Kondisi Muslim Rohingya Lebih Menderita Ketimbang Muslim Gaza



+ResistNews Blog - Pengiriman bantuan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) ke Rohingya banyak sekali menempuh kendala. Bahkan sembako yang dikirim untuk umat Muslim di sana harus “disunat” dulu 20 persennya bagi para buddish ekstremis. Tidak sedikit juga lembaga internasional yang diusir oleh junta militer.

Insan, aktivis ACT ini, memaparkan, kondisi Muslim Rohingya justru lebih parah dari Muslim Gaza. Selama 30 tahun desa-desa mereka dibakar, anak-anaknya disembelih, dan penduduk banyak yang disiksa serta disuruh kerja paksa. “Beruntungnya di Gaza, umat Muslim masih bisa membela diri dan tinggal di kampung halamannya. Sedangkan di Rohingya tidak,” tandasnya.

Insan pun menceritakan bahwa penindasan Muslim di Rohingya berawal dari pembentukan negara Burma. Saat itu di sana berdiri Negara Muslim Malaka. Namun setelah para budhis datang, mereka membentuk negara Burma atau Myanmar tanpa sedikitpun melibatkan pendapat kaum Muslim. Sebab Muslim dianggap sebagai kasta terendah bagi mereka.

Setelah itu, mereka terus berupaya mengusir umat Islam dengan berbagai cara, termasuk penyiksaan yang kejam. Akibatnya etnis Rohingya yang berkulit coklat kehitaman itu mengungsi ke berbagai negara. Termasuk Bangladesh dan Pakistan.

“Mereka sendiri memang merupakan akulturisasi dari etnis Benggali dan Melayu. Sehingga penampakannya lebih mirip orang Bangladesh,” kata Insan.

Berpuluh-puluh tahun rakyat Rohingya mengungsi di Bangladesh, namun kehidupan mereka sama sekali tidak membaik. Anak-anak banyak yang tidak berpakaian, setiap orang kekurangan makanan, dan terjebak dalam kemiskinan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Rohingya menyusul saudaranya, namun malah disebut imigran gelap dan mengalami penyiksaan dari jubta militer yang didalangi para buddish ekstremis.

“Ya memang betul saat ini mereka ber-KTP Bangladesh. Tapi asli mereka adalah Rohingya,” kata Insan. Maka itu ia mengimbau pada masyarakat indonesia sesama muslim untuk turut membantu mereka yang sedang dilanda kesusahan.(ROL/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...