Jelang Kunjungan Obama ke Kenya, Serangan Al-Shabaab Bertambah Kuat



+ResistNews Blog – Kelompok jihad al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas beberapa penembakan dan pengeboman yang menewaskan 14 pekerja asing tambang dan melukai sejumlah lainnya di Kenya Utara. Serangan ini terjadi hanya beberapa pekan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke negara Afrika Timur tersebut.

Kelompok jihad tersebut menyerang desa kecil Soko Mbuzi di dekat perbatasan Kenya-Somalia sekitar pukul 1 dini hari pada Selasa (7/7). Mereka menerobos masuk melalui gerbang menggunakan bom bensin sebelum melemparkan granat pada pekerja dan menembaki siapapun yang mencoba untuk melarikan diri.

Kepala polisi setempat memaparkan bahwa penyerangan ini berhubungan dengan afiliasi kelompok al-Qaidah yang berbasis di Somalia yang tiada lain adalah al-Shabaab.

Lebih lanjut, beberapa korban dilarikan ke rumah sakit, walaupun masih belum jelas jumlah korban yang jatuh akibat insiden ini.

Kenya berstatus ‘siaga’ sejak Maret lalu ketika Obama mengumumkan akan melakukan tur pada akhir Juli untuk menghadiri KTT Kewirausahaan Global.

Meskipun kunjungan Obama menarik antusiasme yang tinggi, fakta bahwa ayah Obama adalah orang Kenya, menimbulkan kekhawatiran bahwa Mujahidin bisa mengambil keuntungan dari kesempatan tersebut untuk melancarkan serangan.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Kenya telah mengerahkan ratusan petugas keamanan untuk meningkatkan keamanan, serta memasang kamera pengawas di banyak jalan di ibu kota Nairobi.

Namun, al-Shabaab kerap menunjukkan bahwa mereka bisa beroperasi di wilayah yang luas. Dalam sejarahnya, mereka telah menguasi wilayah dekat perbatasan Somalia, di mana mereka aktif beroperasi.

Seperti tidak takut, Obama menelepon rekannya di Kenya, Uhuru Kenyatta, yang tidak lain adalah presiden Kenya saat ini, untuk memberikan dukungannya dan mengatakan bahwa ia akan tetap pergi ke Kenya. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...