Meski Ramadhan, Pertempuran di Libya Jalan Terus, Rakyat Tak Rasakan Suasana Ibadah



+ResistNews Blog - MESKIPUN bulan Ramadhan telah dimulai pekan lalu, banyak warga Libya mengatakan bahwa mereka tidak dapat merasakan suasana bulan Ramadhan tahun ini akibat konflik bersenjata yang terus meporak-porandakan negara Afrika Utara tersebut. Demikian dilansir Anadolu Agency, Jum’at (26/6/15).

“Kami tidak merasakan Ramadhan tahun ini karena semua tempat kami yang biasanya kami jadikan untuk berkumpul di bulan suci ini kini diguncang oleh kekerasan,” kata Benghazi warga Naji al-Toumi. “Banyak dari daerah perumahan kota menjadi medan perang.”

Sejak akhir tahun 2014, banyak kota Libya –terutama di kota besar –telah menjadi tempat pertempuran sengit antara berbagai faksi bersenjata.

“Kami berharap pertempuran akan berlalu ketika Ramadhan, tapi ternyata tidak,” tandas Nouri Balrowin, kepala negara Libya–pengelola National Oil Corporation.

Tarek Rajab, yang berasal dari Tripoli, mengeluhkan soal pemadaman listrik yang sering terjadi dan membuatnya sulit untuk berpuasa. Apalagi, rakyat Libya juga tidak tidak bisa menggunakan AC selama musim panas.

Libya terus dalam keadaan kacau sejak pemberontakan berdarah pada 2011 yang mengakhiri kekuasaan Muammar Gaddafi selama beberapa dekade. [islampos/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...