Setahun Pasca Agresi Israel, Krisis Masih Melanda Jalur Gaza


+ResistNews Blog – Warga Gaza memperingati setahun agresi Israel yang menewaskan ribuan orang dan menghancurkan ribuan rumah. Mereka meluapkan kemarahan akibat lambannya rekonstruksi Gaza oleh lembaga-lembaga internasional.

Dilansir dari Al-Jazeera, Selasa (07/07), puluhan wanita warga Gaza menuntut segera mengembalikan Gaza seperti dua tahun lalu, sebelum agresi Israel. Tuntutan itu ditujukan kepada jaringan organisasi masyarakat dan lembaga internasional.

Mereka melakukan aksi itu di atas reruntuhan rumah sakit “Al-Wafa” di timur Gaza. Rumah sakit itu hancur setahun lalu akibat serangan jet tempur Israel.

Puluhan wanita itu juga meneriakkan yel-yel yang menuntut internasional memasukkan para komandan Israel ke daftar penjahat perang.

Pada bagiannya, kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) menegaskan bahwa kota Gaza masih mengalami krisis. Hal itu karena lambannya rekonstruksi kota itu setelah hancur digempur Israel.

“Setelah setahun agresi Israel ke Jalur Gaza yang menghabiskan waktu 51 hari, masih terdapat seratus ribu warga yang hidup dalam tenda-tenda pengungsian. Sebanyak 120 ribu lainnya kekurangan air,” kata Janes Lark, juru bicara OCHA, kepada media di Jenewa.

Dia mengungkapkan, kerugian langsung dan tidak langsung dari perang di Jalur Gaza mencapai $ 140.0000.000, dan $ 1,7 miliar dari faktor ekonomi.

Seperti diketahui, Israel menggulirkan operasi darat ke Jalur Gaza pada 8 Juni 2014 lalu. Agresi itu berlangsung selama 51 hari tanpa henti.

Sebanyak 2.200 warga Gaza terbunuh akibat agresi itu. Ribuan rumah warga dan fasilitas publik tak luput dari sasaran militer Israel.

Berdasarkan data yang dihimpun lembaga PBB UNWARA dan UNDP, jumlah rumah yang hancur total sebanyak 12 ribu rumah. Sementara 160 ribu lainnya hancur sebagian, 6.600 di antaranya tidak bisa ditinggali.

[Al-Jazeera/kiblat/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...