Jenderal AS: Assad di Ambang Kehancuran Sebelum Intervensi Militer Rusia

+ResistNews Blog - Pemerintahan rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad akan jatuh tahun lalu, sebelum Rusia turun tangan untuk menopang rezim Suriah itu, kata Jenderal AS, Joseph Francis Dunford Jr pada hari Selasa (29/03/2016). Demikian dilansir Anadolu.

“Biarkan saya jujur. Saya pikir rezim Suriah terguncang Juli atau Agustus lalu dan stabil sekarang ini dan rezim Assad tentu dalam bentuk yang jauh lebih baik daripada kondisi sebelum intervensi Rusia, “kata Jenderal Joseph Dunford, Kepala Staff Militer AS, dalam sebuah diskusi panel di Center for Strategic International Studies.

Ia mengatakan Rusia mengklaim bahwa niat mereka adalah untuk memerangi Islamic State (IS) ketika melakukan intervensi militer di Suriah pada bulan September tahun lalu akan tetapi Moskow menarik diri, sementara masih banyak yang harus dilakukan terhadap kelompok ISIL.

Menurut Pentagon, Mayoritas serangan udara Rusia menyasar kelompok oposisi yang disokong AS dan Turki.

Menjelaskan beberapa tantangan untuk AS di seluruh dunia, Jenderal Dunford mengatakan bahwa Rusia juga menantang stabilitas Eropa Timur, terutama di Ukraina.

Dia mencatat bahwa ada “permusuhan kompetisi” militer terhadap AS yang mempengaruhi kepentingan Amerika.

“musuh tahu persis apa ambang batas bagi kami untuk mengambil tindakan militer yang menentukan, sehingga mereka beroperasi di bawah level tersebut,” katanya, merujuk kepada Rusia dan China.

“Mereka [Rusia dan China] terus memajukan kepentingan mereka dan kami kehilangan keunggulan kompetitif, dan terus terang kehilangan kepentingan kami yang juga terkena dampak.”

Komandan-Komandan militer AS akan bertemu pekan depan untuk membahas tentang bagaimana menghadapi perlawanan global, menurut Jenderal Dunford, yang menyarankan bahwa militer AS harus menjaga komunikasi militer-ke-militer dengan Rusia untuk menghindari adanya salah perhitungan.

Jenderal Francis Dunford mengatakan ia telah berbicara dengan rekan Jenderal Rusia-nya selama “tiga kali” tahun ini dan menggambarkannya sebagai “dialog profesional.” [panjimas.com/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...