Wartawan Investigasi Bongkar Kebohongan AS dalam Kematian Syaikh Usamah Bin Ladin

Kebohongan Amerika Serikat (AS) yang pernah mengklaim jasad Syaikh Usamah bin Ladin dibuang ke laut dibongkar wartawan peraih Pulitzer, S...


Kebohongan Amerika Serikat (AS) yang pernah mengklaim jasad Syaikh Usamah bin Ladin dibuang ke laut dibongkar wartawan peraih Pulitzer, Seymour Hersh. Hasil investigasinya menunjukkan klaim AS itu bohong.

Sebelumnya, Seymour Hersh membongkar kebohongan AS yang mengklaim penggerebekan Syaikh Usamah merupakan keberhasilan tunggal militer AS. Faktanya, intelijen Pakistan telah menangkap dan menempatkan pendiri Al-Qaidah itu di bangunan tua di Abbottabad, lima tahun sebelum AS menggerebek dan membunuh Usamah.

Temuan-temuan investigasi Hersh itu telah diterbitkan hari Ahad lalu. Dalam laporannya, wartawan ini menuding pemerintahan Presiden Barack Obama telah menyesatkan publik terkait klaim penggerebekan Usamah bin Ladin.

Menurut temuan Hersh, jasad Syaikh Usamah tidak dibuang ke laut seperti klaim Gedung Putih selama ini. Faktanya, tubuh Usamah hancur akibat tembakan tim SEAL AS. Beberapa bagian dari jasad Usamah yang hancur kemudian dibuang di pegunungan Hindu Kush.

Dalam artikel berjudul “The Killing of Osama bin Laden,” penulis pemenang penghargaan Pulitzer ini menyebutkan bahwa sejak tahun 2006, Bin Laden berada di bawah kendali Pakistan dan disembunyikan di Abbottabad dengan bantuan keuangan Arab Saudi.

Tudingan itu menuai protes dari banyak kalangan di AS dan Pakistan yang menuding penjelasan Hersh tidak dilandasi bukti yang cukup dan mengambil kesimpulan-kesimpulan yang meragukan.

“Anggapan bahwa serangan yang menewaskan Usamah bin Ladin bukan merupakan misi sepihak Amerika Serikat sepenuhnya salah,” kata juru bicara Gedung Putih, Ned Price, yang menambahkan bahwa artikel Hersh “tidak akurat dan dibumbui pernyataan tak berdasar”.

Hersh mengatakan pejabat-pejabat tingkat tinggi di Pakistan setuju mengijinkan AS melakukan serangan di Abbotabad setelah AS menemukan keberadaan Bin Laden melalui seorang sumber dari intel Pakistan, bukan melalui interogasi tahanan Al-Qaidah dan investigasi mendalam terhadap seorang kurir Bin Ladin seperti disebutkan dalam keterangan resmi pemerintah AS.

Pakistan kemudian membolehkan AS memantau rumah Bin Laden di Abbotabad, memperoleh bukti DNA yang mengonfirmasi identitas Bin Laden, hingga menyediakan agen Pakistan untuk membantu memandu operasi tersebut.

Sebagai imbalan, AS harus melanjutkan bantuan finansial kepada dinas intelijen Pakistan dan para pemimpinnya.


Seymour Hersh ialah wartawan investigasi yang memenangi penghargaan jurnalisme Pulitzer pada 1970 setelah mengekspos pembantaian prajurit AS terhadap warga sipil Vietnam di My Lai

Cerita karangan
Seperti diatur dalam perjanjian tersebut, menurut Hersh, AS akan menunda pengumuman kematian Bin Laden selama seminggu dan mengatakan dia tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Afghanistan.

Namun, kata Hersh, Obama mengingkari perjanjian itu setelah sebuah helikopter AS jatuh pada saat serangan itu terjadi dan Gedung Putih khawatir tidak bisa membendung tersebarnya kabar mengenai insiden itu.

Jadi malam itu, Obama mengumumkan bahwa pasukan khusus Angkatan Laut AS melakukan serangan setelah berbulan-bulan mengumpulkan informasi intel rahasia, tanpa sepengetahuan militer Pakistan, dan diakhiri dengan baku tembak yang berujung pada kematian Bin Laden.

“Cerita dari Gedung Putih seperti karangan Lewis Carrol,” tulis Hersh di edisi terbaru London Review of Books, merujuk pada penulis buku Alice in Wonderland.

Artikel Hersh diakhiri dengan hujatan kepada kebijakan luar negeri Obama secara keseluruhan.
“Pembohongan tingkat tinggi tetap masih menjadi modus operandi kebijakan AS, seperti penjara-penjara rahasia, serangan pesawat tanpa awak, razia pasukan khusus, melangkahi rantai komando dan membungkam mereka yang berani menentang,” tulisnya.



Keasliannya dipertanyakan
Berita mengenai tulisan Hersh ini menyebar dengan cepat dan mulai muncul di perbincangan politik di berbagai media sosial.

Halaman yang memuat tulisan itu di situs London Review of Books juga sempat tidak berfungsi karena begitu banyak orang yang ingin membaca tulisan Hersh.

Dalam waktu singkat rekan-rekan Hersh sesama jurnalis juga mulai mempertanyakan keaslian cerita tersebut, antara lain Max Fischer dari Vox dan Peter Bergen dari CNN. Kritik terhadapnya, antara lain:

1. Sumber yang tidak dapat dipercaya. Sebagian besar dari artikel Hersh didasari oleh klaim-klaim dari pejabat intel AS dan Pakistan yang tidak disebutkan dan tak satupun dari mereka terlibat langsung dengan operasi ini. Satu-satunya sumber yang disebutkan namanya, Asad Durrani, bertugas di intel militer Pakistan lebih dari dua dekade lalu dan hanya mengatakan bahwa “mantan kolega-koleganya” mendukung cerita Hersh. Durrani kemudian dihubungi oleh Bergen dari CNN dan dia mengatakan bahwa cerita Hersh “masuk akal”.

2. Cerita kontradiktif. Hersh mengabaikan fakta bahwa dua anggota pasukan SEAL Angkatan Laut AS yang terlibat dalam serangan itu telah membeberkan cerita mereka yang bertentangan dengan cerita Hersh. Bergen, yang pernah mengunjungi lokasi serangan itu, menuliskan terlihat jelas bukti-bukti terjadinya baku tembak karena kawasan tersebut “dipenuhi pecahan kaca dan beberapa area terlihat jelas dibolongi lubang peluru”.

3. Kesimpulan yang meragukan. Mengapa Arab Saudi akan mendukung seorang yang ingin menggulingkan Kerajaan Saudi? Apabila perjanjiannya mencakup dukungan AS kepada Pakistan, mengapa hubungan kedua negara tersebut memburuk setelah serangan itu? Bila memang AS dan Pakistan bekerja sama, apakah sebuah serangan palsu merupakan cara terbaik untuk memastikan tewasnya Bin Laden?

Seperti yang biasa terjadi pada teori konspirasi, mungkin kritik terbesar untuk cerita Hersh adalah bahwa dia berasumsi banyaknya karakter-karakter yang terlibat dapat bekerja dengan efektif dan dapat menjaga rahasia.

Max Fischer dari Vox menuduh Hersh – yang memenangi penghargaan Pulitzer pada 1970 setelah mengekspos pembantaian prajurit AS terhadap warga sipil Vietnam di My Lai – semakin sering mengarang cerita yang sukar dipercaya berdasarkan bukti-bukti yang lemah.

Dalam tiga tahun terakhir, misalnya, dia pernah menulis artikel menuduh pemerintahan George W Bush melatih militer Iran di Nevada dan artikel lainnya mengenai andil Turki pada serangan senjata kimia di Suriah.

“Mungkin ada sebuah dunia bayangan dengan konspirasi rumit dan kejam, dijalankan dengan cemerlang oleh jaringan pemerintahan internasional ,” tulis Fischer. “Dan mungkin Hersh beserta beberapa pejabat senior anonimnya benar-benar hidup di dunia itu dan melihat rahasia-rahasia gelapnya. Atau mungkin ada penjelasan yang lebih mudah.”

Hersh dituduh mengabaikan fakta bahwa dua anggota pasukan SEAL yang terlibat dalam serangan di Abbotabad membeberkan cerita mereka yang bertentangan dengan cerita Hersh.

Dalam sebuah wawancara televisi pada Senin (11/05), Hersh mencoba membalikkan kritik yang diarahkan padanya. Dia mengatakan versi cerita pemerintah AS-lah yang sukar dipercaya.

“Sebanyak 24 atau 25 orang berada di tengah Pakistan, membunuh seorang Bin Laden tanpa pengamanan udara, perlindungan, pengamanan, dan tanpa masalah – apakah Anda serius?” tanyanya.

“Saya minta maaf bila ini bertentangan dengan apa yang dipercaya publik,” tambahnya. “Saya telah melakukan ini seumur hidup dan saya mengerti dampaknya.”

Terdapat sebuah istilah yang sering digunakan di Twitter untuk cerita yang tampak fantastis namun meragukan: “Wow jika benar”

Tampaknya sambutan terhadap cerita Hersh menuai banyak reaksi “wow” – namun dengan penekanan “bila benar adanya”. [BBC/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

COMMENTS

Name

#indonesiatanpajil,4,afghanistan,158,afrika,54,agama,303,agenda acara,3,ahmadiyah,3,ajzerbaijan,1,Aksi Gema Pembebasan Soloraya tolak RUU Pendidikan 7 May 2012,1,al islam,178,aljazair,6,amerika,628,analisi,1,analisis,330,analisisjihad,69,arab saudi,91,argentina,1,asean,1,asia,1,australia,51,austria,3,azerbaijan,1,bahrain,4,bangladesh,16,belanda,23,belgia,3,berita,618,beritanasional,1973,bisnisdanekonomi,39,bolivia,1,brasil,5,brunei,15,budaya,25,buletin islam underground noname zine,2,bulgaria,1,ceko,3,chechnya,8,china,80,cina,1,contact,1,democrazy,40,denmark,5,detik2hancurkapitalisme,77,disclaimer,1,diskusi,6,dubai,9,ekonomi,488,eropa,51,ethiopia,2,event,35,faeture,3,feature,4517,featured,13,filipina,28,focus,10,Foto : Pasukan Israel (huffington post),1,Foto-foto Aksi Sebar Flyer #IndonesiaTanpaJIL di Car Free Day Solo,1,galeri,45,ghana,1,guatemala,1,guyana,1,hacker,6,halal,16,healthnews,33,hikmah,8,hukum,412,india,29,informasi,58,inggris,171,intelijen,2,internasional,3748,interview,26,irak,122,iran,61,irlandia,3,islamichistory,79,islamophobia,2,islandia,1,israel,96,italia,16,jepang,8,jerman,35,kamboja,3,kamerun,1,kanada,14,kashmir,1,kaukasus,2,kazakhstan,4,kenya,10,kesehatan,24,khilafahbangkit,33,khutbahjumat,2,kiamat,1,kirgistan,1,kolombia,4,komunitas,6,konspirasi,86,korea,6,kosovo,1,kristologi,1,kuba,1,kuwait,6,laporankhusus,4,lebanon,13,libanon,4,liberal,6,liberia,1,libya,28,malaysia,33,mali,24,maroko,7,media,140,meksiko,1,mesir,244,minoritas,1,motivainspira,4,movie,1,mujahidin,439,muslimah,84,myanmar,104,nafsiyah,73,nasional,1,nigeria,14,norwegia,12,olahraga,1,opini,222,pakistan,69,palestina,511,papua,1,pendidikan,40,pengetahuan,70,perancis,102,perjalanan,32,polandia,1,politik,617,poster propaganda,2,praha,1,press release,135,qatar,8,resensi,17,review,141,rusia,83,sejarah,13,senegal,1,singapura,5,skotlandia,1,slovakia,1,somalia,63,sosial,1186,sosok,43,spanyol,13,spionase,1,srilanka,8,sudan,8,suriah,441,swedia,7,swiss,5,syariah,3,syiah,4,Tafsir,1,taiwan,1,tajikistan,4,takziyah,1,technews,51,technews',1,teknologi,80,thailand,26,timor leste,1,timur tengah,3,transkrip,32,tsaqofah,151,tunisia,25,turki,86,ukraina,3,uruguay,2,uzbekistan,8,vatikan,8,venezuela,4,video,361,wasiat,14,wawancara,89,yahudi,7,yaman,75,yordania,29,yunani,4,zimbabwe,1,zionist,4,
ltr
item
ResistNews Blog: Wartawan Investigasi Bongkar Kebohongan AS dalam Kematian Syaikh Usamah Bin Ladin
Wartawan Investigasi Bongkar Kebohongan AS dalam Kematian Syaikh Usamah Bin Ladin
http://1.bp.blogspot.com/-6bvP3DIOAsI/VVHxYDG2jrI/AAAAAAAAGQQ/k_Qr1nwVuWI/s640/thumb%2B(8).jpg
http://1.bp.blogspot.com/-6bvP3DIOAsI/VVHxYDG2jrI/AAAAAAAAGQQ/k_Qr1nwVuWI/s72-c/thumb%2B(8).jpg
ResistNews Blog
http://blog.resistnews.web.id/2015/05/wartawan-investigasi-bongkar-kebohongan.html
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/2015/05/wartawan-investigasi-bongkar-kebohongan.html
true
1507099621614207927
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy