Inilah Bentuk-Bentuk Kerjasama Mujahidin Internasional

Haruskah pasukan dari tandzim lain yang bergabung ke satu tandzim, dan bersama-sama melaksanakan bagian-bagian dari amal jihadiyah harus ...



Haruskah pasukan dari tandzim lain yang bergabung ke satu tandzim, dan bersama-sama melaksanakan bagian-bagian dari amal jihadiyah harus berbai’at ke tandzim yang sekarang menampung mereka? Seperti para muhajirin dari seluruh dunia, haruskah berbai’at ke ISIS atau Jabhat Al-Nusra ketika mereka bergabung; meski mereka datang hanya untuk kepentingan tadrib saja lalu kembali ke negerinya sendiri.

Di Suriah, tak sedikit mujahidin dari harakah-harakah jihadiyah dari belahan bumi yang dzahirnya melakukan tadrib, ikut ribath dan terlibat dalam operasi militer di Suriah, namun mereka masih setia pada bai’at kepada amir tandzim di negeri masing-masing. Seperti para mujahidin Chechnya yang malang melintang di belantara jihad Suriah, namun masih menyatakan setia kepada Amir Imarah Islamiyah Kaukas.

Shaikh Aiman Adz-Zawahiry dan anggota jamahnya yang datang ke Afghanistan, lalu melebur ke Al-Qaedah nya Shaikh Usamah bin Ladin. Menghapus nama lama Jamaah Jihad-nya Shaikh Aiman, berganti menjadi organisasi baru bernama Tandzim Qaidatul Jihad.

Al-Qaeda juga dikenal dengan cabang-cabangnya di seluruh dunia seperti AQAP di Yaman, AQIM di Afrika Utara, Al-Shabaab di Somalia, dan Jabhat Al-Nusra di Syria.

AQIM sendiri diketahui juga bekerjasama dengan berbagai tandzim di regional Afrika Utara seperti Iyad Ag-Ghali dan Sanda Ould Bouammama dari Ansar Al-Din di Mali, Omar Ould Hamaha dari MUJAO di Mali, Mohktar Belmokhtar dari Al-Morabitoon, Yahya Abu Hammam; komandan AQIM wilayah Sahara, dan Abu Talha Al-Mauritani; komandan Brigade Al-Furqan di Mauritania.

Pada masa-masa awal perjuangan melawan rezim atau melawan invasi, mujahidin juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi perlawanan; dengan segenap aneka corak dan ragam pemikirannya, baik yang sekuler maupun sosialis seperti anasir Partai Ba’ath. Meski berbeda ideology, mereka bisa melakukan kerjasama pada bidang tertentu.

Sebenarnya, bagaimana menertibkan dan mendudukkan seluruh kepingan puzzle kerjasama mujahidin internasional di atas pada tempatnya?

Ada baiknya kalau kita memahami tipologi dan bentuk-bentuk kerjasama antar organisasi. Berikut satu analisis yang diterbitkan oleh CTC Sentinel, West Point, Virginia, AS.

Dengan memahami tipologi dan berbagai aspek seputar masing-masing bentuk kerjasama itu, semoga kita bisa melihat dengan jernih dan mendudukkan dengan benar. Setidaknya, tulisan di bawah akan banyak menjawab pertanyaan seputar serba-serbi afiliasi, kerjasama maupun bai’at antar tandzim.

A Typology of Terrorist Inter Group Cooperation

Oleh: Assaf Moghadam, Ph.D. Adalah seorang Associate Professor di Lauder School of Government, Diplomacy and Strategy di Interdisciplinary Center Herzliya (IDC). Ia juga Director of Academic Affairs di International Institute for Counter-Terrorism (ITC). Mantan Director of Terrorism Studies di Combating Terrorism Center; West Point, Virginia, AS. Penulis buku ”Dangerous Liaisons: Global Jihad and the Evolution of Terrorist Cooperation” yang diterbitkan oleh Columbia University Press

Afiliasi adalah cara para militant untuk menyuarakan dukungan ideology mereka kepada kelompok militant lain. Seperti Boko Haram (Nigeria) yang berbai’at kepada Daulah. Afiliasi sendiri merupakan salah satu ciri yang menonjol di dunia jihadis. Diantara para pelaku jihad, tak jarang janji retoris berupa dukungan untuk setia juga digunakan sebagai batu loncatan untuk bisa bekerja sama secara nyata; terutama dibidang logistic dan operasional. Kolaborasi antar tandzim itu bahkan bisa mempengaruhi kemampuan, ketahanan, strategi, dan taktik dari pihak-pihak yang bekerja sama.

Artikel ini mencoba mendudukkan konsep-konsep kerjasama antar organisasi jihad. Hubungan kerjasama antar organisasi jihad mencakup beberapa tingkatan, seperti tipe kerjasama high-end;berupa meleburnya satu organisasi ke organisasi lain sebagai bentuk akhir paling tinggi dari kemitraan strategis. Juga kerjasama low-end berupa kerjasama dilevel taktis hingga aksi bersama. Ada empat tipe kerjasama, masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

Jihad Global dan Kerjasama Jihadis

Dalam strategi nasional kontraterorisme Amerika tahun 2011, Presiden barack Obama menggambarkan Al-Qaeda dan afiliasinya yang terus berkembang sebagai ”ancaman teroris terpenting yang kami hadapi”. Yang menyulitkan peneliti kontraterorisme adalah realita bahwa kelompok jihad global memiliki struktur ringkas yang terbagi dalam unit-unit tugas kecil dan selalu terhubung.

Jihad global berisi gerakan-gerakan yang terdiri dari berbagai individu serta tipe jaringan yang longgar dan fleksibel, layaknya organisasi formal. Para pelaku jihad ini mematuhi ideology agama secara umum dan terlibat dalam hubungan kerjasama yang dinamis satu sama lain. Ikatan yang mengikat para jihadis salah satunya adalah kepentingan bersama untuk menimpakan kerugian jangka panjang pada keamanan internasional. Sebuah artikel dalam New York Times menyoroti organisasi jihad global yang berbasis di Afghanistan, Syria, Aljazair, Mesir, dan Libya; yang berkembang dan membangun afiliasi di luar wilayah garapnya, menghasilkan tipe perlawanan baru dan menjadi tambahan PR bagi perang kontra terorisme.

Tingkat afiliasi antar organisasi jihad adalah berbeda-beda. Hubungan yang berbeda itu pun memiliki variasi kualitas kerjasama, sehingga menimbulkan tingkat ancaman yang berbeda pula.

Tipologi Kerjasama Teroris

Untuk mengetahui tipologi kerjasama teroris, maka harus memperhitungkan berbagai factor seperti ideology, logistic dan area di mana organisasi terror itu beroperasi. Juga bagaimana sifat hubungan kerjasamanya. Beberapa variable alami yang mempengaruhi hubungan diantaranya adalah durasi kerjasama. Kerjasama itu bisa melebihi waktu yang disepakati atau bahkan sporadic dan terjadi hanya sekali. Kedua, tingkat keterikatan antar pihak yang bekerjasama. Ketika terjadi merger (penggabungan) misalnya, kedua kelompok akan sepenuhnya saling bergantung dan melancarkan aksi bersama.

Ketiga adalah jenis dan kualitas hubungan, hal ini mempengaruhi bentuk aktifitas apa yang dapat dilakukan bersama-sama. Bentuk kerjasama yang paling sederhana mungkin sebatas dukungan ideologis dan logistic saja. Akan tetapi pada perkembangannya, sebagai bentuk kemitraan formal antar kelompok, kerjasama dapat diperluas ke berbagai domain kerja seperti ideologis, logistic dan operasional.

Kedekatan ideologis adalah karakter keempat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan kualitas dalam hubungan kerjasama antar kelompok terror. Hubungan singkat bisa terbangun demi mencapai tujuan bersama yang spesifik; dalam kasus ini tidak terlalu dibutuhkan kesamaan ideologis antar kelompok. Di sisi lain, aliansi strategis dan merger baru akan terjadi jika antar kelompok telah terjadi kesepahaman pandangan secara global. Pada akhirnya, hubungan kerjasama dapat dibedakan sesuai tingkat kepercayaan antar pihak yang bekerjasama.

Empat prototype kerjasama teroris dapat dibedakan dengan beberapa variable di atas. Kuatnya ikatan kerjasama, merger, aliansi strategis, kerjasama taktik, dan operasi bersama. Variabel itu dapat dikelompokkan menjadi dua kategori kualitatif. Merger dan aliansi strategis adalah bentuk dari”high-end cooperation”, sementara kerjasama taktik dan kerjasama aksional adalah ”low-end cooperation”.

High-End Cooperation: Merger dan Aliansi Strategis

Merger merupakan bentuk kerjasama paling lengkap di mana terjadi penyatuan komando dan control struktur, integrasi pasukan, dan penyatuan sumber daya. Durasi merger biasanya tidak bisa diperkirakan karena pada dasarnya masing-masing grup memang ingin melebur. Hal itu menyebabkan kemerdekaan grup yang telahmerger menjadi berkurang, karena sekaligus menciptakan aturan bersama baru yang mengikat seluruh anggota organisasi. Grup yang bergabung itu saling bekerjasama dalam berbagai aktifitas seperti ideology, logistic dan kerjasama operasional. Merger adalah kondisi di mana masing-masing kelompok saling berbagi ideology umum. Meski ada perbedaan ideology sebelum merger, bisa diatasi gradasinya dengan kelompok yang lebih lemah agar mengadopsi pedoman ideologis mitranya yang lebih senior. Kegagalan untuk mencapai kesepahaman ideologis, ke depannya akan membahayakan merger itu sendiri.

Merger dapat bermanfaat bagi grup militant yang diganggu krisis keuangan, mobilisasi atau bahkan krisis identitas. Ketika organisasi kecil bergabung dengan kelompok yang lebih besar, maka kelompok kecil ini dapat mengadopsi ”merk” besar yang berefek positif dan berpengaruh pada proses perekrutan personal baru.

Daniel Byman mencatat, merger dan akuisisi; baik di dunia bisnis maupun militant, dapat lebih menyalurkan ide-ide dan solusi sebagai hasil dari terbentuknya organisasi bersama yang baru. Grup yang saling merger juga seringkali dapat mengeksploitasi inovasi dengan harga yang ekonomis dan kecepatan yang tinggi, serta riset dan pengembangan dengan keuntungan yang besar.

Bagaimanapun juga, merger tidak lantas bebas dari biaya. Harga yang pasti dibayar adalah hilangnya kemerdekaan otoritas, terutama bagi grup yang lebih lemah. Merger juga menjadi solusi realistis bagi grup militant yang ingin eksis dan dapat mengadopsi identitas baru atau sebaliknya justru menimbulkan perpecahan. Keretakan strategi, ideology atau taktik, dapat meninggalkan pertanyaan dan menghasilkan retaknya merger. Dua organisasi jihad utama di Mesir, yaitu Jamaatul Jihad dan Jamaah Islamiyah misalnya. Secara berani melakukan merger pada tahun 1980, akhirnya harus terpecah hanya karena peristiwa pembunuhan Anwar Sadat pada bulan Oktober, sebagai perpecahan lanjutan setelah benih-benih perpecahan jamaah di bawah pimpinan Shaikh Omar Abd Al-Rahman.

Merger yang sukses menghasilkan organisasi teroris yang kuat. Hezbollah Libanon contohnya, adalah gabungan dari berbagai faksi seperti Members of Amal, the Muslim Students Union, the Dawa party of Lebanon, dll. Seperti dijelaskan oleh Matthew Levitt, Hezbollah sebagai grup baru adalah hasil dari usaha Iran untuk menyatukan milisi-milisi Syiah Libanon di bawah satu payung gerakan. Merger antara Jamaah Jihad Mesir-nya Ayman Az-Zawahiri dengan Al-Qaeda-nya Usamah bin Laden, hingga menghasilkan grup baru yang disebut Tandzim Qaidatul Jihad adalah contoh lainnya.

Aliansi strategis adalah jenis kedua dari High-end Cooperation. Aliansi strategis adalah hubungan di mana grup yang bekerjasama saling membagi data dan pengetahuan serta berbagi sumber daya secara intensif, bisa juga dengan pertukaran pasukan. Tapi, diwaktu yang sama (inilah poin yang membedakan aliansi strategis dengan merger) mereka tetap berkuasa dan punya control dan komando atas seluruh asset masing-masing dan tetap mengontrol organisasinya sendiri. Sekutu strategis menuntut kemitraan dalam jangka panjang; seperti halnya merger (melebur) serta kerjasama dalam berbagai kegiatan; mencakup ideologis, logistic dan kerjasama operasi. Kerjasama model ini juga menuntut konsultasi yang lebih sering antar para leader; meski pertimbangan keamanan selalu menghalangi agenda tatap muka itu. Alhasil, demi menjaga hubungan antar partner strategis itu cukup kuat, beberapa kubu yang berpartner ini akan menjembatani hubungan mereka dengan membangun infrastruktur hubungan yang kuat dan aman serta menunjuk personal-personal kunci untuk mengatur hubungan antar partner strategis.

Aliansi strategis bergantung pada tingginya keterikatan ideology, sekalipun kelompok-kelompok itu masih dapat mempertahankan sedikit agenda ideologis atau strategis mereka sendiri. Umumnya, partner strategis ditandai dengan kesamaan agenda ideologis pada tingkat yang tinggi dan kesepahaman dalam menjawab isu strategis. Kesamaan visi ini menghasilkan karakter partner strategis, yaitu kepercayaan yang tinggi antar kelompok yang bekerjasama. Rusaknya kerjasama strategis- seperti keretakan antara Al-Qaeda dan ISIS- adalah akibat dari erosi kepercayaan.

Contoh aliansi strategis adalah aliansi yang dijalin oleh Al-Qaeda pusat dengan AQAP (Al-Qaeda in Arabian Peninsula), AQIM (Al-Qaeda in Islamic Maghreb), Al-Shabaab, dan Jabhat Al-Nusra.

Low-End Cooperation: Kerjasama Taktikal dan Aksi

Baik taktikal maupun kerjasama aksi biasanya untuk waktu yang pendek dan lingkup yang lebih sempit dari merger atau aliansi strategis, meski kerjasama taktik dapat berkembang menjadi aliansi strategis. Kerjasama taktik juga berarti bahwa pihak yang bekerjasama akan lebih mempertahankan independensi dan otoritas mereka. Kerjasama Low-End jarang mencakup seluruh aspek aktifitas, yang paling mungkin adalah kerjasama pada isu-isu atau domain tertentu. Kedua pihak yang bekerjasama cenderung pragmatis dan mendahulukan kepentingan di atas factor ideologis. Kerjasama trans aksional dapat terbentuk bahkan oleh dua kelompok yang saling bertentangan atau punya perbedaan ideology, asalkan kepentingan mereka sama-sama tercapai. Kerjasama model ini juga tidak diiringi dengan tingkat saling kepercayaan yang tinggi seperti pada merger dan aliansi strategis.

Kerjasama taktis berbeda dari kerjasama strategis di mana aliansi strategis diperkirakan akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Aliansi taktis didasarkan pada kepentingan bersama, hal ini berbeda dari faktor yang mendasari aliansi strategis; yaitu kepentingan bersama dan ideology umum. Karena kepentingan kelompok merupakan perkara yang statis, maka aliansi taktis juga bisa bergeser bahkan berakhir tiba-tiba ketika salah satu pihak menyimpang dari kesepakatan demi mengikuti tujuan kelompoknya. Aliansi taktis juga bisa terjalin hanya dikarenakan analisa para top leader bahwa aliansi itu tidak untuk jangka lama dan diyakini dapat memberikan keuntungan meski dalam jangka pendek.

Aliansi taktis sangat umum terjadi antar kelompok militant yang terlibat dalam perang saudara atau pemberontakan. Kepentingan sementara yang saling tumpang tindih dapat menghasilkan perasaan saling nyaman sementara yang dapat menyatukan kelompok-kelompok itu dalam satu sasaran meski masing-masing punya orientasi ideology yang berbeda. Contoh, pada tahun 2003, orang-orang Ba’ath melakukan kerjasama taktikal dengan mujahidin demi meraih tujuan bersama sementara; yaitu mengakhiri pendudukan Amerika.

Bentuk hubungan yang paling rendah adalah kerjasama transaksional antar kelompok militant. Biasanya berupa transaksi materi (persenjataan) dan logistik. Hanya terjadi satu atau dua kali saja atau terikat dalam hubungan kontrak. Secara umum tidak diharapkan untuk saling berhubungan dalam jangka waktu panjang, karena ini adalah kerjasama khusus untuk melakukan transaksi tertentu. Masing-masing pihak tetap mempertahankan otoritasnya tanpa perlu berbagi ideology, tujuan atau musuh bersama.

Bentuk yang paling sering adalah satu pihak menyediakan barang atau jasa tertentu, dibarter dengan dana atau jasa dari pihak lain. Pasukan Pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE) di Sri Lanka adalah contohnya, di mana Macan Tamil kini menjadi penjual senjata internasional.

Adapun Bai’at (janji setia) tapi belum ada kerjasama- seperti logistic- atau operasional; seperti janji setia Boko Haram di Nigeria kepada ISIS, bisa digolongkan sebagai versi ideologis dari hubungan transaksional. Ini berbeda dengan kerjasama materi yang nyata; di mana ada materi dan barang yang dipertukarkan. Kerjasama transaksional ideologis, hanya berkisar pada pertukaran immaterial. Keuntungan yang didapat Boko Haram dari janji setia kepada ISIS hanyalah Boko Haram bisa memakai ”merk” ISIS yang dianggap lebih senior. Atau mengirim sinyal kuat tentang niatan Boko Haram untuk terlibat dalam kerjasama yang lebih tinggi di masa mendatang.

Dari diskusi di atas menunjukkan bahwa afiliasi memang dapat menyebabkan berbagai hubungan kerjasama antar kelompok. Tapi, tidak setiap bai’at menghasilkan aliansi strategis secara penuh.

Merger (melebur), aliansi strategis, kerjasama taktis, dan kerjasama transaksional semua memiliki karakteristik yang berbeda.

Merger, didasarkan pada tingkat kesamaan ideologis yang relative kuat dan kesepakatan pandangan dalam menilai beberapa perkara. Tipe ini sangat rentan terhadap perpecahan intern, terutama antar kedua pimpinan kelompok yang bergabung.

Aliansi strategis, biasanya melibatkan kesamaan pandangan (world view) antara kedua kelompok. Sebagai contohnya, adalah hubungan Al-Qaeda dengan afiliasinya. Aliansi tersebut bisa bekerjasama secara strategis maupun taktis. Untuk memecah aliansi strategis, biasanya intelijen akan mengkaji celah perpecahan strategis lalu meruncingkan celah-celah itu hingga akhirnya menjadi lubang yang mengakhiri kerjasama strategis itu.

Dalam kerjasama taktik, keberlangsungan kerjasama tergantung pada persepsi masing-masing kelompok bahwa kemitraan taktis dapat terus memberikan keuntungan bagi kelompok yang saling bekerjasama. Pada kerjasama jenis ini, intelijen akan mencoba mempengaruhi kelompok terror agar menghitung ulang keuntungan dari aliansi itu, juga menunjukkan insentif atau justru sanksi agar kelompok itu mengakhiri aliansi.

Hubungan kerjasama transaksional materi; seperti kerjasama logistic mungkin tidak terlalu berpotensi ancaman. Tapi kerjasama transaksional ideologis; meski belum ada kerja riil di lapangan, bila diteruskan dan mendapat kesempatan, bisa berubah menjadi bentuk kerjasama yang lebih high-end seperti merger atau kerjasama strategis. Seperti janji setia Boko Haram kepada ISIS. Maka sejak awal pihak intelijen dan kontra terorisme akan menyikapi hal itu seperti mereka menyikapi aliansihigh-end. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

COMMENTS

Name

#indonesiatanpajil,4,afghanistan,158,afrika,54,agama,303,agenda acara,3,ahmadiyah,3,ajzerbaijan,1,Aksi Gema Pembebasan Soloraya tolak RUU Pendidikan 7 May 2012,1,al islam,178,aljazair,6,amerika,628,analisi,1,analisis,330,analisisjihad,69,arab saudi,91,argentina,1,asean,1,asia,1,australia,51,austria,3,azerbaijan,1,bahrain,4,bangladesh,16,belanda,23,belgia,3,berita,618,beritanasional,1973,bisnisdanekonomi,39,bolivia,1,brasil,5,brunei,15,budaya,25,buletin islam underground noname zine,2,bulgaria,1,ceko,3,chechnya,8,china,80,cina,1,contact,1,democrazy,40,denmark,5,detik2hancurkapitalisme,77,disclaimer,1,diskusi,6,dubai,9,ekonomi,488,eropa,51,ethiopia,2,event,35,faeture,3,feature,4517,featured,13,filipina,28,focus,10,Foto : Pasukan Israel (huffington post),1,Foto-foto Aksi Sebar Flyer #IndonesiaTanpaJIL di Car Free Day Solo,1,galeri,45,ghana,1,guatemala,1,guyana,1,hacker,6,halal,16,healthnews,33,hikmah,8,hukum,412,india,29,informasi,58,inggris,171,intelijen,2,internasional,3748,interview,26,irak,122,iran,61,irlandia,3,islamichistory,79,islamophobia,2,islandia,1,israel,96,italia,16,jepang,8,jerman,35,kamboja,3,kamerun,1,kanada,14,kashmir,1,kaukasus,2,kazakhstan,4,kenya,10,kesehatan,24,khilafahbangkit,33,khutbahjumat,2,kiamat,1,kirgistan,1,kolombia,4,komunitas,6,konspirasi,86,korea,6,kosovo,1,kristologi,1,kuba,1,kuwait,6,laporankhusus,4,lebanon,13,libanon,4,liberal,6,liberia,1,libya,28,malaysia,33,mali,24,maroko,7,media,140,meksiko,1,mesir,244,minoritas,1,motivainspira,4,movie,1,mujahidin,439,muslimah,84,myanmar,104,nafsiyah,73,nasional,1,nigeria,14,norwegia,12,olahraga,1,opini,222,pakistan,69,palestina,511,papua,1,pendidikan,40,pengetahuan,70,perancis,102,perjalanan,32,polandia,1,politik,617,poster propaganda,2,praha,1,press release,135,qatar,8,resensi,17,review,141,rusia,83,sejarah,13,senegal,1,singapura,5,skotlandia,1,slovakia,1,somalia,63,sosial,1186,sosok,43,spanyol,13,spionase,1,srilanka,8,sudan,8,suriah,441,swedia,7,swiss,5,syariah,3,syiah,4,Tafsir,1,taiwan,1,tajikistan,4,takziyah,1,technews,51,technews',1,teknologi,80,thailand,26,timor leste,1,timur tengah,3,transkrip,32,tsaqofah,151,tunisia,25,turki,86,ukraina,3,uruguay,2,uzbekistan,8,vatikan,8,venezuela,4,video,361,wasiat,14,wawancara,89,yahudi,7,yaman,75,yordania,29,yunani,4,zimbabwe,1,zionist,4,
ltr
item
ResistNews Blog: Inilah Bentuk-Bentuk Kerjasama Mujahidin Internasional
Inilah Bentuk-Bentuk Kerjasama Mujahidin Internasional
http://3.bp.blogspot.com/-uOS-AamvWYw/VZqC64ElWaI/AAAAAAAAGs8/KhAbzgg-hGI/s640/Al-qaeda_and_iraq_link.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-uOS-AamvWYw/VZqC64ElWaI/AAAAAAAAGs8/KhAbzgg-hGI/s72-c/Al-qaeda_and_iraq_link.jpg
ResistNews Blog
http://blog.resistnews.web.id/2015/07/inilah-bentuk-bentuk-kerjasama.html
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/2015/07/inilah-bentuk-bentuk-kerjasama.html
true
1507099621614207927
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy