Polisi Sebut Siyono Panglima Kelompok Teroris, KontraS: Tidak Etis dan Masih Sebatas Imajinasi

Satrio Wirataru dari Divisi Pembelaan Hak Sipil dan Politik Kontras
+ResistNews Blog - Polisi sempat menyebut Siyono sebagai seorang panglima dalam jaringan terorisme. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut bahwa pernyataan tersebut tidak etis dan sebatas imajinasi.

Dalam pernyataan Senin (14/03), Kadiv Humas Mabes Polri Anton Charliyan menyebut bahwa Siyono merupakan panglima dalam kelompok yang disebut Neo Jamaah Islamiyah. “Siyono berpangkat panglima atau sekelas direktur dalam kelompoknya ini,” ujarnya.

KontraS menyatakan bahwa tidak etis polisi mengeluarkan pernyataan tersebut. “Tidak etis pernyataan itu keluar, karena fakta-fakta yang disampaikan itu tidak pernah diuji di pengadilan,” kata Satrio Wirataru dari Devisi Pembelaan Hak Sipil dan Politik Kontras, Sabtu (26/03) di Jakarta.

Menurut Satrio alasan lainnya adalah polisi tidak menyebutkan asal dan sumber informasi tersebut. Sementara, hal itu juga tak mungkin lagi diklarifikasi karena Siyono telah meninggal.

“Karena sudah tidak bisa diklarifikasi lagi seharusnya polisi tidak memberikan keterangan seperti itu,” ujar Satrio.

Terlebih, Siyono belum berstatus sebagai tersangka saat meninggal dunia. Artinya, lanjut Satrio, belum ada bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan status pria asal Klaten itu menjadi tersangka. “Bagaimana polisi bisa menyimpulkan bahwa Siyono ini punya posisi yang tinggi di struktur terorisme,” imbuhnya.

KontraS pun mengkhawatirkan alasan-alasan itu dikemukakan hanya untuk sekadar memperkuat legitimasi polisi terkait kematian Siyono. Selanjutnya akan muncul kesan bahwa pria yang dikenal sebagai aktivis masjid itu sangat-sangat berbahaya.

“Jadi kesimpulan polisi yang mengatakan bahwa Siyono ini panglima terorisme lalu meningal karena perlawanan, kami melihat masih sebatas imajinasi. Tidak layak secara hukum untuk diumumkan secara publik,” terang Satrio. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...