Ini Peringatan Keras Aa Gym pada Densus 88

+ResistNews Blog - Tewasnya terduga teroris asal Klaten, Jawa Tengah, Siyono, memunculkan polemik berkepanjangan. Apalagi, berdasarkan investigasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), ditemukan adanya pelanggaran prosedur hukum dan administrasi saat anggota Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88) menangkap dan menggeledah rumah Siyono.

Menyikapi polemik aksi Densus 88, da’i kondang KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), mengingatkan agar Densus 88 berhati-hati dalam proses penangkapan terduga teroris. “Bila korban tewas oleh Densus 88 berjatuhan tanpa jelas dan bukti kesalahannya di pengadilan akan membuat rakyat kian benci dan marah,” tulis Aa Gym di akun Twitter ‏@aagym.

Di sisi lain, menanggapi laporan Kontras, pihak Polri menyatakan siap menindaklanjuti berbagai laporan terkait indikasi pelanggaran yang diduga dilakukan Densus 88.

“Jika ada pihak lain yang memiliki data yang lain, silakan informasinya diberikan kepada kami. Kami siap untuk mempelajarinya jika didukung oleh fakta yang cukup,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Agus Rianto seperti dikutip kompas (26/03).

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan menegaskan bahwa meninggalnya Siyono dalam operasi yang dilakukan Densus 88murni akibat kecelakaan karena adanya perlawanan terhadap personel polisi.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen (Pol) Arthur Tampi sebelumnya juga menyatakan bahwa Siyono meninggal akibat luka di kepala bagian belakang, karena benturan benda tumpul. [nbcindonesia.com/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...