Juru Bicara Organisasi Hindu : Membunuh atau Menyelundupkan Sapi Seperti Memperkosa Gadis Hindu



+ResistNews Blog - Juru bicara Organisasi Nasional Sukarelawan Hindu (RSS) Jishnu Basu di Bengal Barat yang berbatasan sepanjang 2.216 km dengan Bangladesh memicu kontroversi karena mengatakan bahwa membunuh atau menyelundupkan sapi sama dengan memperkosa seorang gadis Hindu.

Sekitar 30.000 tentara India menjaga perbatasan dengan Bangladesh yang sekarang memiliki perintah baru dari pemerintah untuk menghentikan penyeberangan ternak ke negara tetangga.

Dua tentara tewas oleh sekelompok penyelundup Bangladesh, sementara puluhan lainnya terluka oleh hewan itu.

“Saya dirantai ke pohon dan dipukuli oleh anggota pasukan perlindungan sapi. Mereka memaksa saya untuk membaca doa Hindu, “kata Mohammed Tarafdar, yang tertangkap menyelundupkan dua anak sapi dekat perbatasan Bangladesh di bulan April.

“Agama saya membolehkan saya untuk makan dan menjual daging sapi, jadi mengapa bagi orang Hindu bermasalah?” kata Tarafdar, di sel penjara di wilayah Basirhat.

Tindakan keras adalah salah satu tanda yang paling jelas bagaimana kebijakan India, yang semakin dipengaruhi oleh ideologi ekstremis, sudah berdampak ekonomi tidak hanya terhadap negara-negara tetangga, tetapi juga terhadap mayoritas penduduk yang tinggal di India karena kebanyakan dari mereka terlibat dalam penyelundupan ternak sapi.

India adalah tempat bagi 300 juta ternak dan eksportir daging sapi terbesar dan konsumen kelima terbesar dunia.

Tapi karena partai pimpinan Modi Bharatiya Janata Party, yang terkait erat dengan RSS, berkuasa sejak tahun lalu, retorika perlindungan dan larangan daging sapi meningkat.

Para kritikus mengatakan undang-undang anti-sapi yang lebih keras adalah diskriminasi terhadap kaum Muslim, Kristen dan Hindu berkasta rendah yang mengandalkan daging murah untuk mendapatkan protein. (tallahasseetimes.com/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...