+ResistNews Blog – Militer rezim Suriah dan jet tempur Rusia, Senin (29/02), kembali menggempur wilayah oposisi di hari ketiga gencatan senjata yang disepakati AS dan Rusia dan disetujui oleh rezim dan oposisi. Pertempuran juga masih terus terjadi.

Federasi Koordinasi Revolusi melaporkan, seperti dilansir sabq.org, rezim Suriah meluncurkan gempuran sengit dengan artileri berat dan rudal permukaan ke front Al-Marj di daerah Ghautah Timur, Damaskus. Wilayah tersebut mayoritas dikontrol pejuang Jaisyul Islam.

Jet tempur Rusia juga meluncurkan serangan ke kota Darah Azzah di pedesaan Aleppo Barat, kota Kafr Hamrah dan Kafr Basin yang terletak di pedesaan Aleppo Selatan. Serangan itu menimbulkan banyak bangunan runtuh dan melukai sejumlah sipil.

Setidaknya dua sipil dilaporkan tewas dan 12 lainnya luka-luka, termasuk anak-anak, akibat serangan jet tempur Rusia di kota Jisr Asy-Shughur dan sekitarnya di pedesaan Idlib Barat.

Kota Al-Kandah dan An-Najiyah, yang terletak tidak jauh dari Jisr Asy-Syughur, juga tak luput dari serangan jet tempur Rusia. Beruntung serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun banyak bangunan hancur.

Di saat bersamaan, pertempuran meletus antara pejuang dan militer Suriah di dekat jalan Khanasir-Atsriya di Aleppo. Sebanyak 26 pejuang dilaporkan terbunuh akbiat sernagan itu.

Pertempuran juga meletus di wilayah pesisir Suriah. Di wilayah Hama juga terjadi pertempuran yang dikabarkan menewaskan tiga pejuang.

Jumat malam pukul 00.00 waktu Suriah resmi diberlakukan gencatan senjata yang disepakati AS dan Rusia sepekan sebelumnya. Namun gencatan itu tidak berlakuk bagi wilayah yang dikontrol Jabhah Nusrah, ISIS dan kelompok oposisi Suriah yang dianggap teroris. [sabq.org/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.