Dirut BCA Sebut Prediksi Rupiah ke Level Rp 25.000 untuk Kepentingan Asing



+ResistNews Blog - Rupiah diprediksikan beberapa pengamat bakal menembus level Rp 25.000 per Dolar AS akibat normalisasi kebijakan keuangan otoritas keuangan Amerika Serikat, The Federal Reserve.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiatmadja mengungkapkan Rupiah tidak akan melemah hingga level Rp 25.000. Menurutnya, daya tahan ekonomi dan perbankan Indonesia saat ini cukup baik.

"Kalau orang Singapura yang bicara, ada kepentingan kalau masyarakat kita khawatir, maka dananya akan diparkir di sana," terang dia.

Lebih lanjut Jahja menilai stress test yang telah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indoensia (BI) hingga level Rp 15.000 per Dolar AS sudah lebih cukup untuk menggambarkan daya tahan perekonomian maupun stabilitas keuangan Indonesia saat ini.

Seperti diketahui, Ekonom dari Nanyang Business School Singapore, Lee Boon Keng, beberapa waktu lalu memprediksi nilai tukar rupiah bisa ambruk hingga 25.000/dolar AS jika Federal Reserve mulai melakukan normalisasinya.

“Angka itu (Rp25.000) dari kisaran saat ini Rp13.000-an tidak jauh. Jangan berpikir bahwa kita baik-baik saja,” kata dia di sela-sela seminar bertajuk Indonesia Financial and Economic Conference di Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Menurut Lee, level nilai tukar yang dipatok dalam stress test Bank Indonesia (BI) seharusnya bisa dinaikkan hingga Rp25.000 karena Rp15.000 seperti yang saat ini berlaku, tidak cukup menggambarkan kesiapan sistem keuangan Indonesia dalam menghadapi krisis. [fastnewsindonesia.com/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...