Profesor AS: Amerika lebih brutal dibanding ISIS bunuh warga sipil



+ResistNews Blog - Guru besar kajian media Universitas Rutgers, Amerika Serikat, Deepa Kumar memicu perdebatan saat berkomentar mengenai situasi politik dunia saat ini. Dia menilai media-media Barat berlebihan memberitakan kekejaman Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Kumar, yang diwawancarai stasiun televisi Fox News pekan lalu, mengatakan Amerika Serikat secara faktual membunuh lebih banyak warga sipil di Timur Tengah dibanding militan khilafah ataupun organisasi teroris lainnya.

"Ya ISIS memang brutal, tapi AS jelas lebih brutal lagi bila kita mengingat 1,3 juta orang yang mati sia-sia di Irak, Afghanistan, atau Pakistan," kata Kumar seperti dilansir Times of India, Selasa (4/8).

Para penonton tayangan televisi itu melontarkan makian rasis pada Kumar. Beberapa orang, lewat jejaring sosial Twitter, menyatakan siap mendanai Kumar untuk jadi jihadis ISIS daripada terus mengajar di Negeri Paman Sam.

Tak kurang sesama dosen ikut mengecam komentar Kumar. "Saya kasihan pada mahasiswanya di Rutgers yang terpaksa diajar oleh seorang yang terbutakan oleh ideologi," kata Profesor Politik di Universitas Northeastern, Max Abrahms.

Akademisi wanita berdarah India itu mengaku santai menanggapi semua kecaman yang dialamatkan pada komentarnya. Menurut Kumar, konstitusi AS menjamin kebebasan berekspresi. Bagi Kumar, yang berideologi liberal, data-data memang menunjukkan militer AS bertanggung jawab atas kematian begitu banyak warga sipil di Timur Tengah sejak Perang Irak 2003. [merdeka/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...