Yahudi dan Nasrani Terlibat Konflik di “Last Supper” Yerussalem



+ResistNews Blog - Polisi Israel menggebah puluhan jamaah Yahudi dari Makam Daud, setelah mencoba mencegah sejumlah pemuka Kristen (Nasrani) melakukan ritual di lokasi yang diyakini Yerus Kristus menggelar Perjamuan Terakhir (Last Supper).

Luma Samri, juru bicara Kepolisian Yerusalem, umat Yahudi menganggap orang Kristen telah menodai situs suci Makam Daud dan melanggar hak Yahudi berdoa. Vatikan membantah klaim itu, dan mengatakan tempat itu adalah lokasi Perjamuan Terakhir Yesus.

Ini bukan bentrok pertama antara Yahudi dan Nasrani. Pekan lalu, demonstran Yahudi berusaha memblokir misa Kristen, dan memaksa jamaah Pentakosta pindah.

Salah satu peserta aksi protes adalah Prof Hillel Weiss. Ia ditangkap dan ditahan di kantor polisi.

“Ini bukan protes,” ujar Weiss kepada Yedioth Ahronoth, salah satu media di Israel. “Orang-orang Yahudi datang untuk berdoa di Sion, sebuah situs suci, tempat paling internal dan intim bagi mereka.”

Para pemuka Kristen, masih menurut Weiss, tiba dan memaksa menggelar upacara pagan mereka di tempat paling suci bagi Yahudi.

“Mereka melakukannya di bawah perlindungan polisi,” katanya.

Custodia Terra Santa, perwakilan Vatikan di Yerusalem, mengatakan pengaturan terhadap wilayah status quo akan memungkinkan orang Kristen berdoa di tempat itu saat liburan tertentu. Vatikan juga telah melobi Israel, agar diberi akses ke situs yang bagi fundamentalis Yahudi dianggap paling keramat.

Prof Weiss mengatakan status quo bukan kata yang murni. Kata itu digunakan untuk menghancurkan orang Yahudi, tidak hanya yang di kuil maupun di sini.

“Saat berbicara kesetaraan, yang terampas adalah hak Yahudi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan Vatikan sedang bermain api ketika menuntut haknya di Makam David. Vatikan hanya bisa meratap dan menganggap Yahudi menggunakan kekerasan untuk manyabotase orang-orang yang beribadah di tempat itu. (ahron/inl/lasdipo/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...