+ResistNews Blog – Saat berkesempatan mengisi Munas ke-2 Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, geografis Indonesia yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun dan kekayaan alamnya, yang sumber energi, sumber pangan dan sumber air bersih akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing. Hal itu terbukti saat ini negara asing sudah mulai menyusup sendi-sendi kehidupan bangsa.

“Banyak cara yang dilakukan negara asing untuk menguasai kekayaan alam Indonesia, salah satu cara yaitu dengan membuat Proxy War. Saat ini sudah terasa adanya Proxy War dan kita harus waspadai karena sudah menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Caranya dengan menguasai media di Indonesia dengan menciptakan adu domba TNI-Polri, rekayasa sosial, perubahan budaya, pemecah belah partai dan penyelundupan narkoba sudah jauh-jauh hari dilakukan,” jelas panglima TNI itu pada Jum’at (12/02) sebagaimana laporan Kiblat.net di lokasi.

Sementara itu terkait pergeseran peta konflik dunia pada masa depan, Gatot menyampaikan prediksi bahwa seiring dengan habisnya sumber energi fosil, maka konflik masa depan akan bermotif penguasaan sumber pangan, air bersih dan energi hayati yang semuanya berada satu lokasi yaitu di daerah ekuator.

“Agar Indonesia ke depan tidak memburuk karena kehabisan sumber energi hayati, pangan, sumber air, maka harus adanya revolusi mental. Sehingga pentingnya peran para dai sebagai pemersatu dan menyiapkan mental bangsa sejak dini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa di masa yang akan datang bangsa Indonesia menghadapi ancaman yang berat, yaitu membludaknya jumlah penduduk dunia dimana saat ini jumlah penduduk dunia sudah mencapai 7 miliar jiwa. Padahal menurut penelitian, idealnya bumi ini hanya mampu menghidupi 3-4 miliar penduduk.

“Dengan semakin membludaknya jumlah pertumbuhan penduduk dan habisnya cadangan energi minyak bumi pada tahun 2043, maka akan menyebabkan krisis pangan dunia,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Panglima TNI memberikan penekanan bahwa ancaman ke depan yang semakin nyata tersebut perlu diantisipasi sejak dini, yaitu mengharapkan peran para dai sebagai pemersatu dan menyiapkan mental bangsa.

Ia mengingatkan semua elemen agar memahami ancaman bangsa ke depan, sebagai warning bagi kita semua. “Yang ditakuti oleh negara-negara lain itu bukan tentaranya tapi rakyatnya, karena apabila rakyatnya bersatu maka akan menjadi kekuatan yang besar bagi suatu negara,” pungkasnya.

Munas ke-2 Ikadi yang seharusnya dijadwalkan pada 2016 ini mengusung tema “Mengokohkan Dakwah Menuju Bangsa Berkarakter Islam Rahmatan Lil Alamin”. Diikuti oleh 300 lebih peserta dari 29 perwakilan wilayah (PW) bertempat di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.