Begini Jawaban Kapolri terkait Investigasi KontraS dalam Kasus Siyono

+ResistNews Blog - Kematian Siyono beberapa waktu lalu saat pemeriksaan Densus 88 masih hangat diperbincangkan. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut adanya kejanggalan dan dugaan pelanggaran HAM dalam kematian Siyono.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan pihaknya sudah meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri melakukan pemeriksaan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran tersebut.

“Saya sudah minta Propam periksa, mungkin bisa koordinasi dengan Kontras, dimana yang melanggar HAM itu. Tapi anggota itu babak belur apa dibiarkan lari,” kata Badrodin di Auditorium STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/03), sebagaimana dikutip dari Detik.com.

Badrodin juga menanggapi pernyataan Kontras yang menyebut keluarga Siyono diminta bungkam terkait kasus ini. “Bisa jadi, tapi apakah itu pelanggaran hukum soal bungkam. Kecuali dibungkam mulut dijahit itu melanggar hukum,” ujarnya.

Diketahui, investigasi yang dilakukan Kontras mengungkap tiga poin besar yang menyangkut kematian Siyono. Pertama, tindakan Densus yang tidak porsedural dengan mengambil Siyono tanpa surat penangkapan. Kedua, ditemukan bukti-bukti penganiayaan dalam jenazah Siyono. Dan ketiga terkait intimidasi terhadap keluarga Siyono untuk memperoleh peradilan, dimana hal itu melanggar Pasal 17 UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...