+ResistNews Blog - Persekutuan Gereja Gereja Jayawijaya (PGGJ) menyampaikan penolakan terhadap pembangunan Mesjid Raya di Jayawijaya. Penolakan ini disampaikan pada rapat koordinasi antar FKUB Kabupaten Jayawijaya Pemda dan Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya.

Tampak hadir, John Wempi Wetipom SH, MH (Bupati Jayawijaya), John Richard Banua, SE.M.Si (Wakil Bupati Kab. Jayawijaya), Yohanes Walilo, S.Sos. M.Si (Sekda Kab. Jayawijaya), Taufik Petrus Latuihamalo (Ketua DPRD Kab. Jayawijaya), Matias Tabuni (Waket I DPRD Kab. Jayawijaya), Nur Cahyo J. Matio, SH (Kejari Wamena), Letkol Inf Muhammad Aidi, S.Ip (Dandim 1702/Jwy), AKBP Semmy Ronny Thabaa (Kapolres Jayawijaya), H. Sholehudin Saleh (Wakil Ketua FKUB dan Ketua MUI Kab. Jayawijaya), Pdt. Alexander Mauri (Sekretaris FKUB Kab. Jayawijaya), k. Pdt. Abraham Unirwalu, S.Th (Ketua PGGJ Kab. Jayawijaya), Theo Hesegem (Ketua JAP HAM Kab. Jayawijaya)
m. Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda.

Pdt. Abraham Unirwalu, S,Th mengatakan bahwa pihak PGGJ sangat menghargai keputusan Pemerintah Daerah Jayawijaya untuk membangun bangunan yang berlantai 3, namun tidak untuk membangun masjid Agung Baiturahman. Atas nama 15 dominasi gereja di Kab. Jayawijaya kami menolak pembangunan Masjid Baiturahman di Kab. Jayawijaya.

Pdt. Abraham Unirwalu, S.Th selaku Ketua PGGJ Kab. Jayawijaya membacakan pernyataan sikap antara lain ,
  1. Seluruh dominasi gereja di kabupaten Jayawijaya meminta pemda jayawijaya mencabut/membatalkan ijin membangun masjid Baiturahman wamena.
  2. Panitia pembangunan masjid harus menghentikan pembangunan.
  3. Menutup mushola/ masjid yang tidak memiliki ijin bangunan.
  4. Dilarang pembangunan masjid baru di Kabupaten Jayawijaya
  5. Dilarang menggunakan toa/pengeras suara saat sholat, karena sangat mengganggu ketenangan masyarakat.
  6. Dilarang menggunakan busana ibadah, jubah dan jilbab di tempat umum.
  7. Hentikan upaya menyekolahkan anak- anak Kristen Papua di Pesantren.
  8. Hentikan mendatangkan guru-guru kontrak non kristen.
  9. Demi keharmonisan kenyamanan, dan keamanan agar dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.


Pernyataan sikap ini mendapat tanggapan dari John Wempi Wetipo, SH, MH (Bupati Jayawijaya), yg intinya mari membangun kerukunan umat beeagama di Jayawijaya. “Saya berharap kita tetap bersama-sama membangun kerukunan umat beragama di wilayah Kab. Jayawijaya yang telah berlangsung dengan baik, ” ujarnya
Dijelaskannya pula bahwa telah mendatangani IMB untuk membangun Masjid Baiturahman Wamena dan tidak ada persekongkolan antara Pemerintah daerah dan FKUB Jayawijaya.

“Kami forum Pemerintah Daerah akan melaksanakan rapat kembali untuk memutuskan jawaban atas pernyataan sikap yang diserahkan. Saya berharap kita bisa jaga kekompakan dan komitmen untuk membangun Kabupaten Jayawijaya agar menjadi lebih baik” ujar Bupati.

Bupati meminta waktu 1 minggu untuk rapat. “kami akan berdiskusi untuk memutuskan apa yang telah menjadi keputusan kami semua. Sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh dominasi gereja Kabupaten Jayawijaya atas aspirasi yang telah di bacakan, ” ujar bupati mengakhiri pertemuan. [pasificpos.com/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.