+ResistNews Blog - Asosiasi Ulama Muslim Iraq menuduh koalisi internasional anti ISIS pimpinan Amerika Serikat menewaskan dan melukai ratusan dosen, mahasiswa dan warga sipil di kompleks Universitas Mosul dan daerah Pusat Budaya di kota tersebut. Mereka meluncurkan serangan itu bersembunyi di balik baju perang melawan teroris.

Dalam pernyatannya yang dilansir Al-Jazeera, Ahad (20/03), para ulama Iraq melaporkan bahwa koalisi internasional mengirim rudal daya ledak tinggi ke tempat-tempat sipil, universitas, sekolah dan rumah sakit serta tempat-tempat lainnya. Mereka telah melanggar undang-undang internasional.

Asosiasi Ulama mengungkapkan bahwa koalisi internasional sudah sampai puncaknya melakukan genosida. Tidak ada yang mereka inginkan kecuali menghancurkan Iraq.

Tidak ada alasan yang bisa diterima menargetkan sipil di wilayah konflik. Ini merupakan kejahatan di luar batas dan melanggar undang-undang dan perjanjian internasional.

Puluhan warga sipil tewas ketika jet tempur koalisi internasional menargetkan sejumlah gedung di kompleks universitas Mosul dan sekitarnya. Menurut sumber Al-Jazeera, sedikitnya 25 sipil tewas dan lainnya lima anggota ISIS.

Kantor berita ISIS menunjukkan video serangan tersebut. Terlihat banyak bangunan hancur dan puluhan mobil terbakar.

Sementara koalisi AS menyebutkan pihaknya meluncurkan sebanyak 25 serangan udara ke sejumlah wilayah di utara dan barat Iraq, dalam 24 jam terakhir.

Sepekan sebelumnya, Asosiasi Ulama Muslim Iraq juga melaporkan serangan AS membunuh puluhan sipil di Ramadi. Serangan itu terjadi di desa Al-‘Usriyah, barat laut Ramadi.

Sebagaimana diketahui, Mosul saat ini menjadi target operasi militer Iraq dan koalisi internasional. Wilayah itu dianggap basis utama ISIS di Iraq. [Al-Jazeera/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.