Kalah Perang AS dan Irak Saling Lempar Kesalahan



+ResistNews Blog – Menteri Pertahanan (Menhan) AS Ashton Carter mengatakan tentara Irak tak punya keinginan bertempur, dan kekalahan di Ramadi adalah fakta tak terbantah.

Kepada CNN, Carter mengatakan jumlah pasukan Tentara Persatuan Irak yang mempertahankan Ramadi jauh lebih lebih banyak dibanding IS. “Namun, tentara Irak lebih memilih melarikan diri ketimbang bertempur mempertahankan kota,” ujar Carter.

Sebelumnya, Jenderal Martin Dempsey — kepala staf gabungan AS dan Koalisi — mengatakan tentara Irak tidak melakukan perlawanan ketika ISIS melakukan serangan bom bergelombang.

Ali Khedyra, dalam wawancara dengan Christiane Amanpour dari CNN, mengatakan 6.000 serdadu Irak yang mempertahankan Ramadi diusir 150 serdadu ISIS.

Carter menyebut situasi ini sangat memprihatinkan. AS, menurutnya, telah banyak berinvestasi untuk pelatihan dan memberikan peralatan tapi setiap individu tentara Irak tidak ingin berperang.

PM Irak Haider al-Abadi mengatakan terkejut dengan pernyataan Carter. Kepada BBC, Al-Abadi mengatakan; “Carter sangat mendukung Irak dan saya yakin dia memperoleh informasi yang salah.”

Al-Abadi juga yakin Ramadi akan kembali direbut dengan bantuan Milisi Shiah.

Hakim al-Zamili, kepala Komite Pertahanan dan Keamanan di Parlemen Irak, menyebut penilaian Menhan AS itu tidak realistis dan tanpa dasar.

Kepada Associated Press, Al-Zamili mengatakan AS gagal memberikan peralatan, senjata, dan dukungan udara, di Ramadi. “Kini, mereka menyalahkan orang lain,” ujar Al-Zamili. (ini/lasdipo/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...