LGBT, Ancaman Keamanan Nasional

Oleh: Handrini Peneliti Politik Dalam Negeri KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) telah mengeluarkan Surat Edaran tertanggal 23 Februari 2016...

Oleh: Handrini

Peneliti Politik Dalam Negeri

KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) telah mengeluarkan Surat Edaran tertanggal 23 Februari 2016 dengan Nomor 203/K/KPI/02/2016 yang ditujukan kepada seluruh Direktur Utama Lembaga Penyiaran.

Surat edaran tersebut mendapat sejumlah tentangan di antaranya dari aktivis HAM dan Perempuan dari One Billion Rising (OBR) Indonesia, Dhyta Caturani yang menilai menilai, Komisi Penyiaran Indonesia telah melakukan diskriminasi dengan mengeluarkan surat edaran yang melarang televisi menampilkan ‘pria berpenampilan kewanitaan.’

Kebijakan yang dibuat oleh KPI itu ditetapkan berdasarkan pemantauan dan aduan yang diterima. Sikap KPI ini dianggap sejalan dengan sikap Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah yang menolak promosi dan legalisasi terhadap LGBT.

Bagaimana seharusnya negara memandang polemik pengaturan lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) ini?

Dari sisi kepentingan negara, upaya dorongan dari luar secara global yang menuntun legalisasi LGBT di Indonesia yang berasal dari luar dan mulai menyusup ke dalam negeri ini seyogyanya segera disikapi secara tegas karena sudah merupakan ancaman keamanan nasional.

Dalam konteks keamanan nasional, negara seharusnya memahami bahwa keamanan nasional tidak hanya terbatas kepada pertahanan dan keamanan negara saja namun juga mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan dan keamanan negara.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai fenomena kemunculan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT)di Indonesia sebagai bagian dari “proxy war” atau perang proksi untuk menguasai suatu bangsa, tanpa perlu mengirim pasukan militer.

Kondisi menguatnya dorongan dari luar akan tuntutan legalisasi LGBT di Indonesia ini menuntut adanya keberadaan payung hukum yang mampu menjamin tegaknya sistem keamanan yang komprehensif dalam upaya membendung LGBT sebagai ancaman nasional.

Keamanan komprehensif (comprehensive security) sebagaimana diungkapkan Muladi adalah konsep keamanan komprehensif dan Ketahanan Nasional merupakan reorganisasi konsep keamanan yang menjangkau hal-hal diluar pengertian yang bersifat militer (dengan tetap tidak mengesampingannya) dan mencakup dimensi-dimensi politik, ekonomi dan sosial budaya. Keamanan yang komprehensif berarti keamanan dipengaruhi lima bidang utama, yaitu militer, politik, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Lantas bagaimana LGBT dapat menjadi ancaman nasional? Mengutip pendapat Hasnan Habib dalam “Globalisasi dan Keamanan Nasional Indonesia”, keamanan nasional diartikan sebagai perpaduan atau gabungan antara keamanan teritorial (pertahanan) dan keamanan manusia. Dan LGBT tersebut merupakan salah satu bentuk ancaman keamanan manusia. Karena LGBT dapat mengancam keberadaan fitrah manusia yang berpasangan antara laki-laki dan perempuan, yang kemudian menikah dan menghasilkan keturunan. Selain itu, LGBT – khususnya homoseks dan transgender berdasarkan penelitian memberikan sumbangan yang signifikan terhadap meningkatnya angka penderita penyakit menular (AIDS).

Berbagai alasan tersebut kiranya dapat dipahami apabila Tentara Nasional Indonesia telah mengambil sikap tegas dengan menyatakan bahwa anggota TNI yang terlibat jaringan lesbian, homoseks, biseksual, transgender dipastikan bakal langsung dipecat. TNI memandang LGBT adalah perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum, agama, dan budaya. Bahkan TNI dengan segera mengadakan sosialisasi bahaya LGBT kepada seluruh personel TNI dan pegawai negeri sipil (PNS) yang berada dijajarannya.

Salah satu sosialisasi yang telah dilakukan adalah di Korem 152/Babullah, Ternate. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 152/Babullah Mayor Inf Anang Setyoadi menjelaskan sosialisasi bahaya LGBT itu diselenggarakan terkait maraknya kampanye dan propaganda kelompok penyimpangan seksual LGBT yang dinilai dapat merusak ahlak masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut menyatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi bahaya perbuatan asusila tersebut ke masyarakat dengan melibatkan personel di lapangan. Menurutnya, penyimpangan seksual LGBT merupakan salah satu penyakit kejiwaan yang diidap seseorang akibat faktor-faktor eksternal seperti traumatik, pergaulan, kurang rasa percaya diri, dan kurangnya keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Pentingnya UU Anti LGBT

Lantas bagaimanakah sikap negara, dalam hal ini DPR dan pemerintah seharusnya? Berdasarkan penjelasan Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Deding Ishak mengatakan anggota legislatif berencana mengusulkan Rancangan Undang-Undang Anti Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Menurut Deding Ishak, RUU LGBT penting untuk memastikan ada payung hukum yang mengawal tentang kebutuhan dari bangsa ini agar lebih baik melakukan ajaran agama dan tidak menyimpang secara seksual yang sebetulnya bertentangan dengan bangsa dan negara.

Namun, tentu, langkah besar DPR untuk mengupayakan perlindungan hak-hak warga negara akan ancaman nasional berupa upaya propaganda kaum LGBT yang bermula dari luar tersebut mendapat tentangan yang serius. Sejumlah kegagalan pencalonan kandidat komisioner sejumlah oknum yang kebetulan LGBT dikait-kaitkan dengan kondisinya sebagai LGBT. Padahal, tidak ada bukti hitam di atas putih yang mampu membuktikan kebenaran dugaan kaum pengiat LGBT tersebut.

Sejumlah negara telah mengibarkan bendera putih dan menyerah terhadap propaganda LGBT. Tercatat, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Thailand telah melegalkan pernikahan sesama jenis. Bahkan di Amerika Serikat, kalangan gay dan dan lebsbian diperbolehkan masuk ke militer dan mereka bisa mengungkapkan secara terbuka orientasi seksual mereka. Tak hanya itu, pasangan sesama jenis diperbolehkan untuk mengadopsi anak.

Dalam telaah komunikasi, propaganda LGBT, baik melalui pemberitaan, tayangan maupun keseharian – misalnya mempertontonkan kemesraan sesama jenis di depan umum – seperti yang terjadi di sejumlah kafe di kota-kota besar, di sejumlah tempat sarana umum di antaranya stasiun, dapat menyebabkan terjadinya pergeseran makna.

Pakar Komunikasi Emrus Sihombing menjelaskan, proses pembiasaan menjadikan makna bergeser. Ketika memasuki ruang-ruang publik, seperti tempat yang merupakan sarana umum, media penyiaran, maka seharusnya segala perilaku menyimpang termasuk LGBT – harus diatur secara tegas.

Artinya, makna bahwa LGBT merupakan perilaku yang menyimpang – jika terus terjadi pembiasaan akibat dorongan propaganda LGBT yang masih tanpa adanya kehadiran negara dan hukum yang mampu melindungi hak-hak warga negara lainnya dari “pembiasaan” LGBT – maka makna LGBT menyimpang akan mengalami pergeseran. Akibatnya, akan menerima perilaku tersebut sebagai hal yang normal dan tidak mustahil akan terpengaruh.

Karena itu wajar, apabila di Republik Rakyat Tingkok (RRT) dengan tegas mengeluarkan 3 (tiga) larangan dalam dunia penyiaran terkait dengan LGBT yaitu dilarang untuk mendorong, memperolok-olok dan mempromosikan LGBT.

Tentu, perlindungan terhadap hak-hak kaum pendukung LGBT maupun kaum LGBT tetap harus dilindungi. Hak-hak mendasar sebagai warga negara untuk mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan tentu akan berlaku sama. Namun tentu, sebagai negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana ditegaskan dalam Pancasila, maka Indonesia harus dengan tegas bersikap menghadapi segala macam bentuk ancaman yang ada.

Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah DPR dan pemerintah akan melindungi keamanan negara dari ancaman propaganda LGBT? Akankah DPR dan pemerintah membiarkan warga negara mereka merasa was-was akan keberlangsungan generasi penerus masa depan bangsa ke depan? Kita – sebagai warga negara tentu tidak hanya berdiam dan berpangku tangan membiarkan para pemimpin kita gagap dalam menentukan sikap.

Saatnya kedaulatan di tangan rakyat kita wujudkan dengan pernyataan yang lantang – meminta agar DPR dan pemerintah segera duduk bersama membahas payung hukum perundang-undangan yang dapat melindungi kita – warga negara Indonesia – dari ancaman propaganda LGBT.

COMMENTS

Name

#indonesiatanpajil,4,afghanistan,158,afrika,54,agama,303,agenda acara,3,ahmadiyah,3,ajzerbaijan,1,Aksi Gema Pembebasan Soloraya tolak RUU Pendidikan 7 May 2012,1,al islam,178,aljazair,6,amerika,628,analisi,1,analisis,330,analisisjihad,69,arab saudi,91,argentina,1,asean,1,asia,1,australia,51,austria,3,azerbaijan,1,bahrain,4,bangladesh,16,belanda,23,belgia,3,berita,618,beritanasional,1973,bisnisdanekonomi,39,bolivia,1,brasil,5,brunei,15,budaya,25,buletin islam underground noname zine,2,bulgaria,1,ceko,3,chechnya,8,china,80,cina,1,contact,1,democrazy,40,denmark,5,detik2hancurkapitalisme,77,disclaimer,1,diskusi,6,dubai,9,ekonomi,488,eropa,51,ethiopia,2,event,35,faeture,3,feature,4517,featured,13,filipina,28,focus,10,Foto : Pasukan Israel (huffington post),1,Foto-foto Aksi Sebar Flyer #IndonesiaTanpaJIL di Car Free Day Solo,1,galeri,45,ghana,1,guatemala,1,guyana,1,hacker,6,halal,16,healthnews,33,hikmah,8,hukum,412,india,29,informasi,58,inggris,171,intelijen,2,internasional,3748,interview,26,irak,122,iran,61,irlandia,3,islamichistory,79,islamophobia,2,islandia,1,israel,96,italia,16,jepang,8,jerman,35,kamboja,3,kamerun,1,kanada,14,kashmir,1,kaukasus,2,kazakhstan,4,kenya,10,kesehatan,24,khilafahbangkit,33,khutbahjumat,2,kiamat,1,kirgistan,1,kolombia,4,komunitas,6,konspirasi,86,korea,6,kosovo,1,kristologi,1,kuba,1,kuwait,6,laporankhusus,4,lebanon,13,libanon,4,liberal,6,liberia,1,libya,28,malaysia,33,mali,24,maroko,7,media,140,meksiko,1,mesir,244,minoritas,1,motivainspira,4,movie,1,mujahidin,439,muslimah,84,myanmar,104,nafsiyah,73,nasional,1,nigeria,14,norwegia,12,olahraga,1,opini,222,pakistan,69,palestina,511,papua,1,pendidikan,40,pengetahuan,70,perancis,102,perjalanan,32,polandia,1,politik,617,poster propaganda,2,praha,1,press release,135,qatar,8,resensi,17,review,141,rusia,83,sejarah,13,senegal,1,singapura,5,skotlandia,1,slovakia,1,somalia,63,sosial,1186,sosok,43,spanyol,13,spionase,1,srilanka,8,sudan,8,suriah,441,swedia,7,swiss,5,syariah,3,syiah,4,Tafsir,1,taiwan,1,tajikistan,4,takziyah,1,technews,51,technews',1,teknologi,80,thailand,26,timor leste,1,timur tengah,3,transkrip,32,tsaqofah,151,tunisia,25,turki,86,ukraina,3,uruguay,2,uzbekistan,8,vatikan,8,venezuela,4,video,361,wasiat,14,wawancara,89,yahudi,7,yaman,75,yordania,29,yunani,4,zimbabwe,1,zionist,4,
ltr
item
ResistNews Blog: LGBT, Ancaman Keamanan Nasional
LGBT, Ancaman Keamanan Nasional
https://2.bp.blogspot.com/-bfm39vk9dRY/VtRMpkPnl7I/AAAAAAAAIys/tigtRzcyLI8/s320/tolak-lgbt.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-bfm39vk9dRY/VtRMpkPnl7I/AAAAAAAAIys/tigtRzcyLI8/s72-c/tolak-lgbt.jpg
ResistNews Blog
http://blog.resistnews.web.id/2016/02/lgbt-ancaman-keamanan-nasional.html
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/2016/02/lgbt-ancaman-keamanan-nasional.html
true
1507099621614207927
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy