanjut. Juga memberikan perlindungan dan perlakuan semestinya kepada para imigran asal Rohingya yang tiba di wilayah Indonesia, bukan malah mengusir kembali ke lautan.
  4. Menyerukan kepada umat bergerak bersama-sama melakukan aksi Solidaritas untuk Muslim Rohingya dalam segala bentuknya. HTI sendiri telah sedang menggalang dana umat untuk membantu muslim Rohingya, khususnya yang tiba di wilayah Indonesia. Dan sebagian dana itu telah disalurkan oleh HTI DPD Langsa kepada para pengungsi yang ada di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa pada Rabu, 17 Mei dalam bentuk berbagai barang yang diperlukan oleh mereka.
  5. Lebih jauh diserukan kepada umat untuk dengan sungguh-sungguh, saling bahu membahu, berjuang bersama-sama bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah. Hanya dalam naungan daulah Khilafah saja 1,6 miliar umat Islam bisa bersatu dan menjadi kuat, sehingga perlindungan terhadap harkat dan martabat umat Islam di berbagai wilayah, termasuk kepada muslim Rohingya,juga bisa dilakukan dengan nyata. Dan kedzaliman serupa tidak terjadi lagi. Insya Allah.



Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal mawla wa ni’man nashiir.




Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia


Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com
loading...
Read more »

Parlemen Myanmar Sahkan Undang-undang Yang Batasi Kaum Perempuan Muslim Untuk Miliki Anak

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Presiden Myanmar telah menandatangani undang-undang kontroversial, yang dapat digunakan untuk menekan kaum perempuan dan kaum minoritas seperti umat Islam Rohingya yang sekarang melarikan dari negara itu ke negara lain di Asia Tenggara, yang mengharuskan kaum ibu untuk memberikan jarak usia anak-anak mereka tiga tahun meskipun ada keberatan dari dunia internasional .

Banyak kaum muslim Rohingya yang melarikan diri penganiayaan dan kekerasan yang telah memakan korban 280 orang dan memaksa 140.000 orang lainnya hengkang dari rumah-rumah mereka di negara bagian Rakhine barat.

Mereka hidup di bawah kondisi apartheid seperti di tempat-tempat yang berdebu, kamp-kamp yang penuh sesak, dengan sedikit akses untuk mendapatkan pendidikan atau perawatan medis yang memadai.

Sebagai negara dengan mayoritas Buddha, Myanmar mulai beralih dari kediktatoran menuju demokrasi empat tahun lalu, namun ‘kebebasan berekspresi’ yang baru menunjukkan kebencian yang mendalam terhadap umat Islam yakni kaum minoritas Muslim Rohingya yang saat ini tiba di pantai negara di Asia Tenggara di dalam perahu-perahu yang penuh sesak dengan penumpang.

Pemerintah mengatakan undang – undang itu dimaksudkan untuk menekan tingkat kematian bayi namun para aktivis HAM mengatakan hal itu bertujuan untuk menekan tingkat kelahiran di antara penduduk minoritas muslim.

Kaum garis keras Budha telah berulang kali menyatakan peringatan bahwa kaum muslim Myanmar yang jumlahnya 10% dari populasi mungkin dapat mengambil alih negara dengan tingkat kelahiran mereka yang tinggi. (Aljazeera/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Myanmar Tuduh Pengungsi Berbohong Agar Ditolong

item-thumbnail

Myanmar membantah telah mendiskriminasi Muslim Rohingya dan bersikeras bahwa negaranya bukan merupakan akar krisis imigran Asia Tenggara

+ResistNews Blog - Jenderal Myanmar Ming Aung Hilang menuduh sebagian pengungsi yang terdampar di Malaysia dan Indonesia pada bulan ini, berbohong dengan berpura-pura menjadi warga Rohingya untuk mendapatkan pertolongan dari masyarakat dunia.

Surat kabar “Global New Light of Myanmar” melaporkan Jenderal Ming mengatakan bahwa “sebagian besar korban hanya mengaku warga Rohingya dari Myanmar agar mendapatkan pertolongan dari badan pengungsi PBB (UNHCR)”.

“Jenderal Ming menekankan perlunya mendahulukan penyelidikan mengenai asal negara pengungsi itu daripada menuding suatu negara,” kata surat kabar tersebut seperti dikutip Reuters.

Pada saat bersamaan, angkatan laut Myanmar pada Jumat menyatakan menemukan perahu berisi 200 warga Bangladesh.

“Saat berpatroli di perairan Myanmar pada Kamis, angkatan laut menemukan sebuah perahu berisi 200 warga Bangladesh dan sebuah kapal kosong lain di laut dekat kota kecil Maungdaw,” kata juru bicara pemerintah Myanmar, Ye Htut, di Facebook resminya dikutip Antara.

Pernyataan Jenderal Ming dan penemuan kapal berisi warga Bangladesh tersebut diperkirakan akan memunculkan reaksi keras dari masyarakat internasional.

Sebelumnya Amerika Serikat sudah mengecam Myanmar karena tidak bersedia menyelesaikan akar krisis imigran kawasan Asia Tenggara.

Menurut sejumlah pihak, akar krisis tersebut adalah penolak Myanmar untuk mengakui etnis Rohingya sebagai warga negara.

Sebanyak 1,1 juta warga Rohingya di Myanmar saat ini merupakan manusia tanpa negara dan harus bertahan dalam kondisi yang mirip dengan era apartheid Afrika Selatan.

Pada 2012, hampir 120.000 warga dari kelompok itu terpaksa meninggalkan rumah setelah mendapat serangan dari ekstrimis Buddha di negara bagian Rakhine.

Diskriminasi yang dialami di rumah sendiri tersebut itulah yang ditengarai membuat komunitas Muslim Rohingya rela mempertaruhkan nyawa untuk menyebrang ke negeri orang melalui laut dengan perahu seadanya.

Berjanji Lindungi Muslim

Sebelum ini, pemerintah Myanmar Hari Kamis (21/05/2015) berjanji akan melindungi warga Muslim Rohingya di negaranya yang banyak melarikan diri akibat kemiskinan dan penindasan.

Menurut juru bicara Presiden Thein Sein, pemerintah Myanmar berkomitmen untuk memverifikasi kewarganegaraan orang Rohingya yang membutuhkan bantuan. Lanjutnya, pemerintah akan membantu dan mengatur pemulangan bagi orang Rohingya yang terdampar di Myanmar.

Hal itu dikemukakan seusai pertemuan Presiden Sein dengan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken hari Kamis (21/05/2015) di ibukota Naypyidaw.

Juga hari Kamis, para pejabat dari Myanmar bertemu perwakilan Malaysia dan Indonesia untuk membahas krisis itu. Pertemuan itu dilakukan menjelang KTT regional yang akan dilangsungkan minggu depan.

Sekitar 3.000 pengungsi dan migran – terutama orang Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh – telah diselamatkan atau berhasil mencapai daratan di sejumlah negara Asia Tenggara dalam 10 hari ini.

Mereka terdampar di tengah laut karena ditinggalkan begitu saja oleh gembong penyelundup manusia. Ribuan lainnya diyakini masih terkatung-katung di laut dengan pasokan kebutuhan yang kian menipis.

Malaysia hari Kamis mengatakan telah mengerahkan empat kapal untuk mencari dan menyelamatkan ribuan Muslim Rohingya itu.

Sempat menolak, Indonesia dan Malaysia kini sepakat menyediakan bantuan dan menampung sementara sekitar 7.000 migran tersebut. Kedua negara itu setuju asalkan para pengungsi itu dimukimkan kembali dalam setahun dengan bantuan dunia internasional.

Myanmar dikecam keras dunia internasional atas perlakuan mereka terhadap orang Rohingya. Negara yang didominasi penganut Buddha itu menolak mengakui status dan menyediakan layanan mendasar bagi orang Rohingya.

Myanmar membantah telah mendiskriminasi Muslim Rohingya dan bersikeras bahwa negaranya bukan merupakan akar krisis imigran Asia Tenggara. [hidayatullah.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

MIUMI: Pembacaan Al-Quran dengan Langgam Jawa Tak Relevan dengan Kemajuan Umat

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Adnin Armas, menilai langkah Menteri Agama yang mendorong pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa tidaklah tepat. Pembacaan AL-Quran memakai langgam Jawa tidak menyentuh esensi dalam perkembangan dakwah di Indonesia.

“Substansinya keliru itu, jika membumikan Islam dengan cara seperti itu,” katanya kepada Kiblat.net pada Jumat (22/5/2015).

Menurut Adnin, problem yang dihadapi umat Islam cukup banyak di era globalisasi ini. Pembacaan Al-Quran dengan tembang Jawa, dinilai tidak memberi solusi atas permasalahan umat yang mendesak untuk diselesaikan.

“Apakah dengan membaca Al-Quran pakai langgam Jawa, umat Islam akan maju berkembang? Bisa berkompetisi di era global? Pertanyaan seperti itu tidak terjawab dengan baca Al-Qur’an pakai langgam Jawa, tidak ada relevansinya dengan kemajuan umat, ” terangnya.

Jadi, lanjut Adnin, tidak aneh jika masyarakat awam pun akhirnya rame-rame mengkritisi pemerintah dengan pertanyaan apakah lagu Indonesia Raya boleh dibawakan dengan irama dangdut dalam acara resmi kenegaraan.

“Apa betul baca al-Qur’an jadi ikut-ikutan semua budaya? Baca Al-Quran itu harus tartil, harus sesuai panjang pendeknya,” ujarnya.

Adnin mengaku prihatin dengan peristiwa pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa tersebut. Menurutnya, acara tersebut hanya ingin mencari kepopuleran.

“Itu hanya khalif tu’rof (berbeda untuk dikenal), saya berharap ada orang yang menyanyikan Indonesia raya dengan dangdutan di acara resmi. Biar mereka merasakan bagaimana al-Qur’an diperlakukan seperti itu,” tandas Peneliti Institute For the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) itu. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Pengungsi Rohingya Akan Diperbolehkan Tinggal di Indonesia Setahun Saja

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Kementerian Luar Negeri RI mengatakan imigran Rohingya yang diminta untuk direpatriasi (dipulangkan) adalah imigran yang tengah terkatung-katung berada di tengah lautan.

“Komitmennya jelas yang diminta untuk segera di-resettle adalah yang saat ini berada di laut,” kata Juru Bicara Kemenlu, Armanatha Nasir pada kamis Kemarin (21/5/2015).

Ia melanjutkan, jumlah imigran Rohingya yang menunggu proses pemulangan oleh UNHCR sebanyak 11 ribu jiwa. Namun, untuk 7 ribu imigran lainnya, pemerintah meminta bantuan komunitas internasional proses pemulangan mereka.

“Proses saat ini yang masih menunggu proses resetllement ada 11 ribu orang oleh UNHCR, dan itu tetap berlangsung,” ungkap pria yang akrab dipanggil Natha ini.

Sebelumnya, Kemenlu mengaskan bahwa pemerintah RI berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada para imgiran Rohingya yang terdampar di wilayah RI. Para imigran rencananya akan diberikan waktu satu tahun untuk menetap di Indonesia.

Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan bantaun dalam bentuk komite politis, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak dan menyeluruh untuk krisis kemanusiaan Rohingya. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Kata-kata Terakhir Syaikh Usamah Bin Ladin

item-thumbnail

Seymour M Hersh, seorang wartawan investigasi AS, telah merilis laporan yang mengungkap kebohongan-kebohongan pemerintah Amerika Serikat terkait insiden Abbottabad yang menyebabkan gugurnya pemimpin Al-Qaidah, Syeikh Usamah bin Ladin. Pemerintah AS jelas tak bisa tinggal diam. Sepekan setelah laporan itu dipublikasi, mantan deputi direktur CIA Michael Morell membantah laporan terhadap Hersh.

Lebih jauh, ia bahkan menuduh Pakistan berada di balik rekayasa laporan tersebut demi menutupi rasa malunya atas kegagalan sistem keamanan di negara itu.

Dianggap belum cukup untuk menetralisir tuduhan Hersh, pada hari Rabu tanggal 20 Mei yang lalu pemerintah Amerika melalui ODNI (Office of the Director of National Intelligence) mempublikasikan sejumlah dokumen yang telah diambil dari kompleks rumah Syeikh Usamah Bin Ladin saat operasi penyergapan.

Beberapa kutipan menarik telah dirilis oleh media yang menyoroti Syeikh Usamah sebagai seorang pemimpin organisasi jihad yang paling ditakuti oleh Barat dan seorang pemimpin yang juga perhatian terhadap masalah keamanan komunikasi.

Bukan hanya itu, sosoknya sebagai figur seorang ayah dari anak-anaknya dan sebagai seorang suami, juga menjadi perhatian dunia Barat.

Berikut ini sejumlah pesan-pesan tertulis Syaikh Usamah yang dikumpulkan AS usai penyerbuan Abbottabad.

Pesan terakhir untuk sang istri
“Jika nanti aku terbunuh, dan engkau ingin kembali pulang ke keluargamu, maka kembalilah. Tetapi, engkau harus membesarkan anak-anakku dengan baik, dan mendidik mereka. Berhati-hatilah dari pergaulan yang buruk atas mereka.”

“Dan khusus kepadamu, engkau adalah penyejuk hatiku, dan engkau adalah sesuatu yang terindah yang kumiliki di dunia ini. Jika kamu ingin menikah lagi setelah kematianku, aku tidak keberatan. Namun, sungguh aku ingin dirimu menjadi istriku di surga nanti. Karena para wanita, jika di dunia pernah memiliki dua suami akan diberikan pilihan di Hari Akhir nanti untuk memilih bersama salah satu darinya.”

(Dikutip dari sebuah surat Bin Ladin kepada salah satu istrinya, tertanggal 15 Agustus 2008)

Syaikh Usamah bin Ladin bersama puteranya.

Tentang Daulah Islam yang hanya akan bisa ditegakkan jika Amerika telah dikalahkan

“Kita harus memperhatikan pentingnya masalah kapan waktu yang tepat untuk mendirikan negara Islam. Kita juga harus menyadari bahwa rencana mendirikan negara itu dimulai dengan (serangan-serangan) segala daya-upaya untuk melemahkan kekuatan utama yang sangat berpengaruh.

“Kekuatan utama itulah yang selama ini telah menekan dari berbagai sisi terhadap pemerintahan Hamas, menggulingkan pemerintahan Islam di Afghanistan dan di Iraq, meskipun faktanya bahwa kekuatan tersebut sudah mulai terkuras. Kita harus selalu ingat bahwa saat ini kekuatan utama tersebut masih memiliki kemampuan untuk menyerang Negara Islam manapun, dan bahwa dengan pengepungan itu (memungkinkan mereka) untuk memaksa rakyat suatu negara menurunkan pemerintahan yang sudah mereka pilih.

“Kita harus melanjutkan serangan-serangan yang melemahkan dan menguras (kekuatan) mereka sampai mereka menjadi betul-betul lemah dan tidak bisa lagi menjatuhkan pemerintahan apapun yang kita dirikan. Saat itulah waktu dimulainya penegakan negara Islam.”

(Dikutip dari surat Bin Ladin tanpa tanggal ditujukan kepada seorang deputinya)

Tentang bocoran dokumen dari WikiLeaks

“Tolong cari beberapa ikhwan untuk menerjemahkan dokumen-dokumen tentang Afghanistan dan Pakistan yang dibocorkan dari Pentagon karena dokumen-dokumen tersebut berisi tentang strategi musuh di kedua negara itu. Meski, Menteri Pertahanan AS telah menyatakan bahwa dokumen-dokumen yang bocor tersebut tidak akan banyak berpengaruh terhadap perang yang mereka lakukan. Situs tersebut (wikileaks) telah membocorkan 92.000 dokumen, ditambah 15.000 dokumen lainnya.”

(Dikutip dari surat Bin Ladin kepada seorang deputinya, tertanggal 7 Agustus 2010)

Tentang surat elektronik dan penggunaan sandi

“Kita harus menganggap bahwa musuh mengamati email-email kita, maka kita sebaiknya menggunakan email hanya untuk mengirim informasi yang tidak membahayakan kita jika musuh membacanya. Seharusnya mereka tidak mengetahuinya karena email kita telah diamankan.

“Hal ini karena musuh bisa dengan mudah mendeteksi lalulintas email yang berada di area mujahidin. Ilmu komputer bukan ilmu pengetahuan kita karena bukan kita yang menemukannya. Saya kira bahwa mengandalkan sistem enkripsi untuk email-email rahasia yang kita kirim merupakan sesuatu yang resikonya sangat besar.

“Sistem ini hanya efektif digunakan terhadap orang biasa, namun tidak bisa digunakan untuk melawan mereka (musuh kita) yang telah menemukan email dan internet. Semua jenis komunikasi yang sensitif harus dilakukan melalui kurir.”

(Dikutip dari surat Bin Ladin kepada seorang deputinya, tertanggal 7 Agustus 2010)
loading...
Read more »

Seruan Mujahidin Al-Shabab : Seruan Darurat untuk Aksi Pertolongan Muslim Rohingya

item-thumbnail




بسم الله الرحمن الرحيم الجبهة الإعلامية الإسلامية العالمية
Global Islamic Media Front



قسم الترجمة واللغات
L a n g u a g e and Translation Department


يقدم
Menghadirkan


الترجمة الإندونيسية لبيان حركة الشبابالمجاهدين
Terjemah Indonesia dari Pernyataan Harakah
Shabaab Al-Mujahideen

معاناة مسلمي روهنكيا – طلب رد فعل عاجل
Keadaan yang Memprihatinkan dari Muslim Rohingya: Seruan Darurat untuk Aksi Pertolongan


|| Untuk Segera Dirilis ||

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain”. (At-Tawbah. 71)

01 Sya’ban 1436 (19/05/2015) – Sungguh sangat terang tragedi dahsyat yang menimpa saudara-saudara Muslim kita di Myanmar dan berlanjutnya penderitaan ratusan ribu Muslim Rohingya (disana), kami sekali lagi memanggil kepada setiap Muslim, khususnya yang berada di Bangladesh, Malaysia, Indonesia dan Thailand, untuk menolong ribuan Muslim Rohingya yang sedang terkatung-katung di lautan.

Mereka melarikan diri dari pembantaian terencana yang dilakukan oleh tangan-tangan biadab kaum Buddha. Ribuan Umat Islam, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, telah meninggalkan rumah mereka dan berusaha keras untuk menuju pantai keselamatan; kejahatan yang mereka lakukan hanyalah karena mereka menganut agama Islam. “Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”. (Al-Buruuj. 8)

Tetapi mereka harus kecewa, (negara) tetangga telah menolak mereka dan saudara-saudara Se-Islam mereka telah mengabaikan mereka; penderitaan fisik karena menempuh perjalanan berbahaya semakin bertambah oleh kesedihan mendalam yang dirasakan ketika mengetahui saudara-saudara Muslim mereka ternyata mengabaikan mereka, membiarkan mereka tenggelam dalam keputus-asaan yang mendalam. Dan di samping siksaan berat yang telah mereka tanggung selama bertahun-tahun serta hening membisunya umat Islam atas penderitaan mereka selama ini, banyak Muslim Rohingya yang terus mengikis kehidupan sengsara di kamp-kamp darurat yang kumuh diseluruh kawasan sementara yang lain melakukan perjalanan berbahaya untuk melarikan diri dari kekejaman yang mereka derita

Meskipun dipisahkan oleh samudera yang membentang ribuan mil jaraknya, penderitaan Muslim Rohingya tetap menjadi permasalahan yang terpenting bagi kami para Mujahidin, karena sesungguhnya penyebab mendasar dari Jihad kami tidak lain adalah demi mengangkat penderitaan kaum Muslimin, tidak hanya di Afrika Timur tetapi diseluruh penjuru dunia. Allah berfirman:
“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a:

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. (An-Nisaa. 75)

Kepada Kaum Muslimin di Asia Tenggara:

Kami dengan ini menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin, khususnya yang berada di Asia Tenggara. Wahai kaum Muslimin Asia Tenggara! Jangan-lah kalian serahkan nasib saudara-saudara Muslim kalian kepada pemerintahan murtad dikawasan kalian, karena mereka semua terlibat dalam kejahatan yang mengerikan yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya. “Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas”. (At-Tawbah. 10)

Laksanakan urusan ini oleh kalian sendiri, tolonglah saudara se-Islam kalian dan ketahuilah bahwa ini merupakan kewajiban dari Agama kepada kalian, dengannya kalian akan dihisab di hadapaan Allah pada hari kiamat kelak. Nabi Salallahu Alaihi Wasalaam bersabda: “Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara. Ia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya yang muslim. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat”.(HR. Muslim)

Jangan sampai kewajiban Agama kalian dibatasi atau ditentukan oleh pemerintah murtad atau oleh seruan nasionalisme buta, tapi (laksanakan) sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Nabi kita Muhammad Salallahu Alahi Wasalam yang bersabda: “Perumpamaan orang -orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila satu tubuh kesakitan maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam”.(HR. Muslim)

Itulah ikatan persaudaraan Islam yang kokoh dan tidak akan putus. Karena kekejaman ini terjadi di depan pintu rumah kalian, ini adalah tugas kalian untuk mengambil peran yang penting demi mengurangi penderitaan Kaum Muslimin di Myanmar. Sambutlah mereka; bukalah hati kalian sebelum kalian membuka pintu rumah kalian bagi mereka dan berikan perlindungan bagi kaum Muslimin yang sedang melarikan diri (dari kekejaman tersebut). Gerakan orang-orang, uang serta segala sumber daya untuk membela kehormatan kaum Muslimin yang dianiaya dan tolak serangan biadab kaum Musyrikin itu, sesungguhnya Allah bersama kalian dan Dia-lah sebaik-baik pelindung dan penolong.

“Sesungguhnya kemulian itu hanyalah milik Allah dan Rasul-Nya, serta bagi orang-orang beriman; akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahuinya”

Kantor Berita

Harakat Shabaab Al-Mujahidin

——————–

لا تنسونا من صالح دعائكم
Don’t Forget Us in Your Sincere Prayers

إخوانكم في
Your Brothers at

قسم اللغات و الترجمة
L a n g u a g e and Translation Department

الجبهة الإعلامية الإسلامية العالمية
Global Islamic Media Front
رَصدٌ لأَخبَار المُجاهِدين وَ تَحريضٌ للمُؤمِنين
Observing the Mujahideen News and Inciting the Believers
loading...
Read more »
Home
loading...