Kata-kata Terakhir Syaikh Usamah Bin Ladin


Seymour M Hersh, seorang wartawan investigasi AS, telah merilis laporan yang mengungkap kebohongan-kebohongan pemerintah Amerika Serikat terkait insiden Abbottabad yang menyebabkan gugurnya pemimpin Al-Qaidah, Syeikh Usamah bin Ladin. Pemerintah AS jelas tak bisa tinggal diam. Sepekan setelah laporan itu dipublikasi, mantan deputi direktur CIA Michael Morell membantah laporan terhadap Hersh.

Lebih jauh, ia bahkan menuduh Pakistan berada di balik rekayasa laporan tersebut demi menutupi rasa malunya atas kegagalan sistem keamanan di negara itu.

Dianggap belum cukup untuk menetralisir tuduhan Hersh, pada hari Rabu tanggal 20 Mei yang lalu pemerintah Amerika melalui ODNI (Office of the Director of National Intelligence) mempublikasikan sejumlah dokumen yang telah diambil dari kompleks rumah Syeikh Usamah Bin Ladin saat operasi penyergapan.

Beberapa kutipan menarik telah dirilis oleh media yang menyoroti Syeikh Usamah sebagai seorang pemimpin organisasi jihad yang paling ditakuti oleh Barat dan seorang pemimpin yang juga perhatian terhadap masalah keamanan komunikasi.

Bukan hanya itu, sosoknya sebagai figur seorang ayah dari anak-anaknya dan sebagai seorang suami, juga menjadi perhatian dunia Barat.

Berikut ini sejumlah pesan-pesan tertulis Syaikh Usamah yang dikumpulkan AS usai penyerbuan Abbottabad.

Pesan terakhir untuk sang istri
“Jika nanti aku terbunuh, dan engkau ingin kembali pulang ke keluargamu, maka kembalilah. Tetapi, engkau harus membesarkan anak-anakku dengan baik, dan mendidik mereka. Berhati-hatilah dari pergaulan yang buruk atas mereka.”

“Dan khusus kepadamu, engkau adalah penyejuk hatiku, dan engkau adalah sesuatu yang terindah yang kumiliki di dunia ini. Jika kamu ingin menikah lagi setelah kematianku, aku tidak keberatan. Namun, sungguh aku ingin dirimu menjadi istriku di surga nanti. Karena para wanita, jika di dunia pernah memiliki dua suami akan diberikan pilihan di Hari Akhir nanti untuk memilih bersama salah satu darinya.”

(Dikutip dari sebuah surat Bin Ladin kepada salah satu istrinya, tertanggal 15 Agustus 2008)

Syaikh Usamah bin Ladin bersama puteranya.

Tentang Daulah Islam yang hanya akan bisa ditegakkan jika Amerika telah dikalahkan

“Kita harus memperhatikan pentingnya masalah kapan waktu yang tepat untuk mendirikan negara Islam. Kita juga harus menyadari bahwa rencana mendirikan negara itu dimulai dengan (serangan-serangan) segala daya-upaya untuk melemahkan kekuatan utama yang sangat berpengaruh.

“Kekuatan utama itulah yang selama ini telah menekan dari berbagai sisi terhadap pemerintahan Hamas, menggulingkan pemerintahan Islam di Afghanistan dan di Iraq, meskipun faktanya bahwa kekuatan tersebut sudah mulai terkuras. Kita harus selalu ingat bahwa saat ini kekuatan utama tersebut masih memiliki kemampuan untuk menyerang Negara Islam manapun, dan bahwa dengan pengepungan itu (memungkinkan mereka) untuk memaksa rakyat suatu negara menurunkan pemerintahan yang sudah mereka pilih.

“Kita harus melanjutkan serangan-serangan yang melemahkan dan menguras (kekuatan) mereka sampai mereka menjadi betul-betul lemah dan tidak bisa lagi menjatuhkan pemerintahan apapun yang kita dirikan. Saat itulah waktu dimulainya penegakan negara Islam.”

(Dikutip dari surat Bin Ladin tanpa tanggal ditujukan kepada seorang deputinya)

Tentang bocoran dokumen dari WikiLeaks

“Tolong cari beberapa ikhwan untuk menerjemahkan dokumen-dokumen tentang Afghanistan dan Pakistan yang dibocorkan dari Pentagon karena dokumen-dokumen tersebut berisi tentang strategi musuh di kedua negara itu. Meski, Menteri Pertahanan AS telah menyatakan bahwa dokumen-dokumen yang bocor tersebut tidak akan banyak berpengaruh terhadap perang yang mereka lakukan. Situs tersebut (wikileaks) telah membocorkan 92.000 dokumen, ditambah 15.000 dokumen lainnya.”

(Dikutip dari surat Bin Ladin kepada seorang deputinya, tertanggal 7 Agustus 2010)

Tentang surat elektronik dan penggunaan sandi

“Kita harus menganggap bahwa musuh mengamati email-email kita, maka kita sebaiknya menggunakan email hanya untuk mengirim informasi yang tidak membahayakan kita jika musuh membacanya. Seharusnya mereka tidak mengetahuinya karena email kita telah diamankan.

“Hal ini karena musuh bisa dengan mudah mendeteksi lalulintas email yang berada di area mujahidin. Ilmu komputer bukan ilmu pengetahuan kita karena bukan kita yang menemukannya. Saya kira bahwa mengandalkan sistem enkripsi untuk email-email rahasia yang kita kirim merupakan sesuatu yang resikonya sangat besar.

“Sistem ini hanya efektif digunakan terhadap orang biasa, namun tidak bisa digunakan untuk melawan mereka (musuh kita) yang telah menemukan email dan internet. Semua jenis komunikasi yang sensitif harus dilakukan melalui kurir.”

(Dikutip dari surat Bin Ladin kepada seorang deputinya, tertanggal 7 Agustus 2010)

No comments

Post a Comment

Home
loading...