+ResistNews Blog - Terkait revolusi Syam banyak dibicarakan tentang kesalahan serius yang dilakukan oleh sejumlah brigade dan faksi dalam melakukan revolusi, dimana mereka menyakini bahwa caranya dalam memerangi rezim tidak diragukan lagi adalah cara yang benar dan syar’iy (sesuai syariah), namun tanpa disadari mereka terjebak dalam rencana-rencana yang dibuat untuk mereka seperti dukungan, loyalitas dan persenjataannya, kemudian mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan dengan menerima dukungannya adalah kesalahan serius yang mungkin tidak diampuni. Mereka sudah banyak melakukan pembunuhan, serta membuat masyarakat berada dalam kemelaratan, kemiskinan dan kehancuran tanpa harapan, namun mereka berpikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah kebaikan! Bahkan momentum mereka untuk merevisi semakin besar, hingga salah satu pemimpin berkata terkait sejumlah piagam Islam yang memasukkan masyarakat ke dalam labirin, “sudah dekat waktu melakukannya”, ini seruan untuk mereka yang terperangkap, “Kami katakan pada Anda yang terperangkap bersama kami, lalu Anda meminta persyaratan … Kami meminta Anda untuk berjuang bersama kami, lalu Anda bimbang … Sekarang Anda loyal dengan para musuh revolusi dan mesra dengan para antek rezim … Sungguh, betapa bodohnya Anda!”

Seruan ini melebihi rasa sakit yang dirasakannya, pertama itu sebagai kecaman dari pembicara, bagaimana ia bisa menerima apa yang tidak diterima oleh syara’, dan bagaimana itu dinyatakan sebagai piagam yang menyatukan faksi-faksi, padahal sebenarnya mereka tidaklah bersatu kecuali untuk pembuatan film dan mempublikasikannya sebagai pencitraan reputasi mereka dengan mengorbankan reputasi bersih dari yang lain? Dan agar Anda benar-benar menuai kebesaran dengannya, padahal itu ada dalam posisi yang dipertanyakan!

Sesungguhnya kekuatan diri pada tahap ini tidak akan bekerja dengan pentingnya mengakui kesalahan, seandainya mereka yang senang bermain kata-kata memahami apa yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir sebagai partai politik non-militer (kekerasan), yang berjuang sesuai politik yang syar’iy, dan tidak memiliki sayap militer, juga tidak mendukung militer (kekerasan), tapi menasihati mereka, dan sebagai partai politik, Hizbut Tahrir tidak mengangkat senjata, namun konsisten dengan metode politik Rasulullah saw. Seandainya mereka memahami semua ini, tentu mereka tidak membuang-buang tenaga, waktu dan uang dalam bencana militer yang saling bermesraan dalam pangkuan dukungan luar negeri (asing), dan tentu mereka tidak menemukan kekecewaan yang terus menyiksanya akibat dari perbuatannya sendiri bukan orang lain, semoga mereka lebih berani untuk mengakui kesalahan mereka yang sebenarnya, lalu mereka meminta maaf kepada Allah, Rasul-Nya, dan kepada umat, serta para pengemban dakwah yang mukhlis. Bukanlah aib dengan kesalahan yang dilakukannya, namun yang benar-benar aib adalah menuduh orang lain dan belepas diri padahal semua orang tahu bahwa dirinya berenang dalam kesalahan akumulatif yang telah menyeret kami dan para pejuang revolusi dari jalan yang sebenarnya.

Antara ini dan itu, mereka mengedepankan pilihan bernegosiasi dengan rezim pembunuh dan mengakuinya, bahkan mereka mengemis kepadanya agar mereka dimasukkan sebagai tepung dan bahan bakar untuk beberapa kota, lebih dari itu para senior negosiator membanggakan bahwa mereka, yakni oposisi, ingin mempermalukan rezim dan menunjukkan kurangnya keseriusan dalam negosiasi untuk dunia! Subhanallāh, sepertinya ada dua yang berbeda, padahal rezim tidak menghiraukan seluruh dunia, dalam hal ini ia seperti serigala terluka yang memangsa setiap yang mendekatinya, sehingga satu-satunya solusi adalah menyingkir darinya, bukan malah duduk dan bernegosiasi dengan para penjahatnya!

Sungguh ini adalah negeri Syam dimana rakyatnya tidak akan rusak, insya Allah, dan malaikat Rahmanakan membentangkan sayapnya kepada mereka. Syam yang hanya mengikuti jenis metode Rasulullah, dan membuang setiap yang tidak sesuai dengan metodenya, serta menyingkirkan setiap pengkhianat dan mereka yang berlumuran dosa. Sungguh, pintu Syam hanya akan dibukakan untuk mereka yang mukhlis bukan para penjilat yang bermuka dua, serta mereka yang sabar dan teguh dalam menyongsong janji Tuhannya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” (TQS. An-Nūr [24] : 55). (mb-hizb-ut-tahrir.info/hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ).

Post a Comment

Powered by Blogger.