HRW: Rezim Suriah Kembali Gunakan Senjata Kimia di Idlib


+ResistNews Blog - Rezim Suriah memperbaharui penggunaan senjata kimia berbahaya dalam beberapa serangan bom barel di provinsi barat laut, Idlib dalam dua bulan terakhir, demikian Human Rights Watch mengatakan pada Rabu (03/06).

Organisasi berbasis di New York itu mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menciptakan mekanisme mengidentifikasi tanggung jawab atas penggunaan senjata ilegal tersebut.

“Saat anggota Dewan Keamanan dengan sengaja bertindak lamban, maka bahan kimia beracun menghujani di atas warga sipil di Suriah,” kata Philippe Bolopion, direktur advokasi krisis HRW dan PBB.

“Dewan Keamanan harus tegas menetapkan tanggung jawab dan menjatuhkan sanksi atas serangan tersebut, yang menentang resolusi dan melanggar hukum internasional,” tambahnya.

Sebanyak 15 anggota Dewan dijadwalkan bertemu dalam rapat tertutup pada hari Rabu, untuk pengarahan rutin bulanan terkait senjata kimia di Suriah.

Kelompok hak asasi mengaku mewawancarai para ahli, petugas penyelamat dan dokter terkait sekitar tiga serangan terpisah pada bulan Mei di Idlib. Serangan tersebut menunjukkan pasukan rezim Presiden Suriah Bashar Assad menggunakan klorin, hingga mengakibatkan dua orang tewas dan 127 orang terluka.

Dua dokter yang merawat korban dalam serangan Mei, juga memberikan HRW sejumlah data yang mereka kumpulkan dari pusat kesehatan di Idlib terkait 21 serangan tambahan antara tanggal 16 Maret dan 19 Mei. Serangan tersebut mengakibatkan gejala yang konsisten dengan paparan bahan kimia beracun.

Mereka melaporkan bahwa 24 serangan selama periode ini menewaskan sedikitnya sembilan orang dan mempengaruhi lebih dari 520 orang lain dengan gejala yang konsisten terkena paparan klorin, kata kelompok itu.

“Human Rights Watch belum mampu menyelidiki laporan serangan tambahan,” tambahnya. Seperti diketahui, penggunaan klorin sebagai senjata di Suriah sebelumnya telah didokumentasikan.
[Worldbulletin/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...